Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17119 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : part 1 VOLDI COMEBACK :))
« Reply #285 on: August 04, 2011, 07:04:11 pm »
DISHONEST, HUH?

"Appa, appa mau ulang tahun ya?" Sesosok bocah unyu menatap Min Ho dengan pandangan tertarik.

"Hn."

"Kapan?"

"Lusa."

"Waaaah. Keren ya."

"Tentu saja," ujar Min Ho dengan bangga. "Kalau appa tidak keren, omma tidak akan mau menikah dengan appa."

"Jadi omma suka yang keren-keren?" Tanya bocah unyu itu antusias.

Min Ho tak menjawab. Ia hanya memperlihatkan cengirannya.

"Berarti omma suka ahjussi itu dong."

Eh?

Cengiran Min Ho luntur seketika. Omma? Suka? Ahjussi? Waktunya menginterogasi, Lee Min Ho-ssi.

"Ahjussi siapa?" Tanyanya sambil lalu. Ia berpura-pura tidak peduli, padahal dalam hatinya ia merasa sangat kesal.

"Ahjussi yang mengantar pulang omma kemarin."

Jadi Hye Sun jalan dengan pria lain tanpa sepengetahuanku? Bagus, chagi. Geramnya dalam hati.

"Memang omma kemarin kemana? Omma tidak menjemputmu?"

"Omma menjemput Ryuu kok. Tapi setelah itu omma pergi lagi sama ahjussi itu. Ahjussi itu keren loh, appa. Omma saja senang sekali berbicara dengannya."

"Darimana kau tau ommamu senang, huh?" Tanya Min Ho lagi. Kali ini ia tak bisa menahan nada sinis dalam suaranya.

"Tau dong. Kemarin kan omma senyum terus."

Hn. Apa Ryuu tidak melihat bahwa hawa membunuh sudah menguar dari tubuh ayahnya?

"Memang siapa ahjussi itu?" Susah payah Min Ho menahan amarahnya, tapi tetap saja getaran dalam suaranya masih terdengar.

"Ah In ahjussi."

JEDEEEER

Bocah polos itu tidak tahu, jika informasi-informasinya barusan bisa membuat perang dunia ketiga dirumah mereka.

"Besok omma mau pergi lagi dengan ahjussi. Ahjussi bilang mau kasih kejutan ke omma. Ahjussi keren ya, appa."

Cukup, bocah. Kau tidak lihat wajah ayahmu yang merah padam begini?

"Aku pulang."

Seruan seorang wanita mengagetkan keduanya. Secepat kilat Ryuu berlari kearah pintu depan. "Ommaaaa, selamat tinggaaal."

Hye Sun terkekeh. "Yang benar itu 'Selamat datang' Ryuu." Dengan gemas ia mengacak rambut lebat anaknya. "Anyong, Mino-a."

Min Ho tidak menjawab. Ia berpura-pura menegelamkan fokusnya pada setumpuk kertas dihadapannya. Tak mendapat tanggapan, Hye Sun beralih pada bocah dalam pelukannya. "Ryuu sudah mandi?"

"Aaaa...." Bocah itu berlagak berpikir keras, "belum. Hehehe."

Hye Sun tersenyum lembut. Diturunkannya Ryuu dan dengan lembut ditepuknya puncak kepala bocah itu. "Mandi dulu. Omma sudah belikan cake kesukaan Ryuu."

Tanpa membantah Ryuu segera berlari kelantai dua rumah mereka dengan gaduhnya. Hn. Sangat Hye Sun sekali.

Hye Sun mendekati Min Ho yang tengah duduk disofa ruang tengah mereka. Dengan mesra ia melingkarkan lengan mungilnya keleher Min Ho. "Keliatannya sibuk skali hm?" Bisiknya pelan.

Min Ho tak menjawab. Ia masih berpura-pura berkonsentrasi pada setumpuk kertas dihadapannya. Merasa tak mendapat jawaban, Hye Sun lantas bangkit. "Ya sudah, aku urus Ryuu."

Setelah itu ia pergi. Min Ho yang ditinggalkan hanya mendengus sebal. Sejak kapan ia jadi gampang menyerah begitu? Dulu walaupun aku cuek dia selalu memelukku. Cih.

***

"Kau pergi dengan Ah In kemarin?" Tanya Min Ho ketika ia dan Hye Sun sudah berada dalam kamar. Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam.

"Ya."

Oh Hye Sun-ssi, suamimu sedang cemburu buta jawabanmu hanya 'Ya' ?

Secara tiba-tiba Min Ho memeluk Hye Sun dari belakang dengan erat. "Kau tau siapa Ah In?"

"Tentu saja. Dia kan senior kita di kampus dulu."

Dengan kasar Min Ho membalikkan tubuh Hye Sun agar menghadap kearahnya. "Kita sudah menikah lebih dari lima tahun, Hye Sun-ssi, tidak ada alasan bagimu untuk meninggalkanku!" Geramnya.

Hye Sun mengernyit bingung. "Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu Mino-a," dengan lembut Hye Sun mengusap-usap pipi Min Ho dengan ibu jarinya. "Aku sangat mencintaimu, kau tahu itu kan."

"Hn. Tidurlah."

Min Ho membawa kepala Hye Sun kedadanya dan memeluk istri mungilnya itu erat. Walaupun Hye Sun bilang dia mencintai Min Ho, tetap saja Min Ho merasa terancam. Yang hadir dikehidupan mereka sekarang adalah seorang Yoo Ah In, ex Goo Hye Sun. Ah In dan Hye Sun sempat menjalin hubungan selama lebih dari empat tahun, and guess what? Min Ho lah penyebab putusnya mereka. Walaupun sudah berkali-kali Hye Sun mengatakan bahwa ia tidak pernah menyesal dengan keputusannya waktu itu, Min Ho tetaplah merasa cemas.

Mungkinkah Hye Sun berpaling dari Min Ho? Apakah penyesalan itu baru datang sekarang?

***

"Kau tidak ke kantor?" Hye Sun bertanya pada Min Ho yang masih memakai kaus oblong di ruang makan, padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Ya walaupun perusahaan itu milik keluarga Lee, tapi tetap saja Min Ho tidak pernah seenaknya.

"Lagi malas kekantor. Kau sendiri mau kemana?" Tanyanya balik. Hye Sun terlihat sangat cantik dengan dress ungu itu.

"Rahasia."

Setelah mengecup sudut bibir Min Ho, Hye Sun kemudian pergi. Dalam hati Min Ho bingung juga dengan sikap Hye Sun. Biasanya, kalo istri mau pergi bersama 'selingkuhan' rata-rata pasti akan bilang 'Pergi kerumah teman' atau 'Jalan-jalan sebentar'. Tapi kenapa Hye Sun malah bilang rahasia?

***TBC***

Discontinued dulu ya. Kapan-kapan lagi lanjutnya. Sebenarnya fict ini cuman buat mancing mami update UL. Huhuhu UL-ku yang malang yang udah dari jaman kapan tau ga di update-update (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Ps : mam, tolong edit ya. Gue updatenya lewat hape soalnya (merana gara2 modem ilang) *tiduran direl*
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME