Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 48946 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 21, 26 June 2011
« Reply #1320 on: July 17, 2011, 09:58:31 am »
Spoiler ...



“Miane .. ,” lanjutmu sambil melirik sedikit lewat ekor mata. “Aku tidak bermaksud tidak mengindahkanmu—hanya saja, .. pekerjaanku yang baru dimulai di sana—membutuhkan waktu yang lebih banyak dari yang dikira .. “

“Untuk .. menelepon sebentar saja .., apa .. itu juga menghabiskan waktu mu .. ?” Aku mencoba memprotes lewat sanggahan yang teramat lemah dan terdengar tidak bertenaga itu. Kepalaku tertunduk—menyapu converse putih yang kupakai. Jari-jari kakiku bergerak-gerak gelisah dalam balutan sepatu tersebut.

“Jadi benar kau marah padaku?” tanyamu kembali dengan nada sedikit mengoda.

Aku mengangkat kepala perlahan. Kulihat kau sedang menatapku saat ini—Hanya sepersekian detik pandanganmu berpindah kembali ke jalan. “Miane." ujarmu halus. "Kau mau memaafkanku, kan?”

Aku tidak mampu menjawab. Apalah yang bisa kukatakan kalau kau sudah melontarkan pertanyaan yang dimaksudkan seakan memohon padaku ini?

“Aku tahu kau—“ lanjutmu dengan perhatian yang masih terpusat ke depan. “Kalaupun aku menghubungimu—kau malah akan semakin tidak konsen .. “

“Eh?!” Aku yakin wajahku sudah semburat merah saking jengahnya. Sekali lagi kau berhasil menebak pikiranku o.O

"Tapi kau juga tidak lebih baik dariku--" Nada menuduh tiba-tiba terlontar dari bibirmu.

Aku menoleh, .. membelalakan mata tidak mengerti.

"Kau juga belum menjelaskan hubungan kita pada Dongsae--" lanjutmu sambil menatapku lekat, .. seakan menegur ketidakberdayaanku yang satu ini. "Jadi, kita seri--"




Kau menghela nafas perlahan. Cappucino yang sudah dingin kau angkat dari balkon dan hirup sampai habis. Gelas yang sudah kosong kemudian kau jatuhkan ke dalam tong sampah yang tersedia dekat situ. Aku memajukan bibir ke depan—melirikmu ragu-ragu tanpa berani berucap apa-apa. Kau terlihat sedang disibukan dengan pikiran yang cukup ruwet, dan aku tidak berani menganggumu.

Dengan sangat pelan kau bergeser mendekatiku. Sepasang lengan kekar dan panjang tersebut tiba-tiba terjulur dan menekan kedua sisi pundak ku—menurun dengan gerak yang sangat lambat sampai menumpu di pinggir balkon. Aku terjepit ke balkon—di antara tubuh raksasamu yang mengukungku dari belakang dan pagar balkon yang berpilar jarang-jarang.

“Eh—a .. pa .. “ Pertanyaanku tercekat di tenggorokan.

Seperti tidak terjadi apa-apa, ... tubuh jangkungmu condong ke depan hingga dagu lancipmu mendarat dan menyandar di pundak ku—kau lalu mengangkat telunjuk ke atas. “Lihat—bintang—“

Aku mendongak dengan gugup. Desah nafasmu terasa begitu dekat di tenguk ku—menerpa-nerpa halus membuatku geli. Hingga aku melirik takut-takut.

“Ingat bintang itu?”

“Eh??!!” Aku beralih ke depan dan menatap linglung. Maklum saja—saat ini pikiranku sedang melayang. Mengambang-ngambang menembus awan--mengkhayalkan yang tidak-tidak.

Aku mendongak dan mengikuti arah telunjukmu. “Apa itu?” Aku balas bertanya.

“The Little Coward .. “

“Dhe?!” Aku mengalihkan perhatian dengan cepat padamu.

Kau menunduk dan menatapku, hingga pandangan kita bertemu dalam jarak yang sangat dekat. “Itu bintang yang sama .. ,” jawabmu pelan dan lirih. Sekali lagi desah nafas itu menerpa kulitku—kali ini di bagian muka, bukan lagi di tenguk seperti tadi. Tanpa sadar aku memejamkan mata dan menghirup aroma mint teramat kental yang terhembus dari hidung dan bibirmu—terutama dari kulit coklat bersih yang memberi kesan maskulin namun alami itu. “Bintang yang sama seperti yang kita lihat di pinggiran Han River .. “




Aku melangkah takut-takut dengan tangan yang bergayut ketat di lenganmu. Sesekali tubuhku mengejang. Suara desisan halus tersebut terdengar lagi. Aku memejamkan mata rapat-rapat, dan tanpa ragu-ragu membenamkan kepalaku dalam-dalam di dadamu.

Aroma mint yang sangat kental dan menenangkan langsung menerpa hidungku. Aku menghirupnya dalam-dalam. Tiba-tiba saja kaki ku terantuk sesuatu, .. keseimbanganku hilang, dan aku hampir ambruk ke lantai.

"AKHHH!!" Kurasakan sepasang tangan yang sangat kekar menarik ku berdiri.

"Gwencana?" Kau bertanya dalam kegelapan.

Aku mengangguk. Sekujur tubuhku bergetar hebat. "N ...e ... "

Lalu kurasakan tanganmu menekan kedua pundak ku. "Duduklah di sini. Ingat--Jangan bergerak, dan jangan kemana-mana. Aku akan mencari dahan-dahan kering yang bisa dipakai untuk membuat api unggun .. "

Aku mengangguk kembali--sangat pelan dan tidak menimbulkan suara.

"Kau mendengarku, Hyesun-a?"

"N .. e .. ," aku mendesah lirih.

"Bagus .. " Tertangkap samar oleh pandanganku--lewat cahaya buram bintang-bintang yang jatuh dari pintu yang dibiarkan terbuka, bayang-bayang tubuhmu berdiri dari posisi bungkuk.
« Last Edit: July 17, 2011, 10:50:08 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun