Author Topic: this is my live. psssstttt.  (Read 3127 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #15 on: August 22, 2011, 01:48:22 am »
chapter 1 part 4:

“Heh ricky! Kau tak dengar perkataanku? Jangan ngebut-ngebut! Kau mau mati konyol sepertiku? Atau kalau memang kau
tidak ingin menolongku, it’s ok. Jangan menyiksa seperti ini. Kau tak pernah mendengar penyesalan selalu datang
belakangan ya?” tante kunti yang mengikut di belakangku, selalu saja berkata-kata.

“heh tante kunti! Kalo mau ceramah mending di masjid aja sana. Bawel!” Aku sedikit berkomentar.

“awas!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” tante kunti berteriak.

cahaya sangat terang masuk kedalam penglihatanku, sampai-sampai aku tak bisa melihat apa  yang ada didepanku. Apa yang ada dibenakku? “KEMATIAN”

Aku merasa, seluruh tubuhku tak bisa ku gerakkan, seakan beku dengan kejadian di depanku. Mataku , tak bisa melihat
apa-apa. “GELAP”

“ricky! Apa yang kau lakukan! Cepat ke kiri! Rem!” suara tante kunti seperti menyadarkanku dari ketakutanku yang harus
aku lawan.
Berbekal intruksi dari tante kunti, aku melakukannya dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja, motor yang aku kendalikan
terjatuh. Kakiku tertindih motor. Ya.. tak apa lah tertindih motor, daripada harus tertabrak kendaraan lain.

“akhh..” aku membuka helm yang aku kenakan.

Penglihatanku agak sedikit kabur. Aku memijat alis mataku, siapa tahu saja bisa membantu. Kepalaku pusing. Aku
mengambil hand phone dari saku jaket.  Menghubungi “jack”. Gak mungkin kan kalo saya menelfon “jae”? Bakalan gak di
jawab sampe besok.dia kan worker hollic kayak dad. =__=”

“wae?” suara jack malas.

“hyung, tolong jemput aku, mataku sedikit bermasalah. Di bundaran putar balik. Cepat atau lambat itu terserahmu. “ aku
mendengarkan jawaban dari seberang.

“iya. Aku jemput sekarang. Jangan kemana-mana! ....tut..tut..” sambungan langsung diputus.

Sudah 15 menit kutunggu jack. Pandanganku semakin kabur. Suara tante kunti tak terdengar.

“Tin,..tin..” suara kelakson yang ku kenal.

“ya ricky! Apa yang terjadi?” suara jack.

“cih.. ceroboh.” Suara jae.

aku merasakan motor yang menindih kakiku sudah diangkat, tubuhku dibantu berdiri, untuk masuk kedalam mobil.

“jae hyung! Kau bawa pulang motornya. Aku bawa ricky ke rumah sakit.” Hanya percakapan itu yang aku dengar.
Aku duduk santai di kursi penumpang.


“ricky, miane. Aku bukan bermaksud memaksamu tadi. Semua terserahmu. Cinta tak bisa dipaksa. Miane.” Suara jack
samar-samar masuk ke pendengaranku.

“oh.. no problem hyung.” Aku memijat kepala belakangku yang agak pusing.

“beruntunglah sekarang sudah malam. Jadi jalanan sepi.” Jack berbicara sinis.

“o..” aku tak minat meladeni pertengkaran dengannya.

Tak membutuhkan waktu lama, kami sampai di RSPI.

“kau bisa berjalan?” tanya jack sambil memegangi lenganku.

“sedikit.” Aku berjalan tertatih-tatih dengan bertumpuan jack.

“suster.. !! tolong periksa dia.” Seorang suster mengambilkan kursi roda.
“kenapa saya di UGD dok?” tanyaku  sambil tertawa kecil pada dokter  yang memeriksaku.

“karena kamu perlu penanganan.” Jawab dokter serius.

“apanya? Saya kan Cuma tertindih motor.” Jawabku santai.

“kau tak merasakan kepalamu membentur sesuatu?”tanya dokter .

“ya.. tentu saja terbentur. Tapikan saya pake helm.” Jawabku ragu-ragu.

“karena helemmu itu. Malah membuat otak belakangmu sedikit terganggu. Kau tak merasakan hal aneh?” tanya dokter.

“ada sih.. pendengaranku sedikit berkurang. Pandangan mataku agak kabur.” Jawabku berfikir.

“huft.. sudah selesai pemeriksaannya. Tulang  Kakimu hanya terkilir. Tapi tetap saja harus di pasang gift. Jangan kau
paksakan berjalan.  tebus obatnya di depan. Minum obatnya dengan teratur. Semua akan baik-baik saja.” Dokter memberi
saran

Aku keluar dengan mengenakan tongkat di tangan kiriku.

“nih hyung. Suruh di tebus obatnya.” Aku memberikan kertas resepnya.

“boleh pulang?” tanya jack heran.

“ck.. tentu saja boleh. Ayo.” Aku merangkul leher jack, mengajaknya untuk pergi dari ruangan itu.

##



“Ricky.... kenapa kakimu? Seperti mumi saja.” Kata arya dengan mendrible basketnya.

“bawel.” Aku menggerakkan tongkatku menggebuk bola basket yang di driblenya.

“AWW...” bola basketnya membentur ke dahi arya.

“wah.. maaf kak. Saya gak sengaja.” Aku nyengir.

“iya, gak apa-apa. Cuma hal sepele kok. ” Arya memegangi dahinya.

“putri!! Kamu kenapa sih harus main basket dan ngelakuin kegiatan yang kayak cowok? Aku gak suka.” Zen mengikuti
langkah kaki putri berlari.

“gak suka ya gak usah ikutin.” Putri menjawab dingin.

Zen menuju kursi pinggir lapangan

“dunk....” suara bola masuk ke keranjang.

“uh...” putri berteriak senang.

“ki! Payah ah sakit mulu. Kangen tau tanding bareng lagi.”putri berteriak ke arahku.

Aku hanya tersenyum.

“ayo tanding denganku.” Arya berlari masuk ke lapangan.

“PUTRI!!! DOUBLE CUTE DOLL!! Ayo waktunya kamu jadi model kami.” teriak sekumpulan wanita tukang dandan.

“satu kali lagi.” Putri  menunjukkan jari telunjuknya.

“Satu kali aja ya kak. Teman-temanku nanti ngamuk.” Putri tersenyum pada arya. Dari jauh aja senyumnya manis banget.
Apa lagi dari deket. Cenat-cenut. XP

Putri mendribel menghalangi  arya, arya mencoba meraih bola dari sisi kiri dan kanannya.

Tapi tetap sia-sia. Putri mengambil langkah cepat, meloncat dan. “dunk...” masuk.

“ah..  aku kalah.” Jack menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“ini lagi keberuntungan aku kak.” Putri memperlihatkan senyum manisnya.

“iya, benar.” Arya tersenyum.

“eh.. udah..udah.. jangan deket-deket.” Zen menarik tangan putri.

“duluan ya kak.” Putri melambaikan tangannya.

Putri menghampiri tempat dudukku.

“mau pulang gak? Papa aku jemput di depan. Ayo.” Putri membantuku bangkit.

“aku saja yang bantuin dia put.” Zen membangunkanku.

“baik-baik ya kakak sepupu.” Zen tersenyum seperti penjilat.

“kau.” Aku memelototinya.

“ayo jalan.” Putri mengajak teman-teman wanita yang tadi menunggu putri.

##

“ih.. putri tuh kalo di potong pendek jadi cool... kalo kamu cowok.. aku pasti suka banget sama kamu.” Seorang wanita
sebaya putri namanya evy memuji potongan rambut yang dia potong.

“iya bener banget...” 3 orang yang lain menimpali, kiki, zizi, dan eka.

“eh.. lu pada bawel gw lempar remot ya.” aku kesal dengan keberisikan para wanita .

“cih... put, kenapa sih selalu ada si pengganggu ini main ke rumah kamu? Ganggu aja tau gak.” Kata evy mencibir.

“evy cantik.. jangan berisik ya... aku mau nonton TV.” Aku tersenyum ke evy.

“gitu donk! Kan kamu jadi ganteng kalo begitu.” Jawab evy malu-malu.

“woo!!” kiki,zizi dan eka menyoraki.

“CKLEK..” suara pintu dibuka.

“den ricky, bapak nunggu di depan gerbang.” Kata supir paruh baya, sebut saja pak edy, dia supir pribadi dad.

“iya.” Aku bangun dari kursi tempat aku tidur.

“aku anter ricky kedepan dulu ya.” putri membantuku berjalan.

Di depan gerbang.

“plak...*” dad menamparku di depan putri. Putri menutup mulutnya  yang menganga.

“dad. Jangan disini.” Aku melirik putri.

Ayah masuk ke kursi di depan.

“makasih ya put. Aku pulang dulu. bye.” Aku melambaikan tangan.

Putri tak bereaksi. Tapi aku melihat air matanya membasahi pipinya, aku melihatnya dari jendela mobil.


##

“dad kan sudah bilang!! Jangan pakai motor ugal-ugalan! Sekarang udah begini bikin mom kamu nangis. Kamu tuh ya, cari
gara-gara terus. Cepat buka bajumu!” ayah memegang kayu rotan ditangannya.

Aku membuka bajuku.”bltak..bltak...” cambukan bertubi-tubi mengenai punggungku.

“dad.. jangan hukum lagi.hiks..” mom memasuki ruang judo ayah dengan linangan air mata.

“hentikan dad. Ini malah akan menyiksa saja.” Jack membela.

“sudahlah dad.” Jae berbicara datar.

“biarkan saja. Biar anak ini sadar.” Bltak..bltak..” akh... sakit sekali kena rotan itu. :p

Tapi gimana lagi, aku emank bandel. XP

“dad, sudah.. kasihan badan ricky sudah merah semua.” Mom memeluk tubuh dad.

“hari ini cukup. Jangan ulangi lagi. Pokoknya motor kamu dad tahan dulu untuk sementara.sana kalian keluar.” Ayah
menyuruh aku, jack dan jae keluar dari ruangan itu.

Aku melihat mom sedang mencoba menenangkan dad,.

Aku memakai bajuku. Dan aku dibantu keluar oleh jack dan jae.

##

@halaman belakang.:
“jack, kalo gw ke amsterdam nerusin usaha dad. Lu ke korea nemenin halmonie bawel. Si ricky abis lu disini sendiri.” Jae
berusaha membuat lelucon datar.

“kau.. abang macam apa itu mendoakan adiknya seperti itu.” Aku mendorongnya dengan tongkatku.

“bukan habis lagi hyung. Badannya itu bisa jadi tato rotan semua.” Jack terkekeh.

“lu bedua bawel.” Aku melipat kedua tanganku.

“santai aja ki. Kita gak mungkinlah biarin adik semanis ini di jahatin sama dad.” Jae mencupit pipiku.

“hyung! Aku sudah besar tau.” Aku memelototinya.

“kamu memang sudah besar. Tapi tetep saja kamu anak bungsu.” Jack menimpali.

“nih ya.. liat.. target gw nanti nakhlukin banyak cwe. Ntar gw kenalin semuanya sama kalian.” Aku berbicara sombong.

“iya..iya.. aku percaya.”jack dan jae malah mengacak rambutku.

Uh... >__<

punya abang itu emank ada enaknya sih, bisa nolongin kalo kita dalam keadaan DANGER. Tapi nyebelinnya tuh, selalu kena
suruh, kalo gak, kena pelampiasan dikerjain.:p



##

“aku pokoknya mau pindah islam! Titik.” Aku berteriak didepan mom.

“kenapa? Kamu gak mau ngikutin mom lagi? Kamu udah gak sayang sama mom?” tanya mom dengan wajah sendu.

“emm.. bukan juga sih.. ah.. pokoknya aku mau pindah. Kalo mom mau ya udah bareng-bareng pindah. Kalo gak mau aku
sendiri aja.” Aku sudah mau keluar dari kamar mom

“apa yang dad janjikan biar kamu pindah agama? Mom bisa berikan yang lebih.” Mom terlihat serius dari nada suaranya.

“tidak ada. Aku yang menentukannya.” Aku menatap mom.

“ah.. padahal kamu satu-satunya harapan mom. Akh.. akhirnya mom kalah. “ mom menundukkan kepalanya.



##

“tau gak ki, sunat sakit tau. Apa lagi lu udah SMP kelas 1. Alot tau.” Jack menakut-nakutiku.

“nanti dipotongnya pake golok.” Jae menimpali.

“ya!!! mau pake golok kek, celurit kek. Terserah. Aku kan pemberani. Gak seperti kalian. “ aku masuk dengan berani ke
dalam ruang sunatnya. XP

“dok.. gak sakit kan ya?” aku bertanya pada dokternya.

“tenang aja. Disini pake laser. Abis dipotong juga udah bisa jalan-jalan.” Dokter itu menenangkanku atau hanya
menghibur?

“sudah.” Dokter itu menutup bagian bawahku dengan sarung.

Aku keluar dengan bangga. Bagaimana tidak. Ternyata benar yang dikatakan dokter itu. >__<

“pake golok kan ki.” Jack mulai terkekeh.

“kalian pada sunatnya zaman batu kali pake golok.” Aku menekuk senyumku.

“wah... anak dad hebat.” Ayah mengacak rambutku.

“Akhirnya, kita bisa berkumpul juga dalam satu agama. “Dad tersenyum hangat pada keluarga kecil kami ini.

“dad.. jadi kan mobil barunya?” aku menaikka sebelah alisku.

“woOo!!!!! Gw dulu!” jack dan jae berteriak bersamaan , mengacak-acak rambutku.

“akhh...” aku berteriak.

Dad dan mom tersenyum? Bahagiakah satu keluarga ini berkumpul bersama? Dalam satu kepercayaan? Ah.. ku harap, aku
bisa menjadi makhluk yang lebih baik lagi. ^^

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..