Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7201 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« on: October 14, 2011, 08:53:02 am »
Chapter 2

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho


Mianhae… dah lama nganggurin ni ff, mungkin udah pada lupa ma cerita di chap sebelumnya, klo gitu kita mulai aja..
Kilasan sebelumnya…..
Ia melepaskan ciuman itu, menatapku nanar, ku balas dengan senyuman

    “kau tahu… itulah yang ingin ku lakukan sekarang, tuan malaikat tanpa sayap” ku dorong tubuh jakung itu keluar dari candilac marunku, ia hanya tersenyum dan segera pergi meninggalkan tempat itu.

    “ajari aku bagaimana memasuki dunia baru itu tuan malaikat tanpa sayap” ucapku lirih

   “Hoamm…” aku menguap setelah merasa sang mentari mulai menantang dibalik celah tirai kamarku

  “agashi.. anda sudah bangun, bagaimana tidur anda, nyenyakkah??” suara yang selalu terdengar saat ku terbangun.

  “ne… “

  “saya sudah menyiapkan segelas susu dan roti untuk sarapan anda”

  “gomawo bibi kim”

Bibi kim adalah orang yang berjasa dalam keluarga kami, sudah lama ia mengabdi, bahkan setelah kepergian omma, ia yang bertugas mengurus semua keperluanku.. ya semua..

  “pulang pagi lagi??” tiba-tiba suara itu mencelos

  “ne.. itu tak bisa dipungkiri… Goo’s Group membuatku jenuh bibi”

  “siapa yang bisa diandalkan kalau bukan agashi, anda adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Tn. Goo”

  “baiklah… jangan menggodaku lagi dengan kalimat itu”
Ku sibak selimut yang sejak tadi melilit tubuhku, dan segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.

20 menit kemudian…

  “hmmm….” Aku merasa agak segar setelah membasuh tubuhku dengan air.

  “weekend ini agashi mau kemana..?” Tanya bibi kim

  “tak ingin kemana-mana bibi, aku ingin menghabiskan waktu di rumah saja..”

  “baiklah..”
Hidup sebagai seorang pewaris dari Goo’s group membuatku jenuh, namun tak mampu berbuat lebih atas ini semua..

Sarapan pagi ini sama seperti kemarin-kemarin.. tak ada yang berbeda.. setelah cukup lama menghabiskan waktu untuk sarapan, kemudian ku duduk di bangku panjang dekat jam dinding besar yang terpasang di ruang itu.

Jam dinding yang selalu berdetak.. berputar selalu ke kanan, berputar di situ-situ saja.. tanpa menemukan hal yang baru.. ‘apakah hidupku seperti jam dinding itu?’ itu yang terpikir dalam benakku.. mengapa malang sekali kau jam dinding..

Kerjaanku saat ini hanya menatap jam dinding.. 1 menit.. 2 menit.. 3 menit.. 4 menit.. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. 30 menit..

  “aisshhh….. kau membosankan sekali hah…!, hidupmu disitu-situ terus, apa kau tak lelah berputar disitu terus…?” omelku pada jam dinding yang mungkin tak tahu apa-apa. Omelanku yang terdengar aneh, membuat bibi kim tercengang

  “agashi… kenapa ada tak jalan-jalan saja.. biar saya temani”

  “apa yang menarik di luar sana… adakah yang lebih mengasyikkan selain bergulat dengan tumpukan-tumpukan file?” itu adalah lambang dari kekecewaanku yang selalu bosan dengan pekerjaanku, namun haruskah ku buat appa yang membangun semua dari awal, kecewa.. appa yang selalu sibuk di luar sana.. hanya bibi kim yang ku punya sekarang

  “anda banyak melewatkan hal menarik di luar sana agashi.. sosaenghaeyo.. saya tak menyadari bahwa agashi merasa penat.. hmmm… bagaimana kalau sekarang kita ke taman bermain?”

  “aku harap itu bukan tempat yang membosankan?”

  “pasti..” jawab bibi kim yakin dan aku pun menyanggupinya

------

Puluhan bahkan ribuan kepala berada di tempat yang mereka sebut dengan taman bermain.. bibi kim terus menarik lenganku mencoba naik ke permainan yang terlihat mengerikan itu..

  “apa agashi mau naik ke permainan itu?” tunjuk bibi kim pada permainan berbentuk perahu besar itu, duduk saling behadapan dengan yang lainnya.

  “ne.. nampaknya seru.. aku coba..” aku mengambil tempat paling tengah
Setelah perahu besar itu bergerak…

‘Aaaaaaaaaaaaaaaa……………………..aaaaaaaaaaaa…………………. aaaaaaaaa………..’ mungkin saat itu suaraku paling membahana… bagaimana tidak… rasanya seluruh isi perutku dioyak… rasanya pengen muntah…

  “andweeeeeeeeeee……………………. Aku mau turun… yaaaaaaaaaaa………………. Bibi kim-aaaaaaaaaaaaaa….. cepat turun kan aku…” air mataku sudah mau keluar saat ini juga. Sedangkan orang-orang yang ada di depanku tertawa melihat ketakutanku… aku tak menghiraukan orang-orang itu… yang ada hanya takut..
Dan saat perahu besar itu berhenti, buru-buru aku turun  dan hampir terjatuh.. aku tak memperdulikan bibi kim.. segera berlari menuju toilet, namun tubuhku merasa lemas ‘untung saja aku tak punya penyakit jantung, kalau tidak mungkin aku sudah jadi bangkai disini,,, hmmmf.. rasanya kepalaku hampir melayang, owh… tidak.. aku merasa tubuhku oleng… matilah aku…

‘greeepp…’ tiba-tiba seseorang menyangga tubuhku saat kurasa tubuh ini hampir mencium tanah, omo…?? Mata itu…? Sepertinya aku pernah melihatnya?, yaa… bukan hanya mata itu, tapi senyum itu juga..

  “annyeong  Min Hye agashi…!”

  “mwo… darimana kau tahu namaku?” jawabku ketus pada pemuda itu

  “aisshh… anda memiliki ingatan yang buruk sekali, mungkin karena semalam, oh tidak lebih tepatnya tadi pagi.. anda mabuk berat ya..?”

  ‘Apa yang dikatakan laki-laki ini, mabuk? Aku mabuk?.. oh… apa mungkin dia bartender itu?’ batinku

   “mwo… apa kau bilang..? apa kau bartender itu?”

  “owh… terima kasih tuhan, ia masih mengingatku” senyum laki-laki itu lagi-lagi hampir mematahkan pinggangku

  “mianhae…” tuturku

  “untuk apa?” tanyanya

  “aku….” Aku belum sempat menjawab tapi sesuatu hendak keluar dari mulutku

  ‘howeeekkkk…’ ahhh…. Aku memuntahkan isi perutku tepat mengenai kemeja laki-laki itu

  “aisshh….”

  “agashiiiiiii….!!” Teriak bibi kim memanggilku

  “yaaa…. Gwenchana??”

  “hmmmff…. Gwen… gwenchana..”

  “owh.. sosaenghaeyo agashi…”

  “hahahaha… anyi…” aku tertawa saat melihat kepanikan bibi kim, perasaan mualku lenyap setelah melihat tampang jijik laki-laki yang masih merangkulku

  “yaa… tentu saja… tak apa-apa… karena aisshh….. kemejaku… bau..” keluh laki-laki yang aku sendiri lupa namanya

  “sosaenghaeyo doronim..” maaf bibi kim pada laki-laki itu

  “hhmmm… ne ne… sudahlah… ini sudah terlanjur juga”
----

Laki-laki itu membuka kemejanya yang kotor karena muntahku, ku suruh bibi kim membelikan kaos untuk laki-laki itu..

  “hanya kaos ini yang ada agashi..” bibi kim menyerahkan kaos yang dibelinya di taman bermain itu, yang memang adalah sebuah taman hiburan *semacam Dufan gitu klo di indo*

  “ne..” senyumku sambil menerima kaos itu dan menyerahkannya pada laki-laki itu
Ia kemudian masuk ke ruang ganti, 5 menit kemudian, Nampak laki-laki itu menenakan kaos berwarna  hijau keluar dari toilet itu

  “bibi kim… !” panggilku pada bibi kim

  “ne… agashi” jawabnya

  “aku akan menelpon paman jung untuk menjemput bibi kim.. aku rasa bibi sudah sangat lelah.. dan aku masih ingin berada disini” perintahku pada bibi kim

  “arasseoyo..” ia pasti mengerti maksudku, meskipun ku tahu bibi kim masih ingin menemaniku, tapi ku pikir aku ingin menghabiskan waktu dengan pemuda jakung ini, bartender yang mengubah duniaku dalam semalam
-----

  “aku tak menyangka bisa bertemu dngan anda disini… ku pikir perempuan seperti anda tak suka tempat ramai seperti ini”

  “haha… jangan salah.. aku suka keramaian” aku tak tahu apa yang ku katakana, taapi karena laki-laki ini aku seperti itu.. entah apa yang ku pikirkan seperti terbaca oleh laki-laki ini

  “bagaimana kalau kita coba permainan yang lain?” pintanya

  “mwo…?, permainan apa lagi itu?” aku sudah cukup ngeri mencoba permainan tadi…”

  “anda mau menaiki permainan itu?” tanyanya, aku merasa risih dengan sebutannya untukku

  “panggil aku minhye saja…  jangan panggil aku dengan sebutan anda” tolakku

  “geure… Minhye agashi..”

  “anyi… tanpa agashi..”

  “arasseoyo Minhye-a..”

  “hahaha… aku juga minta maaf.. karena aku lupa siapa namamu”

  “anda.. eh.. maksudku, kau tak usah merasa bersalah minhye-a… apalah aku… namaku tak penting untuk diingat..”

  “kau.. mau bertindak curang hah.. kau masih mengingat namaku, sedangkan aku tak ingat namamu”  aku pura-pura ngambek

  “Lee Sun Ho.. lee sun ho imnida..”

  “ne.. sun ho-aaaaa…” teriakku tepat di telinganya, ia bergidik ngeri

  “yaaa… minhyeeeeee……” balasnya di telingaku

  “ayo kita naik ke sana..”

  “kachaaaa…” ia menggambit tanganku dan membawaku ke tempat permainan yang ditunjukan tadi
-----
Pemandangan yang ada pada tempat itu terlihat semua, permainan yang kami naiki itu memperlihatkan seluruh tempat itu dari ketinggian yang terus berubah-ubah, aku duduk berhadapan dengan sunho, yaa… sunho laki-laki yang bernama sunho itu.. aku akan mengingat nama indah itu.. selalu..

  “apa nama permainan ini?” tanyaku sambil tak lepas dari wajahnya, yang sejak tadi mengedarkan pandangannya ke bawah..

  “mwo…?” Tanyanya, sepertinya tak mendengar apa yang kukatakan

  “apa nama permainan ini?”

  “ini??”

  “Ne..”

  “ini adalah biang lala min hye-a..’

  “aowwh…”

  “waeyo?” tanyanya

  “ini lebih baik dari perahu besar itu”

  “ne.. apa kau benar-benar tak pernah menikmati hal seperti ini?” tanyanya lagi, namun kali ini membuatku sedih

  “anyi… selama aku menikmati hidup mewah.. oh tidak.. ini bukan mewah jika aku sendiri tak pernah menikmati kemewahannya.. apa artinya semua yang ku punya.. sedangkan aku hanya tertuntut untuk bergulat dengan file-file sialan itu”

  “tak ada yang sia-sia minhye-a..”

  “hey.. apa kau sudah terlalu sering kemari?”

  “weekend adalah waktunya bersenang-senang… aku suka main-main kemari… ini adalah tempat yang paling cocok untuk menghilangkan penat..”
*biang lala terus berputar..  putaran yang mungkin sudah ke 4 kalinya. kini biang lala yang kami tempati berada paling bawah*

  “kau sungguh beruntung sun ho-a..” aku menatapnya dengan kecemburuan.. karena ia sangat beruntung dengan kehidupannya yang begitu berwarna.. jika dibandingkan dengan duniaku.. yang selalu berputar seperti jam dinding dan mungkin seperti biang lala yang kami naiki ini, mungkin sangat menjenuhkan

  “tentunya kau juga beruntung..” balas sun ho

  “bagaimana bisa kau bilang aku beruntung..?” tanyaku saat tak menerima apa yang dikatakan sun ho
*biang lala yang kami tempati berada pada puncak*

  “kau tentu adalah perempuan yang beruntung, dengan hidup serba pas-pasan, hidup dikalangan terpandang, memiliki Goo’s Group.. apa yang kurang?”

  “ku rasa kau salah menilai semua itu sun ho..”

  “apa maksudmu?”

  “apa guna semua itu, jika kau sendiri tak mampu menikmati semuanya?”

  “ku pikir karena kau kesepian, makanya kau berpikir seperti itu, namun jika kau memupuk perasaan untuk menikmati dan menerima suatu yang ada, kau pasti akan merasa senantiasa hidup dengan kesenangan”

  “kau berkata seperti itu, karena kau tak mengalaminya”

  “mian..”

   “apa yang kau pikirkan tentangku sekarang ini?”
*biang lala yang kami tempati berada paling bawah*

Tiba-tiba aku merasa ada yang ganjal dalam hatiku.. Sesutu yang membuatku terenyuh dengan kondisiku sekarang ini

  “kau perempuan yang memilki segalanya… mempesona, kau terlihat manja, namun sesungguhnya kau adalah perempuan yang tegar.. bahkan seorang laki-laki sepertiku ini mustahil mampu mengelak semua yang ada pada dirimu…”

  “aku boleh minta Sesuatu padamu?” tanyaku.. entah apa yang ku pikirkan

  “kau boleh minta apapun… selagi biang lala ini masih berputar” jawabnya

  “tinggallah bersamaku di Goo mansion..” pintaku

  “mwo?” ia seperti tak menyangka akan ucapanmu

  “meskipun kau tak memiliki perasaan apa-apa padaku.. meskipun kau telah memilki seseorang di hatimu.. ku mohon tinggallah bersamaku.. meski tanpa ikatan apa-apa.. asal aku bisa mendapat setidaknya, warna yang beberda dari duniaku sebelumnya..”

  “kenapa kau pilih aku?” ia bertanya pelan, seolah ingin menghujamku dengan kalimat yang panjang, namun sepertinya tercekat

  “karena kau yang ku rasa mampu mengubah duniaku.. kau.. malaikat tanpa sayap.. karena kau yang telah mendapatkan ciuman pertamaku.. saat itu aku memang sedang mabuk.. tapi aku masih sadar.. ku rasa itu adalah dunia yang indah MY Angel Without Wings..”

  “aku bersedia mengajakmu masuk ke dalam dunia barumu”

Tangannya terulur menyentuh pipiku, mataku meredup.. karena ku tahu dunia baruku segera menghampiriku.. dunia yang akan membuatku menikmati indahnya hari…  yaa… tepat sekali.. bibir padat milik malaikatku menyentuh lembut bibirku, mengecupnya dengan pelan dan dalam..aku menikmati kecupannya, kubalas setiap esapannya.. sangat menggetarkan.. ciuman lembut itu semakin menuntut… ciuman keduaku..  ciuman Lee sun ho adalah dunia baruku… kamiterus saja berciuman di atas biang lala… begitu lama… bagi orang yang melihat, bagiku terasa singkat sisa putaran biang lala adalah 4 kali putaran, dan 4 kali putaran itu kami habiskan untuk berciuman mesra di tempat itu, kami tak memperdulikan beberapa mata yang melihat, reputasiku sebagai pewaris Goo’s Group tak ku pikirkan, yang ada ku nikmati dunia baruku dengan laki-laki yang baru beberapa jam ku temui ini.. lee sun ho.., sampai biang lala itu berhenti berputarpun, tanganku msih bergelayut manja di leher jenjang sun ho,..

  “hmm… apa anda masih ingin berputar lagi?” Tanya seorang yang bertugas di sana
  ku hanya tersenyum pada sun ho

  “ottokhajyo?” Tanya sun ho

  “kita coba permainan baru..!” ajakku sambil meninggalkan arena permainan itu

------
19.00 waktu korea

  “aakkhh…” aku menggeliat kecapean

  “kau lelah?” Tanya laki-laki yang sedari tadi setia menemaniku

  “aku lelah… tapi aku tak ingin pulang ke rumah..”

  “lalu?”

  “aku ingin menginap di rumahmu”

  “tapi rumahku tak seindah istanamu..”

  “aku tak peduli..”

  “baiklah..”
----
Sesampai di gubuk kecil sun ho namun ku rasa kehangatan yang selama ini ku cari ada di dalam rumah itu
Nampak seorang bibi keluar dari rumah kecil itu, wajahnyanya begitu ayu… ia begitu keibuan

  “sun ho-a..?, kau kenapa baru pulang nak?” tanyanya pada laki-laki yang sejak tadi menemaniku
 

  “mian eomma sayang… aku telat pulang, karena ada Sesuatu”

  “arasseo.. oh ya… siapa perempuan yang kau bawa ini?” tanyanya setelah menyadari kehadiranku

  “apa kau tak mengenalinya?” Tanya sun ho dengan nada menggoda

  “aa… dia mirip dengan Goo agashi.. tapi tak mungkin kau membawa gadis nomor satu itu kemari” Ny. Lee itu tak percaya bahwa aku adalh orang yang dia maksud

  “anda pasti Ny. Lee.. perkenalkan saya.. saya Goo min Hye.. yang anda maksud”

  “jinja??, bagaimana bisa anakku membawa anda kemari.. ini mustahil”

  “tak ada yang mustahil. Ini memang saya”
Ny. Lee menutup mulutnya, rupanya ia tak habis pikir

  “kau memang benar-benar cantik.. bahkan lebih cantik dari yang ku lihat di TV, tak menyangka orang sepenting anda datang kemari”

  “saya bukan hanya sekedar mampir, namu saya ingin meenginap disini Ny.”

  “mwo… anda tak bercanda kan?”

  “anyi…” aku menggeleng

  “panggil saya Min Hye.. please…”

  “ne.. min hye”

  “boleh saya panggil Ny. Lee dengan sebutan eomma..?” aku sedikit ragu mengatakan ini, aku takut ia menolak

  “mwo… owh… ne…”
Setelah mendapat izin untuk bermalam di rumah sun ho, aku menelpon bibi kim, untuk tak pulang malam ini, sudah ku jelaskan semua, dan ia mengerti itu.
------
Ruang yang akan menjadi tempat tidurku sudah siap.

  “ini kamarnya.. semoga nyaman”

  “gomawo eomma.. lalu eomma akan tidur dimana?”

  “eomma bisa tidur dimana saja..”

  “aku ingin eomma tidur denganku”

   “tentu saja.. dengan senang hati..”

  “tidur yang nyenyak ya,,, meski tak seindah istanamu” celetuk sun ho

  “istanamu lebih indah dari istanaku” jawabku dengan suara parau

Sun ho yang tahu perasaanku, mencoba menenangkanku.. memelukku erat.. meski mata eomma dengan malu-malu menatap kami.. ciuman hangat di daratkan sunho di keningku…  aku merasa sun ho sudah ku kenal sudah lama.. pada baru beberapa jam yang lalu, tapi kenapa aku bisa mempercayainya secepat itu, entahlah,,, aku tak tahu… karena kegilaanku…



---
TBC-ke chap 3




kissing you baby... muaaaccchhh ^^