Author Topic: lovesick  (Read 6272 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #60 on: August 05, 2011, 05:45:36 pm »
Chapter 3 part 3:

Disebuah restoran mewah ala jepang:

“tak berniat mengucapkan sesuatu?” tanya mino sambil meminum teh hijau yang tersedia diatas meja.

Hye sun meniup poninya yang menghalangi keningnya yang mulai berkeringat.

“oh, ne.. gomawo.” Hye un menundukkan kepalanya.

“sampai kapan kamu mau bungkam?” mino membuka menu makanan dengan wajah cuek.
“nde?..”tanya hye sun mengulum bibir bawahnya (galau)

“oh.. mian, sudah sore, aku harus segera pulang” hye sun beranjak dari tempat duduk, memakai tasnya kembali
dipunggungnya.

Mino hanya tersenyum melihat ye sun yang sudah jalan menjauh.

Mino mendorong kursinya kebelakang, berlari ke meja kasir, membayar dengan cepat dan langsung berlari dengan cepat,
ditemani dengan tas jinjingnya. >_<

mino menoleh kekiri dan kekanan, mencari keberadaan hye sun. Mino memilih berlari kekiri, sedangkan orang yang dicari
baru keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan kearah berlawanan.

“pabo!. Dia kira, bisa membodohiku.” Mino berbalik arah, mengikuti hye sun dari belakang.

Mino terus mengikuti. Sampai disebuah jalan kecil yang sepi, ada segerombol orang yang berpakaian seperti orang
berandalan. Mereka mengepung hye sun.

“1,2,3,4,5,6,7,8,9,10...” mino menunjuk-nunjuk orang-orang yang bergerombol itu, seraya berhitung..

Mino masih mengintip dari tempat persembunyiannya. Mengawasi, sambil mencari cara menyelamatkan hye sun.
“hai nona, mau kemana jalan sendirian?” kata seorang pria yang berpenampilan paling rapih diantara yang lain. Dia

berhadapan dengan hye sun sangat dekat, menundukkan wajahnya untuk melihat wajah hye sun yang tingginya lebih rendah.

“I’m sorry, i must go.” Hye sun berusaha menghindar, dan berharap bisa pergi dari kerumunan orang-orang berandal ini.

“bawa dia..” perintah pria tadi pada orang=orang berandalan yang mengepung hye sun.

Hye sun mencoba melepaskan pegangan tangan yang mengekangnya, namun sia-sia. Hye sun hanya bisa berteriak,
meminta bantuan.

Tanpa fikir panjang, mino keluar dari tempat persembunyiannya.

“lepaskan dia.”mino berbicara geram.

“cih.. jagoan sekali kau..  berani melawan kami?. Tak mungkin. Pulang saja sana. Kau lebih baik tidur dirumah.” Kata pria
yang berpenampilan rapih tadi.

Mino tertawa kecil. Berjalan kepojokan, menaruh tas jinjingnya.

Kemudian mino langsung menyerang, sasarannya yang utama: melepaskan hye sun.

Mino menendang dan memukul dengan gesit, menggerakkan tubuhnya seperti layaknya tarian yang indah.

Para berandalan menyerang keroyokan.

Karena suasana yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya mino menarik tangan hye sun, mengambil tasnya yang
tergeletak di pojokan .

Mino terus berlari, diikuti oleh hye sun yang mengekor di belakangnya.

“hey!!! Berhenti kalian !” suara dari belakang terus berteriak.

“ya.. lee min ho-ssi, bagaimana kalau kita berpisah jalur? Hah?” hye sun berbicara dengan nafas terengap-engap.

“anyi.. antwe!!.” Mino menjulurkan lidahnya.

“ya... !!” hye sun melotot ke mino.

“jangan banyak bicara... Menghabiskan banyak tenaga...” Mino mengap-mengap.

“di jepang ini ada jalan labirin?” tanya mino.

“jiah.. kau kira sekarang ada di negri dongeng? Tentu saja tidak ada.”hye sun berbicara sinis ala mengap-mengap.

“kalau begitu, kau harus lebih kencang lagi berlarinya.” Mino memegang tangan hye sun lebih erat.

“hah...” hye sun sudah lemes duluan.

2 menit kemudian.

“ini ide lebih bagus.”hye sun memilih makanan di mini market.

“untung saja mereka gak ngeliat kesini.” Hye sun mengambil susu botol.

Mino melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan ½ 4 sore.

“em.. hye sun’a..” mino memanggil.

“hnn..?” sahut hye sun menoleh mino.

“ikut kembali denganku, kita kembali ke korea. Kita bangun lagi hubungan kita. Aku janji, akan berubah demi kamu.” Mino
menatap hye sun penuh harap.

“mian, mungkin anda salah orang. mana mungkin seorang artis tenar seperti anda bisa bersama dengan saya.” Hye sun
tertawa kaku.

“oh.. atau mungkin karena kamu akan menikah?” tanya mino datar, tatapan matanya menerawang jauh.

“kau ini, sepertinya sangat mengenalku dari pada diriku sendiri.” Hye sun melihat-lihat makanan ringan yang terpampang.

Mino memeluk hye sun dari belakang.

“khajimal.. aku benar-benar sangat sekarat tak ada dirimu.”mino menurunkan dagunya di bahu hye sun.

Hati hye sun bergetar. Perasaannya memang menyukai mino, tapi disisi lain ada sebuah pertanyaan besar: APAKAH
PANTAS, SESEORANG YANG TELAH MENYAKITI BISA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN?

“tolong lepaskan lee min ho-ssi, ini tempat umum. Anda tidak ingin kan membuat berita besar dan menggemparkan dunia
artis.” Hye sun bicara datar.

“apa pentingnya dunia artis, aku lebih memilihmu. Terserah dengan tanggapan semua orang.” Mino masih betah bersandar
di bahu hye sun.

“Aww...” mino mundur satu langkah, dan memegangi kakinya yang diinjak oleh hye sun.

“nih.. anda saja yang belanja. Saya tidak minat.” Hye sun menaruh keranjang belanjaan di depan mino.

“dan lagi..” hye sun menunjuk ke wajah mino.

“jangan ikuti aku.” Hye sun berjalan keluar dari mini market.

Mino tersenyum, namun kemudian meringis kesakitan, memegang kakinya yang tadi diinjak hye sun.

##

“akhirnya tuan datang juga.”pria berambut klimis menghampiri mino yang sedang duduk di ruang tunggu.

“hm..” mino memainkan ipad-nya.

“ saya kira tuan akan menolak pulang seperti yang lalu-lalu.” Pak klimis tersenyum senang.

“hm..” mino hanya berdemem.

Dari tempat yang agak jauh, ada hye sun yang tak sengaja melihat mino. >__<

Hye sun pov:

Haduh... kok dia pulang sekarang sih. Bisa satu pesawat ini ujung-ujungnya.

Aduh.. masa iya dibatalin? Sayangkan. T__T

Tuhan.. aku percaya kau akan melindungiku agar tak berbuat dosa lagi. (berdo’a dimulai)
Pov off.

Mino poV:

Ah... sejak kapan aku jadi seberuntung ini. Takdir memang sedang memihak kebadaku.

Pov off.

Mino tersenyum-senyum , sesekali melirik keberadaan seseorang.



##

“akhirnya sampai juga.” Mino keluar dari pintu kedatangan.

Mino melihat hye sun yang berlari menaiki bis. Mino ikut berlari kearah bis .

“tuan!! Mobilnya ada di parkiran.” Pak klimis mengejar-ngejar mino, namun tubuhnya yang sudah tua,  membuat larinya
sangat lamban.

@dalam bis:

“ah...” mino duduk disamping hye sun.

“ndo..” hye sun menunjuk mino dengan tatapan membelalak.

“anyeong.” Mino mengangkat tangan beserta 5 jarinya. >__<

“seperti masa SMA kan.” Mino menyandarkan tubuhnya kekursi yang empuk.

“keras kepala.” Hye sun membuang muka, melihat pemandangan luar.

“kau mau turun dimana?” tanya mino riang.

Hye sun melirik mino dengan tatapan membunuh.

“bagaimana kalau kita kembali ke sekolah. Mengulang masa pacaran kita.” Mino berbicara riang.

“syikuro.” Hye sun menatap tajam mino.

“oh.. arayo..” mino mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

##

“Oh.. ternyata kamu kembali kerumah lamamu.” Mino mengikuti dari belakang hye sun.

Hye sun hanya diam saja.

@depan rumah hye sun:

Oh.. nona, tuan park menyuruh anda kembali.

“tuan park siapa?”hye sun bingung.

“Ayo nona.” 2 pengawal memegangi hye sun.

“ya!! lepaskan!” hye sun berontak.

“Kalian jangan menyiksa wanita!” mino mencoba melawan.

Tapi dari arah belakang sudah ada yang memukulnya dengan balok. Kemudian mino terkapar pingsan.

##



Mino terbangun, dia sudah di sekap di sebuah gudang.Tangannya diikat, mulutnya di lem.

Dan naasnya dia hanya sendiri di ruangan tersebut.

Cklek....(pintu terbuka)

“Oh.. kau sudah bangun. “ seorang pria menghampiri mino. Melepaskan lem yang menempel di mulut mino ,ikatan di
tangan dan kakinya.

“akh..” mino kesakitan.

“kau harus mendengar sesuatu.” Pria itu memaksa mino untuk bangun, lalu mendorong mino keluar.

Mino heran.. dia tak tahu dia sedang dimana. Rumah yang terlihat mewah dan megah ini sangat asing baginya.

Mino melihat tampilan hye sun yang sudah sangat cantik, memakai gaun putih panjang, dan perhiasan yang melekat
ditubuhnya, menambah kecantikannya. Dan di samping hye sun ada seorang pria yang terlihat sudah agak tua.

“ maaf tuan lee.. sudah membuat anda tidak nyaman. Calon menantu saya  memang agak keterlaluan.” Tuan park tertawa
hambar.

“tjosonghamnida.” Pria di samping mino menundukkan kepalanya kearah mino.

“kau.. bukannya yang waktu itu di jepang.”mino menunjuk wajah pria di sampingnya, dengan wajah horor.

“ne.. saya hyun seung, calon suami park hye mi.” Hyun seung tersenyum senang.

“wah.. chukae..” mino tersenyum.

“mana calon istrinya?” tanya mino.

“dia.” Hyun seung menunjuk kearah hye sun berada.

“nde? Dia hye mi?” mino bingung.

“apa kami perlu mengantar anda tuan lee?” tanya mr.park.

“oh.. tidak perlu. Biar saya meminta supir saya datang kesini saja. Ngomong-ngomong ini dimana ya?” mino cengengesan.

“lebih baik saya saja yang mengantar dia pulang.”hyun seung mendorong mino untuk jalan lebih dulu.

Hye sun pov:

kenapa hidupku jadi rumit begini>????

Pov off

Hye sun menghela nafas berat.

“kamu pasti lelah. Lebih baik kamu istirahat saja dikamar.” Mr.park tersenyum ke hye sun.

“ne.. gomawo appa.”

Flash back:

“Dia.. ibumu.” Tuan park menunjuk sebuah foto besar dia dan istrinya.

“ibumu sedang sakit keras dirumah sakit. Kami sudah lama mencari keberadaanmu. Kamu pernah diculik oleh penjahat,
saingan bisnis appa. Dan entah bagaimana ceritanya kamu bisa berada dikeluarga goo. “ dia tertawa hambar.

“ah.. yang jelas, selamat datang hye mi. Appa merindukanmu.” Mr.park memeluk hye sun.

Flash back off.

“Ah...” hye sun merebahkan dirinya di tempat tidur yang empuk.

Aku..bingung. jalan cerita apa yang sedang tuhan buat untukku??

Mempermainkan hidupku. Membuat jantungku berdebar, tak tahu cerita selanjutnya. Takut akan hari esok. Jangankan hari
esok. Aku saja tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Merasa semakin berdosa pada mino. Huft..

Kenapa semua orang tua seenaknya saja sih menikahkan anaknya.

(Hye sun menghembuskan nafas berat, kemudian dengkuran halus telah tercipta, menandakan dia telah pergi ke alam
mimpi)


maaf kalo cerita'a membosankan. [sweat]
ditunggu koment dan saran'a. [sweat]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..