Poll

okay, gw buat polling lagi yg berhubungan dgn karakter mh. kesempatan terakhir, siapa yg anda inginkan tuk jd mh??? perlu diingat, jumlah vote tdk mempengaruhi keputusan terhdp penentuan karakter mh, gw cuman ingin liat suara hati para pembaca sekalian, t

Sheldon
6 (40%)
alden
9 (60%)

Total Members Voted: 13

Author Topic: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 9#  (Read 13125 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe??
« on: October 16, 2011, 12:00:13 pm »
TEASER ..



Rintik-rintik hujan masih terus dicurahkan ke bumi. Sebentar-bentar, .. petir menyambar .. guntur mengelegar. Pohon-pohon rimbun, .. ataupun atap-atap rumah yang seharusnya mampu memberikan suasana nyaman dan teduh, seakan tidak mampu memberikan perasaan itu. Walau siramannya sudah tidak sederas tadi, namun .. aura yang ditimbulkan dari hujan itu—dingin, .. mengigit sampai ke tulang. Malam sudah sangat larut, … rembulan yang tadi sempat menunjukan diri—perlahan-lahan menyembunyikan dirinya di balik awan tebal yang gelap.

Si pemilik payung .. yang sedari tadi berdiri mematung di depan pintu gerbang besi tajam--masih berada di posisi semula. Dia tidak bergerak. Sebentar-sebentar, kepala yang dinaungi rambut lebat nan hitam dan panjang itu menengadah menatap langit yang semakin kelam. Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari ketika dia memutuskan untuk masuk lewat pintu gerbang tersebut.

Pintu utama dibuka dengan sangat pelan oleh seorang pelayan berusia lanjut.

“Nona .. sudah pulang .. ?” tanya si pelayan dengan sepasang mata yang berusaha dilebarkan. Rasa kantuk yang teramat sangat membuat kepalanya agak terantuk-antuk pada daun pintu.

Wanita muda yang ditanya mengangguk pendek. Setelah menyodorkan payung yang sudah ditutupnya pada pelayan itu, dia melangkah masuk.

“Apa dia sudah tiba, bi?”

Si pelayan meletakan payung yang masih meneteskan air pada tempat payung di dekat pintu.

“Sudah, non. Sudah sejak tadi sore. Apa .. nona akan menemuinya sekarang?”

“Tidak!” jawab wanita itu sambil berpaling dengan cepat. “Tidak sekarang .. “ Wanita itu lalu menjatuhkan tubuhnya yang terasa lelah di atas sofa.

“Nona butuh sesuatu?” tanya pelayan itu ragu-ragu. “Atau mungkin … nona ingin masuk ke kamar dan beristirahat sekarang?”

Wanita yang dipanggil nona itu mengeleng pelan. “Tidak .. Saya istirahat di sini saja. Tolong seduhkan sepoci teh buatku, bi. Malam ini dingin sekali, … saya rasa, besok akan turun salju .. “

Si pelayan mengangguk hormat. “Baik, nona .. “

Sepeninggal pelayan tengah baya itu, wanita tersebut membaringkan dirinya di sofa. Tubuhnya membujur kaku. Tangannya bergerak pelan—menarik seonggok selimut wol yang terlipat rapi di lengan sofa dan menutupi tubuhnya. Pandangannya yang sayu dibiarkan menerawang dan mengapai langit-langit ruangan yang tinggi dan bercorak kuno. Beberapa malaikat kecil terpahat indah di keempat sisi langit-langit ruangan tersebut.

“Besok akan merupakan hari yang sangat berat, Els … ,” desah bibir mungil merekah miliknya.

Mata bulat tapi terkesan sayu itu memejam perlahan, … dia yakin, malam ini … dia akan memimpikan orangtua dan kakeknya yang meninggal akibat kecelakaan tragis sebulan yang lalu.


___________
« Last Edit: October 16, 2011, 12:02:45 pm by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun