Spoiler ..
“Sun-Hye ssi—“ sapa Si-Hwan riang begitu melihat Sun-Hye memasuki ruangan. Hae mengekori dari belakang dengan agak kesusahan. Langkahnya terantuk berulangkali, .. bukan oleh kecepatan langkah itu sendiri, .. tapi oleh tali sepatu yang terlepas dan belum sempat diikatnya.
“Kau mau apa?!” tanya Sun-Hye langsung dan tajam pada Si-Hwan. Dia tidak ingin basa-basi lagi. Diliriknya koper yang menyandar di meja, .. kemudian beralih kembali pada Si-Hwan, .. menatapnya dengan pandangan menuntut buat jawaban yang barusan diutarakannya.
“Flat-ku direnovasi .. “ Si-Hwan menjawab tak acuh. Kepalanya dimiringkan dengan pandangan mengoda kearah Sun-Hye. “Untuk sementara, kuputuskan tinggal di sini .. ,”
“Mwo?!!” Sun-Hye terbelalak lebar. “Siapa yang mengijinkanmu?!”
“Tentu saja kau—“ Si-Hwan menunjuk Sun-Hye. “Kekasihku—“
“Ke .. kekasih .. ?” Sun-Hye berkata gagap. Sumpah, .. dia sudah melupakan ide gila detektif gadungan ini untuk menjadikannya pacar bohongan HANYA buat merahasiakan penyelidikan tersembunyi mereka terhadap kasus pembunuhan Tuan Besar Goo.