Author Topic: NEVER SAY LOVE YOU...~Chapter 5/part 2 10 Desember 2O11~  (Read 10817 times)

Offline apri minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 149
    • View Profile
Hay..hay...aku update sekarang ya,niatnya nunggu panjang tapi ko kayaknya malah kelamaan. [smiley-dance013] [smiley-dance013]
Jadi mian bila chapter ini endak memuaskan ya... [lovestruck]
Thanks to Guman Primita buat bannernya  [lovestruck] [lovestruck]










Hye Sun terpaku,hanya mampu berdiri mematung melihat Minho merengkuh--memeluk tubuh seorang wanita yang belum pernah ia temu sebelumnya.


"Noona--ya mungkin itu noona Minho"batin Hye Sun dan seketika bantahan itu datang"Bukan!!--Minho anak tunggal dan ia tidak mungkin memiliki seorang noona"


"Lalu Siapa?!" hanya pertanyaan itu yang berkecamuk dalam batin Hye Sun.



Pelukan Minho mulai mengendur--menyadari hal itu segera Hye Sun membenamkan tubuhnya menyembunyikan keberadaannya disebuah sekat dinding.Terdiam dan mencoba mendengarkan perbincangan Minho.


Minho menatap wajah Ga In yang tertunduk sendu.Dengan ibu jarinya Min o menghapus bulir-bulir air mata di kedua pipi Ga In.


"Ya--Lihat kau jelek sekali saat menangis" goda Minho terkekeh--mengetok lembut jidat Ga In.


"Bo?!apa yang kau bilang!"


"Kau!--kau jelek sekali saat menangis Ga In-ah"


"Ya!!Diam Minho-a berhenti meledekku!" mulai jengkel Ga In menghempaskan pukulan-pukulan kebahu Minho--sambil memonyongkan bibirnya memprotes perkataan Minho.


"Yaishh--Hentikan!itu kenyataan" tawa Minho pecah--"Hentikan Ga In-ah" Minho menangkis-nangkis pukulan Ga In."Ya!!"


Keduanya sama sekali tidak menyadari sosok Hye Sun yang memperhatikan mereka.Dengan ragu-ragu Hye Sun memutar kepala--melihat kearah Minho dan Ga In berada.





"Senyum itu--tawa itu,yang aku lihat hanya diberikan Minho untuk ibunya...kini aku lihat lagi--" Batin Hye Sun yang mulai memejamkan mata dan kembali menekan tubunya lebih dalam kedinding dimana kini ia bersembunyi.



Membuka mata lebar-lebar Hye Sun mulai tersadar.


"Ya!!Hye Su-ah apa yang kau lakukan--kau hanya seperti orang bodoh jika masih tetap berada disini--PERGI!!" batin Hye Sun mulai menadarkanya.


"Ne--aku harus pergi!" mempererat remasan gagang keranjang buah yang dibawanya--kemudian meletakkan keranjang tesebut disebuah meja kecil tak jau dari tempat Hye Sun berdiri.



Hye Sun segera berlari--memegang dada yang mulai terasa tak karuan.Matanya mulai terasa pedih dan memerah.



"Ya!Hentikan Ga In-ah"


"Shiro!!" Ga In masih terus memberikan pukulan bertubi-tubi kepada Minho.


DAN...


"Aaaao!" teriak Ga In,menghentikan pukulannya.Jemari telunjuk Ga In kembali mengeluarkan darah.


"Aishh--lihat jarimu" Minho memonyongkan kembali bibirnya menarik lembut tangan Ga In,melihat dengan seksama luka dijari telunjuk Ga In.




"Hey--Gwencana,ini hanya luka kecil--jangan memasang wajah khawatir berlebihan seperti itu--"


"Bo?!--kau selalu meremehkan sesuatu...diam...duduk dan aku akan mengambilkan obat untuk lukamu"


"Ok--ok--" Ga In segera menjatuhkan diri--duduk disebuah kursi sembari melihat luka dijemari tanganya.


"Luka  ini tak seberapa dibandingkan dengan luka hatiku Minho-a" batin Ga In kembali tertunduk sendu.




-=Never Say Love You=-




Brukk--


"Mianheyo--jeongmal mianheyo..." Hye Sun membungkukan badan dan mengucap berulang-ulang kata maaf saat tak senaja menabrak tubuh seseorang.Tanpa melihat bahkan membantunya berdiri.Hye Sun kembali berlari meninggalkannya begitu saja.


"Ya!--Agashi!Ya!" teriak Seung Hyun yang mencoba berdiri"Yaishh--" menepuk-nepuk beberapa bagian bajunya yang kotor--menolehkan kepala,melihat punggung gadis yang menabraknya semakin menjauh--lenyap diambang pintu kediaman Lee.


-=Never Say Love You=-



Entah telah berapa jauh Hye Sun berlari,nafasnya mulai tersengal-sengal.Hye Sun memjatuhkan diri duduk disalah satu bangku.Hye Sun kini berada disebuah taman kecil tidak seberapa jauh dari kediaman Lee.


Hye Sun mengambil nafas dalam-dalam.Air mata yang sedari tadi tertahan akhinya tak mampu terbendung juga.


"Eh--" Hye Sun tersentak--terkejut saat merasakan tetesan air mata mengalir dikedua pipinya.


Menertawakan dirinya sendiri--hal itu yang kini dilakukan Hye Sun.Dirasakannya kini--dada itu terasa sesak saat terbersit kembali bayangan Minho dengan Ga In.





Goo Hye Sun pov


Sakit--dadaku terasa sakit...


Ya!--ada apa dengan diriku kini...


Mengapa terasa begitu menyakitkan...


Siapa wanita yang bersama Minho--Kekasihnya?!


Entahlah--lalu kau anggap perjodohan apa perjodohan ini...


Permainan?!hanya sebuah permainan--kenapa kau tidak menolaknya jika telah ada DIA..


Dan kini ada AKU--KAU DAN DIA--


-=Never Say Love You=-



Min Ho dengan hati-hati membalut luka Ga In--


"Waeyo" tegur Seung Hyun saat melihat keduanya


"Aniyo--Seung Hyun-ah hanya luka kecil terkena sepihan pecahan piring" Gain mengibas-ngiaskan salah satu tangannya menjelaskan perihal luka dijarinya.


"Lihat-lihat apa ini" Seung Hyu kemudian terkekeh melihat muka Min Ho yang terlalu serius mengobati luka Ga In.


"Mwoya" tanya Minho


"Aniyo--hanya membenarkan pepatah bahwa terkadang kenyataan tidak saama dengan apa yang terlihat oleh mata--"


"Bo?!" celetuk Min Ho


"Ne--Orang mungkin akan berfikir--kalian sepasang kekasih..MUNGKIN" jelas Seung Hyum mengangkat kedua tangan dengan keduan jemarinya membentuk tanda petik.



"He?!" Minho  memasang teramat serius saat mendengar perkataan sahabatnya tersebut.




"Lupakan---anggap aku hanya bercanda.Ya,Min Ho-a--tadi ada seorang gadis tidak senaja menabrakku saat aku hendak kemari"


"Bo?!"


"Ne--tapi aku belum pernah melihat dia sebelumnya,dan--" Seung Hyun berdiri,berjalan kearah meja dibalik dinding pembatas dapur--mengambil sesuatu..


"Ini--"



-=Never Say Loe You=-


"Nuguya--"ucap Minho disela lamunannya."Seorang gadis--siapa yang Seung Hyun maksudkan" hanya pertanyaan itu yang kini ada dalam benaknya.


Dan---


Kringg--Kring--Kring--


Sebuah dering telepon membuyarkan lamunan Minho


"Biar aku yang mengangkatnya" tukas Minho saat salah satu pembantunya hendak menerima panggilan tersebut.


"Ne--doronim"


Minho beranjak dari tempat duduknya--


"Yeoboseo"


"Annyeong--apa saya berbicara dengan Minho-a" suara dari sebrang panggilan terdengar sangat gelisah


"Ne--ini saya Minho"


"Minho-a,ini bibi Goo"


"Ne--ada apa bibi Goo--adakah yang bisa saya bantu"




"Aniyo Minho-a,bibi hanya ingin menanyakan--apakah Hye Sun-ah masih berada disana?sejak tadi pagi ia berpamitan pergi kesana akan tetapi sampai saat ini ia belum pulang.Bibi hanya memastikan keberadaannya"



"HYE SUN--GADIS YANG MENAMBARK SEUNG HYUN ADALAH GOO HYE SUN" batin Minho


Hening tidak ada jawaban terucap dari Minho.


"Ya--Minho-a apa kau masih mendengarkan bibi?"


"Minho-a--a" mrs.Goo memanggil beberapa kali namun masih belum ada jawaban dari Minho.


"Minho-a?!"


"Ne--Hye Sun masih disini--" dusta Minho


"Syukurlah"ucap mrs.Goo menghela nafas panjang--lega mengetahui keberadaan putrinya tersebut.


"Aku--aku akan memintanya untuk segera pulang" ucap Minho agak terbata-bata


"Aniyo--jangan Minho-a,bibi hanya memastikan keberadaan anak itu--baiklah Minho-a--gomawo..Mianheyo jika ia merepotkanmu"


"Ne--gwencana bibi"


"Baiklah--annyeong jumuseyo"


mrs.Goo mengakhiri panggilan telepon dengan hati tenang--berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Minho


"Ulah apa lagi yang dilakukan oleh gadis manja itu"


-= Never Say Love You=-



Malam semakin larut sudah satu jam Minho berkeliling mencari dimana keberadaan Hye Sun.


"KENYATAAN TERKADANG TIDAK SAMA DENGAN APA YANG TERLIHAT OLEH MATA"  perkataan Seung Hyun kembali terngiang diteliga Minho


"Ya!!lalu apa yang gadis itu fikirkan??"


CRITTTT....


"Ya!!" karena lamunanya,Minho sama sekali tidak menyadari lampu lalu lintas didepanya berubah merah.


"Gadis itu melihat aku dan Ga In--lalu dia--Yaishh wanita memang benar-benar merepotkan" Minho meremas gagang kemudi dengan agak memalingkan kepalanya kearah samping dan--





Dara--Minho melihat sosok Dara yang pernah ia lihat disepan kediaman Goo saat mengantar Hye Sun.


"Dia--"Alis Minho sedikit berkerut saat mendapati siapa yang ada didalam mabil disampingnya tersebut.


Lampu merah berubah hijau--


Mobil Dara telah melaju lebih dulu,Minho menekan keras klakson mobilnya agar mobil di depannya segera melaju.


"Yaish--" umpat Minho,dengan kecepatan maksimum Minho mengejar mobil Dara.


-=Never Say Love You=-


"Ya!Hye Su-ah bangun" Dara mengoncang tubuh dan menepuk-nepuk pipi Hye Sun mencoba menyadarkanya.


"Pemisi Agashi" tegur salah satu pelayan bar.


"Ne--" Dara menoleh dan mengulurkan tangan saat pelayan bar tersebut menyerahkan ponsel dan secari kertas bon pembayaran.


"Dia terlalu banyak minum agashi--kami telah mencoba menasihatinya akan tetapi sama sekali tidak didengarnya--dalam keadaan mengigau dia selalu menyabut nama --LEE MIN HO BRENGSEK--ya itu yang dari tadi ia igaukan"


"Bo?!Lee Min Ho"


"Ne--saat pertama kali orang yang ingin kami hubungi adalah tun Lee Min Ho.Akan tetapi tidak ada nama tersebut diphonr book ponselnya--jadi kami menghubungi orang terakhir yang aghasi ini hubungi yaitu anda"


"Gwencana--gomawoyo telah menghubungiku--jadi dimana aku harus membayar ini??"


"Mari ikut dengan saya"


Dara meninggalkan Hye Sun dan mengikuti pelayan bar untuk membayar semua minuman yang telah dihabiskan Hye Sun.




~~~~


Minho segera memarkirkan mobil--disamping mobil Dara yang ia buntuti sejak pemberhetian lampu merah.Dengan langkah memburu,Minho memasuki bar.


Malam semakin larut--semakin riuh pula hentakan musik dan teriakan di dalam bar,mengiringi gerakan-gerakan pengunjung di lantai dansa bar.Semuanya meluapkan apa yang ada dalam jiwanya.


Mata Minho menyipit--menelusuri seluruh sujud bar--dan pandanganya terhenti saat mendapati sosok Hye Sun.Minho segera menghampiri Hye Sun.


"Ya!!" Dengan satu tarikan Minho mengambil botol bir yang Hye Sun coba menggapai-gapai botol itu hendak meminumnya.


"Yaissh--apa yang kau lalukan,berikan botol itu" Hye Sun masih mencoba merah botol bir tersebut...mengankat kepalanya dengan agak berat melihat wajah orang yang ada didepanya.


"Minho-a" Mata Hye Sun terbelalak saat melihat siapa yang ada didepannya.


"Ya--anak kecil sepertimu tidak cocok berada ditempat seperti ini--harusnya kau belajar atau bahkan mungkin sudag tidur manis dirumah"


"Itu--itu bukan urusanmu" bentak Hye Sun.


"Bo?!ini--ini akan menjadi urusanku karena kau pergi dari rumah ijin dengan ibumu ke rumahku--arraseo" Dengan bimbang Minho mengucapkan kata gak tidak berkesan menghawatirkan Hye Sun.


"Mwoya--" Hye Sun tertawa kecut mendengar apa perkataan Hye Sun---"Kau--kau dengarkan aku--kau bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa bagiku,jadi sekali lagi ku ucapkan itu bukan urusanmu"

"Ya!! pulang ku bilang--atau aku harus menyeretmu keluar agar kau mau pulang" Minho mengenggam pergelangan Hye Sun mencoba membuatnya berdiri dan mengajaknya beranjak pulang.


"ANDWEE!!--lepaskan!!" Hye Sun meronta menarik tangan,mencoba melepas genggaman tangan Minho.

Minho tetap mengenggam,dan menarik tangan Hye Sun--tanpa memperdulikan rintihan dan teriakan Hye Sun yang meminta untuk dilepaskan.

"Yaishh--kau"

Dengan satu tarikan,Minho mengakat tubuh Hye Sun di atas bahunya.




"Ya!!" Hye Sun membelakankan mata mendapati apa yang dilakukan oleh Minho--"Ya!!" Hye Sun menronta-ronta dan memukul-mukul punggung Minho.



Sekali lagi Mianhe kalua kurang memuaskan [sweat]

Dan saiia ucapkan selamat menunakan ibadah puasa bagi penduduk CM yang menjalankannya

Stop KTTnya hahaha [on] [on]
[/size]