Chapter 2 part 2:
“apa yang kamu ketahui?” tanya mino tak percaya.
“aku rasa, hye sun benar masih hidup. Dan kemungkinan yang kamu temui di jepang. Itu mungkin hye sun.” Kim bum berdiri
dari tempat duduknya.
“kamu tahu dari mana?” mino sedikit kagum melihat cara kim bum menjelaskan.
Kim bum memegang dagunya dengan telunjuk dan ibu jari, mulai berfikir. “ karena, menurut penelitianku, kabar hye sun yang
tiba-tiba menghilang, tanpa kabar dimana tempat peristirahatan terakhirnya. Dan sikap ibumu yang lebih menonjol,Sepertinya
ada yang dia sembunyikan.” Kim bum duduk kembali di kursi.
Mino sedikit berfikir, mencerna baik-baik perkataan kim bum.
“hemm... benar juga pendapatmu. Kenapa tidak sekalian saja kamu cari tahu kebenarannya?” mino bertanya polos.
“kau cari saja sendiri! Aku mau tidur juga.” Kim bum berlari dan mencari posisi di samping mino.
“ya.. bummie.. kau mau bantu aku kan?” mino meminta dengan nada memelas.
“iya lee min ho. Besok kita cari tahu bersama.” Kim bum menutup tubuhnya dengan selimut dan mulai tertidur.
Mino tak bisa tidur, dia jadi memikirkan sesuatu, kalau benar hye sun masih hidup, kenapa hye sun harus berbohong? Kenapa
hye sun tak mencoba tuk menemui mino? Atau karena kecelakaan, hye sun jadi lupa dengan semuanya? Tapi, kenapa harus
dibilang hye sun sudah meninggal?
Flash back:
“jadi begini paman. saya kemari... berniat untuk menikahi hye sun.” Mino berbicara dengan suara yang bergetar ketakutan.
“memang apa pekerjaanmu?” mr.goo bertanya serius.
Hye sun yang berada di antara kedua orang yang kelihatannya tidak berhubungan dengan baik , membantu mino.
“mino membantu perusahaan appa-nya . sudah appa, jangan seperti ini, kau membuat mino ketakutan.” Hye sun mencoba
mencairkan suasana.
“benarkah itu mino-ssi?” mr.goo memastikan kebenarannya.
“oh.. n..ne..” mino ragu-ragu dengan jawabannya.
“kalau begitu, bagaimana dengan ini?” mr. Goo menunjukkan poster star sky band.
Mino dan hye sun terdiam, tak bisa berkata apa-apa.
“silakan anda keluar lee min ho-ssi.” Mr.goo mempersilakkan mino tuk keluar.
“dan kau hye sun. Jangan pernah menemui dia lagi.” Mr.goo memerintah hye sun.
Hye sun dan mino hanya saling menatap, tatapan yang seakan tak ingin tuk dipisahkan. Tapi.. ini keputusan dan ini kenyataan.
End flash back.
“hoamzzz....” kim bum menguap dan menuju kamar mandi.
“wah!!” kim bum kaget, melihat temannya yang tak pernah memakai kemeja , celana bahan dan dasi..
Sekarang malah terlihat jelas di depan mata kim bum, penampilan mino yang seperti bos besar.
“ada apa gerangan yang membuat kau seperti ini mino’a?” kim bum melihat dengan heran.
“aku rasa, harus ada perubahan. Dan aku rasa juga, ini sudah saatnya aku tuk membantu appa.” Mino tersenyum manis.