JUNG HO BIN aka AJUDAN KIM
CHAPTER 3“jangan…jangan lakukan Prince…ja..ngan” Ny.geum menggenggam erat lengan kekarnya, diiringi isak tangisnya sambil mengiba.
“maafkan…jandi…maaf… kan puteriku…” isakan itu perlahan memecah, memecah menjadi sebuah tangisan….
Junpyo tersenyum dingin, dan memandang wajah perempuan itu.
“tidak…,dosa itu terlalu besar Nyonya…., dan aku…tidak akan pernah memaafkannya…tidak!!!”
TAP TAP TAP
“dia sudah membayar semuanya…semua kesalahan itu!!”
Sang prince menghentikan langkahnya, namun masih tetap berdiri dengan angkuh menatap kedepan.
“dia kehilangan segalanya, impiannya…dan sebagian…ingatannya, apa itu belum cukup!” jerit Ny.geum
Jun pyo tersenyum, kali ini senyuman kebencian yang terlukis jelas diwajah itu.
“aku sempat terkejut, saat ia tidak menyadari akan diriku, dimalam itu… bahkan saat aku hampir mengambil hak ku atas dirinya…ternyata__ sesuai perkiraan,anthea…kehilangan ingatannya!!”
Mata Ny.geum terbelalak lebar…
“k…kau…bertemu dengannya?”
“ya…bahkan aku hampir saja bercinta dengannya!!, tapi…aku mengurungkan niat itu__ karena merasa kurang nyaman jika melakukan semua itu diatas kap mobil…hahahaha”
Tawa junpyo terlepas dari bibirnya, tawa yang seolah menguasai suasana hening diantara isakan wanita paruh baya itu.
Mata Ny.geum tertunduk, ia sadar…kini takdir seolah menuntut semuanya… semua kesalahan yang terjadi…
Kaki gemetar itu perlahan melangkah__lemah akan kekuatannya….
“a…aku tahu….cepat atau lambat, jandi akan menjadi milikmu…karena dia…memang milikmu prince jun…ta…tapi…a…ku mohon… izinkan a…ku…melihatnya,…izinkan a…ku memeluknya… sebentar…”
Tangis itu lagi- lagi memecah…
Perlahan wajah angkuh itu menoleh pada Ny.geum, yang menjatuhkan tubuh dan kakinya kelantai seolah memohon__ pada lelaki yang kini berdiri angkuh dihadapannya…
“huhhhhhhh” jun pyo menghela nafas panjang…
“baiklah,…. kau juga tidak harus mencuci dosa- dosa puterimu, padaku Nyonya….jadi, aku akan memberimu kesempatan… hanya untuk beberapa menit, sebelum aku membawanya__ tapi ingat, jangan coba untuk lari__karena sejauh apapun kalian pergi…aku pasti akan menemukan kalian!!”
TAP TAP TAP
Langkah kaki itu terdengar jelas, saat prince mendekati tubuh rapuh itu, mencoba mendekatkan pandangannya.....
“dan___ jika….aku menemukan kalian… aku bersumpah… akan membunuhnya, dihadapanmu!!” suara itu terdengar parau, berbisik dan menekan, membuat wanita itu tidak berdaya… dihadapan wajah dingin, yang kini mensejajarkan pandangannya.
“jadi… gunakan kesempatan yang kuberikan dengan baik__Nyonya….”
END FLASHBACK
TAP…TAP…TAP….
Harim melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki lift yang akan membawanya kelantai tujuh.
“aishh!!!, noona pasti marah padaku!, tapi…ini bukan kesalahanku… entah mengapa…pengawal didepan menghalangiku untuk masuk!, aishh!!!
Dengan cepat ia langkahkan kakinya lagi saat lift itu perlahan terbuka.
TAP…TAP…TAP
Dengan langkah kaki yang besar diiringi lari kecil kakinya _membawa Harim berhenti tepat didepan sebuah pintu yang tertutup.
“aku yakin ini ruangannya tapi……….. tidak ada siapapun”
Harim mengerutkan dahinya.
“apa….mereka semua didalam?”
Ia sentuh gagang pintu dan menariknya…
“terkunci?”
Harim menggigit kecil bibirnya, seolah kalut. Dan_ dengan sedikit ragu ia angkat lengan jemarinya yang bagai epalan,… mencoba menyapa.
TOK TOK TOK
“no…noonaa…..noona…kau ada didalam?”
Harim tidak mendengar jawaban apapun….
“noona….??” Panggil harim sambil terus mengetuk pintu ruangan itu, kali ini terdengar lebih keras
Tiba- tiba
CRAKKKKKKKK
Pintu terbuka.
Harim bisa melihat sosok tubuh tinggi dan besar kini berdiri dihadapannya. Tatapannya dingin, dengan mata yang tajam memandang harim yang berdiri kaku sambil membelalakkan kedua matanya.
“a…annyong……” tukas harim sambil tersenyum kecut diiringi lambaian kecil tangannya, mencoba menyapa…
Tubuh itu melangkah, tanpa tersenyum sedikitpun ataupun membalas sapaan pemuda itu…
TAP……..TAP……….TAP……..
Perlahan lelaki jangkung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan setelah memberikan rasa gugup dan ketakutan besar pada pemuda yang hanya memiliki tinggi sebatas bahunya.
Harim menelan ludahnya yang terasa pekat__menolehkan pandangannya perlahan setelah ia yakin lelaki itu tidak akan melihatnya melakukan hal tersebut___diiringi tatapan ragu sampai lelaki asing itu melangkahkan kakinya menuju lift…
Dan..menghilang.
perlahan… sambil mengkerutkan lagi dahinya… harim mencoba menolehkan pandangan kembali ke tempat semula__ sampai akhirnya…
“noona!!!”
Harim terkejut untuk kedua kalinya saat menatap jandi berdiri tepat dihadapannya dengan wajah ketakutan, diiringi dengan air mata yang mengalir dikedua mata bulatnya.
“noo….na, ka…kau…tidak a…pa…apa?” Tanya harim dengan suara terputus.
Jandi menatap wajah pemuda itu sambil menggigit kecil bibirnya yang terlihat gemetar
“ha..harim…bisa..kau membawaku pulang…?” tukas jandi dengan suara terisak namun tetap tegar berdiri diantara kedua lutut yang gemetar itu.
“noona…katakan kau kenapa!!!”
Jerit harim sambil merengkuh pundak tubuh gemetar itu.
Mata itu memandang harim dengan rapuh….
“tolong, aku ingin pulang…harim…bawa…aku….pulang”
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
“noo…na…kau kenal dengan…lelaki tadi?” Tanya harim dengan suara ragu sambil terus mengemudikan mobilnya.
“tidak” balas jandi pendek, yang terus mengarahkan pandangannya keluar jendela, mencoba menyembunyikan air mata itu.
“lalu…apa yang terjadi diantara kalian barusan, katakan padaku!”
Jandi menyeka lagi air matanya, diiringi isakan kecil dari bibir mungil gemetar itu…
Hatinya kini seolah menjerit, dan terasa sakit jika harus kembali mengulang semua kejadian yang telah terjadi__dan mana mungkin ia harus mengatakan semua pada harim, itu tidak mungkin!!
Otaknya berputar…berusaha mencari suatu alasan yang jelas,agar lelaki yang ada disampingnya tidak curiga ataupun khawatir.
“ia…ia hanya marah, karena…ki..ta, salah menghantarkan jumlah pesanan” tukas jandi dengan suara parau.
“dasar pria gila!!!, aku sudah menghubungi Mr.Jang, dan beliau mengatakan bahwa…mereka memang memesan 200 buah roti noona, tidak lebih!!” suara harim terdengar kesal.
“sudahlah..harim,… lagi pula aku…sudah minta maaf pada mereka…dan…semua sudah selesai”
Jandi menyeka air mata itu lagi.
“minta maaf… atas kesalahan yang tidak kita lakukan?!” Tanya harim masih dengan nada kesal
“sudahlah…tidak apa- apa…”
Jandi menundukkan pandangannya, mencoba menenangkan diri, sesekali ia sentuh bibirnya yang terasa perih.
“harim…aku mohon jangan katakan apapun yang terjadi kepada Mr.Jang… berjanjilah padaku”
Jandi menatap wajah harim, seolah memohon pada lelaki polos itu diiringi wajah pucatnya yang seolah melemah.
“aku takut, beliau akan marah… dan balik menyerang perusahaan itu, hanya karena masalah sepele..kau…tahu bagaimana sifat Mr.jang, bukan?” suara itu terdengar gemetar
“te…tenang saja noona, tidak…akan kukatakan!”
Dasar harim!!, pemuda polos yang percaya akan kata- kata jandi… atau mungkin tepatnya pemuda bodoh, yang berjanji akan menyimpan semua yang terjadi… diiringi ketakutan kecil dihatinya
Jandi menundukkan pandangannya lagi….memejamkan matanya perlahan… sambil terus berusaha melupakan kejadian yang telah terjadi, meski ia sadar…itu tidak akan mungkin!
FLASHBACK
“jadilah pelayanku,… jadilah pelayan, yang selalu berada dibawah kakiku!!!”
“budakku!”
Kecupan hangat bisa ia rasakan pada dagu, yang hampir menyentuh bibir mungilnya…
BUKKKK
Sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh besar,lelaki yang kini seolah menawannya dengan kungkungan lengan kekar, dikedua sisi kursi.
Mungkin pada langkah perlindungan pertama, jandi berhasil…tapi…tidak setelahnya.
Dengan cepat lengan itu menarik kasar, gadis yang ingin berlari keluar dari genggamannya.
“kau pikir…kau bisa lari dari cengkramanku, kau pikir kau bisa!!”
BUKKK
Ia dorong tubuh mungil itu tepat kedinding ruangan… diiringi dekapan tubuh besar yang lagi- lagi berkuasa, akan tubuh mungilnya!
“semakin kau memberontak, semakin kuat pula aku akan… menahanmu, nona”
Jandi menangis, diiringi nafas yang memburu dari lelaki yang kini menatap liar wajahnya….
“apa…apa kesalahanku…pada anda tu…an, bahkan…aku..pun tidak mengenal anda?!” isak jandi.
Lelaki itu menatapnya, dengan pandangan dingin…lalu tersenyum, sambil terus memandang wajah gadis itu…
Perlahan ia dekatkan bibirnya, seolah menyapu air mata diwajah pucat itu…
“benarkah?”…. kau tidak perlu tahu apapun, namun…yang jelas…lakukan keinginanku, dan aku yakin, kau akan
mengingat semuanya!! Semuanya…ANTHEA!”
END FLASHBACK
ANTHEA??....... bisik jandi…. Dalam isaknya
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Jandi melangkahkan kakinya yang gemetar, diiringi isak tangisnya yang seolah tertahan.
Perlahan ia hapus air mata itu, berharap agar sang ibu tidak akan pernah tahu ketakutan yang ia rasakan kini.
CRAKKKKKKKK
Ia buka pintu itu perlahan……
Dan__
“o…omma?”
Jandi menyapa Ny.Geum yang duduk terpaku disebuah kursi kecil, dengan pandangan nanar….
Wanita itu perlahan mengalihkan pandangannya. Menatap wajah pucat puterinya.
“kau…sudah pulang?” sapa Ny.geum, sambil tersenyum kecil.
“tapi…tidakkah terlalu cepat, sayang?”
“ne…a…aku pulang, karena….a…aku merasa tubuhku kurang sehat, omma_”
Jandi balas tersenyum kecil dan perlahan melangkahkan kakinya yang masih gemetar___ menuju kearah perempuan yang duduk terpaku dengan pandangan mata yang nanar.
“Seharusnya…a…aku mendengar ucapan omma, untuk tidak bekerja hari ini” tukas jandi dengan suara gemetar, sambil merengkuh tubuh Ny.Geum…memeluknya erat______
“kau….sudah bertemu dengannya?” Tanya Ny.Geum disela- sela pelukan itu.
Jandi mengkerutkan dahinya, mencoba mencerna perkataan ibunya.
“maksud, omma?”
“ Goo Jun Pyo, prince jun”
Suara itu terdengar menekan, namun masih diiringi pandangan nanar.
Jandi melepaskan pelukannya, memandang heran Ny.Geum.
“goo…jun pyo? itu__” jandi menatap mata ibunya,seolah menerangkan bahwa ia pernah mendengar nama itu.
“oh tuhan…a..aku lupa, bahwa kau tidak mengingat semuanya”
Ny geum merapikan rambutnya, kini ia terlihat bagai wanita linglung dihadapan puterinya….
“aku…sudah membereskan semua pakaianmu, ia akan menjemputmu sebentar lagi”
“o…omma…a…ku…tidak…mengerti” Tanya jandi sambil memandang wajah lemah itu.
Ny.Geum tersenyum kecil….dan perlahan dengan lembut meraih wajah polos itu dengan kedua tangannya.
“untuk sementara, ibu ingin kau tinggal dengannya. Jika kau…mencintai ibu, maka…lakukan apa yang ibu katakan, jandi…araso?”
Jandi memandang lagi wajah itu….
“a..aku…tidak mengerti, omma…aku…”
TOK………….TOK……..TOK…….
Kata- kata jandi terputus, saat ia mendengar sebuah ketukan dari luar.
Ny. Geum memandang asal suara, lalu tanpa ia sadar….air mata mengalir dimatanya….
“di…dia datang….seharusnya…tidak secepat i…ni…”
Ny geum memandang wajah jandi lagi…kali ini pandangannya seolah kalut, namun masih tetap berusaha tegar…saat mata indah puterinya terlihat ketakutan.
“sebentar lagi…kau akan mengerti maksudku,jandi”
Ny.geum melepaskan wajah pucat itu dari sentuhan tangannya, saat ia beranjak dari kursi kecil itu…berdiri, dengan tubuh yang gemetar.
“apapun yang terjadi…. Lakukanlah perintahku… karena ini__perintah seorang ibu, jandi”
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
TUPPPP
Harim menutup pintu mobil, melangkahkan kakinya memasuki toko roti. Dengan perasaan hati yang seolah berkecamuk, ia sembunyikan wajah resahnya.
“Hyung!” ia sapa mickey yang asyik membersihkan meja.
Perlahan pemuda itu menoleh keasal suara diiringi keterkejutan kecil.
“harim?! Kau mengagetkanku!” mickey memukul kecil bahu temannya itu
“Bagaimana hasilnya….? Aku yakin mereka pasti menyukai roti buatan kita!” tukas mickey sambil tersenyum.
“n…ne, tentu saja hyung!”
Perlahan masih dengan wajah resahnya, ia mencoba melangkahkan kakinya, menuju dapur. Namun…tiba- tiba langkahnya harus terhenti… saat mendengar pertanyaan kecil dari mickey.
“dimana jandi?” Tanya mickey, sambil mengalihkan pandangan matanya keluar __mencoba mencari.
Harim membalikkan pandangannya, menatap mickey yang berdiri seolah menunggu sebuah jawaban darinya.
“no…noona, dia__pulang karena merasa kurang sehat, hyung”
“kurang__sehat? kenapa…?? apa…dia sakit ?” Tanya mickey dengan nada khawatir.
“ ee…no…noona hanya terlihat lemah dan____
Belum sempat harim menyelesaikan kalimatnya, tiba- tiba….
“jika Mr.Jang, bertanya padaku….katakan aku menjenguk keadaan jandi sebentar,okey”
Mickey dengan cepat melepas atribut kerjanya dan melangkah terburu__ keluar dari toko roti itu.
“hy…hyung!!! Aishh!!!”
“hyung!!!” jerit harim
Dengan cepat__pemuda kasmaran itu, menghidupkan mesin motor skutternya…
RENGGGGGGGGGGG BUZZZZZZZZZZ
Harim menatap kepergian mickey dengan tatapan kesal. Seharusnya, reaksi mickey tidak secepat itu. namun, terkadang pemuda itu sadar cinta yang besar membuat mickey seperti itu.
mata harim mengiringi kepergian mickey, yang makin lama semakin berlalu dari pandangannya. Perlahan__ia menyela nafas panjang sampai akhirnya….
“harim” panggil Mr jang berdiri keluar dari dapurnya.
Harim menoleh kebelakang, keasal suara yang menyapanya.
“Mr.jang__” sapa harim sambil menundukkan kepala memberi hormat.
“kemana…mickey pergi?” Tanya lelaki separuh baya itu, saat harus melihat sisa kepulan asap yang keluar dari motor milik mickey.
“hyung?...” harim mengerutkan dahinya.
“hyung meminta izin untuk melihat noona, Mr. Jang”
“noona__? Maksudmu, jandi?” Tanya Mr. jang dengan nada suara khawatir.
“ne!!…noona_, merasa tubuhnya kurang sehat, sehingga dia memintaku untuk menghantarkannya pulang, dan__ meminta ijin pada anda, Mr.jang”
Mr.jang menaikkan salah satu alisnya, sambil memandang harim yang sedari tadi terlihat kalut.
“seharusnya_jandi tidak bekerja dulu. Dan…salah ku juga menyuruhnya menghantarkan pesanan”
“lalu…bagaimana, dengan kesalahan pemesanan hari ini?” Tanya Mr.jang diiringi tatapannya lagi.
“yang jelas_ no…noona sudah menyelesaikannya, anda…tidak perlu khawatir Mr.Jang” tukas harim dengan suara gugup.
“kau_yakin?” Tanya Mr.Jang lagi…kali ini dengan tatapan menyelidik.
“ya…tentu saja Mr Jang!”
Untuk sesaat Mr.Jang dapat melihat kekalutan didalam diri pemuda yang berdiri dihadapannya. Sampai pada akhirnya, harim berusaha menyembunyikan hal itu.
“baiklah!, a…aku akan memakai pakaian kerjaku lagi”
Pemuda itu melangkahkan kakinya meninggalkan lelaki yang terus memandangnya dengan penuh tanda tanya, setelah ia memberi hormat pada Mr.Jang, lelaki separuh baya yang telah dianggapnya sebagai ayah kandungnya sendiri.
“apa…yang terjadi, pada bocah itu” bisik Mr.Jang dalam hati
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ny.Geum, dapat melihat jelas tubuh besar ajudan Kim berdiri tegap didepan pintu sambil membungkukkan sedikit kepalanya, saat wanita separuh baya itu membukakan pintu untuknya.
“lama…tidak melihat anda Ny.Geum” tukas lelaki itu
Jandi yang sedari tadi berdiri dengan tubuh gemetar, melangkahkan kakinya mencoba menerka siapa orang yang kini berdiri menyapa.
Ajudan kim, yang menatap wajah rapuh Ny.Geum, dengan segera mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang berdiri_masih dengan bulir- bulur air mata dipipinya.
“aku_telah menyiapkan semuanya, namun… bisakah kalian membawanya sebentar lagi?” Tanya Ny.Geum, yang masih memegang erat ganggang pintu dengan mata sayu.
Ajudan kim mengalihkan pandangannya dari jandi dan menundukkan kepalanya saat mendengar kalimat barusan, seakan ragu akan pernyataan yang akan dikatakannya.
Namun, ia sadar sang penguasa telah memberikan titah.
“mianhe, Ny.Geum… saat ini, prince telah berada dimobilnya. Dan_saya yakin, ia tidak suka….menunggu”
Jandi membelalakkan matanya sebelum akhirnya ia mengeluarkan suara yang seolah bagai jeritan!
“omma!, apa yang terjadi! Jelaskan padaku, omma!” jandi meraih lengan tua, kemudian menggenggam erat pundak rapuh itu.
“agashi, silahkan_ikut kami” tukas ajudan Kim diiringi pandangan dua lelaki bertubuh besar, yang baru disadari berdiri dibelakang ajudan itu.
Mereka segera melangkahkan kaki, seolah menyebar bebas dengan menyelesaikan tugas- tugas mereka masing- masing, saat ajudan Kim memberikan”kode perintah” untuk melakukan semuanya.
“o…omma?” jandi berbisik didalam isaknya, memandang wanita yang berdiri tanpa melakukan apapun, dengan pandangan nanar_menundukkan wajahnya.
“agashi, silahkan__” tukas ajudan kim sopan, sambil mempersilahkan jandi untuk melangkah.
Kedua pengawal yang tanpa ragu melangkah masuk__membawa barang- barang yang sedari tadi telah dibereskan dengan rapi disebuah koper sedang, yang tepat berada didepan pintu kamar …. berlalu sambil diiringi tatapan mata gadis itu_tatapan ketakutan, yang kini tergambar jelas diwajah cantiknya.
“tidak!” jerit jandi, sambil memundurkan langkahnya.
“agashi__ saya mohon”
Tukas ajudan Kim, sambil mencoba meraih lengan gadis itu.
“omma__ aku mohon, kenapa kau seperti ini, omma!” jandi memeluk tubuh Ny.Geum, erat___ sangat erat….
Gadis itu memeluk, seolah memohon pertolongan pada wanita yang hanya berdiri terpaku, tanpa melakukan apapun!
“jandi…bukankah…kau menyayangi ibu?...jika kau memang benar- benar menyayangi, maka kau akan melakukan apapun yang ibu perintahkan” bisik Ny.geum disela- sela pelukan itu.
“o…omma__”
Jandi perlahan melepaskan pelukannya, menatap wanita yang kini ada dihadapannya.
“pergilah!... itu memang tempatmu, walau kelak akan jadi neraka__ namun…. itu memang takdir hidupmu, jandi”
Mata bulat itu terbelalak, bibir gemetarnya terasa keluh… saat mendengar pernyataan, dari bibir seorang ibu…
“o…omma…..”
TAP TAP TAP
Terdengar langkah kaki berat, melangkah___ memasuki rumah kecil sambil menundukkan kepalanya, saat ia sadar pintu itu terlalu kecil untuk dilewati tubuh jangkungnya.
“prince jun”
Ajudan kim yang berdiri dengan segera menyapa… sambil menundukkan pandangannya.
“aku tahu, akan memakan waktu lama untuk membawa budakku!” tukas jun pyo sambil menyunggingkan senyum dinginnya.
“untuk itu__dengan terpaksa…aku harus turun tangan, dalam hal ini!!”
Jandi berdiri mematung, sambil terus menatap wajah ibunya….
“suara itu…. a..ku…mengenal suara itu….tidak!!! Tidak!!! tuhan…aku mohon…bangunkan aku dari mimpi…buruk…ini, aku…mohon…”
Jandi perlahan memejamkan matanya, tubuhnya yang gemetar kini seolah tidak menginjak dibumi lagi__namun saat ia coba buka mata itu, ia sadar ada cengkraman erat merengkuh lengannya, dan membawa dirinya ke dalam dekapan erat seorang lelaki bertubuh besar…. diiringi tatapan mata yang seolah membunuh.
“hah!” jandi membelalakkan matanya
Saat tiba- tiba, tanpa ragu lelaki itu mencium bibirnya dengan kasar, melumatnya dan lagi- lagi menjadikannya bagai sebuah pelampiasan amarah yang seolah tertahan….
“ aku bisa merasakan ciumannya yang bagai bara menguasaiku, merengkuhnya menjadi satu bagai sebuah racun yang akan segera membunuhku…cukup, aku mohon cukup!!!”
“dengan liar lidah itu memasuki mulutku, yang terkatup… aku sudah berusaha menolak__tapi aku tidak mampu… ia bermain seolah terbiasa akan ciumannya, menjadikan diriku bagai pelampiasan nafsu dan birahinya__menciumiku dengan buas____tanpa ampun !!!"
“omma… tolong aku….”
Perlawanan yang kuat akhirnya harus melemah, saat bibir itu terasa perih dalam ciumannya, dekapan eratnya, yang seolah menguasai hampir setiap jengkal tubuh mungil itu. rangkulan erat, akan pinggang rampingnya…semakin membuat jandi tidak mampu bernafas lagi dengan sempurna….
“aku hanya mampu menundukkan wajahku, saat sang iblis menguasai tubuh puteriku, terkutuklah aku!! Karena tidak mampu melakukan apapun…terkutuklah aku!!!... ”
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
“lepaskan!! Lepaskan aku!” jerit jandi saat sang prince menyeret paksa tubuh lemahnya, menuju mobil sedan mewah bercat hitam…
“omma… !!“
Jandi menjerit, sekuat tenaganya…. Hingga beberapa tetangga yang berada dilingkungan kecil itu hanya mampu menatap takut dari balik jendela, tanpa melakukan apapun.
Dan Ny.Geum…. wanita paruh baya itu berdiri kaku memandang kepergian puterinya, sambil menyanggahkan tubuh di pintu rapuh, serapuh dirinya kini.
“bolehkah…aku menjenguknya,?” Tanya Ny.Geum, pada ajudan kim yang perlahan melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.
“ mungkin…tapi__ aku tidak menjanjikan hal itu, Nyonya…?”
>
>
>
BUKKKK
Jandi merasakan sakit pada tubuhnya, saat sang prince melempar tubuhnya kedalam mobil.
Perlahan ia bangkit dari rasa sakit itu, dan lagi- lagi mencoba melakukan perlawanan terakhirnya pada lelaki yang kini duduk disampingnya…
Ia pukul tubuh kekar itu dengan lengannya, mengerahkan seluruh tenaganya__ berharap dapat menolong dirinya sendiri…
Dan……..
dengan mudah jun pyo menangkap lengan lemah itu kedalam tangannya yang kekar, menjadikan genggaman erat, ….
BRETTTTTTTTTT
Tanpa basa-basi lengan kekar kanan sang prince menarik kemeja yang membalut tubuh mungil itu.
“a…apa yang kau lakukan!!” jerit jandi
BUZZZZZZZZZZZZZZZ
Mobil itu berlalu meninggalkan pemukiman kecil sore itu…langit tampak mendung seolah ikut berduka akan derita gadis yang kini duduk sambil menyembunyikan tubuhnya, pada kaki gemetar itu. menyudut disamping jendela mobil, diiringi air mata yang mengalir tiada henti.
Jandi menangis, isakan itu tertahan…seolah takut akan tindakan lebih jauh yang akan dilakukan lelaki yang ada disampingnya. Ia sadar, kini tubuh mungilnya hanya berbalut kemeja robek, yang jelas mempertontonkan tubuh dengan pakaian dalamnya.
Ajudan kim hanya menundukkan pandangannya, saat tanpa ragu sang prince menarik kemeja gadis itu, dan lagi- lagi memberikan ciumannya yang liar pada bibir gemetar itu diiringi sentuhan kasar pada setiap jengkal tubuh gadis lemah itu.
Termasuk sang supir, yang hanya mampu menelan ludah__akan tenggorokannya yang terasa pekat, diiringi ketakutan dan rasa iba.
“jika_kau terus memberontak, maka aku tidak segan- segan melakukan semuanya dimobil ini, aku bersumpah!”
Hanya satu kalimat pendek yang membuat jandi terdiam tanpa berkutik, membuat tubuhnya mengejang, saat ia sadar lelaki itu mampu melakukan apapun padanya___apapun!!!
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
“bibi geum?!!!!”
Mickey melangkah masuk dengan cepat, saat melihat dan mendapati tubuh itu tergeletak dilantai…
perlahan.....ia raih tubuh rapuh itu, dan membawa__ kedalam pelukannya…
“bibi….apa, yang terjadi…!” suara itu terdengar kalut
Ny.geum menatap wajah mickey dengan pandangan sayu, dan__melemah.
“ja…jandi…., jandi….”
“bibi, kenapa dengan jandi!!!”
Dengan sekuat tenaga, pemuda itu membawa tubuh lemah Ny.geum… keatas sofa kecil yang ada diruang tamu. Tubuh wanita itu terasa dingin bagai menggigil, matanya sayu dalam pandangan diiringi air mata yang terus mengalir.
Sandong-myeon,
13 juni 2005
BUZZZZZZZZZZZZZ
“aku melihat gadis dengan sepedanya, beriringan dengan sedan mewah milikku. Dia seperti ingin berlomba, atau tepatnya bagai seseorang yang mengikuti olimpiade musim panas dengan sepedanya, dan menjadikan mobilku adalah lawannya, tapi…aku coba untuk tidak memperdulikan hal itu, meski supirku tampak terlihat kesall!!
Rambutnya tergerai, dengan kuncir kecil disisi kiri kepalanya… seperti gadis kecil dengan lincah dan semangat menggayung sepeda mininya….
TINNNNNNNNNNNNNNNNN
matanya dengan segera beralih kearah mobilku, diiringi wajah terkejutnya karena suara klakson yang cukup mengagetkan!
Hmmm cantik,…. Itulah kesanku saat menatap wajah itu…., tapi… karena mungkin hanya gadis kampung, aku mencoba merubah pikiranku___
wajah itu …tidak terlalu cantik, bisikku… dalam kebohongan yang menurutku, indah….entah mengapa kulakukan hal itu.
10 juli 2005
“palli…palli !!!”
“aishh!! Jeritan itu mengganggu sedikit, kosentrasiku akan proyek yang akan kujalankan dikota kecil itu. kuhempas penaku, keatas meja…mencari asal suara, dan pada kenyataannya__aku temukan seorang gadis dengan beberapa teman yang mungkin lebih muda darinya,asyik memetik beberapa buah jeruk, dikebun milikku…
aku amati wajah girangnya, yang tidak pernah menyadari kehadiranku…dan aku sadar,wajahnya tidak asing bagiku!! ia gadis itu_ gadis yang kutemui beberapa minggu yang lalu, gadis kampung dengan sepedanya!
Aku ingin marah dan mengusir mereka__ karena suara, dan sikap tidak sopannya, atas sesuatu yang merupakan “milikku” tapi…aku urungkan niat itu, saat aku sadar…mungkin__ pengemis rakus seperti mereka, benar- benar membutuhkan semuanya__huh!!!”
Benarkah…. Itu niat hatiku? Tapi…mengapa aku melakukannya?
kaki itu tetap berdiri kokoh, diiringi tatapan pesona, akan wajah mungil berlesung itu….
“oh tuhan, bukankah… akan lebih baik jika aku tidak melihatnya…, melihat lagi kecantikan itu”
10 agustus 2005
“dingin… dan_sunyi, hanya itu perasaanku setelah hampir 3 bulan aku tinggal disini, dikota kecil dengan penduduk, yang ramah__ dan baik, tapi…lagi- lagi bagiku itu sangat MEMBOSANKAN!! Jika harus mendengar Akan sapaan hangat mereka yang menurutku tidak penting!!
Aku menatap langit kamarku, sambil membayangkan seseorang yang selalu menari diotakku!
Aiishh!!, seharusnya kau membuatku buta…agar kau tidak membiarkan aku melihat kecantikanmu! Gurauku, sambil tersenyum kesal
CRAKKK
Kubuka jendela kamarku, saat aku sadar__ada tawa riang yang terdengar tepat dihalaman rumahku…
DEG…DEG…DEG…..
Kenapa…tiba- tiba jantungku berdegub kencang seperti ini….
BUK BUK BUK
Aku pukul ringan dadaku…perlahan dengan epalan tangan kananku
aku ingat wajah itu… wajah yang kini menari bebas dibawah rintik hujan, dan tidak peduli akan tubuhnya yang basah, menari sambil mengangkat setiap renda gaunnya…. benar- benar pemandangan yang indah__ seolah terdengar iringan music yang bermain, membawa tubuh itu bagai burung yang gemulai…menari indah dan bebas dihadapanku”
perlahan aku keluarkan senyum pertamaku, dikota itu….
“ kau bagai hantu yang selalu membayangiku nona…. Dan kini, jelas__ terasa bagai nyala api keperakan, yang membakar tubuhku__ cahaya didalam jantungku__ apakah wajahmu memang telah terpahat dihatiku?”
“Mungkin”
“karena aku tidak bisa melupakan wajah itu….senyum itu, yang selalu tergambar jelas didalam ingatanku…..”
TUPP
Ia tutup buku itu dan__ meletakkan perlahan buku kecil berwarna coklat__ketempat semula… sambil tersenyum tipis…
“jadi…inikah alasan bibi, menyuruhku untuk tinggal disini” gadis itu mengangkat alisnya__saat mencoba mencerna semuanya
Dengan lengannya… ia raih foto yang berada disisi kanan tubuhnya, sambil perlahan__membelai foto itu dengan jemari lentiknya….
“huh…semua yang terjadi… pasti telah menyakiti hati my prince, tapi__aku yakin…. Kehadiranku, akan merubah semuanya….aku yakin itu”
END CHAPTER met baca yakkkkkkkkkkkkkkkk......
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
mian klo long and ngebosenin
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
« Last Edit: July 06, 2011, 09:04:29 am by hye sun »

Logged