Author Topic: lovesick  (Read 6392 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #60 on: August 25, 2011, 07:57:13 pm »
chapter 4 part 1:


Flash back:

“aku kira, kamu sudah melupakan aku , hye sun.” Mino tersenyum menatap hye sun yang duduk di hadapannya.

“maaf mino’a... selama ini aku telah meninggalkanmu.” Hye sun menundukkan kepalanya.

“lupakanlah.aku tau kau tak berniat meninggalkankukan.”mino tersenyum menatap hye sun.

“tidak. Aku memang ada niat meninggalkanmu.” Hye sun masih menundukkan kepalanya.

“wae?” mino membelalakkan matanya ,kaget.
Dari belakang hye sun, hyun seung merangkul dan menghirup aroma tenkuk hye sun.

“kau sudah menyelesaikannya sayang?” hyun seung mengecup pipi hye sun.

“aku tak menyangka.. ternyata kau bisa berfikiran untuk meninggalkanku. Ok.. aku berhenti sampai disini.”mino
menggebrak meja kemudian pergi dengan rasa kesal.

End flash back.
“ya!! hentikan lee min ho! Kau mau membunuh dirimu sendiri? Sudah hentikan.” Kim bum mengambil gelas berisikan
alkohol di tangan mino.

“buat apa aku hidup? Kalau orang yang aku cintai menghianatiku.” Mino berbicara mabuk.

“ya.... kau cari saja penggantinya.” Kim bum memapah tubuh mino untuk berjalan.

“siapa? “ mino

“lawan mainmu saja di film terbarumu. Kan lumayan buat main-main. Coba kamu lihat reaksi hye sun nanti. Dia pasti menyesal telah meninggalkanmu.”kim bum kerepotan memapah mino ke dalam mobil.

“lawan mainku? Aku gak suka.” Mino berbicara seperti mengigau.

“karena kamu gak suka, jadi kalau nanti hye sun menyesal. Kan kamu bisa balik lagi sama hye sun.” Kim bum melajukan
mobilnya.

“kau fikir aku bisa melakukan sandiwara seperti itu?” mino menatap kim bum cemberut.

“bisa. Buatlah cerita yang mengejutkan.” Kim bum tersenyum.

“kalau karirku hancur?” mino

“kau kan masih punya perusahaan.” Kim bum berbicara enteng.

@kamar hye sun:

“sudah aku bilangkan. Jangan main-main dengan pria lain. Atau kau mau melihat ibumu mati perlahan?” hyun seung
membelai wajah mulus hye sun.

“aku tak pernah main-main dengan pria lain.” Hye sun memejamkan matanya ketakutan.
“sekarang. Kita mulai dari mana?” hyun seung mengecup leher hye sun.

“aku.. tidak bisa. Kamu hanya calon suamiku. Kau bukan suamiku.” Hye sun bicara takut-takut.

“begitu? Anggap saja aku suamimu.”hyun seung memegangi kedua tangan hye sun diatas kepala.

“hentikan.. aku tak mencintaimu.” Hye sun mencoba berontak.

“kalau begitu, aku yang akan mengajarimu untuk mencintaiku.”hyun seung menggerayangi tubuh hye sun.( >__< )

Tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)

“ck... kau tunggu disini.” Hyun seung berjalan menuju pintu.
“ada apa?”hyun seung berbicara sengit.

“maaf tuan. Hari ini anda ada janji untuk penandatanganan kontrak untuk nyanyi duet dengan tuan lee min ho.”kata
seorang pria berpakaian rapih.

“oh.. baiklah.” Hyun seung tidak senang.

“hye mi’a... aku keluar sebentar ya. kamu jangan kemana-mana.” Hyun seung tersenyum ke hye sun dari depan pintu.

Hye sun hanya menganggukkan kepala. Kemudian hyun seung sudah pergi.

Bib...bib..bib.. (suara hp hye sun)
“oh.. sms?” hye sun membacanya

“jangan coba-coba untuk lari.” Isi pesan dari hyun seung.

“Cih... bagaimana aku bisa lari kalau keselamatan omma tergantung sama dia?” hye sun tertawa hambar. “oh.. aku harus
menelfon omma.” Hye sun menekan tombol telfon hp-nya.

“omma... gwenchana?” hye sun berbicara dengan nada khawatir.

“tentu saja omma baik-baik saja. Walau orang disini jadi banyak. Tapi omma rindu padamu hye sun’a.” Suara mrs.goo
bergetar.

“omma...” hye sun ikutan sedih.

“kamu baik-baik saja disana?” mrs.goo bertanya antusias

“ne..” hye sun tersenyum.

“oh.. omma harus pergi dulu sayang. Kamu jaga kesehatan ya. bye.” Mrs. goo langsung menutup telfon.

“omma.. kau pasti sedih.” Hye sun menitikan air mata.

##


“Lee min ho-ssi dan hyun seung-ssi, selamat untuk keberhasilan dalam dunia music anda. Tapi, mungkin masyarakat luar
ingin lebih mengetahui kehidupan pribadi anda.” Tanya wartawan.

“lee min ho-ssi, anda seorang pengusaha kaya dan juga artis tenar, akhir-akhir ini gossip yang beredar, anda sedang
menjalin hubungan dengan lawan main anda di film terbaru anda. Apa itu benar?” tanya wartawan.

“emm.. kami hanya teman.” Mino berbicara sambil tersenyum.

“banyak foto-foto kalian berdua sedang jalan bersama. Apa benar hanya teman?” tanya wartawan.

Mino hanya tersenyum. “mungkin sekarang kami masih teman.” Mino menjawab dengan senyum terkembang.

“YAA!!! Reaksi apa itu!!” hye sun melempari mino dengan kacang. Melalui TV di kamarnya.

“hyun seung-ssi.. kabar burung mengatakan kalau anda sudah memiliki seorang kekasih. Apa itu benar?” tanya wartawan.

“semua itu salah.” Hyun seung menjawab dengan senyum terkembang.
“oh.. bagus.” Hye sun mengangguk-ngangguk menonton TV.

“saya sudah memiliki seorang istri.” Hyun seung tertawa pelan.

“omo... kapan anda menikah? Sepertinya kami tertinggal berita.”tanya wartawan sambil berfikir.

“sebenarnya calon istri.” Hyun seung menggaruk kepalanya, malu.

“oh.. siapa wanita beruntung itu? Bolehkah kami semua yang ada disini tau?” tanya wartawan.

“nanti mungkin akan aku perkenalkan.” Hyun seung tersenyum.

Tilut...(TV dimatikan)

“GILA!! Siapa yang mau jadi istrinya orang pemaksa kayak gitu.” Hye sun mencibir.

“siapa yang gila?” suara muncul dari balik pintu.

“omma..” hye sun menghambur kepelukan mrs.park.  “kapan omma pulang dari rumah sakit?” hye sun senang.

“baru saja. Omma langsung kesini karena kangen sama putri omma yang cantik.” Mrs. park mengecup pipi hye sun.

“omma.. istirahatlah dikamarku.” Hye sun tersenyum.

“oh.. bibi sudah pulang?” hyun seung tiba-tiba muncul.

“ah.. sepertinya omma beristirahat dikamar omma saja hye mi’a.. kalian ngobrol saja berdua.” Mrs.park menutup pintu
kamar hye sun.

Sekarang tinggallah 2 orang di sebuah kamar besar.

“hye mi’a.. kamu mau jalan?” tanya hyun seung ramah.

“tidak. Aku capek.” Hye sun tidur di ranjangnya.

“kalau begitu.. kita habiskan waktu bersama saja dikamar ini.” Hyun seung tersenyum.

“kau..” hye sun meliriknya.

“aku tak akan melakukan sesuatu.” Hyun seung melihat langit-langit kamar dengan tampang tanpa dosa.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..