Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50330 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 8

Last chap :
“Hyun Soo-ssi…apa maksud semuanya tadi?” tanya Hee Young sedikit gusar sambil melepaskan diri dari Hyun Soo.

Hyun Soo hanya bisa nyengir memandanganya sebelum menjawab, “Mianhae, Hee Young-ssi…hanya saja pemuda itu tidak benar-benar ingin membeli kue…dia hanya ingin berkenalan denganmu”

“Dan dimana letak kesalahan hal itu?” tanya Hee Young lagi…dia benar-benar kesal dengan ulah Hyun Soo, sehingga tanpa menunggu jawaban dia bergegas pergi dari hadapan Hyun Soo.

“Hyun Ki-ya…Hwa Young-a…kita pulang sekarang” panggil Hee Young yang langsung ditanggapi oleh kedua bocah tadi.
 
Mereka berlari mengejar Hee Young dan langsung menggenggam tangannya ketika mereka sudah berada di dekat Hee Young lagi.

“Apa yang sudah kau lakukan, Lee Hyun Soo” ucap Hyun Soo pelan pada dirinya sendiri…ditatapnya ketiga orang yang sudah berjalan menjauhinya…Hyun Soo benar-benar menyesal sekarang.



Hee Young masih betah berdiam diri dan mengunci rapat bibirnya dalam perjalanan sehabis mengantarkan Hyun Ki dan Hwa Young pulang ke panti. Dalam perjalanan mengantarkan mereka pun Hee Young lebih banyak diam, dia hanya bersuara bila Hyun Ki dan Hwa Young yang mengajaknya berbicara…tapi kalau Hyun Soo yang memancing pembicaraan, Hee Young akan memilih untuk tidak mempedulikannya.

‘apa yang harus kulakukan?’ tanya Hyun Soo di dalam hati. Dia sangat menyesali perbuatannya di supermarket tadi. Hyun Soo sadar kalau perbuatannya itu sangat keterlaluan, dan Hee Young berhak untuk merasa marah dan jengkel pada dirinya.

Sebenarnya selama ini Hyun Soo bukanlah tipe pria pencemburu…setidaknya dia memang tidak pernah cemburu bila ada pria lain yang mendekati atau mengajak para mantan pacarnya berbicara di hadapannya, termasuk pada Jessica.
Namun apa yang terjadi malam ini pada Hee Young, adalah sesuatu yang sama sekali baru baginya…bahkan bila dibandingkan dengan apa yang pernah dialaminya 9 tahun yang lalu. Hyun Soo merasakan sensasi yang aneh saat melihat pemuda itu menghampiri dan mengajak Hee Young berbicara, seolah-olah pemuda itu sudah melakukan suatu kesalahan saja padanya…padahal dia dan Hee Young tidak terikat dalam suatu hubungan yang serius, setidaknya sampai saat ini.
 
Hee Young masih saja duduk dalam diam. Hyun Soo merasa tersiksa dengan apa yang dirasakannya sekarang, rasa bersalah pada Hee Young. Dia harus memikirkan cara untuk mendapatkan maaf dari gadis itu.

“Hee Young-ssi, sebelum pulang maukah kau ikut denganku ke satu tempat lagi?” tanya Hyun Soo, mengharapkan balasan kali ini…tapi dia salah, Hee Young malah sibuk menatap keluar jendela dan berlaku seolah-olah dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Hyun Soo.

Hyun Soo menghela napasnya, “Baiklah kalau kau tidak mau menjawab. Aku menganggapnya sebagai persetujuan yang tidak perlu kau ucapkan”

Hee Young masih berlaku seperti orang tuli terhadap kata-kata Hyun Soo tadi. Akhirnya dengan tekad yang sangat bulat, Hyun Soo mengarahkan mobilnya ke jalan yang sama sekali berbeda dengan arah rumah Hee Young…dia harus membereskan masalah ini malam ini juga, kalau tidak Hee Young tidak akan sudi lagi bertemu dengannya.

Sementara itu Hee Young paham benar kalau sekarang mobil yang dikemudikan oleh Hyun Soo mengarah ke tempat lain dan bukan mengarah pulang ke rumahnya, dan Hee Young sengaja membiarkannya. Dia tidak akan mempertanyakan kemana Hyun Soo akan membawanya, entah mengapa ada rasa percaya yang tumbuh di hatinya kepada pria itu…walaupun sekarang terselip rasa jengkel terhadap ulahnya yang keterlaluan di supermarket.

‘kita lihat kemana kau akan membawaku, ahjussi’ ucap Hee Young di dalam hati. Diliriknya sekilas Hyun Soo yang sedang berkonsentrasi menyetir mobilnya, namun setelah itu Hee Young kembali membuang pandangannya ke luar…dia tidak ingin kepergok sedang memandangi Hyun Soo.

Setelah beberapa lama berlalu dalam kesunyian lagi, akhirnya Hyun Soo menghentikan mobilnya tepat di sekitar Seoul Bridge. Hee Young tertegun dengan tempat pilihan Hyun Soo ini…dia tidak menyangka Hyun Soo akan membawanya kesini, Hee Young malah berfikir Hyun Soo akan mengajaknya makan malam untuk menebus kesalahannya.

‘kok kesini sih, ahjussi? aku kan kelaparan’ gerutu hati Hee Young, tapi dia tetap turun juga ketika Hyun Soo membukakan pintu mobil untuknya.

Beberapa orang sudah berada di tempat itu. Hee Young sebenarnya bingung dengan apa yang akan mereka lakukan disitu, namun karena kejengkelannya melebihi kebingungannya, maka dia tetap memasang tampang tidak peduli.

“Aku ingin berbicara denganmu disini. Kau tidak keberatan kan?” tanya Hyun Soo lembut sambil memperhatikan Hee Young yang masih kelihatan jengkel padanya (terlebih setelah tebakannya meleset [hmpfh]).

“Apa aku punya kesempatan untuk menolak?!” jawab Hee Young agak ketus sambil melangkah meninggalkan Hyun Soo.
 
Hyun Soo tersenyum mendengar jawaban ketus Hee Young tadi, ‘setidaknya kau sudah mau menjawabku, nona manis’

Hyun Soo mengikuti langkah Hee Young. Kaki-kakinya panjang dengan mudah menyusul Hee Young yang mungil…Hyun Soo bersyukur Hee Young tidak menolak ketika dia membimbing gadis manis itu untuk duduk di tempat yang dipilihkannya.

“Sebentar lagi orang-orang akan semakin banyak berdatangan. Kita harus mencari tempat yang strategis untuk kita berdua” ujar Hyun Soo setelah mereka berdua duduk, Hee Young tidak menanggapinya.

Baru saja Hyun Soo selesai berbicara, beberapa orang pasangan muda-mudi datang dan mengambil tempat tak jauh dari tempat duduk mereka. Hee Young tidak bisa lagi mempertahankan sikap tidak pedulinya…kepala mungilnya sibuk menoleh ke arah pasangan-pasangan yang baru saja datang, dan tidak berapa lama kedua matanya yang lebar menatap Hyun Soo dengan penasaran, dia seperti lupa kalau sedang merasa jengkel terhadap pria itu,

“Kenapa banyak yang datang?”

Hyun Soo tersenyum menanggapi sikap penasaran Hee Young,

“Sebentar lagi kau akan tahu kenapa” Hee Young malahsemakin penasaran dengan jawaban itu…apalagi ketika semakin  banyak pasangan muda-mudi yang datang.

“Kita beruntung mendapatkan tempat yang strategis, Hee Young-ssi” bisik Hyun Soo pada Hee Young yang sedang mendaratkan pandangannya pada pasangan terakhir yang datang dan langsung mengambil tempat duduk di sebelah mereka.

Hee Young baru saja akan bereaksi dengan kata-kata Hyun Soo tadi ketika dirinya dikejutkan oleh ramainya suara orang yang bertepuk tangan dengan riuh,

“Sudah mulai” bisik Hyun Soo lagi sambil menunjuk ke dapan, Hee Young mengikuti arah tunjuknya…seketika kedua matanya melebar melihat pemandangan yang tersaji di depannya,




“Wah…cantik sekali” ucapnya terkagum-kagum…Hyun Soo makin tersenyum lebar mendengar kata-kata itu.

“Kau suka?”

Hee Young mengangguk senang, ditatapnya Hyun Soo dengan pandangan berbinar.

“Aku baru pertama kali melihatnya…cantik sekali”

"Aku juga"

Hee Young terbelalak kaget mendengar jawaban Hyun Soo, “Ini pertama kalinya kau menyaksikannya, Hyun Soo-ssi?”

Hyun Soo mengangguk mantap, “Ini pertama kalinya aku menyaksikannya secara langsung…selama ini aku hanya menontonnya di televisi”

“Mengapa kau tidak datang saja kesini?”

“Aku pikir tidak ada gunanya menyaksikannya seorang diri…lain halnya kalau bersama seseorang, tentu akan lebih menyenangkan…seperti sekarang”

Hee Young jadi salah tingkah ketika Hyun Soo menatapnya lembut. Usulan iseng tentang seharusnya Hyun Soo membawa salah seorang pacarnya ke tempat itu, tertelan mentah-mentah dan tidak sempat dikeluarkan…dan dari lubuk hatinya yang terdalam, Hee Young bersyukur kata-kata itu tidak jadi diucapkannya.

“Hee Young-ssi, soal perbuatanku di supermarket…aku minta maaf”

Hee Young agak terkejut dengan kalimat itu, dia sudah melupakan tentang kejadian di supermarket tadi…dan karena sekarang sudah terlambat buat kembali jengkel, Hee Young akhirnya mencoba ‘berdamai’ lagi dengan Hyun Soo.

“Aku benar-benar menyesal sudah melakukannya…dan kau berhak untuk merasa marah dan jengkel padaku, Hee Young-ssi. Sekarang, maukah kau memaafkanku?”

“Untuk apa kau melakukannya?”

Kali ini giliran Hyun Soo yang agak salah tingkah, “Itu…itu karena aku tidak ingin melihat dia berlaku iseng padamu”

“Dia tidak berlaku iseng…dia hanya menanyakan pendapatku tentang kue yang enak. Itu saja”

“Tapi setelah itu dia akan menanyakan namamu, nomor ponselmu…bahkan alamatmu”

“Dan aku tidak melihat ada yang salah dengan hal itu”

“Hee Young-ssi, kita tidak tahu tentang reputasi pemuda itu”

“Sewaktu aku memberitahumu siapa namaku dan nomor ponselku, aku juga tidak tahu tentang reputasimu”

Hyun Soo mati kutu kali ini, digaruknya kepalanya yang tidak gatal…Hee Young mengamatinya dengan senyuman puas dibibirnya.

“Sudahlah, Hyun Soo-ssi…sebaiknya kita lupakan saja masalah itu. Tidak ada gunanya membahas pemuda itu, tidak baik buat kandunganku” ujar Hee Young bercanda.

Hyun Soo menatapnya, dan ketika dia melihat Hee Young hanya bercanda dengan ucapannya, hatinya merasa tenang dan Hyun Soo pun ikut tertawa bersama dengan Hee Young.

“Terima kasih, Hyun Soo-ssi” ucap Hee Young lagi setelah tawa mereka selesai.

“Untuk apa?” tanya Hyun Soo sambil menatap Hee Young.

“Untuk kedatanganmu ke acara omma dan appa…untuk hari yang menyenangkan bersama Hyun Ki dan Hwa Young…benar-benar terima kasih”

Hyun Soo tersenyum mendengarnya, “Aku hanya berusaha untuk menyenangkanmu…apakah aku berhasil?”

Hee Young mengangguk, senyuman manis mengembang di bibirnya,

“Aku pikir aku tidak akan bisa merasakan kesenangan lagi setelah kepergian omma dan appa…ternyata aku masih bisa merasakannya. Aku tidak melakukan kesalahan kan, Hyun Soo-ssi?”

“Kesalahan? Kesalahan apa?”

“Kesalahan terhadap omma dan appa”

Hyun Soo kembali memandang Hee Young dengan lembut. Gadis itu sekarang memfokuskan pandangannya ke arah jembatan, sebulir airmata jatuh di pipi kirinya…ingin sekali Hyun Soo menghapus airmata itu, namun Hee Young terlebih dahulu menghapusnya.

“Omma dan appa-mu tidak akan menganggap apa yang kau lakukan hari ini sebagai suatu kesalahan, Hee Young-ssi…aku yakin itu”

Hee Young balas menatap Hyun Soo, ada ketenangan yang didapatnya dari tatapan pria itu.

“Aku yakin omma dan appa-mu pasti menginginkan anak-anak mereka terus melanjutkan hidup dengan penuh kebahagiaan. Walaupun aku tidak pernah mengenal mereka, tapi aku benar-benar merasa yakin kalau itu yang mereka harapkan dari dirimu”

Hee Young mengangguk, senyuman terima kasih diberikannya pada Hyun Soo yang juga balas tersenyum padanya. Tak berapa lama Hee Young kembali berkata,

“Setidaknya aku lebih beruntung daripada Hyun Ki, Hwa Young dan anak-anak panti yang lain, Hyun Soo-ssi”

Hyun Soo tertegun, ditatapnya Hee Young dengan lebih serius…tak berapa lama kepalanya mengangguk,

“Ya, kau benar, Hee Young-ssi. Anak-anak itu tidak sekalipun mengenal orangtua mereka. Mereka diletakkan atau diserahkan begitu saja di panti tanpa pernah diberi kesempatan untuk tahu darimana mereka berasal”

“Kau tahu banyak tentang mereka. Hyun Soo-ssi?”

Hyun Soo mengangguk, kemudian dengan lembut dia kembali melanjutkan ucapannya, “Omma-ku adalah pemilik panti itu. Bersama dengan teman-temannya, dia membuka tempat tinggal bagi anak-anak yang tidak berdosa itu. Bibi Song dan beberapa tenaga pengasuh yang lain menjadi ibu-ibu pengganti bagi anak-anak disana”

“Omma-mu pasti wanita yang berhati lembut”

Hyun Soo tersenyum mendengarnya, “Ya, omma adalah wanita dengan hati yang sangat lembut. Di panti itu dia mencurahkan kasih sayangnya yang berlimpah”

“Aku sangat ingin mengenalnya”

“Kau pasti akan mengenalnya”

Hee Young tertegun, “Maksudmu?”

Hyun Soo tersenyum, “Aku bermaksud mempertemukan kalian berdua. Sabtu nanti maukah kau ikut bersamaku ke panti lagi? Setiap hari sabtu omma selalu berada di sana seharian”

Kedua mata Hee Young berbinar senang, tanpa ragu-ragu dia mengangguk setuju, “Aku senang sekali. Lagipula aku juga harus membayar hutangku pada anak-anak itu”

“Hutang? Hutang apa?”

“Hutang cupcake yang ingin kubelikan buat mereka malam ini…karena aku kesal padamu, aku sampai melupakan keinginan itu”

“Kalau begitu itu juga hutangku pada mereka. Sebelum kesana, kita harus membeli cupcake yang banyak buat membayar hutang kita”

Hee Young dan Hyun Soo tertawa lagi...masing-masing merasa sangat nyaman dengan kebersamaan mereka sekarang…terlebih Hyun Soo, karena Hee Young sudah mau memaafkannya.

“Aku juga ingin mengajak Jae Hwa bersamaku…bolehkan?” ucap Hee Young, sesaat setelah tawa mereka reda.

“Tentu saja kau boleh membawanya serta…aku juga ingin berkenalan dengannya. Ceritakan bagaimana dia”

Hee Young tersenyum lebar sebelum menyahut, “Dia adalah anak laki-laki teriseng yang pernah kujumpai seumur hidupku, kami sering bertengkar gara-gara keisengannya itu…tapi dia juga sangat manja dan sayang padaku”

“Betapa menyenangkan memiliki saudara”

“Kau tidak punya saudara, Hyun Soo-ssi?”

“Aku anak tunggal”

Hee Young menatapnya dengan tertarik, Hyun Soo tertawa geli melihat tatapannya itu, “Ada apa lagi, Hee Young-ssi?”

“Ceritakan tentang dirimu”

Hyun Soo bertambah geli, “Aku?”

“Ya…tentangmu. Aku sangat ingin mendengar ceritamu tentang dirimu sendiri”

Hyun Soo memperbaiki posisi duduknya, berdehem sebentar sebelum berkata,

“Baiklah. Tapi aku tidak punya kisah hidup yang menarik untuk diceritakan”

“Aku yang akan menilainya”

Hyun Soo tersenyum, “Seperti yang aku katakan tadi, aku adalah anak tunggal. Setelah melahirkanku, omma tidak bisa memiliki anak lagi…entah mengapa, aku juga tidak tahu. Aku memiliki seorang ayah yang cukup keras dalam mendidik putra tunggalnya, dan seorang ibu yang mencurahkan segenap perhatiannya dalam membesarkanku. Jadi bisa dibilang aku dibesarkan secara seimbang”

“Ayahmu kejam?”

Hyun Soo tersenyum lagi ketika melihat reaksi Hee Young, “Tidak, dia tidak kejam. Dia hanya keras dan disiplin dalam mendidikku…tapi, aku sadar apa yang sudah dilakukannya untuk membesarkanku adalah usaha terbaik sehingga akhirnya aku bisa menjadi sekarang ini”

“Kau dekat dengan ayahmu, Hyun Soo-ssi?”

“Tidak juga. Hubungan kami berdua tidak bisa dibilang terlalu dekat, tapi juga tidak bisa dibilang terlalu jauh. Aku lebih dekat dengan omma-ku. Tapi walaupun demikian, aku tetap mengagumi aboji”

“Dia pasti pria yang berpendirian sangat kuat”

“Ya. Saking kuatnya, aku juga tidak terlalu bisa untuk menolak setiap keinginannya”

Ketika sadar kalau Hee Young tengah menatapnya dengan pandangan penasaran, Hyun Soo tertawa, “Kau pasti penasaran dengan maksud kata-kataku tadi, kan?”

Hee Young mengangguk. Ekspresi wajahnya yang menggemaskan ketika melakukannya, memancing tawa Hyun Soo kembali,

“Baiklah…tapi, jangan tertawa setelah aku menceritakannya”

“Aku tidak akan tertawa”

Hyun Soo berhenti sejenak untuk mengumpulkan energinya, bagaimanapun yang akan diceritakannya ini ada sangkut pautnya dengan Hee Young…walaupun gadis itu tidak akan pernah menyadarinya, sampai tiba saatnya nanti.

“Aku dan aboji memiliki kesepakatan bersama”

“Kesepakatan?”

“Ya, kesepakatan. Sebagai putra tunggal, aku memiliki kewajiban untuk meneruskan nama keluarga. Caranya adalah dengan menikah dan memiliki keturunan dari pernikahan itu”

Hyun Soo berhenti, ketika dilihatnya Hee Young masih tetap mempertahankan ekspresi tertariknya, dia tersenyum dan melanjutkan,

“Aboji ingin agar aku menikah dengan putri sahabatnya, tapi aku menolak karena sesuatu hal yang tidak akan bisa kutolerir dari wanita itu. Aku mengajukan pilihanku sendiri”

Hee Young menahan nafasnya selama beberapa detik…setelah sedikit gembira karena tahu Hyun Soo menolak dijodohkan, sekarang dia merasa sedikit kecewa dengan kenyataan kalau Hyun Soo ternyata sudah memiliki calon istri pilihannya sendiri…untung saja Hyun Soo tidak menyadari perubahan ekspresi di wajah cantik Hee Young, dia sibuk melanjutkan kisahnya,

“Aku ingin menikah dengan wanita pilihanku sendiri, dan aku akan memiliki keturunan dengan wanita itu. Aboji tentu saja tidak bisa menolak, tapi liciknya dia malah memberiku syarat baru…aku harus menikahi wanita pilihanku itu dalam dua bulan ini,. Kalau tidak, aku akan menikah dengan putri sahabatnya”

Ketika Hyun Soo mengalihkan perhatian kepadanya, Hee Young mencoba tersenyum…walaupun senyumannya terasa canggung, bahkan di bibirnya sendiri,

“Jadi kau akan menikah sebentar lagi? Bolehkah aku berkenalan dengan calon istrimu itu sebelum hari pernikahan kalian?”

Di luar dugaan Hee Young, Hyun Soo malah menanggapi kata-katanya itu dengan tawa lepas. Hee Young menatapnya bingung, sampai tawa itu mereda dan Hyun Soo kembali berhasil berkata-kata,

“Aku masih mencarinya, Hee Young-ssi” walaupun di dalam hati Hyun Soo melanjutkan, ‘dan aku rasa aku sudah menemukannya’

Begitu Hyun Soo menyelesaikan kalimatnya, perut Hee Young berbunyi cukup nyaring…Hyun Soo tersenyum geli melihat wajah Hee Young yang merona malu, sementara kedua tangannya memegang perutnya dengan erat.

“Kau lapar?”

Hee Young mengangguk pelan. Hyun Soo kembali tersenyum geli sambil mengusap puncak kepala Hee Young dengan gemas.

“Kalau begitu, ayo kita cari makan malam…aku juga merasa lapar” ajak Hyun Soo sambil berdiri.

Hee Young membiarkan Hyun Soo beranjak pergi terlebih dahulu. Disentuhnya puncak kepalanya yang tadi diusap Hyun Soo, ‘apakah aku sudah terpedaya dengan pesona playboy itu? bagaimana kalau dia menemukan sosok wanita yang akan dinikahinya itu pada diriku? ah, aku berpikir apa sih? dia tidak akan mungkin menemukan sosok itu di diriku, jangan bodoh, Hee Young-a’

Lamunan Hee Young itu terhenti ketika suara Hyun Soo kembali mengajaknya berdiri, rupanya Hyun Soo kembali lagi ke tempat mereka duduk setelah menyadari Hee Young tidak mengikuti langkahnya.

“Kita akan pergi makan malam sekarang, nona Goo…kalau tidak, kau bisa sakit. Setelah itu aku akan mengantarmu pulang”

Hee Young tersenyum malu. Disambutnya uluran tangan Hyun Soo yang mengajaknya berdiri…sentuhan kulit Hyun Soo di kulitnya menimbulkan sensasi tersendiri di hati kecilnya…dan si lugu Hee Young menyukai sensasi itu.



_________

Hee Young menjalani hari-harinya sebelum datangnya hari sabtu dengan lebih baik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Suasana rumah kembali ceria berkat dirinya. Terlebih sebelum Mun Hee dan suaminya kembali dari Paris, Myung Hee dan Jung Hwan rajin menginap di kediaman Goo untuk menemani keponakan-keponakan mereka.

Walaupun dia tahu kalau Hyun Soo dan pamannya memiliki hubungan pertemanan, namun Hee Young tidak pernah menyinggung soal keakraban yang terbangun antara dirinya dan Hyun Soo…bahkan Eun Kyungpun tidak tahu soal itu, dan sepertinya Dae Kwan juga tidak bercerita soal hubungan antara Hee Young dan Hyun Soo padanya, walaupun Dae Kwan pasti sudah tahu tentang hal itu.

Selama hari-hari itu, Hee Young dan Hyun Soo tetap rajin berkomunikasi lewat ponsel mereka. Hee Young juga masih rajin belajar bersama dengan Mr. Shane lewat ponselnya …hari-harinya akhirnya kembali seperti dulu, walaupun tetap terasa kurang lengkap tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Tapi Hee Young yakin kalau kedua orangtuanya mengharapkan suasana cerialah yang terbangun di rumah mereka.

Hari sabtu akhirnya datang juga. Hee Young bersiap-siap menunggu kedatangan Hyun Soo bersama dengan bibi Ma di ruang keluarga. Jae Hwa sudah diajaknya, tapi anak itu lebih memilih untuk pergi memancing dengan Myung Hee dan Jung Hwan.




“Siapa teman yang akan menjemputmu ini, Hee Young-a?” tanya bibi Ma penasaran.

Hee Young hanya tersenyum dan menjawab, “Kalau dia datang, bibi akan segera tahu”

“Dia tidak akan berbuat macam-macam padamu kan?”

“Anhi, bibi Ma sayang. Dia laki-laki yang baik. Hari ini kami akan pergi mengunjungi panti asuhan yang dibangun oleh ibunya, aku mungkin akan seharian berada di sana”

“Tapi kau tetap harus berhati-hati, sayang”

“Arasso, bibi Ma…aku akan tetap berhati-hati”

Suara bel terdengar dari pintu gerbang. Hee Young segera berlari untuk melihat siapa yang datang, dan sesuai dengan harapannya, orang itu adalah Hyun Soo. Pintu gerbang langsung dibuka oleh Hee Young dan mobil Hyun Soo bisa masuk dengan leluasa.

Bila sebelumnya Hyun Soo memakai Cadillac escaladenya, maka kali ini dia memakai Bugatti veyron putihnya. Bibi Ma yang ikut menemani Hee Young menyambutnya di beranda, terpesona melihat kendaraan itu.

“Kelihatannya dia laki-laki yang cukup kaya, Hee Young-a”

“Bibi Ma, bukankah kita tidak boleh berteman dengan seseorang hanya karena harta mereka?” goda Hee Young menggunakan kalimat nasehat yang sering diucapkan oleh bibi Ma padanya.

Bibi Ma tersenyum. Namun kedua mata tuanya kembali terpesona begitu melihat sosok Hyun Soo yang turun dari mobil mewahnya,

“Hee Young-a…kau akan pergi dengan seorang dewa”

Hee Young tertawa kecil, “Bibi Ma, dia manusia biasa…bukan dewa”

“Tapi dia tampan sekali dan tubuhnya itu…aigoo, dia tinggi sekali”

“Jangan-jangan bibi sudah jatuh cinta padanya, ya?” goda Hee Young lagi, bibi Ma kembali hanya bisa tersenyum tanpa bisa menyahut lagi karena Hyun Soo sudah menghampiri mereka.

“Annyong hasaeyo” sapa Hyun Soo ramah pada mereka berdua. Khusus untuk bibi Ma, Hyun Soo membungkukkan tubuhnya tanda hormat…bibi Ma menerima penghormatan itu dengan wajah sumringah.

“Bibi Ma, perkenalkan dia adalah temanku, namanya Lee Hyun Soo” ujar Hee Young memperkenalkan Hyun Soo pada bibi Ma.

“Lee Hyun Soo-imnida” sekali lagi Hyun Soo membungkukkan tubuhnya.

“Hyun Soo-ssi, ini bibi Ma. Dia nenekku” ujar Hee Young lagi, kali ini memperkenalkan bibi Ma pada Hyun Soo.

“Sebenarnya saya hanya pengasuhnya, tuan…tapi bagi saya Hee Young juga sudah seperti cucu sendiri” sahut bibi Ma merendah.

Hyun Soo tersenyum lembut pada wanita tua itu, membuat bibi Ma semakin terpesona padanya, “Karena bagi Hee Young-ssi, anda adalah neneknya…maka saya minta, agar anda memanggil saya dengan nama saya saja. Jangan panggil saya dengan sebutan tuan, nyonya”

“Kalau begitu anda harus memanggil saya, bibi Ma…jangan panggil saya dengan sebutan nyonya, Hyun Soo-ssi” balas bibi Ma tak mau kalah…Hee Young dan Hyun Soo sama-sama tersenyum mendengarnya,

“Ne, bibi Ma” sahut Hyun Soo…bibi Ma mengangguk dengan senang.

“Bibi Ma, kami harus pergi sekarang” pamit Hee Young sambil mencium pipi kanan bibi Ma dengan sayang.

“Baiklah, sayang…hati-hati di jalan. Hyun Soo-ssi, saya titip Hee Young, ya”

“Ne, bibi Ma…jangan khawatir, saya akan menjaganya dengan baik”

Bibi Ma mengangguk lagi…dan ketika mobil yang membawa Hee Young dan Hyun Soo beranjak pergi meninggalkan kediaman keluarga Goo, bibi Ma masih berdiri di tempatnya dan berharap agar Hee Young mendapatkan kebahagiaan lebih di hari ini.


_________

Hyun Soo dan Hee Young tiba di panti setelah terlebih dahulu mampir ke sebuah toko kue untuk membelikan cupcake yang lezat dan banyak buat semua anak-anak di panti itu.

Sesampainya di panti, semua anak-anak yang tempo hari belum mereka temui, sedang melakukan aktifitas mereka masing-masing…namun begitu mobil Hyun Soo memasuki pekarangan panti, semua anak itu meneriakkan satu nama yang tentu saja ditujukan bagi Hyun Soo : “Ahjussi!”…Hee Young terkekeh geli mendengar panggilan itu.

“Kenapa?” tanya Hyun Soo ikut-ikutan geli.

“Ahniya, ahjussi”

“Hee Young-ssi…masa’ kau juga harus ikut-ikutan memanggilku ahjussi?” tanya Hyun Soo sambil memasang tampang pura-pura terluka.

“Mianhaeyo, aku tidak akan memanggil anda dengan sebutan itu lagi…ahjussi”

Mereka tertawa sambil turun dari mobil, masing-masing membawa bingkisan yang sudah pasti akan disukai oleh anak-anak itu.

Begitu melihat Hee Young ikut turun bersama Hyun Soo, sontak anak-anak yang rata-rata berusia 7-10 tahun itu terdiam, mereka takjub melihat sosok perempuan yang hadir bersama Hyun Soo…maklum saja Hee Young adalah wanita pertama yang dibawa Hyun Soo ke panti bersamanya.

Melihat mereka terdiam, Hyun Soo dan Hee Young jadi ikut-ikutan terdiam…namun tak lama kemudian sebuah suara menyadarkan mereka semua,

“Noona!”

Hyun Ki berlari gembira menyambut mereka, anak laki-laki itu bahkan langsung memeluk Hee Young yang kelihatan sama gembira karena bertemu lagi dengannya,

“Hyun Ki-ya…mana Hwa Young?”

“Hwa Young sedang bersama dengan bibi Song dan Lee-omma memberi makan adik-adik bayi” jawab Hyun Ki sambil tetap bergelayut manja pada Hee Young.

“Hyun Ki-ya, masa’cuma noona yang disapa…ahjussi tidak?” tanya Hyun Soo yang berdiri di kiri Hee Young. Hyun Ki menatapnya sambil tetap memeluk Hee Young,

“Annyong hasaeyo, Ahjussi”

“Hanya itu?”

Hyun Ki mengangguk mantap, Hee Young dan Hyun Soo serta anak-anak yang lain tertawa, setelah itu Hyun Soo langsung berinisiatif mengenalkan Hee Young pada anak-anak panti,

“Anak-anak…perkenalkan ini…”

Hee Young langsung memotong kata-kata Hyun Soo, “Hee Young-ahjumma” ucapnya dengan ramah kepada semua anak.

Hyun Soo terpana mendengar predikat yang diberikan Hee Young pada dirinya sendiri itu, sementara anak-anak yang lain langsung mendekati Hee Young dan satu persatu memperkenalkan dirinya…Hee Young dan mereka langsung terlihat akrab.

Setelah acara perkenalan, Hyun Soo dan Hee Young masuk ke dalam bersama Hyun Ki, meninggalkan anak-anak yang sibuk menyerbu makanan mereka dan kembali melanjutkan aktifitasnya masing-masing.

“Ahjumma?” goda Hyun Soo ketika dia, Hee Young dan Hyun Ki berjalan memasuki panti.

Hee Young mengangguk sambil tersenyum geli, “Kasihan anak-anak harus sibuk memanggilku dengan noona atau onnie…kalau ahjumma kan lebih seragam”

"Bukan kasihan padaku gara-gara aku harus dipanggil ahjussi oleh anak-anak itu?"

"Ehm...mungkin itu juga salah satu faktor pendukung"

Hyun Soo dan Hee Young kembali tertawa bersama lagi, sementara Hyun Ki menatap mereka bergantian dengan bingung...dia tidak habis pikir, mengapa sekarang mereka sering sekali tertawa bersama-sama.

“Kalau begitu Hyun Ki juga harus memanggil noona dengan sebutan ahjumma…bagaimana, setuju?” tanya Hyun Soo pada Hyun Ki yang berjalan di tengah-tengah mereka. Hyun Ki mengangguk setuju,

“Beres” jawabnya yakin, Hyun Soo dan Hee Young kembali tertawa.

Mereka akhirnya sampai di depan sebuah kamar tidur besar yang tertata indah. Di dalamnya ada 5 boks bayi yang ditata dalam dekorasi yang menyenangkan untuk dilihat. Hyun Ki yang duluan menyerbu masuk ke dalamnya, Hyun Soo dan Hee Young mengikuti dari belakang…entah mengapa perasaan Hee Young jadi campur aduk antara senang dan grogi…mungkinkah karena akhirnya dia akan bertemu dengan ibu kandung Hyun Soo???



sampai disini dulu ya...mian klo mem-boring-kan [biggrin]

spt biasa,kritik & koment2nya dtunggu lho [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love