Handle pintu dibuka dengan gerakan perlahan oleh Hye sun. Dengan wajah pucat pasinya ia berjalan, dilihatnya sang ibu segera menghampirinya dengan pandangn gelisah
"Ini..." Ucap Hye sun, sambil menyerahkan segenggam benda
"Bagaimana ?" Tanya Mrs.Goo dengan nada yang terdengar panik, dan raut muka penuh pengharapan. Hye sun hanya menggelengkan kepalanya
Minho menatap Hye sun yang berada tak jauh dari pelipis matanya. Dan saat mata indah itu melihat dirinya, tubuh mungil itu menghantamnya dengan pelukan erat, Minho membalasnya sambil mengelus punggung itu
"Apa kau baik ?" Bisiknya disamping telinga Hye sun, sedangkan yg ditanya hanya menggeleng lemah di dalam pelukannya
"Tidak! Apa kau tidak lihat, aku sangat buruk" Ucapnya seraya melepaskan pelukan Minho, dan menatap pemuda itu dengan wajah lesunya
"Hye sun-aa, Selamat! Kau positif Hamil, sayang" Panggilan Omma memecahkan suasana, dengan menggenggam sebuah test pack ditangan dan tersenyum sumringah
"Hah Benarkah... ?" Mulut Hye sun terbuka lebar, sebersit senyum menghiasi bibirnya
"Hamil ?" Gumam Minho
***
"Apakah ini sungguhan? Aku akan menjadi seorang ibu" Hye sun menerawang kosong, pikirannya masih tidak bisa mencerna kejadian yang baru dialaminya
"Apa kau bahagia, Hye sun" Minho, Pria yang sedari tadi berada disisinya, sambil terus menatap Hye sun dengan pandangan yang begitu sendu
"Memang seharusnya aku bahagiakan? Siapa yang tidak senang jika akan mendaptkan seorang bayi" Balas Hye sun, ia mencoba memandang Minho. Tapi, ia lebih memilih menundukkan kepala, menghindari pandangan Hye sun
"Ada yang salah? Kau tak suka mendengar berita ini?" Tanya Hye sun yang mulai menyadari perubahan sikap Minho. Minho sendiri masih enggan untuk menjawabnya, ia hanya diam merenungi perasaannya
"Kau tak suka aku hamil? Kau tak mau jadi seorang ayah?" Tanya Hye sun lagi, yang kini terdengar mulai memilukan.
Mendengar itu, Minho segera mengadahkan kepalanya, menatap Hye sun begitu lekat
"Sumpah demi apapun Hye sun, aku sangat bahagia mendengar kau mengandung benihku... Anakku..." Minho berucap lantang, masih menatap Hye sun.
"Tapi aku takut... Takut mengecewakannya... Tak bisa melindunginya.. Menjaganya.. Menjadi ayah yang baik" Sambungnya lagi dengan na yang begitu lirih
"Kau lihat aku, aku begitu buruk.. Aku pemarah.. Egois.." Tutur Minho
"Kau bisa Minho" Ucap Hye sun, yang mulai menggenggam tangan Minho, lalu membawanya ke pipi mulusnya
"Benarkah... ?" Tanya Minho dengan ragu
"Ne, asalkan kau selalu perduli... Memiliki rasa sayang yang tulus.. Kau bisa menjadi ayah yang baik" Tutur Hye sun lembut
"Jangan salahkan kekuranganmu... Justru aku mulai mencintainya dari sana..." Hye sun tersenyum, mengelus genggaman tangan Minho dengan pipinya
"Terima kasih Hye sun, Aku begitu bahagia memilikimu" Balas Minho yang berucap haru
"Bukankah cinta memang begitu?" Hye sun bergumam
"Ne ?" Tanya Minho yang tak mengerti
"Cinta memang begitu bukan? Menyatukan kekurangan kita, untuk bisa disatukan.. Untuk menjadi sebuah kelebihan" Timpalnya lagi
"Dan aku mencintaimu, karna kau sok puitis, hahaha" Minho menggoda Hye sun
"Mwo? Eh?" Hye sun mendongak kaget
"Hahaha, I swear... Aku mencintaimu" Ucap Minho
"Selamanya ?" Tanya Hye sun lebih pasti
"Ne.. Untuk selamanya..."
*****