Author Topic: Complicated Love CHAPTER 8 . 6 agustus 2011  (Read 6850 times)

Offline anggii.pp_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • suasana bhagia MINSUN di BBF :D
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: Complicated Love CHAPTER 6 up date 28 may 2011
« Reply #105 on: July 10, 2011, 08:58:56 am »

Chapter 7
Min ho or Wu Chun ??

“aku senang melihat mu sudah ceria seperti dulu lagi..” Kata Wu chun lembut yang di balas Hye sun dengan senyuman malu-malu.

Tidak ada angin, tidak ada hujan!! Tiba-tiba saja Wu chun menghampiri Hye sun yang duduk sendirian di kantin. Hari ini So eun tidak masuk katanya sih sakit. Tapi karena So eun tidak masuk, Wu chun yang menggantikannya menemani Hye sun duduk di kantin.

Saat ini Hye sun merasa melayang ke langit yang paling tinggi. Sekarang cowok yang ia suka sejak kelas 2 SMA ini menyapanya dan berbincang layaknya teman biasa padanya.

“aku sempat khwatir saat mendengar kalau kau kabur dari rumah..” perkataan Wu chun yang lembut dan sangat penuh kasih sayang membuat muka Hye sun merona merah. Ia tidak pernah membanyangkan kalau cowok ini peduli dengan keadaannya.

“terimakasih sudah khwatir…” karena tidak tahu harus berbuat apa lagi , hanya kata ‘terimakasih’ lah yang keluar dari mulut Hye sun sambil menatap Wu chun.

Tapi tiba-tiba pandangan yang awalnya sangat terpokus pada cowok didepannya kini teralihkan oleh seorang lelaki jangkung yang baru saja memasuki kantin sekolah bersama cewek cantik yang mengekorinya.

“Ada apa?..” tanya Wu chun sambil mengikuti arah pandang Hye sun. ia dapat melihat sosok Min ho dan Ji yon yang kini berdampingan.

“ah~ ayo makan lagii..”

Wu chun tersenyum dan mengikuti ajakan Hye sun untuk kembali memakan mie di depan mereka.

Min ho dapat melihat Hye sun dari sudut matanya. Hatinya panas dingin setelah menyadari keberadaan Wu chun didepan gadis itu. Tanpa mempedulikan Ji yon Min ho langsung menghampiri mereka dan duduk di samping Hye sun secara mendadak.

“permisi, aku mau makan..” ucap Min ho datar dan memakan makannanya. Sedangkan Ji yon mengikuti Min ho dan memilih duduk di samping Wu chun, karena hanya kursi itu yang tersisa.

“Min ho, hati-hati makannya..” Ji yon mengambilkan air putih dan menyodorkannya pada Min ho.

Tentu saja hal tersebut membuat hati Hye sun gerah, suasana yang tadi sangat menyenangkan untuknya berubah menjadi kelabu oleh kedatangan dua orang yang tidak di undang ini.

“ayo kita pergi..” ajak Hye sun pada Wu chun yang kemudian di angguki oleh cowok itu.

                        ^^^^^_______^^^^^


Hye sun dan So eun berdiri di depan gerbang sekolah SHINWA. Saat ini Hye sun sedang menunggu kedatangan Bus yang akan lewat dan mengantarnya pulang. Sedangkan So eun sedang menunggu Dara untuk pergi Shopping bersama.

“Sun-a bagaimana kalau pulang bersama ku saja ?..” Wu chun datang menghampiri Hye sun dan tersenyum padanya.

Hye sun balas tersenyum , mendengar tawaran Wu chun dengan senang hati Hye sun mengangguk dan menikuti cowok itu. Sayangnya belum sempat Hye sun menuju kearah parkiran motor Wu chun, tangannya sudah di tahan Oleh seseorang.

“kau harus pulang dengan ku..” ajak Min ho sambil menarik tangan Hye sun, gadis itu hampir saja menuruti perintah Min ho tapi kembali tertahan saat Wu chun juga menahan tangannya.

“tadikan kau bilang pulang dengan ku …” sahut Wu chun sambil menarik tangan Hye sun juga.

“pulang dengan ku..” paksa Min ho sambil menarik tangan Hye sun lagi tapi tertahan karena Wu chun juga menariknya. Jadilah sekarang kedua  tangan Hye sun di pegang dan di tarik ke dua cowok itu.

So eun yang menyaksikan hanya bisa mengerutkan alisnya sambil berpaling kearah Min ho dan Wu chun bergantian.

“stopp..stoopp!!.” teriak Hye sun sambil meringis kesakitan. “aku tidak akan pulang dengan siapapun !!aku lebih memilih naik Bus !! Buat Wu chun Miane..” Hye sun menatap Wu chun sendu. “dan buat Min ho.. lebih baik kau anter pacar mu sana..” tunjuk Hye sun pada Ji yon yang ada didepan pintu keluar kemudian ia pun berlalu dari hadapan mereka semua sambil menaiki Bus besar yang barusan lewat.

Wu chun menghela nafas dan berlalu menuju motor besarnya. Sedangkan Min  ho memukul udara di depannya sambil berlalu menjauhi Ji yon.


                        ^^^^^_____^^^^^

Hembusan nafas terdengar dari mulut Hye sun, pandangannya masih lurus menatap benda mungil berwarna hitam di depannya. Entah kenapa ia merasa bersalah atas perlakuannya pada Min ho tadi siang, .. ya meskipun semua itu ia lakukan karena ia tidak ingin mengecewakan Wu cun yang terlebih dahulu mengajaknya. Tapi jujur sebenarnya kalau tidak ada Wu chun di sana ia akan memilih untuk pulang bersama Min ho.

“Uh~sepertinya dia benar-benar marah, ..” kata Hye sun sambil menatap layar ponselnya yang sepi tanpa SMS masuk dari Min ho yang biasanya selalu menghiasi layar mungil itu.

                        ^^^^^_____^^^^^

Pagi ini Hye sun berangkat ke sekolah lebih cepat dari biasanya, .. hal itu ia lakukan bukan karena ada ujian ataupun hari ini adalah jadwal piketnya melainkan untuk bertemu dengan Min ho. Gadis mungil itu segera ingin menanyakan apa alasan cowok jangkung itu tidak mengiriminya pesan , .. entah kenapa perubahan sikap Min ho saat ini membuatnya takut kalau cowok itu sudah mulai melupakannya dan tidak peduli lagi dengannya.

Sesampainya di sekolah ternyata orang Hye sun cari-cari belum datang, .. perasaan gelisah dan khwatir mulai menjelajahi pikirannya. Apalagi bel sekolah sudah akan di bunyikan beberapa menit lagi.

yaa tuhan di mana dia?.. apa dia tidak masuk? .. kenapa? ,.. dia sakit? Atau mungkin ada masalah lain?,

Kegelisahan Hye sun semakin kuat, .. pikiran-pikiran buruk tentang keadaan dan alasan ketidak hadiran Min ho mulai muncul di benaknya. Untunglah beberapa saat kemudian terlihat sosok pria yang dari tadi ia tunggu muncul dari pintu masuk ruang kelas mereka bersamaan dengan masuknya sebuah pesan singkat ke ponsel Hye sun.

miane … semalam tidak SMS. .. pulasaku habis.

Pesan yang amat sangat singkat itu membuat hati Hye sun tenang , semua pertannyaan dari rasa penasarannya yang tinggi seolah menghilang saat membaca SMS yang mungkin tidak ada artinya , .. ternyata Min ho peduli , ia masih peduli …”

Tanpa terasa dua titik air bening keluar dari sudut mata Hye sun , ia merasa sangat konyol karena menangisi SMS yang tidak ada artinya itu… So eun yang melirik Hye sun merasa heran dengan ekspresi Hye sun saat menatap layar ponselnya “Heii, .. Goo Hye sun weo?..”

Hye sun langsung menghapus air matanya dan tersenyum menatap So eun , “Aniy..”

Terlihat So eun memiringkan kepalanya dan kembali melanjutkan obrolannya pada Eun Hye , ia tidak bertanya apa-apa lagi meskipun ia masih heran dengan prilaku Hye sun..

                        ^^^^^____^^^^^

“dimana eomma-mu? ..” tanya Min ho sambil meminum jus jeruk buatan Hye sun.

Tadi sepulang sekolah , Min ho menghampiri Hye sun dan ngotot ingin ke rumah gadis itu . Hye sun yang tadinya sempat menolak , .. akhirnya menyetujui permintaan Min ho setelah melihat ke seriusannya.

“Belum pulang .. “

“bukannya katamu setelah masalah itu ia selalu pulang secepat ..” Min ho meletakan jus itu di atas meja kemudian ia alihkan kembali pandangannya pada gadis di depannya.

“aku tidak peduli ..” Hye sun mengangkat bahunya sambil menatap Min ho cuek, meskipun mulutnya berkata begitu tapi sesungguhnya Min ho tahu kalau sebenarnya gadis itu ‘peduli’ . mata bundar bersinar itu tidak dapat berbohong atau pun berdusta seprti lidahnya. Mata itu masih memancarkan kesedihan dan kekecewaan meskipun sudah beberapa kali Hye sun berkata ia sudah melupakan semuanya .

Dengan sedikit tersenyum kecil Min ho berdiri dan berjalan menuju sofa di depan TV yang berukuran 32 inch yang berada tidak terlalu jauh dari ruang tamu tempat ia duduk tadi. Tanpa meminta persetujuan dari tuan rumah , Min ho mengambil remote dan menghidupkan TV tersebut ..  jemarinya memencet tombol bundar di sana dan terhenti pada sebuah stasiun TV yang menyiarkan acra musik.

Dari belakang Hye sun terus memperhatikan Min ho secara diam-diam , .. beberapa hari ini Hye sun memang sering memperhatikan Min ho. Dimatanya seolah hanya bayangan cowok itu yang dapat ia lihat . bahkan di tengah keramaian kelas dan kebisingan kantin ia sudah bisa langsung tahu dengan suara cowok itu . Hye sun merasa saat ini otoknya sudah terprogram sosoknya , .. bahkan kulitnya yang putih itu sudah bisa merasakan hawa panas yang di keluarkan oleh tubuh Min ho.

Hye sun tidak tahu kenapa , saat ini ia merasa bahwa hanya Min ho yang paling utama dari semua cowok , .. bahkan karena Min ho lah Hye sun sudah tidak peduli lagi dengan Wu chun .. cowok yang selama ini ia suka..

Biasanya saat Min ho balik memandangnya Hye sun langsung membuang muka ke arah lain , tapi tidak untuk saat ini. Akibat dari ke asikannya melamun Hye sun jadi tidak rifleks memalingkan mukanya saat Min ho balik menatapnya , .. ia malah jadi gugup dan salah tingkah sendiri.

“Weeo?? Belakangan ini kau sering sekali menatap ku!! ..”

“Jangan GR ya ..” hanya pembelaan itu yang dapat ia keluarkan dari mulutnya . ternyata rasa gugup membuatnya sulit untuk berkata-kata.

“siapa yang GR? ..” Min ho balik bertanya dan menatap Hye sun semakin lekat “barusan kau menatap ku sampai tidak berkedip , ..” sahutnya yakin tanpa tersirat keraguan sedikitpun..

Hye sun menggigit bibir bawahnya , .. alasan apa lagi yang harus ia karang buat menutupi perbuatannya barusan. saat ini tenggorokannya benar-benar tercekat , ia bahkan merasa sulit untuk menelan ludahnya sendiri .

“Ah-- aku tahu , .. jangan-jangan kau menyukaiku ya? ..” Min ho tersenyum bangga sambil menatap Hye sun senang . jari tunjuknya di angkat keatas sambil terus di goyang-goyangkan.

“..” Hye sun diam , selama ini ia tidak pernah berpikir sejauh itu . tapi mengapa perkataan Min ho barusan seolah menusuk ke hatinya . ingin rasanya ia menukas omongan tersebut , .. tapi sesuatu hal di hatinya berkata ‘Ne’ itu sebuah kebenaran ..

Tiba-tiba ada muncul sebuah perasaan takut di hati Hye sun, matanya yang tadi ceria kini sudah mulai berkaca-kaca. Dengan perlahan , Hye sun menundukan kepalanya dan mulai terisak saat ia menyadari suatu hal , .. yang selama ini tidak ia sadari .

Min ho mengerutkan alisnya merasa bingung atas perubahan sikap dan ekspresi Hye sun setelah ia berkata seperti itu. Ia langsung bangkit dan menghampiri Hye sun d tempatnya ..

“Sun-a , Weo ? .. kenapa kau menangis ? , ..” ucap Min ho sambil memegangi pundak gadis itu.

Hye sun tidak menjawab , ia malah menghindar dari pegangan Min ho .. Hye sun tahu kalau dia di sentu oleh Min ho ia benar-benar akan menangis , dan ia tidak mau Min ho tahu apa yang saat ini ia rasakan .

“sebaiknya kau pulang saja , .. tidak enak di lihat orang-- takutnya nanti mereka berpikir yang tidak-tidak .” Usir Hye sun halus dengan suaranya yang tercekat.

Min ho semakin bingung dengan gadis di depannya ini , dalam hitungan detik sifatnya bisa berubah. Setelah berpikir panjang Min ho tersenyum dan mengangguk kecil .. “Ne , .. kalau begitu aku pulang dulu .” ucapnya sambil kembali bangkit dan keluar dari rumah mewah tersebut.

Hye sun masih diam , tidak merespon sama sekali apa yang baru Min ho ucapkan. Sampai akhirnya cowok itu keluar dan pergi menjauh dari halaman rumahnya. Barulah gadis itu bangkit dan menatap kepergian Min ho lewat celah jendela rumahnya , ..

Hye sun terduduk sambil terus terisak dalam diam , menyadari kebodohannya yang menyukai lelaki yang sudah mempunyai pacar , .. ia sadar kalau semua ini di lanjutkan .. ia sama , sama seperti eommanya

**** 

   

sabarr papi ku