Author Topic: lovesick  (Read 6226 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #45 on: June 17, 2011, 05:15:23 pm »
Chapter 3 part 1:

Gedung  megah yang di dominasi dengan kaca, pelataran halaman yang luas, taman dan pancuran air ditengahnya
menambahkan kesan elegan dari gedung itu sendiri.

Pagi hari yang sangat cerah, jam pun masih menunjukkan 06:35 A.M

Mobil hitam memasuki pelataran pintu gerbang , para penjaga berbaris, siap memberikan hormat.

Tuan muda yang duduk di kursi kemudi  keluar dengan lagaknya yang cool. Dia memberikan kunci mobil agar di parkirkan
ditempat yang benar.

Disinilah sekarang lee min ho, gedung milik lee’s house. Siapa yang akan menyangka, ternyata ayahnya lee min ho orang
terkaya pertama? Kenapa beritanya tak pernah terdengar? Ya.. yang jelas, sekarang perusahaan lee ini sedang ramai-ramainya
dalam pembicaraan. Padahal baru 2 minggu mino mengerjakan urusannya disini. Give applause to mino.prokprok*

Semua pekerjaan yang mino lakukan benar-benar perlu diacungi jempol. Mr.lee saja tak menyangka kalau anaknya ini punya
bakat dalam mengurusi perusahaan.

Mino masih terus berjalan menuju ruang pimpinan.

Tanpa meminta izin, mino langsung saja memasuki ruang mr.lee.

“baik tuan tanaka, masalah hotel disana, anak saya lee min ho akan mengurusnya kesana. Malam ini dia akan berangkat . iya,
semoga saja usaha kita ini bisa berjalan dengan baik tuan tanaka. Oh. Baiklah, selamat melanjutkan kerjaan anda kembali tuan
tanaka.” Mr.lee memutuskan pembicaraannya.

“kamu sudah datang mino.” Mr.lee mempersilakan mino untuk duduk di sofa.

“ah.. kenapa perusahaanmu begitu membosankan appa?” mino mengeluarkan ipadnya dari tas yang dari tadi dia pegang.

“dibalik kebosanan ini, ada tambang emas dan kebahagiaan yang menanti mino’a.” Mr.lee menjawab pertanyaan mino dengan
lembut.

“sudahlah, jangan basa-basi. Apa kerjaanku hari ini?” mino bertanya sambil asik memainkan ipadnya.

“pukul 10 menemui Mr. Kim membahas pabrik mobil, pukul ½ 1 meeting membahas taman hiburan yang akan menambahkan
jenis permainan baru,  pukul 3 ada pertemuan pembahasan tanah yang akan dijadikan tempat penginapan,  seterusnya bebas.
Ah.. ada lagi, pukul 10 malam, kau kebandara, pergi ke jepang untuk membahas hotel dengan tuan tanaka untuk besok pagi,

usahakan kerugian seminimal mungkin mino’a, kau mengerti!”mr. lee menepuk pundak mino.

“arrasso..” mino masih asik memainkan gamenya.

“mengurus perusahaan lebih baik dari pada kamu harus bermain band yang urakan itu mino.” Mr.lee berceramah pelan sambil
berjalan menuju kursi kerjanya.

“lebih urakan lagi kalau waktu itu kau benar-benar mengirimku ke rumah sakit jiwa.” Mino berbicara pelan, sambil asik
memainkan gamenya.

“ah... aku sudah bosan.” Mino membereskan ipadnya.

“bye appa, jaga diri baik-baik.” Mino melambaikan tangan , keluar dari ruang kerja mr.lee dengan santai.

“anak ini, membuat orang cemas saja. “ mr.lee tersenyum, kemudian melanjutkan membuka berkas-berkas diatas mejanya.

Di tempat parkir:

“Ckckck...

Jepang again, tapi 2 hari lalu, aku malah melihat dia dengan pria itu nempel terus. Apa masih ada kesempatanku untuk
mengingatkan hye sun tentang diriku?

Akh.. molla..” mino menaiki mobilnya, dan mengendarai dengan santai.

@rumah hye sun:

Hye sun sedang melamun sambil memandangi fotonya bersama mino.

Flash back:

“jadi selama ini, omma.. selama... ini menjodohkanku karena keluarga kita mempunyai banyak hutang dengan keluarga wu
chun?” hye sun kaget bukan main sekaligus tidak percaya.

“miane hye sun’a , lagi pula sekarang kamu sudah dekatkan dengan wu chun.” Mrs. goo menyangkal ragu-ragu.

“kalau karena hutang, buat apa aku ada disini.” Hye sun membereskan baju-bajunya kedalam koper.

“ya.. jangan hye sun’a.. kalau kamu kabur, nanti siapa yang nikah?” mr.goo mencoba membujuk hye sun.

“aku tak peduli.” Hye sun masih mengepak pakaiannya.

mr.goo jalan keluar.. terdengar suara pintu dikunci dari luar. Hye sun segera berlari membuka pintunya, namun usahanya sia-
sia, pintu itu terkunci.

“omma.... buka!!!” hye sun berteriak keras.

“miane hye sun’a, kalau kamu pergi, appamu mungkin tak akan terselamatkan.” Mr.lee menangis di depan pintu kamar hye
sun.

“omma!!!” hye sun terus saja menggedor-gedor pintu.

End flash back.

“hah... sudah kuduga. Kalau karena hutang, bagaimana hidupku nanti?” hye sun membayangkan kemungkinan yang akan
terjadi.

“Masa iya aku jadi pembantu?” hye sun berfikir aneh.

“akhhh...” hye sun menggedor pintu kembali.

“omma!!! Cepat buka!!.” Hye sun menggedor pintu dengan keras.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..