« on: July 10, 2011, 01:45:16 am »
kang min hyunk as zen
penggemar terang-terangan putri. gayanya yang selalu proaktif* pada putri,membuat semua mengira kalau putri adalah pacarnya. XD Chapter 1 part 2:
“Oh.. ricky, kamu sudah baikkan?” tanya mom padaku yang masih bersandar diranjang rumah sakit.
“emm..” aku hanya berdemem dengan memberikan anggukan kepala.
“ya sudah, kamu istirahat lagi saja.” Mom membaringkan aku kembali di tempat tidur.
Aku berfikir kembali. Bagaimana nasib abang ababil??
Ow..ow..ow..
Tapi, kenapa aku memikirkannya? Gara-gara abang ababi, aku Selalu kembali kerumah sakit, rumah sakit ini sudah
bagaikan rumah ketiga. =__=”
“mom.. aku sudah sehat. Siang ini aku harus pulang.”aku menatap wajah mom dengan pasti.
“oh.. ya sudah.” Mom menjawab dengan ragu-ragu.
#
“eaa...” teriakan sekumpulan orang yang sedang berlatih gerakan-gerakan karate.
Aku ricky berjalan menghampiri senpay yang memiliki potongan rambut seperti abri, badannya yang tinggi, dan sabuk
hitam yang menghiasi pinggangnya menambah kesangaran sang senpay.
Aku membungkukan tubuhku 90 derajat, sebagai tanda menghormatinya.
“kenapa kau baru datang? Jam brapa sekarang! Mana ricky yang selalu tepat waktu! Jam tanganmu sudah kau buang!”
teriakan senpay membahana diruangan bergema ini.
“apa perlu sabuk hitammu itu ku cabut!” teriakan senpay membuat murid-murid yang tadinya berlatih jadi terdiam.
“siapa yang menyuruh kalian berhenti! Cepat lanjutkan.”senpay meneriaki , para murid melakukan gerakannya kembali.
“sorry senpay, i have some problem. If you want this, i will give you.” Aku menyodorkan sabuk hitamku.
“senpay!” suara putri muncul diantara kumpulan murid-murid yang sedang berlatih.
Aku melihat putri keluar dari barisan , menghampiri tempatku dan senpay berdiri.
“kenapa? Ada masalah?” tanya senpay pada putri , sambil mengambil sabuk hitam milikku.
“maaf senpay, bukannya saya lancang, tapi.. “putri berbicara ragu, dia menundukkan wajahnya, kemudian memberitanda,
meminta senpay untuk memberikan telinganya, putri membisikan sesuatu ditelinga sang senpay.
Sang senpay mengangguk-anggukkan kepalanya.
Kemudian kulihat putri kembali ke barisannya. Senpay menatapku dengan mata sangarnya.
“kau!!” senpai menunjuk diriku.
“aku tak butuh sabukmu.” Senpay melempar sabuk mikikku kearahku.
“thank you senpay.” Aku membungkukan tubuhku lagi.
“karena kamu terlambat 20 menit. Maka kamu keliling ruangan ini 20 putaran.” Tanpa mengeluarkan kata-kata, aku
langsung mengelilingi ruangan basket ini.
##
Aku meluruskan kakiku yang keram, duduk bersandar di tembok.
Tiba-tiba di depan wajahku terpampang minuman kaleng yang meneteskan air, dan itu menandakan kalau minuman itu
dingin.
Belum sempat aku melihat orang yang menyodorkan minuman itu,Dan tiba-tiba juga handuk sudah melayang di kepalaku.
Dan aku merasakan seseorang mengeringkan rambutku yang basah karena berkeringat.
Aku memegang sebelah tangan manusia yang berada di sampingku ini.
“Drek.”terdengat seperti kaleng yang berisi air terjatuh.
Ku ambil handuk yang menghalangi penglihatanku.
Benar saja, dia PUTRI .Kueratkan pegangan tanganku, ku tatap matanya.
Dia menatap mataku, dari tatapan matanya, seakan kaget dengan reaksiku.
“ehem..” seseorang berdehem, aku mendengarnya, tapi siapa peduli? Toh putri yang ada dihadapanku saja masih
menatap mataku.
“ehem..” orang itu berdehem kembali, membuat putri menoleh tak menatapku lagi.
“oh.. zen.” Putri tersenyum menyapa kedatangan zen.
“put, kok kamu lama banget sih, aku kan nungguin kamu di depan. ayo pulang.”zen menarik satu tangan putri. Langkah
zen terhenti, tentu saja karena aku masih memegang sebelah tangan putri.
“oh, kau ada disutu ricky.” Tatapan mata zen seperti pura-pura kaget.
“kalau kamu mau pulang, pulang aja sendiri!” aku berbicara sengit.
tapi, yang jadi bahan perebutan malah asik melihat penampilan kakak kelas yang bermain basket.
“kalian sedang apa sih!” tanya putri yang merasa risih, kemudian melepaskan pegangan tanganku dan tangan zen.
Putri menghampiriku. Memegang wajahku, menatap mataku. Aku hanya membelalakkan mataku, menunggu apa yang ingin
dia lakukan.
“dia.. kak arya.. lagi liatin aku gak?”putri menekan pipiku sampai bibirku seperti ikan.
Aku melirikkan mataku untuk melihat, kemudian aku menggelengkan kepalaku.
“Ck.” Dengan kesal putri melepaskan pegangan pada wajahku.
Putri memungut minuman kaleng yang tadi terjatuh.
“nih minum.”putri menyodorkan minuman itu kepadaku. Kemudian dia menoleh pada zen.
“oh.. zen, kamu pulang saja duluan, aku nanti aja pulang bareng ricky.” Aku putri.
“ah.. aku menunggumu disini.” Zen tertawa ringan.
Putri jalan menuju lapangan basket, kemudian bermain basket dengan arya.
“ya ricky! Ini semua gara-gara kamu.”zen menatap wajahku dengan sangar.
“whatever.”aku memejamkan mataku. Kuintip sedikit, melihat zen yang seperti orang uring-uringan mondar-mandir sambil
melihat kesal putri yang tertawa riang dengan arya.
Ya.. aku hanya merasa agak risih aja, putri terlalu dekat dengan arya,tapi.. gak mungkin juga kalo aku ngelarang. Bisa-bisa
putri malah aneh ngeliat aku yang suka ngelarang-larang.
##
“Hati-hati ya kak pulangnya.” Putri melambaikan tangan pada arya yang sudah menjauh menaiki sepedah.
“ayo kita pulang.” Zen menarik tangan putri menuju motor besarnya.
“put, bener mau pulang sama zen?”tanyaku tuk memastikan. Kumelihat tatapan mata putri seperti minta tolong.
Aku mengambil HP dari kantong bajuku.
“oh.. bibi. Iya, putri ada sama aku kok. Oh, bibi mau bicara?” suaraku begitu keras, ya, aku harap putri mengerti nada
bicaraku.
“put, nih ada telpon dari mamimu.” Aku menyodorkan HP-ku pada putri.
“hallo..”putri bersuara, kemudian dia melihat layar Hp. Aku melihat putri menatapku dengan heran, namun hanya sebentar.
“oh.. iya mami, aku pulang dengan ricky. Ok. Tidak ada orang lain, aku pulang bersama ricky. Bye.”putri langsung
mengembalikan Hp padaku.
“zen, maaf ya, aku disuruh pulang bareng ricky. Kamu pulangnya hati-hati ya.” putri menaiki sepedahku, berdiri dibelakang,
berpegangan dibahuku.
“bye zen..” aku tersenyum mengejek.
Aku merasa.... terlalu dibodohi oleh hatiku sendiri. >_<
melakukan hal bodoh, buat menolong putri, tapi... sampai sekarang aku tak tau apa yang dia rasakan. Ah.. masa bodo
buat kehidupan hari esok, yang penting sekarang aku sedang bersama dengan putri, dengan hubungan tanpa status
upss..

Logged
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..