CHAPTER 7
[/b]
Mentari sudah menampakkan diri menemani musim semi yang semakin indah dengan bunga-bunga yang bermekaran dengan cantiknya. Kicauan burung pun tidak ketinggalan menemani datangnya sang Surya. Cahaya mentari menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar Sun Hye, namun kedua mata cantik tersebut enggan untuk membukanya meskipun sorotan cahaya tersebut terasa menusuk-nusuk melalui kedua matanya yang masih terpejam.
Sun Hye menggeliatkan tubuh mungilnya yang masih terbungkus selimut tebal mencari posisi tidur yang lebih enak *menurutnya*, entah semalam Sun Hye bermimpi apa namun yang pasti senyuman indah tidak pernah luput dari bibir mungilnya, hingga ketukan halus dari luar memaksanya untuk beranjak dari ranjangnya.
“Tok Tok Tok” agashi sudah bangun?, Ny besar dan Tuan muda menunggu Agashi untuk sarapan” seru Pelayan Umh dari luar.
“Ne, aku sudah bangun” jawab Sun Hye membuka pintu kamarnya dengan wajah yang masih belum sepenuhnya sadar.
“Perlu bibi siapkan air hangat untuk Agashi?” tanya Pelayan Umh saat memasuki kamar nona mudanya tersebut.
Sun Hye hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Pelayan Umh dan bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Satu persatu Sun Hye menanggalkan pakaiannya sampai tubuh polos itu terlihat sempurna dan dengan langkah malasnya Sun Hye memasuki bathtub yang sudah dipersiapkan oleh Bibi Umh lengkap dengan aroma mawar favorite Sun Hye.
Bibi Umh membantu menggosok tubuh gadis tersebut dengan penuh kelembutan dan sesekali menggelitik tubuh mungil itu supaya gadis itu tidak tertidur lagi, rambut Sun Hye yang panjang tergerai pun tidak luput dari tangan lembut Bibi umh untuk dibersihkan.
Jika Sun Hye sampai dimandikan oleh Bibi Umh ,itu tandanya gadis itu benar-benar sangat lelah dan malas untuk mengurus dirinya sendiri dan pelayan yang boleh melihat dan menyentuh tubuhnya hanyalah Bibi Umh,karena bagi Sun Hye Bibi Umh sudah seperti ibu kedua baginya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>.
“Annyeong” sapa Woo Jin memasuki ruang makan Goo mansion
“Woo Jin-ssi, kau mau menjemput tuan putri rupanya” tukas Sun Hyun dengan senyum jahilnya sambil mempersilahkan Woo Jin untuk ikut sarapan bersama keluarganya.

“Sun Hye belum bangun?” tanya Woo Jin sambil meletakkan serbet dipangkuannya
“Tuan Putri sedang mandi dan kami sudah 20 menit menunggunya. Jika sampai 15 menit lagi dia tidak selesai berarti Tuan Putri akan membunuh kami secara perlahan” canda Sun Hyun yang langsung disambut gelak tawa oleh Mama Goo dan Woo Jin.
“Sudah puas menertawakanku?” sahut Sun Hye yang sudah tampil cantik dengan balutan kemeja putih berlengan pendek dengan jeans ketat berwarna navy blue, sedangkan rambutnya yang panjang dibuat agak bergelombang memberi kesan sensual pada wajah Sun Hye yang mungil.
“Wow, Tuan Putri cantik sekali, ini pasti karya Bibi Umh” sahut Sun Hyun dengan mengangkat kedua jempol tangannya
Woo Jin berjalan menghampiri sun Hye dan memeluk gadisnya itu dengan erat
“Kau benar-benar membuatku tidak sabar untuk segera menikahimu,Honney” bisik Woo Jin mesra ditelinga Sun Hye dan membuat gadis itu tersenyum bahagia.
“yaaa, peluk-peluknya dilanjutkan nanti saja , kami sudah sangat kelaparan” dengus Sun Hyun
“Mama!!, hari ini kita jalan-jalan yuk”ajak Sun Hye manja pada Mama Goo
“Memangnya kau mau mengajak Mama kemana sayang?”, tukas Mama Goo sambil mencubit gemas kedua pipi Sun Hye
“Sunny hanya ingin berduaan saja sama Mama,lagipula sudah lama kan kita tidak bersenang-senang, oh iya ajak juga Tante Fanny , pasti seru” sahut Sun Hye lagi sambil memasukkan potongan pancake ke mulutnya.
“Woo Jin-ssi,sepertinya hari ini bukan keberuntunganmu. Tuan Putri mau pergi dengan Ibu Suri, jadi Pangeran silahkan mencari jadwal kosong untuk bertemu dengan Tuan Putri” tukas Sun Hyun jahil
Woo Jin hanya mampu tersenyum kecut mendengar guyonan Sun Hyun terhadapnya, pandangannya berubah sendu saat menatap wajah tunangannya yang terlihat begitu menikmati sarapannya dan bersikap manja terhadap ibunya. Woo Jin merasa sangat bodoh karena harus cemburu pada calon ibu mertuanya tapi tetap saja dalam hatinya tidak bisa dipungkiri perasaan cemburu dan takut akan kehilangan perhatian dan cinta Sun Hye terhadapnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Cadillac berwarna silver memasuki pelataran parkir Samdong Coorporation.
Lee Joon Min terlihat begitu gagah dengan balutan stelan jas berwarna coklat dengan kemeja hitam bergaris yang dilengkapi dasi berwarna merah darah menambah kesan daya tarik yang cukup kuat akan aura pemuda tampan ini. Setelah lamborghininya melayang akibat taruhan bodoh yang dilakukannya dengan “sahabatnya” Yoo jeong , Joon Min kembali ke mobil lamanya.
Sudah hampir seminggu ini Joon Min bergabung di perusahaan Appanya dan menjabat sebagai Staff Creative Design dibawah pimpinan Goo Sun Hyun selaku Marketing Executive Manager.
“BRAKKK” contoh Design yang diberikan Joon Min dilempar begitu saja oleh Sun Hyun karena menurut pandangan Sun Hyun design yang diberikan Joon Min terkesan biasa dan tidak ada daya jualnya.
“Waeyo?” tanya Joon Min heran campur kesal dengan sikap Sun Hyun yang sepertinya tidak menghargai kerja kerasnya.
Sun Hyun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis terhadap pemuda “bodoh” dihadapannya.
“Silahkan kau lihat lagi dimana letak kesalahannya, setelah itu kau boleh menemuiku lagi untuk mempresentasikannya dan satu hal lagi jangan masuk ke ruanganku sebelum kau memperbaiki designnya” tukas Sun Hyun sinis dan menenggelamkan dirinya lagi dalam tumpukan dokumen yang harus dia periksa satu persatu.
Joon Min hanya terpaku dan menertawai dirinya sendiri akan nasib buruknya. Seharusnya Joon Min adalah pewaris dari perusahaan ini tapi kenapa dia malah menjadi kacung di Perusahaannya sendiri.
Dengan kasarnya Joon Min mengambil lembaran demi lembaran Design nya yang tercecer di lantai ruangan Sun Hyun.
“Dia pikir dirinya siapa, dasar brengsek” umpat Joon Min dalam batinnya
“Aku mendengarnya anak muda dan besok pagi Design itu sudah ada di mejaku, arata” tukas Sun Hyun dengan nada memerintah.
“aishhh, kalau bukan karena Sun Hye mana mau aku merendahkan diriku seperti ini” dengus Joon Min kesal dan berlalu dari ruangan Sun Hyun dengan wajah menahan amarah.
@@@@@@@@@@@
“Sunny!!” sapa seorang gadis dan membuat Sun Hye menghentikan langkahnya
“Nugu?” tanya Sun Hye heran dengan gadis yang seolah-olah mengenal dirinya
Gadis berambut coklat itu hanya tersenyum simpul dan memaklumi keheranan Sunny terhadapnya.
“Apa kau tidak mengingatku Sunny?” tanya gadis cantik itu lagi

Sun Hye memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama, dari kedua bola matanya yang berbinar dan senyumannya membuat Sun Hye meyakinkan dirinya jika gadis yang ada di hadapannya ini adalah…
“Yoona!” sahut Sun Hye memastikan
“ Im Yoona” sahut Sun Hye lagi
“Sunny-aa, bogoshipo!” tukas gadis itu dan memeluk Sun Hye dan menggoyang-goyangkannya ke kiri dan ke kanan dan mendapat balasan dari Sun Hye dengan memeluk erat tubuh Yoona dan kedua sahabat itu saling melepas rindu

“Sunny-a, aku sampai tidak mengenalimu. Kau cantik sekali” tukas Yoona saat melepaskan pelukannya
“kau juga semakin cantik dan aku hampir menjadi sahabat yang kejam saat tidak mengenalimu” tukas Sun Hye

“Jadi benar jika kau bekerja di toko bunga tante fanny?” tanya Sun Hye
“Ne, Tante Fanny sangat baik pada keluargaku dan aku juga sangat menyukai pekerjaan ini”tukas Yoona dengan senyum manisnya
“Kudengar dari Tante Fanny kau sudah bertunangan?, apa dia baik padamu?” tanya Yoona sambil menuangkan teh hjiau ke cangkir Sun Hye dan menyuguhkannya pada gadis cantik itu.
“Woo Jin sangat baik padaku dan aku sangat beruntung mendapatkannya”tukas Sun Hye dan menyesap minuman tehnya.
“Kau menginap?” tanya Yoona
“Miane, aku tidak bisa menginap karena besok aku ada jadwal pemotretan pagi-pagi sekali “tukas Sun Hye menyesal
“Bagaimana jika kau saja yang ikut ke Seoul dan menginap di rumah kami dan aku yakin Sun Hyun Oppa akan senang”tukas Sun Hye dengan menyenggol pelan lengan Yoona dan membuat wajah gadis manis itu merah padam menahan malu.

Sun Hye tahu betul jika Yoona dan Oppanya saling menyukai hanya saja sikap mereka yang tidak ada yang mau maju duluan jadi ya seperti ini perasaan suka itu dipendam sekian lama.
“Sun Hye benar mungkin sebaiknya kau ambil cuti dan ikutlah ke Seoul “ tukas Ny Fanny yang sudah ada diantara kedua gadis cantik ini.
Yoona dan Sun Hye saling berpandangan dan “Yeahhhhhh” sahut keduanya bersamaan dengan saling menautkan kedua telapak tangan mereka .
@@@@
Sementara itu di Lee Mansion Joon Min dan Presdir Lee Dae Joon sedang menikmati sarapan pagi tanpa ada suara, keduanya memang selalu seperti itu seperti tidak ada hubungan ayah dan anak , hubungan keduanya begitu kaku setelah kematian Ny Lee 10 tahun yang lalu dan sejak saat itu hubungan Joon Min dan Appanya menjadi renggang karena Joon Min menyalahkan Appanya atas kematian Eommanya.
Kesunyian di meja makan itu terpecah setelah seorang pelayan membawakan Koran terbaru untuk Tuan besarnya.
“Bagaimana pekerjaanmu apa semuanya berjalan dengan lancar?” tanya Mr Lee sambil menyesap kopi pahitnya.
“Semuanya baik-baik saja,Appa tidak perlu repot mencemaskan aku”jawab Joon Min datar tanpa menatap wajah Appanya
“Lee Joon Min, jika sedang berbicara dengan orang tuamu kau harus menatap wajahnya, Araso” tukas Mr Lee tajam
Joon Min hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Appanya .
“Sepertinya Appa terlalu memberi kuasa yang berlebihan pada Goo Sun Hyun sehingga dia dengan leluasa bisa memperlakukannku dengan seenaknya”tukas Joon Min tajam

“jika maksudmu dia mengkritik soal design mu itu maka Appa setuju dengan pendapat Sun Hyun. Sun Hyun bukan tipe pria yang mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan, dia seorang yang professional. Seharusnya kau harus bisa membuktikan kemampuanmu itu Joon Min dan Appa percaya kau bisa karena kau memang memeiliki kemampuan itu dan Appa juga berani menjamin jika kalian bisa menjadi rekan kerja yang solid” tukas Presdir Lee
“Appa tenang saja karena aku bukan tipe pria yang bisa seenaknya menerima perlakuan buruk dan aku pastikan laki-laki itu akan menyesalinya telah meremehkan kemampuanku. Jika saja aku tidak mengingat perlakuan burukku terhadap Sun Hye mungkin aku akan menghajarnya habis-habisan”tukas Joon Min dan membuat Presdir Lee terkejut
“Apa yang sudah kau lakukan pada Sun Hye?” tanya Presdir Lee penasaran
“Joon Min bisakah kau serius hanya dengan satu wanita, Appa sudah muak dengan kehidupan liarmu yang semakin tidak karuan dan sungguh Appa sangat malu mengakuimu sebagai putraku”tukas Presdir Lee dan membuat Joon Min mengerutkan dahinya

“Jika Appa merasa malu terhadapku kenapa Appa selalu mencampuri kehidupan pribadiku, dan ingat aku tidak akan pernah memaafkan Appa atas kematian Eomma dan karena itulah aku jadi seperti ini dan itulah harga yang harus Appa bayar. Tapi Appa tenang saja karena kali ini aku sudah menemukan wanita yang pantas mendampingiku dan aku pasti akan mendapatkannya dengan atau tanpa bantuanmu” tukas joon Min dan meninggalkan meja makan itu dengan raut wajah yang mengeras .
“Goo Sun Hye, kejadian 10 tahun yang lalu adalah bentuk kekesalanku terhadap Appa ku yang menyebabkan kematian Eomma. Dan aku tahu itu semua salah tapi apa yang bisa kuperbuat jika saat itu hati dan pikiranku sedang sakit karena Appa. Karena laki-laki tua itu aku kehilangan Eomma ku, karena laki-laki tua itu aku kehilangan rasa menyayangi dan mencintai dan karena laki-laki tua itu juga aku menjadi laki-laki brengsek”
@@@
“Oppa!” teriak Sun HYe dengan melambaikan tangannya pada Goo Sun Hyun

Sun Hyun membalas lambaian tangan Sun Hye dan berjalan ke arah Sun Hye setelah menyelesaikan urusannya dengan koleganya
“Kau sengaja menemui Oppa?” tanya Sun Hyun heran melihat kehadiran Sun Hye di Samdong Group
“Menurut Oppa?” tanya Sun Hye sambil menunjukkan 2 box makanan yang dibawanya
“kau belum menjawab pertanyaan Oppa?” tanya Sun Hyun pada adiknya yang sudah duduk manis di ruang kerja Oppanya dan mulai mempersiapkan makanan yang tadi di bawanya untuk segera di nikmati bersama
“AKu baru dari studio menyelesaikan pemotretan untuk cover majalah Fashion “jawab Sun Hye tanpa mengalihkan kesibukannya mempersiapkan makanan tersebut.
“Sushi!” tukas Sun Hyun saat melihat menu makanan yang sudah di tata rapi oleh Sun Hye
“Oppa suka Sushi kan?” tanya Sun Hye cemas jika makanan yang dibawanya tidak sesuai dengan selera Sun Hyun hari ini.
“Ahniyo, hanya saja bagaimana kau bisa tahu jika aku memang ingin makan Sushi”tukas Sun Hyun yang langsung menyumpit salmon segar yang sudah di beri cuka dan wasabinya dan langsung di lahapnya .
“Enak?” tanya Sun Hye lagi
Sun Hyun mengangguk-angukkan kepalanya member jawaban atas pertanyaan adiknya itu.
“TOK ,,,,TOK,,,TOK” terdengar ketukan dari luar ruang kerja Sun Hyun
“Masuklah” jawab Sun Hyun dan meminum air putih untuk melegakan tenggorokannya yang penuh dengan makanan .
Joon Min memasuki ruangan Sun Hyun dengan membawa beberapa design yang sudah direvisinya sesuai permintaan Sun Hyun tanpa menyadari kehadiran Sun Hye diruangan tersebut.
“Kau sudah merevisinya Lee Joon Min-ssi?” tanya Sun Hyun dan membuat Sun Hye menoleh kearah pemuda itu berdiri.
“Sudah dan aku pastikan tidak akan mengecewakanmu Manager Goo”jawab Joon Min dingin
“Annyeong Lee Joon Min-ssi!” sapa Sun Hye dengan senyum manisnya
“Goo Sun Hye” ucap Joon Min sedikit terkejut mendapati Sun Hye ada di ruangan Manager Goo, tetapi didalam hatinya Joon Min begitu bahagia saat melihat gadis yang sangat dirindukannya ada di hadapannya.

“Sudah makan siang?” tanya Sun HYe lembut dan membuat Sun Hyun mengernyitkan dahinya heran dengan perlakuan Sun Hye pada Joon Min
“Duduklah di sampingku , kita makan siang bersama .Aku dan Oppa pasti tidak sanggup untuk menghabiskannya berdua” tukas Sun Hye lagi dan berhasil membuat Joon Min duduk disampingnya dan terus memandangi Sun Hye seperti orang bodoh.
Sun Hyun hanya diam melihat sikap ramah Sun Hye tapi didalam hatinya Sun Hyun tahu betul jika adiknya ini sedang melakukan aksi “balas dendamnya” dan entah kenapa membuat Sun Hyun menjadi cemas akan Sun Hye.

“Boleh aku melihat design nya Joon Min-ssi?” tanya Sun Hyun mencoba mengalihkan perhatian Joon Min yang terus memandangi Sun Hye seperti orang bodoh yang sedang di mabuk cinta.
“Dhe” jawab Joon Min dengan tampang seperti orang bodoh
“Oppa bilang dia ingin melihat Design yang sudah kau revisi Joon Min-ssi” tukas Sun Hye lembut dan membuat Joon Min semakin salah tingkah.
“ahhhh, ini design nya Manager Goo” tukas Joon Min sambil menyerahkannya pada Sun Hyun
“Makanlah!” tukas Sun Hye dan memberi sepasang sumpit agar Joon Min cepat menikmati makan siangnya

“Aku sengaja membuatnya sendiri , aku harap kau menyukainya”ucap Sun Hye dan membuat hati Joon Min berbunga-bunga diperlakukan “mesra” seperti itu.
Joon Min mulai menikmati makan siangnya tanpa ada rasa canggung sedikitpun terhadap Sun Hyun karena pikirnya Sun Hye yang memintanya untuk makan siang bersama dan hanya demi Sun Hye, Joon Min tidak keberatan untuk makan siang bersama dengan Goo Sun Hyun juga.
===@@@@@======
Setelah pertengkarannya dengan Joon Min beberapa waktu lalu Yoo Jeong sudah tidak pernah menginjakkan kakinya di sirkuit balap dan sekarang lebih fokus pada perusahaannya sendiri. Yoo Jeong yang sudah putus hubungan dengan Joon Min mulai menyibukkan diri dengan dunia barunya yaitu dunia otomotif yang juga merupakan latar belakang Perusahaan ayahnya.
Yoo Jeong juga mendengar kabar jika Joon Min juga tidak lagi mengikuti pertandingan balapnya karena sudah bergabung di Perusahaan Ayahnya dan bagi Yoo Jeong itu merupakan suatu kesempatan yang tidak boleh disia-siakan untuk menghancurkan Joon Min . Agak heran dulu Yoo Jeong dan Joon Min adalah sahabat dekat tapi sekarang semuanya sudah berubah bahkan kebencian Yoo Jeong terhadap Joon Min semakin bertambah karena menurut kabar yang didengarnya Sun HYe sering terlihat bersama Joon Min dan itu membuatnya sangat tidak senang.
“BRAKKKK” Yoo Jeong melempar kasar foto-foto hasil jepretan wartawan sewaannya
“Jadi benar jika Sun Hye dan Joon Min sudah mulai dekat, tapi tidak mungkin jika Sun Hye dengan mudahnya memaafkan Joon Min”tukas Yoo Jeong sambil memijit-mijit pelan dahinya yang terasa penat.

“Sun Hye-aa, Goo Sun Hye” gumam Yoo Jeong memandang foto Sun Hye.
====******=====
“Jadi kau sudah bekerja di Samdong Grup?” tanya Sun Hye
“Ne” jawab Joon Min singkat namun pandangannya tdak pernah lepas dari gadis disampingnya
“Lalu bagaimana dengan dunia balapmu?” tanya Sun Hye lagi dan membuat Joon Min terdiam cukup lama
Sun Hye merasa penasaran karena pria yang dihadapannya ini masih diam.
“DING” pintu lift terbuka
“Ayo masuk!” perintah Joon Min menarik lembut tangan Sun Hye
Pintu lift tertutup hanya ada dua penghuni dalam lift yang akan turun menuju lantai dasar.
Joon Min menoleh kearah Sun Hye dan berjalan semakin dekat kearah gadis cantik itu dan kedua tangannya diletakkan seperti membentuk sebuah kungkungan untuk tubuh Sun Hye.
Joon Min tersenyum manis memandang setiap pori wajah cantik Sun Hye , hembusan nafas yang keluar dari hidung Joon Min terasa hangat di setiap pori wajah Sun Hye dan membuat gadis itu agak bergidik.
“Mau apa kau?” tanya Sun Hye panik dengan kedua tangannya yang diletakkan di dada Joon Min agar Pria itu tidak semakin mendekatinya
“Demi kau aku akan berubah” tukas Joon Min setengah berbisik di telinga Sun Hye
Perlahan Joon Min melepaskan kungkungannya dan memandang wajah cantik itu untuk yang kesekian kalinya
“Demi kau aku akan menjadi Lee Joon Min yang baru seorang pria yang bisa kau banggakan nantinya” tukas Joon Min lagi dan mengecup lembut punggung tangan Sun Hye dan cukup membuat gadis itu diam terpaku.
“DING”
Setelah pintu lift terbuka Joon Min kembali menarik lembut tangan Sun Hye dan menggenggamnya dengan erat .
Sun HYe berusaha melepaskan genggaman tangan Joon Min tapi sepertinya Joon Min tidak mengizinkannya dan semakin mempererat genggamannya.
“Goo Sunny!” sapa seorang pria tepat dihadapan Sun Hye dan Joon Min
“Woo Jin” tukas Sun Hye terkejut melihat kehadiran tunangannya di Samdong Group
“Pengganggu datang” gumam Joon Min dalam batinnya
Sun Hye menarik kasar tangannya agar terlepas dari genggaman Joon Min tapi lagi-lagi Joon Min malah semakin mempererat genggamannya dan itu membuat Woo Jin sangat terganggu.
“Lee Joon Min-ssi, bisakah kau melepaskan tanganku?” ucap Sun Hye dengan tatapan dingin
Mau tidak mau Joon Min pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya setelah mendapat tatapan dingin Sun Hye padahal sebelumnya Sun Hye bersikap manis tapi kenapa sikapnya berubah menjadi arogan
“Woo Jin” apa kau mau bertemu Oppa?” tanya Sun Hye menggandeng mesra lengan kekar tunangannya dan membuat Joon Min dibakar api cemburu
Woo Jin hanya terdiam dan menatap tajam kearah Joon Min yang terlihat seperti pria yang sedang cemburu.
“Aku baru bertemu dengan kolegaku dan tadinya aku juga mau menemui Sun Hyun tapi dari Sekretarisnya Sun Hyun sedang meeting. Tapi aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini,…Honney” tukas Woo Jin dengan tangan yang melingkari pinggang ramping Sun Hye
Joon Min merasa seperti patung yang tidak dianggap kehadirannya oleh Sun Hye yang seperti sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan Woo Jin

“Sun Hye-ssi!” Joon Min memanggilnya dengan nada seperti orang yang sedang cemburu
Sun Hye hanya memandang dingin Joon Min dan membuat Joon Min semakin kesal dibuatnya
“Ikut denganku!” perintah Joon Min menarik kasar lengan Sun Hye
“Apa yang sedang kau lakukan Lee Joon Min-ssi?” tukas Sun Hye tidak senang dengan sikap Joon Min terhadapnya
Woo Jin merasa kesabarannya sudah habis dengan tingkah pria dihadapannya yang brsikap seperti seorang kekasih yang sedang cemburu
“Jaga sikap anda Lee Joon Min-ssi” tukas Sun hye dingin
“kau tidak ingin sampai terjadi skandal di Perusahaan Ayahmu kan, apalagi kau sedang berusaha merubah image mu from NOTHING to SOMETHING “ tukas Sun Hye tajam menusuk sampai ke relung kalbu dan membuat Joon Min melepaskan genggaman tangannya
“sebenci itukah kau terhadapku?” Joon Min menatap sayu wajah cantik itu seakan meminta kepastian akan perubahan sikap Sun Hye
“Honney, aku lelah bisa kita pulang sekarang”tukas Sun HYe manja pada Woo Jin dan tunangannya itu hanya tersenyum tipis menjawab permintaan kekasihnya dan keduanya pun berlalu meninggalkan Joon Min yang berdiri mematung.
====@@@@=====
Sun Hye dan Woo Jin yang sudah berada dalam Mercedez Benz itu sibuk dengan pikirannya masing –masing. Kata-kata Joon Min masih terngiang-ngiang jelas di telinga Sun Hye ,semakin Sun Hye mencoba untuk tidak memperdulikannya tapi kata-kata itu tidak juga pergi dari pikirannya
“Demi kau aku akan berubah”
“Apakah dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu?, tapi tidak mungkin jika dia ingin mempermainkanku” gumam Sun Hye dalam batinnya

“Tapi ini sungguh menarik, benar-benar sangat menarik. Seorang Lee Joon Min yang terkenal angkuh ,egois dan selalu bisa menjerat setiap wanita yang dia inginkan akhirnya bisa bertekuk lutut pada Goo Sun Hye, seorang gadis yang bangkit dari keterpurukannya”
“Dan aku pastikan segalanya tidak akan mudah untukmu” Sun Hye tersenyum tipis membayangkan hari kemenangannya dan kehancuran pria yang sudah membuat hidupnya “menderita” selama bertahun-tahun.
Woo Jin menyadari ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh tunangannya dan itu semua pasti ada hubungannya dengan Lee Joon Min
“Sun Hye-aa, apakah kau mulai merencanakan pembalasanmu terhadap Joon Min?”, “Apakah pembalasanmu nantinya tidak akan berubah menjadi cinta karena aku merasa kebencian yang kau rasakan kepada Joon Min adalah kebencian seorang wanita terhadap kekasihnya bukan terhadap musuhnya”

“sampai kapanpun aku akan mempertahankanmu walau tidak ada lagi cinta yang kau rasakan untukku, tapi ….. aku tidak akan melepaskanmu……. tidak akan pernah sampai kau sendiri yang memintanya,…..memintaku untuk melepaskan genggaman tanganku” Woo Jin meremas kuat kemudi setirnya dengan menatap tajam jalanan kota Seoul yang terasa lenggang dari keramaian namun dalam hatinya terasa begitu memilukan menahan sakit yang mungkin suatu saat akan meledak.
@@@@@
End of Chapter
[/size][/font]
[/font][/size]
note : enjoy the chapter, miane kalo membosankan and semoga masih pada suka and jangan lupa kritikan pedasnya ditunggu
![[bye]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/bye.gif)
« Last Edit: October 01, 2011, 01:16:23 am by Shanty_minsun »

Logged

#Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho