Author Topic: I Love You Bad Boy (Hiatus)  (Read 22860 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: I Love You Bad Boy (26.05.2011)
« Reply #405 on: June 16, 2011, 04:37:45 am »
"Kondisi janin anda sehat nyonya lee... Usahakan untuk terus menjaga kesahatannya... Apa ada keluhan" Ucap dokter jung sambil menaruh stetoskopnya

"Ehm dokter... Kenapa saya masih mangalami mual, aku pikir hanya di awal kehamilan saja... Tapi kini masih berlanjut di usia 4 bulan ini" Tukas sun yang mengamati dokter Jung dengan seksama

"Itu wajar Nyonya... Bahkan masih ada ibu hamil mersa mual di usia kandungan 7 bulan" Jawabnya cepat

"Dokter saya punya keluhan" Ucap Minho mendadak. Pria yang berdiam sedari tadi disamping sun ini, membuat Hye sun tergelonjak kaget

"Oh ada apa tuan lee ?" Tnaya dokter jung

"Akhir-akhir ini Hye sun berubah aneh dok..." Ucap Minho sambil memandang Hye sun

"Mwo ?!" Hye sun terkesiap kaget

"Sifatnya jadi susah ditebak, Ia sering uring-uringan, gampang curiga, suka marah tak jelas" Ungkap Minho, yang kini tak menhiraukan Hye sun yg memandangnnya tajam

"Oh wajar tuan lee jika ibu hamil terkesan aneh. Semua karna perubahan hormonal. Nah, sebagai suami harap dimaklumi jika istri bersikap tidak biasa" Terang dokter

"Yang bisanya pendiam menjadi pemarah, yang bisanya mandiri jadi manja atau bahkan yang biasanya memperhatikan suaminya jadi ingin lebih diperhatikan" Minho mendengar ungkapan dokter dengan serius

"Saran saya hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak psikis ini akan berubah nantinya" Sambung dokter lagi

"Benarkah? Oke terima kasih dok..." Balas Minho. Hye sun hanya bisa mengercutkan bibirnya

"Sama-sama tuan lee. Dan untuk nyonya... Kembali 2 minggu lagi nanti setelah kandungannya berusi 6 bulan.. Kita lakukan USG"

"Kamsahamnida dok.." balas Hye sun

***

Hye sun terdiam di dalam mobil, tampangnya berubah kecut setelah pulang dari rumah sakit itu. Sementara Minho henya mengemudi dengan cueknya

"Kau kenapa menanyakan hal itu tadi! Kau tak suka dengan kelakuanku yang sekarang?" Hye sun mendelik tajam ke arah Minho

"Hei bukan begitu, hye sun. Aku hanya takut kalau ternyata kelakuan anehmu tidak akan berubah untuk selamanya, makanya aku tanyakan" Tukas Minho seraya memegang gagang stirnya

"Hentikan mobilnya!" Pekik Hye sun

"Mwo ?!" Tanya minho tak mengerti

"Hentikan Mobilnya!" Pekiknya lagi

Minho menghentikan mobilnya dan BRAKKK! Hye sun keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kasarnya

"Hei Hye sun apa yang kau lakukan ?" Teriak Minho dari dalam Mobilnya

Hye sun berjalan cepat tanpa mau perduli dengan suara klakson mobil Minho yang sedari tadi berbunyi

"Hye sun!" Teriak Minho. Mobil sport hitam itu mensejajarkan lajunya dengan langkah Hye sun

"Hye sun, ayolah! Ini tidak lucu" Minho menyumbul kan kepalanya keluar dari jendela mobil

"Memang" Ucap Hye sun dengan ekspresi kosongnya

"Mwo? Hye sun, ayo kita pulang" Minho masih diposisi yang sama

"Kau tak mau menerimaku apa adanya, aku pergi saja" Hye sun terus melangkag tanpa mengindahkan Minho

"Bukan maksudku begitu, Hye sun" Ucap minho dengan nada yang begitu menyedihkan

"Masa bodo" Ucap Hye sun enteng

"Hye sun..." Ucap Minho lirih penuh pengharapan. Hye sun menghentikan langkahnya dan menatap wajah gontai Minho

"Belikan aku ice cream! Baru ku maafkan" Tukasnya cuek, dengan raut wajah malas ia menatap Minho

"yya sabar Minho, dia Hye sun mu.. Wanita yang kau cintai" Batin Minho berucap, ia menarik nafas panjang dan mulai tersenyum

"ne sayang.... Apapun untukmu" Jawabnya selembut mungkin

******

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]