Poll

ayo ayo milih di antara dua kubu di bawah ini hahaha

Kubu Rath
Kubu Daze

Author Topic: from Seoul to ... Perth II #SPOILER# 30 Oct' 11  (Read 104263 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth II, spoiler part II
« Reply #3360 on: June 19, 2011, 06:46:45 am »
Spoiler ...



Dengan tak bersemangat dan agak lunglai, Daze keluar kamar dan berjalan ke balkon belakang. Dia membutuhkan udara segar buat bernafas saat ini. Selain pikiran yang mulai sumpek oleh bayangan-bayangan Rathyan, .. dia juga merasakan nafasnya sedikit sesak.

Rintik-rintik air terdengar mengenai pagar beton dan dinding, juga jendela-jendela kaca begitu Daze membuka pintu di depannya. Daze kembali mendesah. Rupanya hujan mulai turun, walaupun hanya berupa gerimis. Daze menengadah ke langit yang terlihat agak kelam. Mengapa dunia seakan ikut bersedih buat kegalauan hatinya saat ini?

Daze mengalihkan pandangan ke sudut kanan balkon, .. dan pada saat itu, tertangkap oleh penglihatannya sesosok tubuh jangkung yang sedang menumpukan sepasang lengan pada batas balkon dengan posisi memunggunginya. Postur tegap itu amat sangat dikenalnya.

Daze mengigit bibir. “Rath .. ,” sapanya, .. pelan dan lirih.

Tangan mungilnya terkepal perlahan-lahan. Saat ini dia ingin marah, .. dan ingin menumpahkan segenap gejolak perasaannya. Bagaimana dia sangat khawatir dan gelisah, .. takut kehilangan akan sesuatu yang pernah dirasakannya setahun yang lalu. Daze membuka mulut dengan mata mendelik.

Namun, .. sosok yang berbalik lambat-lambat itu membuat kepalan tangannya mengendor, .. begitu juga mulutnya, terkatup perlahan-lahan. Penampilan Rathyan yang sangat berbeda membuatnya mengangga.

Rambut yang biasanya panjang bergelombang, agak acak-acakan dengan warna hitam pekat, .. sekalipun dalam kegiatan-kegiatan penting seperti rapat-rapat perusahaan, .. sudah tergantikan dengan terpangkas pendek dan rapi. Poninya tersisir rapi di sebelah kanan, .. cat oranye pekat membuat rambutnya terlihat bersinar. Bahkan kulitnya yang tidak bisa dikatakan putih, tampak lebih mulus dan bersih. Walau bibir yang penuh dan lembab itu masih terlihat sama, .. keseluruhan penampilan Rathyan bisa dikatakan jauh berbeda. Kemeja putih ketat yang tidak terlalu istimewa yang melekat di tubuhnya sekarang, begitu juga celana krem lembut, .. menampilkan efek lain yang sulit untuk dijelaskan.

“Hn—apa .. aneh?” tanya Rathyan kaku. Tangannya menekan mati rokok yang sudah terbakar separuh di atas balkon beton.

Daze melirik gerakan tangan tersebut. Alisnya berkenyit. Setelah hampir tiga bulan, dia kembali melihat kebiasaan buruk Rathyan ini lagi.

Seperti bisa membaca pikiran Daze, Rathyan berujar pelan. “Rokok yang terakhir, .. I promise—“

“Apa semudah itu?” tuduh Daze agak keras. Terus terang saja, dia tidak suka melihat Rathyan merokok. Apalagi dalam keadaannya yang sedang hamil sekarang ini. Setiap mencium bau asap rokok, .. dia merasa mual dan ingin muntah.

Rathyan tersenyum samar. “Saya bukan pecandu rokok, Dazya. Saya menghisapnya ‘hanya karna ingin dan merasa perlu’—itu saja. Bahan seringan ini tidak akan membuatku kecanduan .. “ Rathyan membuang puntung rokok di tangannya ke arah taman. “Jangan lupa, saya pernah kecanduan barang yang lebih mematikan dari ini—“

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun