Wine menarik nafas dalam-dalam. Dengan susah payah dia mengeleng, lalu meraih tubuhku dan membenamkan kepalaku di dadanya. "Bukan .. itu--" Dia menjawab dengan sangat pelan. Nafasnya semakin tidak teratur."Jangan menghindariku .. ," Aku memohon dengan tampang memelas.Wine mendesah. "Tidak akan .. ""Lalu .. kenapa? .. Wajahmu ... ?""Ini--" Wine mengigit bibirnya. Dia terlihat enggan untuk menjawab. Kemudian sepasang matanya terpejam. "Ini .. bukan penyebab dari .. sikap ku padamu ... Dulu mungkin iya, tapi ... tidak sekarang ... "