Hye sun kini memoles bibir ranumnya dengan lipstik bewarna Pink. Kemudian berjalan menuju ke lemari pakaian dan mengambil salah satu gaun pesta dari sana. Ia memilih gaun bewarna ungu cerah... Yang Terlihat sedikit mini dan terbuka.
Sial bagi Hye sun, gaun indah itu ternyata mempunyai bagian yang sulit untuk dicapainya. "Aiisshhh... Susah sekali mengancingi ini!" gerutunya
Bagian gaun dibelakang itu memiliki sederet kancing mutiara untuk menutupi punggung putih mulusnya... Karena begitu susahnya ia jangkau, alhasil sebagian besar punggung putihnya itu kini terlihat
Cekleek! Minho keluar dari kamar mandi dengan setelan jas silver dan kemeja dominan abu-abu.. Ia terlihat mempesona. Kemudian melangkahkan kaki kearah Hye sun.
"Ayo kita pergi, acaranya akan dimulai sebentar lagi" Tukasnya sambil berjalan menghampiri Hye sun
"Sebentar... Minho, bisakah aku minta tolong... Tolong kancingkan mutiara-mutiara ini. Aku susah untuk menjangkaunya" Pinta Hye sun sambil memutar badan
Minho melotot, menyaksikan punggung putih nan mulus terpampang dihadapannya, ia memandangnya tak berkedip. Jantungnya berdebar kencang kala menyaksikan punggung itu.
"Minho cepat!" desak Hye sun, membuat lamunannya buyar. Perlahan, ia mengangkat kedua tangannya, ragu-ragu dan dengan gerakan lamban ia mulai mengancingi gaun ketat itu.
3 kancing dari bawah sudah berhasil ia satukan. Iman serta akal sehatnya pun mulai goyah tak kala punggung putih itu selalu berkeliaran dipikirannya, seolah meminta dijamah.
Ketika sudah berada ditengah jalan... Akhirnya pertahanan itu runtuh jua. Ia mulai mengecup dan menghisap punggung indah itu, menguncinya cepat dan mencumbunya mesra. Hyesun langsung tersentak dibuatnya.
"Minho kau... Apa yang kau lakukan? Hentikan!" Pintanya sambil mengibaskan tangan Minho dibahunya
"Ehm Hye sun-ssi, ayo kita lakukan" ucapnya disela esapannya
"yya tak mau! Apakah kau tahu kita sudah seminggu ini melakukannya lebih dari 3 kali! Dan kau mau melakukannya lagi?! Antwe!" Hye sun mencoba melepas rangkulan Minho
"Ahhh... Minho ayolah sebentar lagi pestanya akan dimulai" Desak sun lagi, tapi ucapannya itu bagaikan angin lalu buat Minho, karna semakin menuntut lebih, sun jadi kesal, kemudian ia menginjak sepatu tebal Minho dengan hak dari High-Heelsnya
"Aaakkkhh... !!" jerit Minho kesakitan. "Heh rasakan! Sudah ah.. Aku minta tolong sama bibi jang saja" ucapnya dengan bekas tanda merah muda dibelakang tubuhnya, dan berlalu dari situ
"Aiissh sakit hye sun" Rengek Minho pasrah
***
Minho menghentikan mobilnya di kediaman besar kel.Lee, kemudian ia berjalan keluar diikuti Hye sun yang sedari tadi bersamanya.
"Berikan bunga itu pada appa dan eomma nanti" Perintah Minho sambil berjalan Meninggalkan Hyesun yang masih sibu merapikan penampilannya
"Hah? Ne.. Yya Minho tunggu aku!" Hyesun berlari sambi menggendong sebuket bunga mawar merah nan cantik
"Hei bagaimana nanti jika bunganya rusak! Kau ceroboh sekali" Tegur Minho sinis
"Mwo?! Hei dengar ya suamiku tersayang! Jika tadi kau tak meninggalkanku, mungkin aku takkan berlari seperti tadi!" balas Hyesun lebih sengit lagi
Minho menghela nafas panjang. Kemudian ia menarik tubuh Hyesun, merapatkan dengan tubuhnya. Dan menyelipkan tangan kirinya di pinggang Hye sun. Hye sun menatap minho dengan keheranan
"Kalau seperti ini.. Apa bisa dimaafkan nona dangkal" ucap Minho, memandang Hye sun dengan sumringah
"Hahaha... Baiklah" Hye sun langsung menerima permintaan maaf Minho, kemudian mereka berjalan bersama, menuju pintu masuk kel.Lee
***