CHAPTER 17Minho melepaskan tubuh yang mengejang itu, saat ia sadar hye sun memandangnya dengan mata yang seolah tanpa berkedip. Nafas mereka terasa memburu, merasakan disetiap pori wajah yang memerah.
“ kau…telah mendengar semua, hye sun_sshi?” Tanya minho sambil tersenyum menggoda.
Perlahan …ia dekatkan lagi pandangannya…

“kau…juga telah menerima ciumanku… dan_aku berharap itu tidak menyakitkan lagi bagimu, my princess”
Hye sun terdiam sambil membelalakkan bola mata indahnya disela- sela senyum lelaki yang memeluk erat tubuhnya yang gemetar.
Tiba- tiba……
Bukkkkkkkk
Ia dorong tubuh itu diiringi wajahnya yang memerah….
“kau….kau berani melakukannya minho_sshi!” jerit hye sun sambil menyeka bibirnya. Berdiri..dan menjauhkan dirinya dari lelaki itu beberapa langkah.
minho tersenyum dengan manis melihat tingkah gadis yang tiba- tiba berdiri dari duduknya. Seolah malu, atas apa yang telah terjadi barusan.
“ mianhe” tukas minho lembut, yang perlahan tanpa rasa ragu ikut beranjak dari duduknya. Dan ….
Hye sun menyadari tubuh jangkung itu kini berdiri gagah dan sempurna dihadapannya, hanya dalam hitungan detik!
TAP TAP TAP
Sang cassanova melangkahkan kakinya__mendekatkan lagi tubuhnya ke tubuh mungil hye sun.
“aku…hanya ingin mengabulkan permintaanmu, hye sun_sshi. Dan_ aku yakin telah melakukan ciuman itu dengan baik dan sempurna, tanpa menyakitimu, bukankah…itu yang kau inginkan?”
“ya tuhan….apa…dia mendengar yang aku katakan, atau dia… dia sadar bahwa aku___ tidak!!!” Hye sun menggeleng kepalanya pelan.
Dengan gugup ia mundurkan langkahnya, tapi sayang lagi- lagi kakinya harus terhalang akan bangku rumah sakit, sehingga membuat tubuh gemetar itu tak seimbang dan….
BUKKK
Ia jatuh kan tubuh gemetarnya…. Kembali duduk dengan kaku. menundukkan pandangannya___menyembunyikan wajahnya yang kian memerah.
“hei…Princess” tukas minho lembut sambil tersenyum…
Minho yang berdiri, dengan perlahan segera….mensejajarkan tubuhnya, namun kali ini terlihat lebih rendah… terpaku dibawah kaki gadis yang tertunduk malu itu, meletakkan kedua dengkul kakinya dilantai… sambil perlahan__menggenggam erat tangan yang gemetar akan sentuhannya.
“mungkin…aku telah buta akan dukaku, dan menyakiti anugerah terindah yang tuhan berikan kepadaku, hye sun_sshi…. Bisakah… kau memaafkanku?” bisik minho, sambil memandang kepala yang tertunduk, mencoba menangkap wajah dan bola mata itu lagi.
Untuk beberapa saat mereka tetap pada posisi itu, sebelum akhirnya hye sun mengalihkan pandangan matanya…menatap wajah sang cassanova, menatap wajah tampan itu dengan kedua bola matanya yang indah…
“bisakah kau berhenti, untuk mempermainkanku minho_sshi?” tukas hye sun dingin.
Mimic wajah tampan itu perlahan berubah, namun tetap berusaha menyembunyikan kekecewaan dibalik senyum pesonanya…
Hye sun menarik tangannya keluar dengan kasar dari genggaman itu, dan dengan segera berdiri dari duduknya_ membiarkan minho yang masih merengkuhkan kakinya dilantai….
“ ja..jangan pernah melakukan itu! ka…karena….karena aku tidak suka! Tidak!!!”
Hye sun dengan cepat melangkahkan kakinya menjauhi lee min ho… berjalan_ dengan langkah kaki yang gemetar diiringi detakan jantungnya yang kencang…
Dan satu hal yang pasti, dapat terlihat dengan jelas langkah itu. Langkah kaki yang seolah bingung akan tujuannya karena kegugupan yang terus menari- nari indah didalam diri sang princess….
namun, baru saja beberapa langkah… menjauhi sang cassanova…
“.aku…akan terus melakukan itu, sampai kau menyerah princess”
suara itu terdengar bagai jeritan kecil, dengan ritme yang datar dan terdengar "santai"
Hye sun menghentikan langkahnya yang gemetar saat mendengar ucapan itu, namun ia tidak berani menatap wajah suaminya kebelakang. Gadis itu tetap berdiri mematung, sambil menggenggam erat kedua sisi lengannya pada mantel, yang tanpa ia sadari…. Adalah mantel milik, suaminya.
TAP TAP TAP
Langkah kaki itu bisa ia dengar dengan jelas… Berjalan menghampirinya.
“hye sun…ayo! …cepat pergi, ayo!!!”Bisik hati itu memerintahkan.
namun…entah mengapa kaki itu terasa sulit untuk melangkah, sangat sulit….lagi- lagi seolah bagai magnet yang terus menariknya, untuk diam dan membiarkan sang cassanova mendekati….
hingga pada akhirnya ia bisa merasakan genggaman erat dilengannya….
Dan…………
DEG DEG DEG
Mata itu saling memandang untuk beberapa saat…. Diiringi dekapan erat, tangan kekar itu pada pinggang rampingnya…
“le…lepaskan aku” suara itu terdengar gugup pada awal…
Namun… dengan segera berubah menjadi jeritan kecil, saat ia sadar wajah “tomat”nya perlahan muncul dikedua pipi nan putih…
“le…lepaskan…!!!” tukas hye sun diiringi pukulan kecil pada dada bidang itu.
BUK BUK BUK
Berkali- kali hye sun melakukannya,…seolah menolak… menolak… cinta yang perlahan muncul, didalam hatinya… hingga ia hentikan itu saat minho dengan teriakan kecil, membuat hye sun lagi- lagi menatap wajah lelaki yang kini dihadapannya, memeluknya….
“hei…my princess!”
Pukulan itu berhenti, diiringi matanya yang masih terbelalak dengan indah….
Perlahan_tanpa ragu… Cassanova…mendekati lagi wajah cantik isterinya, sambil berbisik…
“kau..telah memberikan jalan untukku, My princess….dan aku… tidak akan pernah mundur….tidak!”
“le…lepas!!!” jerit hye sun dengan suara tertahan.
Pelukan itu semakin erat… pada pinggang rampingnya… merasakan setiap sentuhan, dan detakan jantung yang seolah seirama….
“aku…percaya….kau menginginkanku…, sangat menginginkanku, sayang…” suara itu lagi- lagi terdengar bagai bisikan, yang perlahan membuat merinding bulu roma, pada setiap jengkal tubuh gemetar gadis itu, saat ia sadar... lee min ho menggigit kecil telinganya....
![[on]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/on.png)
DEG DEG DEG
Hye sun seketika terdiam dalam hasrat tubuh yang seolah mengejang saat mata itu beralih memandangnya....,dan mengunci pandangan pada setiap jengkal wajah hye sun yang semakin memerah....
“matanya memandang lembut bibirku….lalu…kembali lagi menatap mataku….lalu,…..bi…birku….ti…tidak…”
.
.
.
Hye sun yang yakin sang cassanova akan mendaratkan ciumannya lagi, semakin terlihat gugup diiringi tatapan bola matanya yang besar,tanpa berkedip…saat harus menatap..bibir padat yang seolah akan mendekati bibirnya…untuk kesekian kali…
Dan_entah mengapa, mata bulat indahnya perlahan terasa sayu … seolah ada magnet yang kuat, menarik dirinya… menghipnotis jiwa dan tubuhnya…membuat jiwa itu terlena__ dan….
Hye sun bisa merasakan kecupan lembut ….
Di dahinya…..
Ia buka mata perlahan, lagi- lagi diiringi pipinya yang memerah… karena malu akan dirinya sendiri….atau mungkin_terkaannya yang salah !!.
“jika…aku mencium bibirmu lagi, aku takut…kali ini akan terasa menyakitkan…karena sungguh, kini aku tidak mampu menahan hasratku, my princess” minho tersenyum simpul sambil mengedipkan kedua matanya, seolah menggoda.
Dan saat ia sadar gadis itu hampir “jungkir balik” atas tindakannya… minho perlahan… melepaskan pelukannya… Dan___
Tanpa ragu… lengan kekar itu…menarik “mantelnya” lebih erat hingga melekat ketubuh gadis yang kini terus menatap wajahnya.
“pulanglah…my princes, bersihkan dirimu dan__ istirahatlah sejenak supir akan mengantarmu pulang” tukas minho yang tersenyum melihat gadis yang terus berdiri mematung_memandangnya…
Perlahan….
Ia sentuh kedua pundak isterinya, diiringi pandangan rendah__ mensejajarkan lagi pandangan kewajah mungil kecil yang terus menatapnya, dengan mata indah itu.

“Daniel oppa…. sudah sadar, dan kedaannya sudah… mulai membaik… jadi… pulanglah sebentar, biar aku yang sementara berada disini, untuk menjaganya”
mata hye sun seketika terbelalak saat mendengar pernyataan minho barusan, ….
“oppa, sudah…membaik..jeo…jeongmal?” Tanya hye sun ragu.
“ne…jeongmal” jawab minho sambil tersenyum lembut.
Seketika keraguan itu menghilang terkikis akan keindahan bola mata yang berbinar cerah… diiringi senyuman cantiknya yang merekah.
“oppa…” hye sun berbisik diiringi senyuman kecilnya....
Dengan cepat langkah kaki itu melangkah… mencoba mendekati ruangan tempat Daniel kini dirawat, namun… lengan minho dengan segera menarik tubuh isterinya… merubah raut wajahnya…
“hye sun, tidak sekarang… untuk saat ini kondisinya belum benar- benar stabil. Perawat baru saja memeriksa keadaannya pukul 2 dini hari tadi, jadi…bersabarlah…”
Hye sun menatap wajah minho kali ini dengan air mata yang seolah akan jatuh perlahan, disudut mata indahnya. Seolah tidak percaya, akan berita baik yang ia dengar barusan.
“ lagi pula… kau tidak ingin Daniel melihat keadaanmu seperti ini, bukan… ? untuk itu pulanglah… bersihkan dirimu, istirahat dan… jangan lupa untuk sarapan pagi,okey?”
Perlahan… tanpa ragu…
minho raih wajah hye sun dengan kedua lengannya, membawa wajah bulan itu kedalam genggamannya….
dan hye sun…lagi- lagi hanya diam dengan perlakuan suaminya. Diiringi pandangan mata yang seolah “terpanah” akan pesona sang cassanova.
“biarkan aku yang menjaganya… disini” bisik minho.
Mata mereka memandang untuk sesaat…
sampai akhirnya….
.
.
.
.
Entah apa yang dilakukan hye sun saat ini, namun…hati nya benar- benar merasa letih…dan membutuhkan seseorang yang akan menenangkan jiwanya, hingga tanpa ia sadari… perlahan tubuh itu mencoba bersandar pada dada bidang sang cassanova yang berdiri tegap dihadapannya__dan berakhir dalam suatu pelukan… saat lengan mungil sang princess memeluk tubuh minho tanpa ragu… seolah tidak percaya akan hari- hari berat yang telah ia lalui… akan berakhir menjadi indah sesuai harapan dan keinginannya….
“ oppa… Daniel oppa…terima kasih Tuhan…” isak hye sun disela- sela pelukannya.
“ Daniel “oppa” telah membaik, dan…aku jamin ia akan berdiri tegap dan memelukmu lagi, my princess_percayalah…” bisik minho, sambil terus membelai rambut isterinya.
Wajah tampan itu tidak lepas dari senyum bahagia yang terpancar, seolah tidak percaya bahwa saat ini, ia tengah memeluk gadisnya, miliknya… yang terus terisak dalam pelukannya__membutuhkan tubuhnya untuk terus bersandar.
Untuk beberapa menit pelukan erat itu berlangsung, sampai pada akhirnya…
“huh” mata basah itu terbelalak karena terkejut akan tingkahnya sendiri!
“apa yang kulakukan ?”
BUKKK
Hye sun tanpa ragu mendorong tubuh minho untuk kedua kalinya, dengan sedikit rasa gugup… sambil menyeka air matanya…
“a…aku akan …pulang…!!” kata- kata itu lagi- lagi terdengar gugup dan parau diiringi tingkah kikuk hye sun yang membuat minho menahan tawanya.
TAP TAP TAP
Hye sun melangkah dengan cepat, diiringi tingkah “galau” dalam setiap langkahnya… seolah ingin terus menyembunyikan wajah “tomat” itu.
Namun…saat hye sun sadar akan sesuatu…
Ia langkahkan lagi kakinya seolah menghentak perlahan kembali mendekati sang cassanova, yang masih berdiri dengan gagah__diiringi tatapan pesonanya, akan gadis itu.
“i….ini mantelmu!!” suara itu terdengar keras dan menekan
Hye sun melepas dengan cepat mantel itu, dan memberikannya dengan sedikit kasar pada minho.
“a…aku tidak membutuhkannya!”
TAP TAP TAP TAP
Tanpa ragu….
Sang princess melangkahkan lagi kakinya hampir terlihat bagai seorang “terdakwa” yang tidak ingin mengakui kesalahannya_ meninggalkan sang cassanova yang terus menatap kepergiannya, sambil terus menggenggam mantel itu pada lengan kanannya, lagi- lagi… diiringi senyuman simpul dibibirnya….
“jantung ku seolah berhenti berdetak, nafasku seolah berhenti berhembus…saat aku sadar kau meninggalkanku, meski untuk waktu sesaat my princess…”
“namun aku bahagia, telah terlahir sebagai lelakimu…,mencintaimu, dan yakin perlahan__kau telah mengakui keberadaanku”
.
.
.
BUK BUK BUK
Gadis itu memukul pelan dadanya, saat ia merasa…jantung itu seolah berdetak tak sempurna.
“ apa…apa yang kurasakan ini… apa aku…telah terperangkap dalam cinta sang cassanova? Tidak…!!
Hentikan pikiran kotor itu…hye sun! hentikan!! buang perasaan itu jauh- jauh…!”
----------
Sudah tiga hari keberadaan Goo Daniel dirumah sakit. Hari demi hari kondisi lemah itu semakin membaik, dan perlahan senyum indah diwajah tampan itu mulai terlihat jelas, dengan hye sun yang selalu berada disampingnya.
Gadis itu selalu disana… duduk disamping Daniel diiringi senyuman manisnya, saat ia sadar goo Daniel telah menerima kembali perhatian, dan cintanya…
Bagaimana dengan Park si yeon?
Sang lady harus siap dengan karma yang telah ia tanam sebelumnya…. Ia harus siap dengan tatapan dingin suaminya, yang tentu saja…. sangat menyakitkan.
Park si yeon selalu duduk disana, memandang lagi keakraban hye sun dan suaminya tanpa pernah dianggap “akan keberadaannya”.
Sesekali ia mencoba untuk bersikap “mesra” pada Daniel, dengan terus berusaha memperhatikan suaminya itu, namun… lagi- lagi “penolakan” lembut Daniel, merubah raut wajahnya.
Mungkin lady park merasa bersyukur atas sikap Daniel padanya, sehingga akan lebih mudah meninggalkan lelaki itu…tanpa ada rasa sakit, ataupun dendam dihati seorang Goo Daniel. namun, ada sesuatu…ada sesuatu dihatinya, yang terasa bagai luka saat dengan mudah lelaki itu memalingkan wajah dari kecantikan dan pesonanya….
Dan hari itu… dengan gurat- gurat kekesalan diwajahnya ia duduk didepan meja rias sambil terus menatap wajah cantiknya dicermin.
“aku…aku harus mempertahankan Daniel, sebelum mendapatkan semua yang aku inginkan. Harus!!”
Bisik park si yeon sambil terus menatap wajahnya, yang kali ini terlihat bagai iblis yang bersembunyi dibalik wajah cantik itu.
----------
RUMAH SAKIT SEOUL
“oppa… aku__ akan pergi sebentar untuk membeli sesuatu ?”
“sesuatu?” Tanya Daniel sambil menaikkan salah satu alisnya.
“ne!”
“bisa… aku tahu, apa itu princess?” Tanya Daniel lagi.
“mmmm,… aku akan membeli…. Coklat!!” tukas hye sun sambil tersenyum.
Daniel memandang wajah adik perempuannya sejenak, sampai akhirnya ia lepas tawanya pada gadis yang kini berdiri dihadapannya.
“oppa…kenapa tertawa?” Tanya hye sun, sambil memajukan bibirnya

“apa….oppa tidak boleh tertawa?” Tanya Daniel.
Perlahan hye sun meraih tas kecilnya yang berada hampir disisi kanan sofa ruangan itu, dan perlahan pula melangkahkan kakinya mendekati Daniel, diiringi pandangan bibi chan yang duduk terpaku dengan wajah sumringah, saat kembali melihat keakraban itu lagi.
“ tentu saja…oppa boleh tertawa. Tapi…biasanya, jika oppa tertawa… pasti ada sesuatu yang lucu pada wajahku, bukan?”
Tawa besar daniel terdengar lagi… hingga akhirnya…
“kemarilah…” Daniel mengangkat salah satu lengannya dan… meraih lengan hye sun yang hanya beberapa senti darinya…
“ tidak…tidak ada yang lucu pada wajah cantik princess doll ku” tukas daniel lembut.
“aku hanya bahagia… bisa merasakan lagi kedekatan dan kebersamaanku bersama mu,princess… setelah sempat berfikir_ bahwa kesempatan itu tidak akan pernah ada lagi ”
Hye sun memandang wajah Daniel dengan mata berkaca- kaca saat mendengar ucapan itu… namun tetap terus menahan air matanya agar tidak jatuh.
“oppa…”
“dan aku bahagia… bisa melihatmu memakan coklat lagi…, karena aku tahu…jika kau bahagia maka kau akan membeli coklat, untuk kau nikmati bersamaku”
tukas Daniel seolah menghibur gadis yang ia sadar… akan segera menangis.
“oppa…” lirih hye sun lagi.
“sudah… pergilah,… oppa tidak ingin coklat- coklat itu kabur, karena sadar bahwa princess doll, akan memakan mereka semua” Daniel lagi- lagi tertawa lebar seolah bersembunyi dibalik kesedihan wajahnya.
“oppa!!!…” jerit hye sun dengan suara manja sambil memukul pelan lengan kakaknya… diiringi sekaan air mata yang telah jatuh dari kedua sudut matanya…
Setelah sesaat menenangkan diri… dengan canda dan guyonan Daniel…
Dengan cepat ia kenakan mantel pada tubuhnya, saat bibi chan melekatkan mantel yang tergeletak disofa ke tubuh mungilnya… seolah khawatir akan cuaca yang dingin…
“hati- hati nona…” tukas bibi chan lembut.
“bibi…aku hanya pergi sebentar, jangan khawatir seperti itu…” tukas hye sun.
“lagi pula…akukan bukan gadis kecil lagi, aku…wanita dewasa yang sudah menikah!”
Bibi chan tersenyum mendengar kata- kata polos dari bibir hye sun, namun tidak dengan Daniel. Senyum diwajah itu perlahan berubah, saat ia kembali pada kenyataan dan menyadari bahwa kini adiknya adalah seorang isteri dari lelaki yang sangat dibencinya.
Namun…dengan segera ia sembunyikan wajah “ketidak sukaan” itu, saat hye sun menatapnya…
“ bibi, jaga Daniel oppa… sampai aku kembali”
“ne… tentu saja nona”
“aku janji…aku tidak akan lama, oppa.” Tukas hye sun sambil menarik gagang pintu ruangan…
TUP
Daniel bisa mendengar pintu tertutup.
Perlahan senyum itu memudar…,saat ia hela nafasnya yang terasa masih sedikit sesak. Mata Daniel terus mengarah pada pintu tempat hye sun baru saja keluar…. Sambil terus memasang wajah sendunya.
“aku…akan mencari kebenaran itu, princess….dan saat aku menemukannya, aku berjanji, kau akan lepas dari lelaki itu…aku berjanji”
--------
Hye sun dengan langkah riang disertai senyumannya… melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Sesekali ia senandungkan sedikit bait lagu, dari bibir mungilnya.
Cuaca siang itu masih terasa dingin… dan dengan cepat ia selipkan kedua lengannya kedalam saku mantel.
“aku…akan mencoba mencari mini market yang ada disekitar sini” tukas hye sun sambil terus melangkahkan kakinya.
.
.
.
.
“apa….apa yang kulihat ini… wajah itu…
Pemuda itu duduk dimobilnya sambil berbisik tak percaya…, saat melihat sesosok gadis yang melintas dihadapannya. Pandangannya hanya terfokus pada satu arah, saat dari jauh ia dapat melihat “bidadarinya” berjalan….melangkahkan kaki dengan wajah riang_ wajah yang ia rindukan…
“hye sun_sshi”
>
>
>
“SELAMAT DATANG”
Pelayan itu menyambutnya dengan ramah saat kakinya memasuki sebuah mini market kecil, yang berada tidak jauh dari rumah sakit.
Hye sun membalas sapaan itu dengan senyuman… dan perlahan melangkahkan kakinya, mencoba mencari “cemilan” favoritnya.
Dan dalam hitungan detik…………..
“ahaaa…coklat!” bisik hye sun, saat matanya menatap setumpuk batang coklat yang tersedia.
Dengan jemarinya, ia pilih satu persatu coklat favoritnya….
“mmmm sepertinya, ini enak.” Tukas hye sun sambil menyentuh batang coklat dengan tangannya.
“ini untukku ,…ini…. untuk oppa,…dan ini…untuk bibi chan!” tangan itu kini menggenggam tiga batang coklat.
”dan…ini sepertinya juga enak…” tukasnya lagi saat mata bulatnya memandang dan menangkap kearah “cemilan” yang lain
TAP TAP TAP
Hye sun langkahkan kakinya menuju pelayan kasir, saat merasa keranjangnya telah terisi dengan beberapa “cemilan” yang sesuai dengan keinginannya…
Pelayan muda itu tersenyum ramah padanya, saat hye sun meletakkan semua barang diatas meja kasir.
Satu persatu… barang dihitung…
Namun tiba- tiba…
pikirannya terarah pada wajah seseorang… saat sang kasir menghitung tiga batang coklat yang ada didalam keranjangnya…
“chakaman!”
“ada apa nona… ?” Tanya pelayan itu heran
“eee… tidak…a..aku… hanya ingin membeli satu coklat lagi!”
Dengan cepat ia langkahkan kakinya, dan berhenti lagi- lagi pada setumpuk coklat, yang ada dihadapannya.
Perlahan tangannya menyentuh satu coklat yang sama_seperti yang telah dibeli barusan.
Ia perhatikan batang coklat itu, seolah ragu akan tindakannya sendiri….
“Tapi… a…apa… dia…suka coklat ?” Tanya hye sun dalam hati, sambil memajukan bibir merahnya.
“aishh!!! Kenapa aku harus memikirkan tentang dia!!!”
“ANDWEEEE!!!!”
TERIMA KASIHHHH
Pelayan menyapa dengan ramah saat hye sun keluar dari mini market kecil itu.
Kakinya melangkah sambil terus memandang isi keranjang plastik kecil yang ia bawa.
“ jika ia tidak suka…aku akan menghabiskan semuanya!” bisik hye sun seolah galau akan salah satu coklat yang ia beli.
TAP TAP TAP
Kakinya terus melangkah, dengan tangan kiri yang terus berada dalam saku mantel.
“sebentar lagi, sampai” tukas hye sun riang.
Dan dari kejauhan………
“haruskah…aku menyapanya,…atau tetap diam disini…terperangkap akan dilema, dan rasa pengecutku… dihadapan sang bidadari….”
“hye sun_sshi!”.
Dengan segera hye sun memalingkan wajahnya, seolah mencari asal suara…, dan ia terkejut, saat melihat pemuda yang tidak asing berjalan menghampirinya…
Pemuda itu terlihat gagah dengan mantel coklat yang membalut tubuh besarnya… ,rona wajahnya terlihat bahagia, diiringi senyum manis yang menyapa… saat ia yakin gadis itu kini berdiri hanya beberapa centi darinya.
“apa…kabar hye sun_sshi ?”
Suara itu terdengar lembut, saat hye sun sadar lelaki itu kini berdiri dihadapannya.
“ I… II woo_sshi ?” bisik hye sun, diiringi tatapan mata indahnya yang besar saat melihat her guardian , berdiri…seolah kembali melebarkan sayap pelindung dihadapannya.
------------------------------
TOK TOK TOK
Dr.Kim mengetuk pintu sebelum akhirnya melangkah masuk setelah bibi chan membuka pintu ruangan itu.
“ selamat siang, Mr.Goo?”
Sapa Dr. Kim, diikuti gadis yang perlahan melangkah dan berdiri disampingnya.
Daniel tersenyum melihat kedatangan Dr.kim, diiringi rasa keterkejutan kecil saat melihat gadis dengan tubuh tinggi semampai menyapanya…
“senang melihat anda, dalam keadaan sehat Mr.Goo” tukas gadis itu sambil tersenyum.
“aku…seperti pernah melihat wajahnya, wajah penyelamat yang memberikan udara kehidupan bagiku, wajah yang seolah lama tinggal dihatiku…dan selalu ada didalam setiap doaku…”
Daniel memicingkan matanya seolah bertanya siapa gadis yang kini berdiri menyapanya…
Dr.Kim yang menangkap “sinyal” itu, tanpa ragu memperkenalkan gadis dengan balutan jas hitam dan ikatan rambut yang digulung sederhana, kepada Daniel…
“ ini… Joon Hye Jin, Nn.Joon Hye Jin… ” Tukas Dr.Kim yang diiringi senyuman manis gadis itu.
“annyonghaseo….” Tukas hye jin sopan sambil membungkukkan sedikit tubuhnya
“ Joon Hye Jin,….anda___
“ya… Nn.Hye Jin yang menyelamatkan anda saat kejadian malam itu Mr.Goo… nona ini juga yang membawa anda kerumah sakit”
Hye jin tersenyum, sambil tersipu…
“benar… kebetulan kita berada ditempat yang sama pada malam itu Mr.Goo, dan… beruntung setelah kejadian yang sempat membuat saya sedikit panik… bisa terobati, dengan kesembuhan anda”
Daniel perlahan tersenyum mendengar ucapan gadis yang kini berdiri dihadapannya, lagi- lagi masih dengan pandangan berbeda saat menatap wajah ayu itu…
“terima kasih Nn. hye jin…” suara itu terdengar lembut, diiringi senyuman simpul yang terus melekat dibibir seorang Goo daniel.
Untuk beberapa saat terjadi percakapan… atau tepatnya perkenalan pendek. Sampai akhirnya___
TOK TOK TOK
Terdengar pintu diketuk dari luar, membuat bibi chan yang duduk terpaku memandang hye jin sedikit tersadar akan lamunannya.
seorang perawat melangkahkan kakinya masuk…
“Dr.Kim, maaf mengganggu anda, seorang pasien kini sedang menunggu diruangan anda dokter”
“pasien? baiklah, aku akan segera kesana!
Tukas Dr.Kim sambil mengerutkan dahinya sesaat, saat memandang wajah hye jin.
“anda… tetap ingin disini, Dr.hye jin?”
Hye jin memandang wajah Dr.Kim, sebelum akhirnya Daniel menjawab pertanyaan itu.
“saya belum sempat berbicara lebih lama pada “penyelamat” saya Dr.Kim, bisakah anda membiarkan saya untuk lebih mengenalnya” kata- kata itu terlihat bagai gurauan kecil, namun lebih terdengar bagai permohonan.
Hye jin menatap wajah Daniel sesaat sambil tersenyum sebelum akhirnya, ia memberikan keputusan.
“ ya…Dr.Kim, …mungkin sementara saya akan tetap disini” tukas hye jin pendek
“baiklah… kalau begitu…saya permisi Mr.goo”
Dr.Kim perlahan…. melangkahkan kakinya keluar dari ruangan setelah Daniel mengucapkan terima kasih pada dokter separuh baya itu.
.
.
.
Suasana tampak terlihat hening sesaat, sebelum akhirnya…
“oh…aku lupa mempersilahkan anda duduk, Nn. Hye jin” tukas Daniel saat menyadari gadis itu masih berdiri dihadapannya.
Daniel yang masih terbaring diatas tempat tidurnya tanpa ragu…mengangkat tubuh yang mulai membaik itu, sambil meminta pelayan tuanya untuk membantu.
“oh…tidak Mr.Goo, tidak apa- apa…” tukas hye jin saat melihat usaha keras lelaki itu untuk bangkit dan melangkahkan kakinya menuju kearah sofa yang terdapat diruangan itu.
Tanpa basa- basi, hye jin membantu tubuh Daniel, yang masih terlihat lemah dengan menyentuh lengan kanannya, diikuti bibi chan di lengan kiri lelaki itu,….
Dan tanpa waktu yang lama…daniel bisa merasakan tubuhnya kini bersandar pada sofa nan lembut …
“aku merasa tubuhku lebih baik… setelah bangkit dari tempat tidur itu” tukas Daniel yang lagi- lagi terdengar bagai suara guyonan.
Hye jin tersenyum, mendengar ucapan Daniel…. Dan perlahan ia menyandarkan tubuhnya, duduk disalah satu sofa yang berada disisi kiri Daniel.
“sekali lagi, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, Nn. Hye jin…, karena aku sadar malam itu aku mungkin telah banyak menyusahkan,dan… sedikit menyakiti…lenganmu”
Hye jin memandang Daniel dengan pandangan terkejut, saat ia sadar lelaki itu hampir mengingat semua kejadian malam itu.
“ tidak apa- apa Mr Goo” tukas hye jin.
“jantungku berdetak dengan keras, sehingga sulit bagiku untuk bernafas… terasa sakit… dan tanpa sadar menggenggam tanganmu dengan kuat, agar dapat menahan rasa sakit itu”
Bibi chan yang membersihkan tempat tidur milik majikannya itu perlahan tersenyum sendiri, saat melihat sedikit kegugupan Daniel saat memandang wajah gadis yang kini duduk bersamanya, disampingnya…
Perempuan itu sadar… Daniel merasakan hal yang berbeda saat menatap wajah cantik itu, begitu pula dengan bibi chan… yang sedikit terkejut, saat pertama kali melihat seorang wanita berdiri… dengan senyuman… dan pandangan mata yang sama….
“ dia… seperti Nyonya… gadis itu, wajahnya mirip seperti Ny.Goo Sun Mi, ibu dari Mr.Goo dan princess”
“tadi… aku baru saja mendengar panggilan Dr. Hye Jin, saat Dr. Kim menyapa anda… apakah anda…seorang dokter”
Lagi- lagi hye jin tersenyum, sambil memicingkan matanya.
“menurut anda?” Tanya hye jin tanpa ragu.
“menurutku… anda seorang model”
Hye jin tertawa lepas, seolah tanpa rasa canggung ataupun malu pada lelaki tampan yang terus memandang wajahnya__ benar- benar wanita yang terlihat “apa adanya”
“tidak Mr.Goo aku bukan seorang model, aku seorang dokter, tapi…mungkin untuk sementara belum ingin bekerja disini, meskipun Dr.Kim pernah menawarkannya padaku”
“mengapa?” Tanya Daniel.
“aku…hanya ingin berlibur di sini, sebelum akhirnya kembali lagi ke Amerika…mungkin akan lebih baik jika menetap disana” tukas hye jin sambil menundukkan wajahnya.
“ aku yakin…ada alasan bagi anda untuk kembali, ke seoul bukan… ?” Tanya Daniel yang membuat gadis itu mengangkat wajah cantiknya.
“ jangan berfikir aku seorang peramal, karena aku…hanya menerka”
Hye jin lagi- lagi tertawa melihat lelaki yang terus mengeluarkan guyonan padanya, sampai akhirnya….ruangan yang terasa hangat harus terhenti saat seorang wanita….melangkah memasuki ruangan itu.
TAP TAP TAP
Suara ketukan sepatu dapat terdengar dilantai rumah sakit… saat tanpa ragu sang lady melangkahkan kakinya dengan anggun… masuk kedalamruangan…
.
.
.
Park si yeon berdiri mematung….
Dan… bisa ditebak!
Wajah sang lady dengan segera berubah saat ia melihat wanita asing kini sedang duduk dengan akrab disamping suaminya.
Untuk sesaat Daniel dan hye jin menatap wajah park si yeon dengan sedikit terkejut.

Dan… bukan park si yeon jika tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan dan ketidak sukaannya saat melihat “pemandangan” yang tidak mengenakkan dihadapannya.

“sayang… “ tanpa ragu ia langkahkan kakinya masuk…menghampiri Daniel, dan tanpa ragu pula mencium mesra pipi suaminya diiringi pandangan dingin bibi chan.
“aku senang melihatmu, bisa kembali sehat… duduk dengan gagah disini ,dan… kuharap ini menjadi kejutan yang diberikan tuhan untukku, sayang….”
Hye jin menatap wajah park si yeon dengan pandangan menganga dan heran,menatap kemesraan yang tiba- tiba menjadi pemandangan indah dihadapannya.
Sampai akhirnya ia sadar wanita itu adalah isteri dari Goo Daniel.
------------------------------
“jadi…anda yang telah membawa dan menyelamatkan suamiku, nona?” suara itu terdengar ramah dan sopan.
Hye jin tersenyum simpul mendengar ucapan itu.
“ne”
“saya benar- benar mengucapkan terima kasih, dan rasa syukur karena berkat anda… nyawa suami saya bisa tertolong”
Park si yeon berujar, sambil terus menggenggam erat tangan suaminya diiringi wajah dingin Daniel yang masih menyimpan rasa“sakit” akan tingkah isterinya akhir- akhir ini.
“ itu hanya kebetulan Nyonya, dan saya… sangat bersyukur Mr.Goo bisa kembali membaik” hye jin menatap wajah Daniel sesaat, sebelum akhirnya ia palingkan lagi…menatap wajah park si yeon.
“ya… kebetulan yang luar biasa,” tukas park si yeon tersenyum sampai akhirnya…
“tidak…kurasa…itu bukan hanya kebetulan tapi takdir Nn.Hye jin” perkataan daniel dengan segera merubah raut wajah park si yeon seketika,!! Diiringi pandangan heran dalam rona cantik itu.
“karena aku selalu mendoakan ibuku, sehingga dimanapun ia berada… maka ia akan selalu menjagaku, dan adikku… aku selalu percaya itu”
Hye jin mengerutkan dahinya mencoba mencerna perkataan lelaki yang kini terus memandangnya,…
“dan…. Aku senang melihat wajah itu lagi Nn. Hye jin…wajah itu dihadapanku…”
Hye jin yang semakin tidak mengerti akan ucapan daniel, hanya membalas dengan senyuman kecil dibibirnya, seolah gugup akan pandangan sang lady yang seketika berubah padanya.
dan bagaimana dengan lady park ??
Kurasa kali ini reader harus tersenyum….akan gurat gurat wajah kesal sang lady sambil berbisik….
“ Daniel… apa yang kau lakukan, apa… kau ingin membuatku cemburu?” bisik park si yeon dalam hati, diiringin pandangan dingin dan senyum kecil bibi chan.
-------------------------------------
“apa kabarmu?” II woo menyapa untuk kedua kalinya, saat hye sun menundukkan wajah mungilnya sambil menggenggam erat keranjang plastic yang ada didalam genggaman.
“ba…baik, II woo_sshi “ balas hye sun gugup.
“huh, aku bahagia … akhirnya bisa melihat wajahmu, lagi hye sun _sshi” suara itu masih terdengar lembut dan ramah.
“dan… bagaimana denganmu, II woo_sshi?” Tanya hye sun dengan suara riang __ mengangkat wajah tertunduknya,
menghilangkan rasa gugup yang luar biasa kini menari bebas dihatinya.

“pada awalnya…mungkin keadaanku akan terlihat bagai seorang “pengemis” buta yang kehilangan tongkatku… namun… perlahan_ semua kini telah menjadi lebih baik, sangat baik” kali ini hye sun bisa mendengar suara datar dari lelaki yang kini berdiri dihadapannya.
Hye sun memandang wajah sendu itu, wajah yang mungkin sama saat terakhir ia meninggalkan sang guardian, tanpa menoleh.
“ kenapa… kau bisa berada disini, II woo_sshi?” Tanya hye sun pelan.
“apa…kau sakit…atau…mungkin…keluargamu ada yang sakit?”
“tidak…tidak ada… aku… aku hanya menemani saudara perempuanku untuk menjenguk, kakakmu, Goo daniel” tukas II woo.
“kudengar dari noona…beberapa hari yang lalu, Mr.Goo…terkena serangan jantung”
Hye sun menggigit kecil bibirnya,diiringi kerutan didahinya.
“bagaimana…kau dan saudaramu bisa mengenal dekat Daniel oppa?” Tanya hye sun.
“ noona yang membawa kakakmu kerumah sakit,hye sun_sshi pada saat serangan jantung terjadi.”
“jeo…jeongmal?” hye sun seketika membelalakkan matanya.
Perlahan lelaki itu tersenyum… kali ini masih terlihat senyum datar dibibirnya.
“tidakkah… semua berjalan sesuai takdir…?”
“e…?” Hye sun menatap wajah II woo sejenak, sebelum akhirnya ia mencoba mencairkan suasana dengan mengeluarkan pertanyaan “lugu” dari bibir mungilnya.
“lalu…kenapa…. Kau tidak masuk kedalam II woo_sshi?”
II woo membalas tatapan lugu hye sun, yang masih tidak menyadari bahwa lelaki yang kini berdiri disampingnya, tengah melawan kebimbangan “cinta” yang luar biasa, sampai akhirnya ia keluarkan ucapan jujur yang mungkin akan membuat gadis itu sadar akan rasa sakitnya.
“karena aku… tidak ingin bertemu denganmu, hye sun_sshi” suara itu seketika terdengar parau dan datar.
Raut wajah hye sun segera berubah saat mendengar pernyataan lelaki itu…. dan dalam kegugupannya hye sun lagi- lagi menundukkan pandangannya sambil terus “memainkan” setiap jemari yang gemetar itu… ia semakin terlihat gugup, karena sadar… mungkin II woo berniat menjauhinya, setelah kejadian yang terjadi.
“mi…mianhe…” suara itu hampir terdengar bagai bisikan.
“untuk apa?” Tanya II woo.
“seharusnya… aku mengatakan semuanya sejak awal… agar kau tidak merasa…merasa…”
“tersakiti?” II woo menimpali kata- kata hye sun tanpa ragu.
Hye sun menatap sang guardian, kali ini dengan matanya yang berkaca, seolah menahan tangis.
Reaksi itu seketika menyadarkan II woo akan tindakannya… dan ia sadar mungkin telah melakukan kesalahan atas “ucapannya” barusan.
“tidak… ini bukan salahmu, hye sun_sshi… ini hanya kesalahanku, mengapa aku jatuh cinta padamu… lagi pula_ aku telah
melepaskanmu, saat terakhir kali pertemuan kita di gedung opera…dan_kau bisa lihat….kini aku baik- baik saja”
II woo yang sadar bahwa hye sun akan segera menangis, tanpa ragu mengangkat kedua lengannya…. Menyentuh pundak hye sun sambil tersenyum…
“namun…aku tidak pernah menyesal hye sun_sshi, aku…tidak pernah menyesal pernah mencintaimu”
Mata mereka saling menatap… dan tanpa terasa, bulir- bulir air mata itu terjatuh dari kedua sudut mata indah itu, saat hye sun sadar… lelaki itu benar- benar menderita karena “ketidak jujurannya”.
“kau…tetap…“penyelamat” bagiku II woo_sshi, dan…teman terbaikku, selamanya”
II woo tersenyum simpul mendengar ucapan hye sun, dan kini pemuda itu semakin yakin bahwa ia hanya “teman” bagi wanita yang dicintainya.
hingga…sampai akhirnya ia beranikan jemarinya menyeka air mata itu, seolah ingin menjadi “penolong” terakhir bagi hye sun…
“suatu kehormatan bagiku, menjadi penyelamat mu, bidadari cengeng…”
Suara II woo kali ini terdengar bagai guyonan kecil, mencoba menghilangkan kesedihan gadis yang kini berdiri dihadapannya... dengan wajah memerah diiringi air mata yang mengalir.
“bidadari cengeng?” Tanya hye sun.
“mmmmm… ya tentu saja! Cengeng dan cantik… Meski terlihat pendek, dan… sedikit gemuk”
Seketika dapat terdengar tawa kecil, disela- sela air mata hye sun yang masih mengalir… karena masih menyimpan rasa bersalah pada lelaki yang kini tetap berdiri tegar dihadapannya … mencoba menghiburnya…
“ cukup menjadi “teman penyelamatmu”, merupakan anugerah bagiku hye sun_shi,meski selalu berharap …dan bermimpi bahwa menjadi “teman hidup” adalah keinginan terbesarku,”
“hye sun!”
tawa mereka perlahan terhenti…
Hye sun yang menyeka air matanya perlahan mencari asal suara yang lagi- lagi seolah menyapanya,namun kali ini terdengar tidak asing dan “tak biasa”…
suara yang terdengar berat dan parau…
“seperti suara…." hye sun seketika membelalakkan matanya! "Min ho_sshi!!!” bisik gadis itu dalam hati.
.
.
.
Mata bulatnya seketika terbelalak lebar, saat tebakan dalam hatinya kembali ”mengumandangkan” kebenaran…bahwa suara itu adalah suara LEE MIN HO, suaminya.
TAP TAP TAP
[/size]
Lee min ho berjalan melangkahkan kakinya perlahan, dengan lengan kanannya yang berada didalam saku mantel hitam. Wajahnya terlihat dingin, dengan pandangan lurus kedepan… atau tepatnya, pandangan yang mengarah pada dirinya dan sang guardian!!!
TAP TAP TAP

Langkah kaki itu terasa berat… dan seolah menghentak!
Hye sun seketika menggigit kecil bibirnya… memandang gugup dan gemetar akan wajah “marah” yang kini lebih menguasai… saat kecemburuan kembali hinggap pada diri sang cassanova.

II woo yang menyadari kedatangan lee min ho tidak kalah terkejut ,namun..., dengan segera berdiri tegap_dengan tatapan “dingin” … seolah “menantang” badai yang kini berjalan menghampiri mereka.
Mata tajam itu menatap sang guardian dengan tatapan yang tidak kalah “dingin”, saat untuk kesekian kalinya ia mendapati sang isteri, berada pada pelukan sayap sang penyelamat yang seolah bagai pelindung bagi diri hye sun dan cambukan keras bagi seorang Lee min ho.
Kini…dalam hitungan detik…mereka saling berhadapan, saling memandang…. Tanpa “keramahan” diiringi ketakutan hye sun yang semakin MENGGILA!!!
“mi…min ho_sshi” suara hye sun terdengar gugup, dan perlahan ia melangkah ragu kesisi suaminya… Diiringi Kaki yang gemetar….seolah sulit baginya untuk melangkah…
“minho_sshi,…di…dia…”
Suara hye sun semakin terdengar gugup dan parau…tenggorokannya terasa pekat, seolah sulit baginya untuk berkata lagi…. Sampai akhirnya, minho melengkapi kalimat terakhir isterinya…
“dia… sang penyelamatmu, sayang?” tukas minho sambil memandang lembut hye sun, diiringi pandangan hye sun yang seolah bertanya…
Entah sejak kapan raut wajah sangar itu seketika berubah…menjadi “ramah” dan “bersahabat”
“perkenalkan, aku LEE MIN HO… suami dari Goo hye sun”
Tanpa ragu sang cassanova mengulurkan tangannya kedepan, mencoba menyapa lelaki yang kini berdiri diiringi pandangan yang sedikit gugup akan perubahan sikap yang terjadi.
II woo memandang tangan yang “menyapa” itu tanpa berkedip sampai akhirnya…
“aku… II woo, Joe II woo”
II woo membalas sapaan datar itu, dan tanpa ragu pula membalas “sambutan” tangan minho, yang terulur… dengan erat, untuk beberapa saat.
Raut wajah cemah hye sun dengan segera berubah lega, saat genggaman yang sesaat itu tidak berubah menjadi pukulan dan berakhir menjadi perkelahian hebat.
“suatu kehormatan bagiku, bisa mengenal sang penyelamat isteri ku … secara lebih dekat”
Minho memandang wajah hye sun dengan tatapan menggoda diiringi kedipan matanya dan segera… seperti biasa…lengan “nakal”nya meraih pinggang ramping itu tanpa ragu.
“apa yang kau lakukan minho_sshi?” tangan hye sun seolah menjerit saat ia sadar lengan kekar itu melingkar dipinggangnya, tapi… apa daya…”ketakutan” lebih menguasai dirinya.
“sang penyelamat…? Bagaimana ia tahu semua tentang diriku,…. Sedekat itukah hubungannya dengan hye sun….
oh tuhan!!! Aku baru ingat, hye sun adalah isterinya….tidak ada rahasia lagi bagi mereka berdua… tidak!”
II woo mencoba tersenyum… meski kini hatinya lagi lagi seolah tercabik! Melihat semua tingkah lee min ho yang mungkin…terkesan “sengaja”. Meski, sang guardian menyadari, lelaki itu memang berhak atas miliknya.
“terima kasih, Mr.Lee… “ II woo berucap diiringi senyum kecil dibibirnya.
“hmm, sengaja datang kesini?” Tanya minho dengan suara datar, seolah mencairkan suasana yang sesaat terasa hening.
“ya… saya sengaja datang bersama saudara perempuan saya, untuk menjenguk Mr.Goo” II woo membalas pertanyaan minho dengan suara yang terdengar “santai”.
“Mr.Goo…. maksudmu, Goo Daniel?”
“benar…., kebetulan saudara perempuanku yang telah membawa Mr.Goo kerumah sakit, untuk itu aku dan noona sengaja datang kesini, dengan maksud menjenguk Mr.Goo,…dan noona… kini tengah berada didalam”
Minho menaikkan salah satu alisnya, terlihat keterkejutan kecil diwajahnya…. Sampai akhirnya ia pandang wajah hye sun yang masih terlihat pucat.
“benarkah…sayang? Kenapa…kau tidak katakan padaku?” tukas minho dengan suara yang seolah terdengar bagai suara “bocah lelaki kecil”.
Hye sun mendongakkan pandangannya keatas_ mencoba menatap wajah suaminya.
mungkin karena pengaruh tinggi badan minho yang “kelewat batas” membuat sang princes melakukan hal itu, diiringi pandangan mata yang seolah tanpa berkedip.
“a…aku juga baru tahu sekarang, saat… kebetulan bertemu dengan II woo_sshi, disini” jawab hye sun masih dengan suara gugup.
“benarkah….?”
Minho dengan segera mengembalikan wajah “sok” ramahnya, pada lelaki yang menurutnya “berbahaya” bagi kelanjutan hubungannya dengan sang princess.
“kalau begitu… untuk kesekian kalinya… aku lagi- lagi mengucapkan terima kasih pada anda II woo_sshi, begitu juga kepada saudara perempuan anda, karena telah membantu, Daniel Hyung…, sehingga nyawanya dapat tertolong….” Tukas minho dengan suara ramah.
“sejak kapan Daniel Oppa menjadi, hyungnya?” bisik hye sun yang seketika sadar lelaki itu sedang berbohong….karena rasa cemburunya,…mungkin.
II woo hanya tersenyum kecil mendengar perkataan lee min ho yang kini berdiri dihadapannya, sambil terus menggenggam tubuh mungil hye sun kedalam rangkulan tangannya.
“ kalau begitu… sayang, mengapa kau hanya berdiri disini? mungkin kau bisa menemani, II woo_sshi, untuk menemui “hyung”…, didalam.”
II woo yang ingin memotong pernyataan minho, dengan jawaban…
“tidak…tidak perlu Mr.Goo, biar saya menunggu disini, karena noona juga telah berada didalam ”
dengan segera mengurungkan niatnya saat hye sun tanpa ragu menjawab…
“ne..a..aku akan menghantarkannya menemui oppa” tukas hye sun sembari mencoba melepaskan pelukan erat minho pada pinggangnya.
Minho tersenyum kecil namun mungkin kesal__ mendengar perkataan isterinya, yang seolah senang atas “perintah” itu hingga terbesit sedikit rasa sesal, kenapa ia menyuruh hye sun melakukannya.
“lee min ho cobalah bersikap dewasa!” kata hati itu seolah terus memerintahkan, hingga membuat sang cassanova memutuskan sesuatu.
“baiklah… sayang…” tukas minho pendek.
“dan…aku minta maaf, II woo_sshi, tidak bisa menghantarkan anda karena mungkin aku harus segera kembali kekantor” minho berkata dengan suara datar sambil melirik jam tangannya
“tidak… tidak apa- apa…Mr.lee” jawab II woo pendek.
Dengan segera pandangan minho beralih pada hye sun yang berdiri kaku disampingnya.
“sayang…mungkin, kau merasa bingung atas kedatanganku yang mendadak kemari…, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa…aku akan pulang terlambat malam ini, jadi..segeralah tidur, jangan menungguku okey”
Hye sun memandang wajah minho dengan heran, dan berfikir lelaki itu sedang tidak waras saat ini.
Terbesit ribuan pertanyaan didalam hatinya, sejak kapan ia menunggu sang cassanova kembali, karena hampir selama tiga hari ini ia tinggal dirumah sakit bersama Daniel, dan…sejak kapan pula memberi laporan”keterlambatan pulang” akan menjadi kebiasaan minho padanya…
Seketika lamunannya mendadak terhenti saat… tanpa rasa ragu, minho mengecup bibir ranumnya tiba- tiba!
Mata bulatnya terbelalak indah disela- sela ciuman itu…..
Mungkin itu hanya kecupan kecil, dan terasa “biasa” dari ciuman minho yang pernah ia rasakan sebelumnya. Tapi,… wajah” tomat’ seketika muncul menyeruak diwajah cantiknya.
Dan II woo………….
Lelaki itu hanya mampu melihat tanpa melakukan apapun, ia genggam erat tangannya, terlihat bagai epalan yang menjadi penahan rasa sakitnya kali ini.
“saya…permisi II Woo_sshi”
TAP TAP TAP TAP
Minho berjalan melangkahkan kakinya tanpa beban… diiringi senyum simpul dibibirnya, seolah melukiskan “senyuman setan” yang bersembunyi dibalik wajah tampan itu. Meninggalkan hye sun dan II woo, yang terpaku memandang tubuh jangkungnya….
LEE MIN HO
“apakah ini adalah sikap dewasaku?”
“mungkin… sebab aku telah membiarkan sang princess, bebas melakukan apapun yang ia kehendaki tidak peduli jika sang penyelamat disisinya!!,…. karena…aku percaya, ciuman kecilku tetap akan jadi “pengikat” dalam hatinya, untuk tidak berpaling…berpaling dariku, dan hanya menatap satu wajah…AKU hanya AKU”
GOO HYE SUN
“di…dia menciumku… tanpa ragu, seolah menjadi pengikat hatiku… jiwaku… dan mengatakan pada dunia bahwa aku…memang miliknya….tidak!!! aku bukan miliknya… bukan!!... “
Bisik hye sun diiringi genggaman erat tangannya pada keranjang plastic.
JOO II WOO
“ untuk kesekian kali… hatiku merasakan bukti… bahwa bidadariku kini bahagia,… bersama pendampingnya….
Lihatlah!... Wajah itu…memerah,… saat sang cassanova menciumnya… diiringi wajah malu yang tersipu,… menghiasi kedua lesung diwajah cantik itu…
II woo berbisik, disela- sela pandangannya_menatap wajah hye sun, yang masih berdiri…mengiringi kepergian minho yang perlahan menghilang dari pandangan mereka…
Perlahan hye sun membalikkan tubuhnya_mengarahkan pandangannya pada lagi pada II woo, sambil tersenyum kecil,… atau tepatnya gugup! Diiringi wajah “tomat” yang masih betah bernaung indah dipipinya…
“ee….”
Untuk sesaat mereka memandang satu sama lain, … seolah bingung jika harus memulai lagi “pembicaraan” dari awal.
Hingga akhirnya… lagi- lagi gangguan kecil terdengar saat tiba- tiba terdengar suara ponsel… yang mendadak mengurungkan niat II woo, untuk memulai pembicaraan baru…
“ADA SMS MASUKKKKKK”
Hye sun dengan terburu meraih tasnya…mencoba meraih ponselnya yang berbunyi…
.
.
.
Seketika gadis itu membelalakkan matanya…. Saat menangkap sebuah pesan singkat yang baru saja dikirim seseorang,….
MY LOVELY HUSBAND
Sial!!! Sepertinya princess lupa mengganti nama itu, atau mungkin….sengaja membiarkannya???
Ia gigit kecil bibirnya … sambil membaca kata demi kata pesan itu… diiringi pandangan heran… II woo,
.
.
.
“jangan berfikir, aku tidak marah padamu, hye sun_sshi….aku marah…sangat marah… jadi…cobalah untuk membujuk dan merayuku, agar aku memaafkanmu… ”
![[devil2]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/devil2.gif)
YOUR LOVELY HUSBAND
“bwo?”END CHAPTER ini chap sengaja dibuat panjang.....
karena bakal off dulu ...mau puasa
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
mohon kritik and sarannya yak.....juga commentnya
ENJOY..... CHINGU2
![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)
« Last Edit: July 08, 2011, 10:54:07 pm by hye sun »

Logged