Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 20241 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Spoiler ...



“Bagaimana anda bisa yakin kalau surat-surat wasiat tersebut dibuat dalam keadaan tidak sadar?” Sun-Hye memperjelas pertanyaannya. “Mungkin saja kan haraboji dalam keadaan sadar kala itu? Bahwa dia tahu apa yang sedang dilakukannya?”

Pengacara dari Moon & Mine tersebut tersenyum halus. “Tidak mungkin. Kami telah memeriksanya dengan seksama, dan menemukan bahwa seluruh surat wasiat yang dibuat setelah surat wasiat yang berlaku, sama sekali tidak resmi di mata hukum. Dan buat orang sejeli Tuan Besar Goo, beliau tidak mungkin melakukan kesalahan seperti ini. Kecuali kalau beliau benar-benar tidak sadar waktu itu .. “

“Apa ada kemungkinan haraboji diancam?” Tiba-tiba saja, entah mengapa, pertanyaan tersebut terlontar begitu saja dari mulut Sun-Hye. Dia juga heran mengapa kemungkinan tersebut tiba-tiba melintas dalam pikirannya.

Tuan Moon mengangkat pundaknya. “Tidak menutup kemungkinan itu. Tapi, kalau memang itu yang terjadi, maka .. “ Tuan Moon tidak melanjutkan perkataannya.

“Ya .. “ Sun-Hye mendesah. “Saya tahu .. ,” kata gadis itu sambil menundukan kepala, lelah. “Berarti pelakunya …, orang rumah ..”





“Semula kami berpikir begitu .. “ Tuan Moon menatap meja teh di depannya. “Kami juga sangat heran kenapa surat wasiat yang baru tersebut mesti dibuat berulangkali. Tapi setelah kami teliti dengan seksama, ada sesuatu yang mencolok di situ—Yang kalau dipikir-pikir kembali, agak-agak mencurigakan .. “

“Maksud tuan?” serobot Sun-Hye. Ketertarikannya yang semula pudar, tergelitik kembali. Ditatapnya Tuan Moon dengan mata berbinar.

“Warisan yang akan diberikan pada anak tirinya .. “ Tuan Moon menatap Sun-Hye dalam-dalam.

“Paman Chan?” desis Sun-Hye. Pandangannya mulai meredup sekarang. Entah mengapa hatinya ikut bergetar seiring jawaban yang akan didapatkannya dari Tuan Moon.

“Ya. Tuan Muda Lee Min Chan .. “ Tuan Moon menganggukan kepalanya. “Saya bertemu dengannya sekali di saat rapat pembacaan surat wasiat Tuan Goo beberapa waktu lalu .. “

“Ya, saya ingat. Lalu, .. apa hubungannya dengan surat-surat wasiat tersebut?”

“Perbedaan kecil dari surat-surat wasiat tersebut—seluruhnya terletak pada warisan yang akan diperoleh pemuda itu .. “





Sun-Hye mengenyitkan alis setelah Tuan Moon menghentikan penjelasannya yang berkepanjangan.

“Lalu, .. apa kaitannya dengan surat-surat wasiat selanjutnya? Masih berhubungan dengan paman Chan?”

Tuan Moon mengiyakan. “Di surat wasiat yang baru, pada dasarnya—isinya sama saja. Hanya saja .. “

“Anda berbalik lagi ke situ, Tuan Moon!” tegur Sun-Hye agak tidak sabar. “hanya apa? Katakan saja!”

Tuan Moon menatap Sun-Hye lekat-lekat. “Tiba-tiba terselip jumlah warisan yang sangat besar diberikan pada pemuda itu—Bahkan bisa dikatakan, hampir menyamai warisan yang anda terima .. “

“MWO?!!”

Untuk keduakalinya pemberitahuan Tuan Moon mengagetkan Sun-Hye. Sepasang tangan dara ayu itu terayun lemah di sisi sofa. Dia sudah tidak bertenaga lagi. Kenyataan ini membuatnya hilang kepercayaan. Benarkah Min-Chan patut dicurigai? Dia merasa yakin kini. Dan perasaan tersebut membuatnya tidak suka. Sungguh—dia tidak tahu kenapa dia membenci perasaan itu. Dia ingin menolak sekeras-kerasnya. Tidak mungkin Paman Chan yang melakukannya!! Tidak mungkin!!





“Aku yang mengajimu, tahu?!” Sun-Hye menyambar buku catatan dari tangan Si-Hwan dan mencampakannya ke lantai lalu menginjak-nginjaknya. “Jika kau memang hebat—dapatkan data ini sendiri .. ,” tantang Sun-Hye sambil membusungkan dada.

Si-Hwan berdecak tidak sabar. Sambil membungkuk sedikit, dia memunggut buku catatan yang dilempar Sun-Hye dan mengibas-ngibas setiap lembarannya buat membersihkannya.

“Kau tahu saya tidak bisa melakukannya .. “

“Kenapa?!” ejek Sun-Hye. “Takut?!”

“Pabo!”

Omelan itu yang didapat Sun-Hye.

“MWO?!!”

“Bukankah begitu?!” sahut Si-Hwan keras. “Tidak seorangpun mengetahui maksud keberadaanku di sini—tidak juga omma dan Chan, .. dan sekarang--kau menyuruhku menyelidikinya secara terang-terangan? Dikemanakan otakmu? Bukan bodoh, apalagi namanya?!!”

“Hm—“ Sun-Hye kehilangan kata-kata.
« Last Edit: August 13, 2011, 06:48:18 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun