Author Topic: this is my live. psssstttt.  (Read 3075 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« on: July 04, 2011, 07:47:13 am »
Chapter 1 part1:

kim so eun as asley kim


pacar pertama ricky. cinta jarak jauh yang sangat sulit membuat hubungan mereka berakhir. keplinplanan asley jugalah yang mendominasi kebubaran sehingga seorang ricky yang ingin bebas.



“kring...kring... “ suara bel sepedah laki milik seorang bocah kecil berambut hitam yang bergelombang, wajahnya yang putih kekuning-kuningan dengan baju merah putih aka anak SD.

“PUTRI!!! Mau berangkat bareng gak??” sang bocah berteriak di depan rumah yang besar, pagar besi berwarna merah,tembok yang berlapiskan ubin berwarna biru, dikelilingi tanaman dan sebuah mobil menghiasi kemewahan rumah tersebut.

Seorang bocah manis berambut panjang , memakai sepatu hitam dengan baju merah putihnya dia berjalan dengan anggun ,menambah kesan imut untuk anak perempuan.

Putri membuka pintu gerbang yang tinggi menjulang  mengalahkan tinggi badannya.

“berangkat?” tanya ricky sambil tersenyum terkembang.

“ckckck..” putri menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan.

“kenapa?” tanya ricky dengan wajah melongo.

“ehem.. kamu gak nyuruh aku berdiri diblakangmu dengan penampilanku seperti ini kan?” putri melebarkan roknya layaknya seorang putri yang anggun.

“apa masalahnya?” tanya ricky dengan kebingungannya.

“papi.....” putri  berlari kedalam rumahnya.

“putri!!” ricky memanggil, berharap putri kembali menghampirinya.

“cuit..cuit..” alarem mobil yang terparkir manis berbunyi, menandakan kunci terbuka.
Putri keluar lagi dengan langkah riang, tas punggung biru kecil telah menghiasi tubuh mungilnya.
Putri menghampiri ricky yang masih menunggu.

“kau lihat.. aku berangkat dengan papi.”putri tersenyum senang.

Ricky menunjukkan ibu jarinya keatas, 2 detik kemudian jari itu berputar terbalik.

Putri menyengir ngeri, sambil tertawa garing.

Putri membuat tangan kanan seperti tembakan, tangan kirinya menyanggah di bawahnya. Mengarahkan ke dada sebelah kiri ricky. “ bang!!”

“akh.,..”ricky memegang dada kirinya , berpura-pura kesakitan.

“ah.. sudah.. sana berangkat.” putri melambaikan tangannya.

ricky bersiap dengan sepedahnya. “sampai ketemu disekolah.” Ricky langsung melajukan sepedahnya.

“putri.. ayo berangkat.” Papi memanggil dari dalam mobil  yang sudah terparkir diluar.

“iya. .pap.” putri tersenyum senang menghampiri mobilnya.

#

aku ricky, memacu sepedahku dengan kencang, berlomba dengan kendaraan yang lain.

Fikiranku seakan kembali kemasa lalu, 4 tahun yang lalu. Tak terasa sekarang aku telah menginjak bangku SMP kelas 1.

Who will know i have same school with putri?

Aku melepas kedua tanganku, merasakan hembusan angin pagi ini yang masih begitu segar.

Fikiranku, kembali melayang kemana-mana, memikirkan senyuman putri, tingkah lakunya, wajahnya yang belepotan ice cream. Aku selalu mengingatnya.

“ya!!” tiba-tiba seseorang memukul punggungku, membuatku segera mengendalikan laju sepedahku yang oleng.

“oh.. putri..”ricky mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tak percaya dengan kedatangan seorang putri mengendarai sepedah mininya.

“wae?” tanya putri dalam bahasa korea.

“ya... kenapa kamu jadi sering pake bahasa seperti itu.” Ricky menggerutu .

“hey.. that’s your mom teach me.” Putri tersenyum senang.

“oh.. arasso. she is teach me too.” Ricky berbicara lemas , menatap kedepan.

“ya!!.. kapan kamu main kerumahku?” ricky kaget sendiri dengan menyebut nama momnya.

Putri cekikikan sendiri dengan tingkah ricky yang berlebihan.

“baru minggu kemarin.” Putri masih cekikikan.

“ah,. Waktu itu Aku sedang pergi.” Terlihat wajah ricky yang seperti menyesal.

“go with Oppa jack, right? “ tanya putri sambil menampilkan senyumannya.

“yeah.. “ jawab ricky lemas.

“kemana? Dapat apa lagi?” putri bertanya antusias.

“kau fikir, apa yang bisa ku dapati dari abang ababil itu?” tanya ricky sengit.

“ya.. jangan seperti itu.. begitu-begitu , aku pernah dapat coklat.” Putri membela jack.

Dari arah belakang, sepedah keluaran baru, yang memakai gigi, menyalip dengan cepat dari sebelah kiri.

“oppaaaaaa.......!!! segerombolan anak SMA berteriak dari dalam angkot pada pria yang barusan menyalip.

“ricky, bukannya tadi itu.. kakakmu jack? “Tanya putri dengan mata berbinar.

“iya.” Ricky sedikit kesal.

“put, aku duluan ya.” ricky mengayuh sepedahnya dengan kencang, meninggalkan putri yang masih santai mengayuh sepedah.

#

“Kamu fikir ini semua main-main? Ricky!! Kamu bercanda ya! kita udah lama jadian! Sekarang aku bilang putus, kamu bilang iya gitu aja? Kamu itu cinta sama aku gak sih? Kamu gila ya! gak ada kata-kata buat nahan aku? Gak ada kata-kata mempertahankan hubungan kita yang udah 4 tahun? “

“Miane, tapi aku gak mau hubungan ini terus lanjut juga, mungkin kamu tersiksa dengan hubungan jarak jauh kita ini. Sekarang kamu boleh mencari pria lain.”

“ya... aku masih cinta kamu.” Suara asley sendu.

“oh.. mian asley’a..  tapi kau sudah mengatakannya.” Suara ricky menyesal.

“tapi kita masih teman?”tanya asley dari seberang telfon.

“ya.. jika kamu mau.” Suara ricky datar.

“oh.. ya sudah. Aku pergi. Bye.” Suara asley agak bergetar.”

Aku ricky , tak menjawab sapaan penutupnya, karena memang asley sudah memutuskan duluan hubungan telefon.

“YESS.....” aku berjingkrak-jingkrak di tempat tidur.

“ya.. kau lupa ada aku disini?” jack yang sedari tadi asik chat melalui laptopku mulai bersuara.

Aku segera menutup mulutku, mengambil posisi disamping jack“oh.. miane hyung. Kau tak akan mengatakan sesuatu kan?” aku menyenggol tubuhnya , walaupun ku tahu dia sedang sibuk dengan kegiatannya.

Jack menoleh, melihatku yang sedang merayunya.

“tidak akan?” jack membenahi posisi kaca matanya.

“Ah.. ada satu cara membuatku lupa.” Jack membuat wajah sumringah.

Aku ricky mengambil bantal, ku hantamkan kewajahnya, kubejek-bejek, sampai dia tersandar ke tempat tidur.

Ku buka bekapan bantal dari wajahnya.“sudah lupa?”tanyaku dengan senyuman iblis.

“emm.. masih ingat, tadi kamu bersorak senang karena menyuruh asley mencari pria baru.” Wajah jack masih berfikir.

“nanti dulu, pasti ini hubungannya rumit, kalau aku bilang pada omma.. ditambah lagi kalau aku bilang sama asley kalau kamu sengaja cari yang baru, kesalahanmu yang sangat banyak, uang jajanmu yang mungkin dikurangi karena kebiasaanmu yang balapan liar dengan menggunakan motor jae hyung. Ah.. ada lagi, kamu memakai mobil balap dad buat balapan di sirkuit sentul. Wah.. dihitung-hitung kesalahanmu banyak juga.” Jack bertingkah seperti orang yang ketakutan.

“ya.. ricky.. kau bisa bayangkan kalau kau tak dapat uang saku selama sebulan?” wajah jack yang seperti ketakutan itu, benar-benar membuatku kesal.

“sudah,.. apa maumu?” tanyaku sengit.

“melihatmu menderita.” Jack tersenyum senang.

“sudah kuduga.” Aku melihatnya dengan mata disipitkan.

“Ayo siap-siap, aku traktir.” jack menutup laptopnya, lalu bangkit meninggalkan kamarku ralat kamar kami. Aku dan jack
hyung.

Ini dia yang aku tak suka. Kata traktir dari mulu abang ababil itu bagaikan kata suruh menelan paku banyak-banyak.  Tapi,
memang inilah kesialanku, selalu ketahuan oleh abang ababil. Huft..

Ok.. kembali kealam nyataku, menghadapi cobaan dari jack hyung, aku ambil sisi baiknya.. traktir bisa berarti baik juga kan,
tak perlu membayar. Yah.. walaupun aku tak yakin.

#
“ya.... mwoya!!!” aku ricky berteriak dengan isi makanan ini yang begitu menjijikan.

“kau fikir apa? Itu mie ayam!” jack cengengesan melihat tingkahku yang sudah sangat jijik.

“ckckck.. jangan membenci makanan! Ini ibarat berkah. Kamu dapat berkah dariku berupa mie.” Jack masih cengengesan.

Mau tak mau aku memakan makanan menjijikan itu dengan berat hati.

“oh.. ricky.. aku lihat kamu tak senang dengan makananmu itu.”jack melihatku dengan iba.

Hello hyung... kemana saja kau. Aku meliriknya dengan menyelidik. Mencari maksud dari perhatiannya.

“Pelayan..!!” hyung memanggil seorang pelayan .
“saya pesan..hamburger, dan jus alpukat.” Jack meneruskan makanannya yang sama denganku.

aku paksakan mie ini masuk ke mulutku. Yang aku herankan, siapa sih pencetus mie?? Benar-benar..

“ricky.. kau tahukan jane teman sekelasku, yang pernah datang kerumah itu loh.”jack nyerocos sendiri, sedangkan aku tak
peduli masih asik aja dengan mie,.

“mau ku belikan jam tangan?” reflek membuatku menatap wajah jack yang cengengesan itu.

Siapa yang akan tahu selanjutnya fikiran abang ababil ini, aku benar-benar tak mau menyelaminya.

Aku melanjutkan makanku.

Tiba-tiba satu mangkok sambal tergelincir masuk ke dalam mangkukku, ralat: digelinciri oleh jack.

“YA!!”bentakanku dengan mulut terisi penuh mie.

“habiskan.”jack tersenyum namun matanya mendelik.

ya.. ku tahu akhirnya begini. Aku harus menurutinya. Dan aku seperti kucing pliharaan yang sangat menurut dibawah
perintah jack hyung.

Sebuah hamburger dan jus alpukat datang.

“kalau mienya sudah habis. Baru di makan yang ini”. Jack menyodorkan kehadapanku sambil tersenyum manis. Bagiku,
senyumannya adalah sial dan kesedihan untukku.
#

Ya.. sukses besar rencana jack hyung mencelakaiku, karena ada masalah dengan pencernaanku, jadilah aku disini

sekarang rumah sakit yang sepi dan sunyi. Sendiri. Hanya ada HP tercinta dan laptop terkasih.
“ricky. Kamu masuk lagi kesini. Hebat sekali.” Suara putri membahana di ruangan VIP kelas 1.

“hebat apanya..” jawabku sengit.

“sabar aja.jangan marah-marah. Nanti mami bawa keponakan aku loh. Lucu deh. Paling juga bentar lagi sampe.”

Cklek.. (panjang umur si bibi dateng dengan seorang bocah laki-laki yang sangat lucu, matanya yang bundar, rambutnya
yang hitam, baju kodoknya yang membuat dia lucu.)

Anak kecil itu bersembunyi di balik tubuh bibi, seperti ketakutan melihat selang infusku yang banyak. (padahal Cuma 2).

Putri menghampiri bocah kecil itu, menggendong tubuh bocah itu menghampiriku.

“miki.. kenalkan, dia paman ricky.” Putri mengenalkanku dengan bocah itu, sang bocah yang bernama miki melihatku malu-
malu.
“tante.. pamannya kacian, ditucuk-tucuk pake kabel.” Miki bersuara dengan suara khas anak kecilnya.

Aku tersenyum melihat tingkah miki, entah mengapa, seperti melihat malaikat kecil, membuatku ingin memeluknya.

“miki.. mau coklat?” aku mengeluarkan coklat bulat yang biasa aku makan kalau sedang ada masalah.

Miki masih melihatku dengan malu-malu, namun tangannya lama-lama terjulur mengambil coklat yang kuberikan. Setelah
sampai di tangannya, tanpa dia ragu, langsung menyobek bungkusan coklat itu. Aku kagum dengan anak ini, CERDAS. Satu
kata, PEMANFAATAN SUMBERDAYA. Aku berfikir, mungkin aku akan membawa anak ini pulang, dan harus kudidik sampai
pintar. Hohoho.

Upss.. khayalanku terlalu tinggi.

“umur miki berapa?”tanyaku lembut sambil melihat wajahnya.

“tiga tahun.”miki menunjukkan jari telunjuk kiri-kanan dan jari tengah kanannya, sampai-sampai coklat yang dia pegang
terjatuh.

“ya... totatna tatoh.” Wajah miki cemberut dan terlihat sedih, aku melihat dia berusaha turun dari gendongan putri.

“ini.. paman punya banyak.” Ku keluarkan satu toples plastik kecil berisi coklat.

“ah.. kalo manggil paman kepancangan. Aku panggilnya om aca ya” miki cemberut seperti sedang meminta keringanan.

“oh.. iya.” Aku mencubit pipinya pelan.

“om.. aku mau main yang tadi om mainin dong! Yang itu tu.” Miki menunjuk kearah laptopku dengan bibirnya yang
dimajukan.seperti terhipnotis, aku malah mempersilakan dia duduk disampingku naik keatas ranjang.

Miki yang sudah mulai mengerti cara bermainnya, jadi tenggelam dalam kesenangannya. Aku merebahkan diri untuk
istirahat, putri menemani miki yang asik bermain. Baru saja ku mulai memejamkan mata.

“ricky.. tadi ibumu telfon bibi, katanya dia dan ayahmu akan pulang sore ini.” Aku melupakan bibi yang malah mulai sibuk
mencuci buah-buahan.

“oh.. iya bi, tadi mom juga sudah telfon aku.” Aku  ricky mulai memejamkan mata kembali. Tak menghiraukan keadaan
sekitar lagi.

#

“oh.. ricky anak mom.. kenapa kamu masuk rumah sakit lagi?” suara mom terdengar masuk kedalam indra pendengaranku,
namun mataku masih berat untuk terbuka.

“daddy.. kalau jack selalu mencelakakan ricky seperti ini, bisa-bisa ricky tambah parah. Bagaimana kalau kita kirim dia ke
Korea aja? Biar jack tinggal bersama ommaku disana.”

“ya sudah. Nanti saja dibicarakan kalau ricky sudah keluar dari rumah sakit ini.”

Aku hanya mendengarkan saja, terdengar juga suara isakan mom. Tapi aku sudah tak mendengar suara putri, dia
kemana? Ah.. sudahlah, aku hanya butuh istirahat sekarang, aku sudah tak betah disini, serasa badanku lemas semua.

Kembali lah aku kealam mimpi.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..