Author Topic: BEHIND THE SHINNING STAR (Season IV) part II (3 Juli 2011)  (Read 12530 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
BEHIND THE SHINNING STAR IV
Part 1



Sebuah mobil teronggok sepi di area parkir. Jika dilihat dari jauh, sepertinya mobil kososng. Salah! Karena seorang pria masih duduk di kursi kemudi. Pandangan matanya tidak pernah lepas dari pintu gerbang gedung di depannya. Pintu itu belum juga terbuka. Sudah tiga puluh menit dia menunggu dan wajah tampannya mulai bosan.

“Koran, Tuan?” penjaja Koran mengetuk kaca mobil menawarkan dagangan. Pria itu sepertinya tertarik. “Tabloid ada?” tanyanya setelah menurunkan kaca mobil. Penjaja Koran itu menjereng beberapa tabloid di depannya dan segera dipilihnya tiga buah yang menurutnya menarik.

“Ghamsahamnida,” ujar penjaja Koran itu dengan riang setelah dagangannya terbayar dan dibalas dengan senyuman pria itu.

Untuk menghilangkan rasa bosan, dibukanya salah satu tabloid dan mulai menekuri berita di dalamnya.

****!” umpatnya setelah membaca salah satu berita yang terpampang….

‘SUTRADARA GOO & PRODUSER HAN, MAKIN DEKAT SAJA’

Dihempaskannya tabloid itu di bawah kakinya lalu menginjak-injak dengan murka. Poor Magazine! Jika saja tabloid itu bisa bicara, pasti sudah mencak-mencak,”Apa salahku?!”

Tabloid kedua terbuka sudah dan dia mulai pening…

“LEE MIN HO’S LAST MOVIE. BAD MOVIE OF THIS YEAR!’

Judul yang terpampang itu membuatnya loyo, apalagi saat dia membuka majalah yang ketiga halaman pertama…

‘FILM KARYA SUTRADARA GOO MENEMBUS NOMINASI FESTIVAL FILM ASIA’

Berita halaman ketiga…

‘TIDAK ADA NOMINASI BUAT LMH DI KBS AWARD TAHUN INI’

Semakin lunglai sudah…. Sementara karier mantan istrinya semakin melejit, kariernya makin ambruk. Seperti rumah tangganya yang ambruk. Yang ada hanya hujatan di sana-sini kerana skandal yang dia buat. Skandal yang membuat pernikahannya tercerai berai. Dan di sinilah dia sekarang, artis yang mulai turun pamor.

Bel berbunyi nyaring. Pintu gerbang yang sedari tadi dipelototinya terbuka lebar. Kepalanya mulai celingukan mencari sosok yang selama ini dia tunggu. Seorang gadis yang sangat dia cintai, bahkan melebihi cintanya pada mantan istrinya. Apa pun akan dia lakukan untuk selalu bersama gadis itu. Apa pun untuk membuat gadis itu tersenyum.

Hatinya bersorak girang saat sosok gadis itu mulai terlihat. Keluarlah dia dari mobil, berdiri tegak dengan tangan melambai.

“Appa!” teriak gadis itu sambil menghambur ke pelukannya. Sesaat mereka berpelukan hangat, lalu agak merenggang demi memandangi wajah sang putrid lekat-lakat. “Kau semakin cantik saja, Hyena.”

Gadis itu tersipu malu dan tampak semburat merah di pipinya,”Tentu saja. Hyena kan putrid Appa dan Omma.”

Dia terkekeh mendengar ocehan Hye Na, lalu mebuka salah satu pintu mobil dan berlagak bak pelayan yang membukakan mobil untuk majikannya. “Silahkan, Tuan putrid yang cantik.”

Hye Na jadi cekikikan melihat tingkahnya lalu segera memasuki mobil. Sang ayah pun segera duduk di belakang kemudi. Sesaat mobil itu melaju. Ayah dan anak itu melanjutkan obrolan di perjalanan.

“Kau rindu pada Appa?” Tanya sang Ayah pada Hye Na dan segera dijawab dengan anggukan oleh Hye Na,”Ne, Appa… Nomu nomu Bogoshipo,” sekali lagi Hye Na memeluk dan menciumi pipi ayahnya.

Pertemuan mereka bisa dibilang jarang. Sesuai keputusan pengadilan, hak asuh Hye Na jatuh pada ibunya. Sang ibu memberikan waktu bertemu bagi ayah dan anak itu setiap akhir pekan. Rupanya sang mantan istri tidak menginginkan perngaruh buruknya merusak Hye Na. Pengaruh buruk? Apakah itu? Mungkinkah karena skandal itu? Skandal apa, sih?

Hye Na mulai melirik tabloid yang tergeletak menyedihkan di samping kaki ayahnya, lalu membungkuk memungut benda itu. Dibukanya tabloid itu sekilas dan mulai melirik Ayahnya yang sedang bersenandung lirih “MY EVERYTHING”, lagu nina bobo andalannya.

“Appa…,” gadis itu memanggil sambil menggerak-gerakkan lengan ayahnya.
“Hm..,” hanya itu yang keluar sebagai respon.
“Bagaimana kabar Hye Koo Ajhuma? Kita sudah lama tidak bertemu.”

Jleb! Pertanyaan itu bagai anak panah yang sukses menancap jantung sang ayah. Pria itu mulai tertawa-tawa tak jelas dan menjawab asal,”Kabarnya baik, mungkin…”

“Kenapa kalian tidak menikah saja?”

Dor! Satu tembakan terlepas sudah dari mulut putrinya. Tidak ada lagi tawa gaje sekarang. Hye Na belum tahu kalau skandal itu sudah berakhir. Dia dan Hye Koo sudah lama putus, bahkan sebulan sebelum siding putusan cerai. Ternyata semua itu hanya kegilaan sesaat. Hasrat gila yang mebuat semuanya hancur.

“Memangnya harus menikah? Kau ini… kami hanya chingu, tahu?”

Elakan konyol, setidaknya bagi Hye Na. “Jangan bohong, Appa. Hye Na cukup besar untuk tahu apa yang terjadi.”

“Memangnya apa yang terjadi?” Tanya pria itu sambil mengucek-ucek rambut Hye Na. Gadis itu mayun saat merapikan rambutnya.

“Appa dari dulu ngefans sama artis Song Hye Koo, kemudian waktu kalian ada kesempatan main drama bersama, kalian mulai berkencan, dan itu membuat Omma marah, lalu Appa dan Omma bercerai.”

OMG… cerocosan Hye Na bagaikan tembakan beruntun bagi pria itu. Aigo…, anak ini terlalu pintar untuk dibohongi. Sang Ayah jadi serba salah, dia jadi bertampang melas mengingat skandal itu.

“Benarkan, analisaku, Appa?” Tanya Hye Na sekali lagi.
“Hahahaha…, kau ini… jangan terlalu banyak nonton serial drama, biar otakmu tidak eror!”

“Ye…, yang aku tonton kan drama yang Appa bintangi”

Gubrak! Sang Ayah jadi malu di tempat.

“Ngomong-ngomong… Ommamu sekarang dekat dengan siapa saja?” tiba-tiba muncul ide untuk mengalihkan pembicaraan.

“Banyak, Appa… Omma kan cantik dan ramah, banyak namja yang dekat padanya.”

Nguing nguing nguing nguing ! Bunyi mobil pemadam kebakaran menyalip mereka. Kalo yang kebakaran hati, bisa dipadamkan, gak.. ya?

“Produser Han sering datang ke apartemen kalian?” tanyanya lagi. Hye Na mengangguk mantap. Lalu mengeluarkan ponsel keluaran  terbaru dari tasnya. “Dia memberi Hye Na ini, Appa…”

Makkkkkk!!! Anakmu benar-benar panas!!!! Produser Han… awas, Kau!!!


Gaje, ah gaje…. .., gak usah terusi aja, ye… buat @Poeth Ci Perthmeneteulsaid Diamond, gue bener bener buntu….

« Last Edit: June 30, 2011, 10:09:43 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]