mian, belum bisa update. lum sesai. utk sementara hanya bisa kasi ini.. sekali lagi, mian
![[sweat]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/sweat.gif)
Spoiler ...
Suasana bergulir dalam diam. Setelah meletakan berkas-berkas yang dipersiapkan sebelumnya di atas meja, Hyesun tidak berkata apa-apa lagi. Dia mengambil setumpuk sketsa yang kusodorkan padanya, lalu mulai mempelajarinya dengan seksama. Selama lima menit kuperhatikan dia.
“Hyesun-a .. “
Dia mendongak, lalu tersenyum perlahan padaku.
“Waktu kita sangat sempit, .. bagaimana kalau .. kita lanjutkan ini .. ,” Hyesun mengangkat sketsa di tangannya, “ … dulu, sebelum membicarakan masalah kita. Kurasa … Masalah kita bisa ditunda .. “
Aku membalas tatapannya selama beberapa detik, .. selanjutnya mengangguk pelan. Lalu, beginilah kami …. Hanyut dalam pekerjaan, .. bergelut dalam diam.
Nathan, Joe dan Ken (yang bangun mendadak dari kantuknya) melonjak kegirangan. “Ne, leader .. “
Lalu, terburu-buru mereka berlomba meninggalkan ruang kantorku. Melihat reaksi mereka yang besar, aku jadi ngakak sendiri.
“Anak-anak itu .. benar-benar … ,” kataku sambil mengeleng-gelengkan kepala.
“Mereka sudah terlalu capek buat proyek kali ini. Biarkan saja mereka istirahat .. “
Perkataan Hyesun membuatku berpaling padanya.
“Kau berkata seperti sudah lama mengenal mereka .. ,” kataku mengodanya.
Hyesun tersenyum. “Lalu bagaimana denganmu, bos?,” dia menyengir lebar. “Diteruskan, .. atau lanjut besok saja?”
Aku mengelus-ngelus dagu, dan kembali menjatuhkan diri di atas kursi dan meraih beberapa lembar kertas dari tumpukan sketsa yang sudah dirapikan Hyesun. “Kau pulanglah dulu, aku masih harus memeriksa denah-denah ini. Siapa tahu didapatkan ide mendadak yang dapat membantu memperlancar proyek ini .. “
“Kau berniat lembur sendiri?” tanya Hyesun.
Aku menghentikan kegiatanku dan berpaling padanya. Tanpa sadar, denah di tanganku jatuh ke atas meja. “O ya, kau tinggal di mana?” Aku balas bertanya begitu menyadari kenyataan ini. Aku masih belum mengetahui apa-apa tentang kedatangannya ke Hongkong ini. “Apa perlu kuantar pulang?”
Hyesun tersenyum lalu mengeleng perlahan. “Aniyo. Saya bisa pulang sendiri. Tapi, .. jika kau berniat lembur seorang diri maka, .. aku akan menemanimu ..,” lanjutnya dengan penuh tekad yang terpancar dari matanya.
Namun aku segera mengeleng dengan cepat. “Tidak. Saya tidak perlu kau bantu. Kau pulanglah! Saya tidak ingin melihatmu sakit hanya karna bekerja terlalu keras .. “
“Aku ke sini hanya dengan tujuan membantumu!” tukas Hyesun cepat. “Bekerja bersamamu. Hanya dengan tujuan itu. Jadi, jeobal .. biarkan aku menemanimu di sini … “
Sesaat kemudian, kami sama-sama terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Jika saja ada cara yang masih menumpukan inti dari proyek ini pada konsep semula, dengan tidak mengurangi konsep laba dan mempersingkat waktu yang mereka setujui, mungkin .. “ Aku terdiam. Samar-samar, .. konsep itu mendadak muncul dalam pikiranku. Mataku melebar.
“WISATA AIR!!” seruku dan Hyesun bersamaan.
Aku menatapnya tak percaya. “Kau juga berpikiran begitu?”
Hyesun mengangguk. Tubuhnya dicondongkan kearahku. “Menurutmu, apa itu akan berhasil?”
“Skala pulau Sanna hanya diketahui dari peta, .. begitu juga keadaan geografisnya. Jadi selama ini, kami membuat denah hanya berpatokan pada peta yang sudah ada, dengan sistem mengira-ngira … Tidak ada yang akurat di sini .. ,” kataku sambil mengetuk-ngetuk denah-denah di atas meja.
Aku berhenti sebentar sambil memperhatikan garis-garis rapi dan rumit yang tergores dari pensil berbeda tebal dan tipis di atas kertas-kertas yang terhampar di meja kerjaku. “Kurasa, .. perlu terbang sekali ke sana dan melihat sendiri bagaimana keadaan pulau itu yang sebenarnya. Mungkin dengan begitu, .. akan didapatkan ide-ide lain yang lebih sempurna daripada ini .. “
“Kau akan pergi ke pulau Sanna?” tanya Hyesun segera.
Aku mengangguk. “Ne .. “
“Sendirian?” tanya Hyesun kembali.
Aku menyahutnya dengan anggukan pelan.
“Kapan?”
“Mungkin besok sore .. “ Aku mengangkat bahu.
“Berapa lama?”
Rasanya aku ingin tertawa mendengar pertanyaan-pertanyaannya yang seperti menginterogasi. Tapi melihat raut muramnya, aku tidak jadi melakukannya.
“Tidak lama, .. mungkin hanya sehari. Saya akan menyuruh Nathan memesankan tiket pesawatnya untuk ku besok pagi .. “
« Last Edit: July 03, 2011, 04:17:14 am by mrs. Lee Min Ho »

Logged
EVIL SMILE ^^
'LOVE' ... keeps it strong!!!
Our MinSun