Author Topic: mr.popular! you make me jealous...Chapter 7 (21 juli 2011)  (Read 21559 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
*******


3 hari kemudian....


Ting tong!!

"Nee chakamannyeooooooo..." Aku segera berlari untuk melihat siapa yang datang.

Alisku terangkat begitu melihat dari layar CCTV.. Seorang ajussi berpenampilan seperti selesman.

"Dhugu?"

"POS!!" Ajussi itu tersenyum sembari mengangkat amplop cokelat berukuran cukup besar

Akhirnya aku membukakan pintu untuknya.

"Ini nona.. Mohon tanda terimanya." Ajussi itu menyodorkanku amplop dan bukti untuk ku tanda tangani

"Nee kamsamnidhaa..."


*******

Kakiku melangkah ke ruang tamu untuk membuka isi amplop ini

"Pos untukku? Apa dari appa? Ah anhi ia bahkan tidak berkata apapun akan mengirimi pos."

Akhirnya setelah penuh pertimbangan sebentar amplop cokelat itu mulai ku buka perlahan...

1
2
3
4 menit kemudian..

SELAMAT KEPADA :
Nama : goo hye sun

Anda telah berhasil memenangkan  untuk iklan kosmetik 'danahan' dengan kontrak selama 6 bulan.
Hadiah akan dikirim setelah penandatangan kontrak.  

"MWOOOOOO?!?!?!?!?!?!?!" Mataku terbelak lebar tak percaya. Bagaimana mungkin?? Aku pun bahkan tak merasa mengirim data diri!!

Masih belum sadar dari keterkejutan tiba tiba ponselku berdering..

"Shinhye"

"Yobseyeo?"

"HYE SUN-AAA CHUKAE!!!!!" Shinhye menjerit kesenangan di sebrang

Aku segera menjauhkan radius 30 cm ponsel dari telinga,"mwo? Chukae???"

"Nee!! Apa kau sudah menerima pos? Yaaaa!! Kau memenangkan untuk iklan danahan! Chukaeeeeeee!!" Seru shinhye semakin bersemangat

"Mwo? Bagaimana kau bisa tau??" Aku semakin tak mengerti dengan ini

"Bagaimana aku bisa tidak tau?berita ini tertulis di majalah mingguan hye sun. Data diri dan fotomu itu aku yang mengirimnya! Aaaaa aku tau akan jadi begini! Chukae hye sun-a bahkan mobil pun sudah di depan mata!!!" Shinhye mengaku tanpa rasa bersalah

"MWOOO??!! YAAAA!!! KIM SHINHYE!!!!!!!!!"




************


Dikediaman shinhye..


"Darimana kau bisa mendapatkan alamat baruku?"

"Dari TU di kampus.."

"Mengapa kau lakukan ini?" Introgasiku dengan mimik serius di kamarnya

Shinhye menatapku takut,"tentu saja demimu"

"Mwo? Demi aku?"

Shinhye mengangguk," hu um. Bukankah begini sangat baik? Kau bisa terjun di dunia entertain mengikuti minho. Ini sangat bagus untuk hubungan kalian hye sun-a"

"Lalu apa maksudmu dengan mobil?"

Wajah shinhye berubah gugup,"mo..mobil itu hadiah jika berhasil menjadi pemenangnya..."

"Mworagu? Jadi demi hubunganku dan minho atau mobil hoh?"

"Arasseo arasseo!! Dua duanya.."Akhirnya shinhye tidak kuasa untuk tak jujur padaku..,"yaa! Lagipula ini sangat bagus hye sun-a! Kau tak akan rugi"

Emosiku meningkat mendengarnya,"tapi itu sebelum.."

Shinhye menanti kelanjutan dari perkataanku,"sebelum mwo?"

"Sebelum...."

"Ah bagaimana ini? Haruskah shinhye tau mengenai statusku sekarang? Tapi jika ia tau apa akan aman??aaaa..bagaimanaaaaaaaaaaaaaaaa" begitu perang batinku sekarang. Sangat frustasi sekali.

"Yaa!! Sebelum mwo???" Tanya shinhye kembali lebih tidak bersabar

"Shinhye-a..."

"Nee?"

"Ada yang ingin kuberi tau padamu.."

"Mwonte?"

"Sebenarnya aku..."

"Yaa?"

"Akhhhhh!!!" belum mengatakannya saja lidahku sudah kelu duluan

"Yaaa!! Kau ini mau bicara apa sih! Kenapa setengah setengah terus hoh?" Shinhye mulai tak bisa bersabar padaku

"Yaa jika kuberitau apa kau mau berjanji padaku untuk tidak memberitahu pada siapapun?"

"Kau fikir sudah berapa lama kita berteman hoh? Aku bahkan tidak pernah mengkhianatimu"

Mendengar jawaban shinhye sedikit aku bisa bernafas lega.

"Jadi apa yang mau kau katakan padaku?"Tanya shinhye sekali lagi

"aku sudah menikah dengan minho" ucapku dengan ritme cepat bahkan hampir tidak menyerupai kalimat saking terlalu cepatnya

Shinye diam untuk beberapa detik sebelum ia mengedipkan mata berkali kali mencoba mempercayai apa yang kukatakan barusan padanya.

Merasa tak tahan melihat tampangnya yang terasa menyebalkan aku pun menepuk sedikit kuat pundaknya. "Yaaa!! Sadarlaaaaahh.."

"Y..yaa goo hye sun. Kau bercanda kan?" Tanya shinhye meyakinkan diri sendiri

Aku menggeleng yakin," anhi..sungguh aku sudah menikah.."

"COUNGMALYEO ???? WEEYEO?????" Histeris shinhye terasa seperti tersangka yang tak bersalah menurutku.

"Bisakah kau biasa saja?" Akhirnya kukeluarkan juga kata kata ini

"Bagaimana bisa aku biasa saja sementara ini berita yang begitu heboh dan sulit dipercaya hye sun-a!!" Gemas shinhye melemparkan bantal kodok kesayangannya tepat di wajahku

"Arasseo.. Tapi memang minho sudah menikahiku sebulan yang lalu. Yaa apa kau tau? Aku pun yang dinikahinya kadang masih belum bisa percaya!"

"Tapi wee? Tidak bisa dipercayaaaa..setauku minho cuek padamu. Bahkan lebih tepatnya saat pacaran kau lebih mirip sebagai kekasih yang tak dianggap. Dan lagi yang terpenting minho itu aktor yang sangat naik daun sekarang. Jika pernikahan kalian terbongkar maka tamatlah sudah hye sun" ingat shinhye memasang mimik serius penuh kekhawatiran

"Itu pun aku sudah tau.. Tapi aku bisa apa. Jika tidak ada yang menikahiku appa akan memaksaku pindah ke amerika.." Desahku sedih mendengar shinhye berkata hal yang paling kutakuti untuk hidupku sekarang

"Amerika??"

Akhirnya aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku sampai akhirnya aku bisa menikah dengan minho.. Butuh waktu 30 menit untuk menceritakan dan butuh 10 menit bagi shinhye untuk memahami keadaanku.

"Jadi kau sekarang sudah benar menjadi ny.lee?"

Aku mengangguk terharu..selain keluargaku dan minho yang tau sekarang ditambah shinhye sahabatku.."Nee..aku sangat bahagia sekarang.."

"Aaaah sangat tak bisa kupercayaaa..hye sun-a! Berarti margamu berubah menjadi lee? Lee hye sun??"

Mendengar shinhye blak blakkan begini aku tak kuasa menahan malu..entah kenapa perubahan marga ini masih terdengar asing namun membuat jantungku berdesir bahagia..

"Wee?? Malu ya nyonya lee?" Goda shinhye dengan mengedipkan sebelah mata

"Tentu.. Heii apa kau tau? Hanya kau! Hanya kau yang tau mengenai status baruku setelah orang tuaku dan minho tentunya.."

Shinhye mengangguk mengerti,"oooo..choaaa????"

"Nee! Nomu choaaa..hehhe..."

"Mianhae..aku bahkan tidak memberimu hadiah dihari pernikahanmu.." Sesal shinhye sedih menatapku

Aku tersenyum haru atas perhatiannya," gwenchana..asal kau menerima pernikahanku itu sudah lebih dari sebuah hadiah"

"AH!! Lalu bagaimana dengan danahan hoh?!" Shinhye memutar kembali ke permasalahan kami

Mendengarnya hati yang tadi hangat kembali mendidih panik," omo!! Hampir lupa..hyaaa..bagaimanakah??"

"Aiiiishh..terima saja! Kesempatan seperti ini tidak akan terjadi dua kali hye sun-a.."

Aku diam mendengar pendapat shinhye.."Hmm..bagaimanapun aku tidak bisa memutuskan sendiri shinhye-a..sekarang aku seorang istri, jadi apapun yang berhubungan denganku harus kurundingkan dulu dengan suamiku."

"Hye sun-a...kau bicara begitu mirip seperti istri sungguhan!" Shinhye terpana melihatku

"Yaa!! Mirip mwo? Aku memang seorang istri sungguhan tau! Ciiiihh.."

"Hahahahaha.. Arasseo arasseo.. Memang lebih baik kau harus merundingkan dengan suamimu tapi ingat hye sun-a tidak ada lagi kesempatan kedua! Inilah saatnya kau tunjukkan pesonamu.."



******
Diperjalanan pulang..


"Iklan? Aku? Demi tuhan aku sangat tertarik hanya saja aku takut..takut jika aku memutuskan untuk menerima nanti hal ini malah membuat hubunganku dengan minho menjadi hancur.. Apa minho akan menyetujuinya? Atau bahkan menentangnya? Aku sama sekali tidak mengerti.." Batinku terus bergelut tak berhenti memikirkannya..


******



Sesampainya diapartemen..

Sudah tiga jam aku pulang namun aku masih belum berani untuk berdiskusi dengan minho dan lagi situasinya belum memungkinkan jika melihat betapa sibuknya minho sekali dengan latpop dan lembaran kertas polio yang aku sama sekali tak tau itu apa...

"Minhossi..."

"Hmmm?"

merasa dicueki dengan sabar aku kembali memanggil suamiku dengan ritme lebih terdengar manis,"minhossiiiiiii...."

Dan ternyata jawaban,"hmmm?"Tak mampu mengalahkan suara manisku ketimbang 3 lembar kertas ukuran polio yang ia geluti..begitu serius membaca membuatku sebal.

Akhirnya hampir menyerah aku mengambil nafas untuk memanggilnya dengan sebutan...," EHEM!!! Shopangniiiiiiiiim...."Desahku manja sembari melancarkan serangan puppy eyes penuh pengharapan darinya

BERHASIL!!
Wajah yang tadi terfokus pada lembaran kertas itu menoleh kepadaku. Ia tersenyum sekilas...

"Shopangnim?" Ulangnya ah lebih tepatnya dengan wajah mengejek untuk mencandaiku

"Nee shopangnim! Wee?? Salah?? Sidho??" Tanyaku berulang menutupi rasa malu yang teramat tapi tidak menyesal sedikitpun

Minho menggeleng pelan," pertama kali.."

"Mwo?"

Kedua tangan minho menyentuh pipiku..menatapku dengan pandangan mesra dan dalam..membuat siapa saja yang di tatap akan meleleh oleh sinarnya yang panas dan menusuk menjadi sesak oleh debaran tak berirama..,"ini pertama kalinya kau mengakuiku sebagai suamimu..."

Tak kuat ditatap begitu dengan cepat aku menghambur memeluknya..memeluk erat leher itu tanpa memberi celah sedikitpun. Detak jantung kami terasa saling bersahutan saking kupeluk begitu erat seakan dan seolah aku akan kehilangan..

"Ukh.. Yaa! Kau mau membunuh suamimu ya ny.lee!" Tegur minho berusaha meregangkan pelukku di tubuhnya

"Sidho!" Tolakku mentah mentah tak peduli

Akhirnya minho berhenti..mendesah pelan dengan tangan membelai lembut kepalaku,"wee? Hari ini kau sangat manja.."

Aku menggeleng pelan," molla..."

"Coungmal?"

"Nee...hanya saja aku merasa akan kehilangan.."

Spontan minho menatapku penuh pertanyaan," mwo?"

"Mulai besok kau akan sibuk syuting..membayar waktu cutimu dengan pekerjaan yang menumpuk tertunda..intensitas bertemu kita pasti sangat jarang.."

Minho mengacak rambutku begitu mendengar penjelasanku," jangan sedih...akan selalu ada waktu untukmu.."

"Jinja???"

"Mungkin 5 bulan ini memang akan menjadi sangat sibuk sebab setelah syuting iklan dan fans meeting kemungkinan aku akan confrim dalam drama terbaruku..dan kau tau kenapa aku begitu sibuk hari ini tak memperhatikanmu? Karna kyu hyung belum lama mengirimku fax mengenai sinopsis drama terbaruku jadi aku harus membaca detail"

"Nee?" Aku syok sekali mendengarnya. Bagiku 5 bulan bukan waktu yang sebentar

PING!!
Tiba tiba masuk satu permintaan webcam di laptop minho..minho pun teralihkan dan menge-cek siapa yang mengajaknya ber-webcam

"Dhugu?"

"Yoon eun hye"

"Mwo??"

"Hye sun-a bisakah kau duduk di depanku? Sepertinya ada hal penting.." Tegur minho menyuruhku menjauh agar aku tak terlihat saat ia berwebcam

"Kenapa tiba tiba hoh?" Dengusku sebal

"aaahh apa aku belum memberitahumu? Eun hye adalah partnerku untuk iklan kosmetik bloosom..." Jelas minho dengan ekspresi datar

"NEE??"

"Auuushh jangan bertanya lagi. Aku harus menerima permintaan ini hye sun-a..chakaman."

Akhirnya aku mengalah berpindah tempat di depannya.. Tentu saja muka gembungku tak mampu kutahan lagi menandakan bahwa aku sedang marah..aku melihat minho sebal yang sedang mengenakan headset..

"Anyonghaseyeo!!" Ucap minho dan tersenyum manis

Apa apaan ini........

"Mwo?ah.. Anhi, aku sedang istirahat saja.."

Sebenarnya apa yang ditanyakan eunhye..aku sama sekali tidak mendengarnya karna earphone itu!

"Nee? Sudah..aku sudah makan. Kau sudah makan malam?"

Mwo?? Apa harus juga bertanya mengenai MAKAN?? Apa ini termasuk bagian dari pekerjaan?? Yaiiiiissssh! Aku mulai geram..

"Nee? Ah..arasseo minggu depan aku akan menyiapkan diri untuk iklan ini..mwo? Hahahaha..gwenchana. Aku pasti bisa melakukannya dengan baik! Tidak perlu khawatir..." Balas minho

Raaaawrrr..
Bagaimana mungkin seorang suami bisa tersenyum manis dengan gadis lain di depan istrinya sendiri?

Aku mengamati mereka dengan penuh kemarahan..dan entah kenapa tiba tiba aku mempunyai fikiran untuk menyanyi..

"EHEM!!! Aku butuh perhatiaan..tapi tak kau hiraukaaan.. Aku butuh kasih sayaaang..tapi tak kau berikaaaan.." Begitu suaraku menyanyi. Tak peduli suaraku terdengar aneh yang jelas aku sangat sebal dengan minho!

Aku sedikit melirik minho. Matanya terbelak menatapku..dan aku pun menjulurkan lidah tak peduli..

Suamiku gelagapan di depan layar laptop. Dari reaksinya aku tau kenapa. Pasti eunhye mempertanyakan lagu yang kunyanyikan!!

"Mwo? Ahhh..I..itu..itu su..suara..su..suara ah!!! Suara sepupuku!! Mianhae ia memang suka menyanyi tak jelas..hah..hahahaha..."Dusta minho

Mendengar jawabannya aku semakin geram dan semakin aku liar menyanyiii..,"aku mau di manja-manjaaaa..tapi kamu cuek cuek ajaaaa...!!! aku bete sama kamu! Aku sebel sama kamu! Aku keki sama kamu! Aku bete bete bete!!"

Ekspresi minho makin tak terselamatkan menatapku kembali..kali ini mulutnya menganga lebar,"yaaaaa!" Tegurnya

Namun tak lama ia kembali menatap layar laptopnya,"mwo? Ah nee.. Ia memang kalau sedang patah hati ini! Makanya bernyanyi begitu..hehhe.." Kekeh minho menutupi

Reaksi macam apa itu? Aku semakin tak tahan melihatnya!! dengan sebal tingkat akut aku pun bangkit menghindari pemandangan yang menyakitkan ini..dan tentu sambil menyanyi di bait lagu terakhir.

"Aku bete dicuekin! Aku sebel dibiarin! Aku keki dianggurin! Aku BETE BETE BETEEEEE!!!! Braaakk!!" Pintu kamar sukses menjadi pelampiasanku

"Omo!!" Itu kalimat yang kudengar terakhir dari minho saat pintu kamar yang ku tutup penuh emosi


*******

"Auuuushh!! Kenapa aku bisa bersikap memalukan begini hoh??aaaaaaarrrrggghh!! Goo hye sun!! Harusnya kau tau dunia suamimu memang dikelilingi oleh gadi gadis cantik! Kau harusnya memahami ini!!! Kau memang bodooooooohhhhhhh....!!!" Aku memaki diriku sendiri. Kepalaku habis kupukul dan rambutku sudah menyerupai singa karna kelakuan tanganku yang mengacak gemas!

"Tapi... Aku tak sanggup menahan rasa cemburu ini..coungmal.."

Samar samar aku mendengar suara langkah kaki minho menuju kamar.. Cepat-cepat kubetulkan rambutku yang berantakan dan membenahi wajah kusutku sebelum dilihat olehnya

"Hei agasshi yang disana.." Tegur minho di depan pintu melihatku yang membelakanginya

"Wee?" Jawabku seolah tak peduli

Samar minho terkekeh. Aku bisa mendengarnya walapun pelan sekali.

"Choa??"

"Mwo?" Minho berjalan mendekatiku


"Nee? Sudah..aku sudah makan. Kau sudah makan malam?" Aku meniru kembali kalimat percakapan minho dengan eunhye. tentu saja dengan nada lebih manis atau tepatnya mengejek

"Hehhe.." Minho terkekeh mendengarnya..ia segera mengambil pundakku dan memutarnya agar kami bisa saling berhadapan..menatapku dengan pandangan sinar tajam dan senyum menggodaku

"Wee?" Jawabku ketus seraya memalingkan wajah menghindari tatapannya

"Wee mwo? Cemburu?" Tanya minho dekat sekali dengan wajahku yang menileh kesembarang arah

Mendengar itu spontan aku menatapnya,"aku tidak..ukhh"

Minho mengunci mulutku dengan menciumku agar tidak berkata lebih lanjut..selalu begini tiap kali ia mencium bibirku. bibir minho terasa sangat hangat menyentuh bibirku..menyesap lembut seirama dengan lumatan yang kubalas seiring gerakan bibirnya..

Beberapa menit kemudian minho melepasku untuk memberi kesempatanku menghirup udara.

"Yaa..bukankah kau bilang aku ini sepupumu?mana boleh mencium sepupumu sendiri" sindirku masih sedikit sebal

"Aku bete dicuekin. Aku sebel dibiarin. Aku keki dianggurin. Aku bete bete bete!" Ia bernyanyi mengikutiku tadi waktu cemburu melihatnya ber-webcame dengan eunhye

Bruuuuuuusssshhh
Wajahku langsung memerah padam! Bagaimana bisa ia membalasku begini? Tidak adil!!

"Y..yaaa!!"

"Hehhe..bagaimana bisa kau punya fikiran menyanyi lagu itu hoh?" Tanya minho penasaran

Aku menggeleng menahan malu,"anhii..."

"Tidak mau memberitahuku? Arasseo!!" Minho pura pura mengekspresikan wajah marahnya

"Ah arasseo! Itu lagu remix yang sering didengar shinhye. Saat melihatmu tadi entah kenapa lagu itu terbesit di otakku! Bukankah mirip dengan nasibku hah?"

Minho menjitak jidatku gemas,"pabo!!"

"Habis kalian berdua tadi akrab sekali.."

Minho menyadari ketakutan dan kekhawatiranku..tangan hangat itu kembali menyentuh pipiku..perlahan tapi pasti wajahnya semakin mendekatiku..aku pun menyambut dengan menutup kedua mataku..dikecupnya keningku penuh kelembutan dan dalam..

"Jangan sedih...karna segalanya akan baik baik saja. Arasseo?"

Air mata tak mampu kutahan akhirnya jatuh juga dari pelupuk mata..," arasseo shopangnim!!" Aku tertawa sambil terisak. Minho segera menghapus sisa air mata di pipiku lalu kembali memelukku..

"Tapi minhossi..."

"Nee?"

Aku menatap minho ragu," sebenarnya ada yang ingin kudiskusikan denganmu..."

"Mwonte?"

"Ca..cakaman!" Aku segera berdiri menuju laci meja untuk mengambil surat yang kuterima tadi siang..minho memperhatikanku dengan tanda tanya

"Ini..."

Minho mengulurkan tangan menyambut kertas yang kuberikan..

Dadaku sangat bergemuruh..menanti keputusan minho untukku. Entah apa yang akan ia katakan. Setuju? Atau tidak? Aku tak bisa memprediksinya..

Minho meremas gemas kertas yang ia pegang setelah membacanya detail..

Jantungku semakin kuat berdetak! Sudah pasti ia tidak akan setuju melihat betapa gemasnya kertas itu diremas!!

"Otte??" Tanyaku takut. Sebab minho tak berkata sedikitpun..

Minho menatapku tajam,"ANTWEE!!!!!!!!!"



End of chapt
*****---*****
« Last Edit: July 21, 2011, 05:33:14 am by mrs. Lee Min Ho »