Author Topic: I Love You Bad Boy (Hiatus)  (Read 22611 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: I Love You Bad Boy (26.05.2011)
« Reply #405 on: June 16, 2011, 02:26:34 am »
Hye sun meringis sebal, sambil sesekali meringkuk do sofa memegangi perutnya. Usia kandungannya kini mencapai R bulan. Makanya tak Heran jika perutnya sedikit membesar

"Aiiisssh... Minho kemana sih? Kok belum pulang" Gerutunya, bergeliat malas di atas sofa.

Akhir-akhir ini sifat Hye sun jadi berubah. Terkadang ia begitu aneh, kolokan, sensitif, sering uring-uringan tak jelas. Dan itu semua berhasil membuat Minho tergelonjak kaget

"Sabar Agashi... Dorenim mungkin sedang berada di perjalanan menuju kesini" Celetuk salah seorang pelayan, yang sedari tadi mendengar ocehan majikannya

"Mana mungkin... Lihat!" Racaunya sambil menunjuk sebuah jam dinding tepat dibelakang sang pelayan

"Ini sudah jam lima, dan biasanya di sudah tiba dirumah. Aku yakin Ia mampir dulu ketempat lain!" Ucapnya lagi, membuat Pelayan tadi mengerutkan dahi

******

Minho berjalan memasuki apartemennya. Ketika membuka pintu dan mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah, ditemukannya Hye sun dengan tampang kesalnya, sambil sesekali mengusap perutnya itu

"Mwoga? Ada apa denganmu?" Tanya Minho berdecak pinggang, sambil berjalan mendakati Hye sun

"Pergi sana! Aku tak mau bicara denganmu" Bentak Hye sun, Ia memandang Minho sinis

"yya... Kenapa kau? Aku salah apa?" Minho mulai heran

"Kau! Sudah tahu aku menunggumu pulang, kenapa tak pulang tepat waktu? Kau pasti mampir dulu ketempat lain! Dasar menyebalkan!" Hye sun memukul lengan kanan Minho dengan kasarnya

"Hei... Jangan asal tuduh, aku tak pernah mampir kemanapun, lagi pula aku pulang telat karna di perjalanan macet" Bela Minho, sambil memegangi lengannya yang masih kesakitan

"Kalau aku tak percaya bagaimana?" Tantang Hye sun

"Boo? Hei, Hye sun kenapa kau jadi curigaan begini sih? Baiklah, kalau kau tak percaya... Tanyakan sana pada Mr.Han, ia yang mengetahui semua aktivitasku hari ini" Minho lama-lama kesal juga dengan sikap Hye sun

Hye sun masih memandang Minho dengan tajam. Jika sudah begini, Minho segera angkat tangan. Tanda menyerah

"Terserah mau percaya atau tidak" ucapan terakhirnya sebelum meninggakan Hye sun sendirian

*****

Setelah membersihkan tubuhnya. Minho keluar dari kamar mandi. Pandangannya buyar, karna tak dilihatnya Hye sun. Perasaan takut mulai menjalari pikirannya

"Astaga Hye sun! Jika saja kau bukan istriku dan aku tak mencintaimu, sudah kupastikan.. Ku singkirkan jauh-jauh... Lagi pula kenapa harus bersikap konyol begitu! Ini bukan sepertimu" Rutuknya kesal. Minho segera berlalu dari situ

****

"Huhuhu... Dasar kejam! Aku kan bersikap begitu karna merindukannya. Bodoh sekali dia kalau tidak tahu! Huhuhu, tega sekali" Isak Hye sun disudut ruangan, menyudutkan dirinya

Minho yang sedari tadi dibelakangnya, hanya mampu mengulum senyum. Ia pun berjalan, memeluk tubuh Hye sun

"Buat apa kesini? Sana pergi!" ucap sun, setelah mengetahui keberadaan Minho

"Aku merindukan istriku yang bernama Goo hye sun. Tapi, entah kenapa sikapnya kini jadi berubah..." Minho terlihat begitu kecewa

"Tapi kan... Emh, tapi... Aku merindukanmu.. Makanya aku begitu" Ucap Hye sun menyesal, menundukkan kepala

"Iya.. Tak apa.. Aku senang kau merindukanku" minho berucap begitu lembutnya

"Mianhe membuatmu marah" Sesal hye sun

"Tak apa, sini.. Aku ingi menciummu"

Seperti perkataannya Minho mulai mengecup bibir Hye sun, untuk berlanjut ke tahap yang lebih panas lagi
*****

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]