Author Topic: mr.popular! you make me jealous...Chapter 7 (21 juli 2011)  (Read 21623 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
@disneyland hongkong~

"Hye sun!! Apa kau masih punya tenaga untuk bermain hahh?!" Ucap suamiku sambil mengelus elus dadanya dan mengatur ritme nafas yang memburu karna lelah sehabis ku siksa dengan wahana wahana ekstrim

Aku mengangguk mantap," HE'EM!! Selanjutnya rumah hantu!!!!"

"MWO?!" Anhi..." Tolak minho mentah mentah. Ia berjalan sedikit dan duduk di bangku kecil sembari membenarkan kacamata hitamnya

"Wee?!" Kataku tak terima

"Kekanak-kanakan!" Begitu jawabannya

"Kekanakan???"

"Sudahlah..lebih baik kita kembali ke hotel yah! Atau kita makan bagaimana?" Usul minho mengalihkan pembicaraan

"Antwe!!!" Kali ini aku yang menolak mentah mentah ajakannya

"Yaiiiiishhhh!!"

"Wee?? Kau takut yah?!" Godaku sambil mencolek pundakknya genit

"Mwo?! Siapa bilang! Aku cuma merasa itu kekanak kanakan" bantahnya cepat

"Ayolaaah..kumohon..." Aku mulai merengek manja padanya

"Jangan begitu ah"

"Ayolaaaaaahh hmm??" Mohonku dengan puppy eyes paling imut khusus untuknya

Akhirnya aku mendapati jawaban yang aku inginkan! Kepala yang ditutupi kupluk sweeter itu mengangguk kecil walau terpaksa~

"Asyiiiiiiiiiikkkkkkk!!" Tanpa buang waktu aktor tampan itu kutarik langsung menuju wahana rumah hantu yang ingin sekali kukunjungi di disneyland ini

"Yaaa pelan sedikit" keluh minho malas melihatku yang begitu bersemangat

"Hahahahaha..."

Seminggu yang lalu setelah keadaan suamiku pulih total ia langsung meminta cuti dua hari untuk berlibur ke hongkong dengan alasan "refreshing". Aku tau ia setengah mati meminta persetujuan dari managernya untuk mendapati cuti yang sebenarnya tidak mungkin bisa di dapat jika melihat terlalu banyak jadwal pekerjaan yang menumpuk karna insiden kecelakaan yang dialami suamiku. Suamiku terus merengek hingga sehari semalam kepada managernya kyu.. Akhirnya kyu menyerah di gentayangi rengekan minho. Ia pun menyusun alasan "check up untuk memastikan tidak ada komplikasi di lukanya" izin cuti 2 hari ke hongkong pun dikantonginya..

***-----***


"Minhossi.. Kenapa wajahmu pucat? Apho?" Tanyaku mendapati ia berdiri dibelakangku saat kami sudah sampai di pintu masuk

"Anhi.." Jawabnya singkat

"Yakin?"

Minho mengangguk

Aku melingkarkan tangan di lengan suamiku memasuki rumah hantu itu.. Suara musik pembangkit bulu kuduk mulai mengalun di dalam ruangan yang sangat gelap tanpa cahaya.

"Uwaaaahhh keren!" Pujiku takjub melihat interior rumah hantu ini yang begitu terlihat nyata saat cahaya lilin mulai nampak di depan

"Keren darimana!" Protes minho.

Aku hanya terkekeh mendengar jawaban suamiku. Kami terus berjalan menelusuri lorong yang kembali gelap gulita

"Auuuushh.." Keluh minho.  Kakinya melangkah penuh ragu di sampingku.

"Minhossi ada apa dengan kakimu? Pegal ya? Atau keram?" Tanyaku khawatir. Spontan aku melepas diri darinya

"YAAA HYE SUUUN!!!!!!!" Suamiku menjerit mendapati aku tidak memeluk lengannya lagi.

"Yaaaa!! Berteriak apa! Aku didepanmu tau!" Kupukul pundaknya sedikit kuat

"Kau!! Cepat peluk aku lagi" pintanya dengan suara agak gemetar. Sepertinya aku tau alasannya....niat jahil pun merasukiku

"Hehhe.. Sidhoooo!!!!" Tolakku sambil mundur darinya

"YAAAA!!!" Suamiku mulai kalang kabut. Ruangan yang sangat gelap membuatnya tak bisa melihatku

"Hahahhaaha.. Ternyata kau takut hantu ya minhossi!!!" Godaku sambil memegangi perutku yang sakit akibat tertawa terlalu banyak

"Goo hye sun!!!! Kumohon kemariiiii... Paliiiiiiiii!!!!" Mohonnya penuh dengan suara tertekan

"Sidhoooo!!! Harus pakai syarat!"

"MWO?"

"Kau harus bilang 'aku lee minho sangat takut hantu dan kalah dengan istriku sendiri' paliiiii..."

"Sidho!!!"

"Ciiiihh! Yasudah kutinggal yaaa.. Kau kan tidak mau bicara berarti kau berani dengan hantu. Bye minhossi..." Aku semakin memundurkan langkah sambil menahan tawa setengah mati.

"ARASSEO!! ARASSEO!! Aku lee minho mengaku takut sekali dengan hantu dan mengaku kalah dengan istriku sendiriiiiiiiiii"

Bukkk
Aku langsung memeluk tubuhnya erat dan cekikikan disana.

"Puas?!" Begitu kata suamiku seraya membalas pelukanku erat

Aku mengangguk," hehhe.. Payah! Masa kalah denganku.."

"Masa bodolah.. Itu kelemahanku, semua karna omma dulu suka bercerita hantu saat aku kecil dan dia juga suka mengagetkanku dengan topeng topeng hantu yang ia beli jika pergi berlibur..menyebalkan! Membuatku jadi trauma begini"

"Alasan! Hehhe.."

"Kita keluar saja yuk?" Ajak minho semakin mempererat pelukannya padaku

"Yuk..."

minho tersenyum lega. Ia memutar kakinya kebelakang sambil merangkul pundakku

Spontan aku berhenti melangkah," yaa! Jalannya itu kesana!" kataku dengan menunjukkan jari telunjuk ke arah berlawanan

"Mwo? Anhii !! Kita lewat pintu masuk saja." Tolak minho

"Yaa tidak bisa! Kalau sudah masuk berarti harus keluar dari pintu keluar minhossi.." Jelasku

"Coungmal?? Kumohon sayang.. Belum bertemu hantu saja aku sudah lemas.." Begitu ucap suamiku

"Auuuushh!! Kalau begitu kau tutup mata saja ya! Biar aku yang menuntunmu. Bagaimana?"

Minho mengangguk pasrah," mian..."

"Mwo?"

"Aku pengecut sekali sampai sampai harus di tuntun oleh istriku sendiri.."

"Pabo! Arasseo.. cepat tutup matamu dan pegang pundakku pali" ajakku penuh semangat

Namun minho tidak melakukan apa yang kuperintahkan padanya. Bukannya memegang pundakku ia malah melingkarkan tangannya di pinggangku

"Yaa! Kau fikir kau kubonceng naik motor atau sepeda hah? Kenapa menaruh tangan di pinggangku?" Protesku

"Bawel!aku takut kau kabur meninggalkanku! " Minho semakin mengeratkan peluknya

"Minhossi kalau begini aku susah berjalaaaaan..."

"Kalau begitu pelan pelan jalannya" begitu ucapnya membantahku yang tidak bisa berkata-kata lagi

"Ih dasar! Kachaaaaaa..."

Kakiku mulai melangkah ke depan diikuti minho yang menempel ketat padaku di belakang... Suara suara alunan musik pembangkit bulu kuduk semakin terdengar nyata.. Daaaan..

syuuuuuu..syuuuuuu..
Tiba-tiba sadako muncul dari belakang dinding tembok

"KYAAAAAAA!!!!!!!!!" Spontan aku menjerit sekuat-kuatnya berbalik menutup wajah di dada suamiku

Minho yang mendengar dengan sigap membuka mata untuk melihat keadaanku penuh rasa khawatir

"Yaaaa!! Weee???? " Begitu ucapnya sambil mengguncangkan pipiku dengan tangan kanannya

"ITU !!! " Ucapku sambil menunjuk ke arah sadako yang baru muncul dari balik dinding..

Minho menatap ke arah yang kusuruh.. Matanya melotot dan mulutnya menganga lebar hendak mengatakan sesuatu tapi seperti tercekat.. Wajah tampannya kembali memucat untuk beberapa detik

Detik berikutnyaa..

"AAAAAAAAA!!!!!!!!! HYE SUN KUMOHON CEPAT KITA KELUAAR!! AAAA HANTUUU...!!" Suamiku jatuh terduduk tak kuat karna lemas dan ia menjerit kuat terus menerus sambil memeluk kakiku yang hanya bisa tercengang dengan reaksinya yang "diluar" dugaan itu



***_____***

Malam harinya...

"Masih lemas?" Tanyaku sembari memijat pijat kakinya

Minho mengangguk," nee.. "

"Mian.. Aku tidak tau kau setakut itu di rumah hantu.. Sungguh.." Sesalku

"Gwenchana.. Harusnya aku yang minta maaf.. Gara gara aku kau tidak sampai selesai menikmati wahana rumah hantu yang kau inginkan itu..."

Mendengarnya tanpa buang waktu tubuh yang sedang tiduran di sofa itu kupeluk erat

"Besok pagi kita pulang ya?"

Minho mengangguk seraya mengelus elus rambutku," nee.. Sore nya aku harus syuting iklan.. Mian aku hanya bisa menyediakan waktu dua hari untukmu..."

Aku menggeleng pelan," anhi.. Aku sangat senang kau mau mengabulkan permintaanku"

"Kalau begitu sekarang saatnya kau yang mengabulkan permintaanku!"

"Mwo?"

"Sayang....." Desah minho ditelingaku

Spontan bulu kudukku langsung berdiri mendapati bisikannya. Tangan kanan itu mulai membelai halus punggungku sementara tangan kirinya asyik mengelus elus pipiku sambil perlahan ia mendekatkan kepalanya padaku. Seakan terhipnotis kedua mataku terpejam seolah sangat menantikan ciumannya yang memang selalu kuinginkan..

Minho mulai menciumku.. Merasukiku dengan kelembutan kecupannya yang bermain indah merajai seluruh bibirku tanpa sisa... Tanpa disuruh aku membalas lumatannya seirama dengan gerak bibirnya..ciuman kami semakin liar dan menuntut untuk sesuatu yang lebih dan lebih...

Tangan minho yang semula mengelus lembut punggungku sekarang berpindah ke depan.. Memijat dadaku hingga desahan lirih mengalun begitu saja dari mulutku pertanda aku sangat terhanyut dan menikmati setiap sentuhannya..


***----***

Sementara itu
@seoul..


FORMULIR PENDAFTARAN UNTUK IKLAN KOSMETIK DANAHAN

Syarat:
1. Wanita berumur 19-23 tahun
2. Single
3. Punya bakat akting
4. Foto ukuran 4X6 (tampak depan, tampak samping, tampak belakang seluruh badan)

Formulir paling lambat tanggal 20 juli 2011 via pos. Bagi yang terpilih akan langsung kami hubungi kepada yang bersangkutan pada tanggal 14 juli 2011 dan berhak mendapatkan satu buah mobil.

"OMO!!!" Mata shinhye berbinar membaca sebuah tabloit fashion terbitan korea yang baru saja dibelinya di supermarket

Tanpa buang waktu gadis itu segera berlari dan membuka laptopnya. Matanya semakin berbinar mendapati foto yang ia inginkan ternyata masih ada di dalam folder miliknya dan belum terhapus.

"Yihaaaaaaaaaaa!!!!" Shinhye berloncat loncat kegirangan dengan rencananya

Buru-buru gadis cantik itu mengisi formulir dengan semangat yang maksimal..
15 kemudian ia tersenyum puas melihat kolom-kolom formulir yang harus di isi terisi juga.

"Goo hye sun!!! Aku yakin kau pasti terpilih!!!! Ihiiiiiiiiyyyyy....."

Shinhye segera mengenakan mantel dan mengambil tas kecilnya lalu setelah itu dengan langkah riang ia menuju kantor pos untuk menyerahkan hasil misi-nya


***____***


"Ukh.." Aku tiba tiba bergidik ngeri

Minho yang sedang menghisap dadaku terhenti dan bertanya," wee sayang?"

Aku menggeleng," anhii.. Hanya saja tiba tiba bulu kudukku merinding begitu saja..."

"Coungmal? Apho??"

"Anhi. Sepertinya ad orang yang sedang membicarakan aku..." Keluhku

Minho tersenyum dan melumat bibirku penuh semangat.."Hanya perasaanmu saja sayang.."

Aku mengangguk lalu membalas pagutan pagutannya melupakan kenapa tubuhku merinding tiba tiba dan kembali melanjutakn permainan yang tertunda..

15 menit kemudian
Erangan dan rintihan lirih terdengar seiring permainan kami yang semakin liar..


***____***


Minyuuu : oppaaaaaa!!! Cepat pulang kami sangat merindukanmu di korea!! ^^

Hye_min: anyong oppaa!! Apa keadaanmu sudah dipastikan baik? Kuharap begitu :( saranghaeeee oppaaaaa :*

Min_hye: oppaaaaaaaa apa benar oppa sedang dekat dengan park min ji??? Antweeee aku tidak rela oppaaaaa T_T

Love_minho: dear oppa!! Setiap malam aku selalu memimpikanmu :( kenapa kau sangat tampan oppaaaaa :(

Eunsshi: oppaaaaaaaa next project iklan blossom ya?? Hwaitiiiingg!!>.<

Somin: oppaaaaaaa!! Aku sudah membeli kumpulan album fotomu.. Aaaa choaa kau sangat tampan oppaa!! Love u ^^

-

-

-

Terus sampai 250 email...

Minho tersenyum membaca email yang masuk di ipad-nya..disebelahnya ada aku yang ikutan membaca...

"EHEM!!"

Minho menoleh padaku melepaskan pandangannya dari ipad," wee ?"

"Banyak sekali wanita yang menyemangati suamiku yaa.."

Minho terkekeh," jika tidak ada yang menyukaiku bagaimana bisa aku seperti sekarang sayaaang..." Ia mencubit pipiku gemas

"Foto foto mereka terlihat sangat cantik ya"
Minho kembali terkekeh," memang!"

Jawaban yang membuatku sebal,"yaaaa!!"

"Tapi tidak ada yang selucu dan semanis kau tau!!" Dicubitnya gemas pipiku

"Aaaa aphooo.." Rengekku sambil menahan senyum

"Sini kupeluk...." Minho menarikku ke pelukannya.

Aku tersenyum dibalik dada itu.. Lalu terpejam dan akhirnya tertidur sebelum kehidupan nyata dimulai besok saat kembali ke korea, dimana pernikahan ini harus disembunyikan...


****---****