Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7066 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 3>'<update 17 Oktober 2011
« on: October 17, 2011, 07:31:50 am »
Chapter 3


Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
[/color][/size]



Detak jam dinding memecah kesunyian malam itu.. aku belum bisa tertidur..
Pandanganku menerawang.. tiba-tiba terdengar suara
 
 “belum tidurkah?”

  “belum eomma… aku sedang memikirkan sesuatu”

  “apa eomma boleh tahu?”

  “hidup eomma dan sunho sangat indah.. aku iri dengan kalian..”

  “kenapa berkata seperti itu...?”

   “eomma.. aku ingin setiap hari seperti ini, datang ke rumah eomma, tidur dengan eomma.. bolehkah?”

   “minhye... rumah ini sangat terbuka lebar untukmu nak..”

   “gomawo eomma telah memperbolehkan aku tinggal disini”

  “sudah semestinya kan..”



Aku yang menginap dirumah sunho sangat merindukan sosok keluarga aku bahkan meminta untuk memanggil eomma sunho dengan sebutan eomma. kupeluk erat tubuh separuh baya itu saat mataku hendak terlelap, hangatnya pelukan seorang ibu.



@lee sun ho
Sedangkan sunho tak bisa tidur, dia uring uringan di dalam kamarnya, ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, saat ia dengan mudah mendapatkan ciuman dari bibir seksi minhye, ketika minhye menciumnya saat mabuk dan saat dia mencoba mencium minhye di taman bermain dan minhye membalas ciumannya, sungguh ciuman hebat bagi sunho, ia tak kan mampu tidur tenang mengingat ciuman panasnya dengan minhye, tenggorokannya terasa kering, dan ia pun berajak menuju dapur untuk meneguk segelas air agar mampu membasahi kerongkongannya yang kering


----------------



Suasana seperti ini memang nyaman untuk terlelap, namun ini buruk... aku memikirkan sunho tiba-tiba..

   “apa yang dia lakukan sekarang?, apa ia sudah tidur atau belum”


Aku berusaha melepas pelukan eomma sunho, aku merasa deg degan, rasanya aku seperti pencuri yang mengendap-endap di rumah sunho, ya.. mungkin saja aku ini pencuri yang berniat mencuri hati sunho.. ini terdengar gila, namun itulah yang ku rasakan.. saat ku berjalan menuju kamar sunho, tiba-tiba mata ini menangkap sesosok tubuh jakung di luar teras, sempat bergidik ngeri.. namun saat ku perhatikan lebih seksama, itu adalah sunho

   “sun.. sunho-a...!” panggilku pelan. Sunho berdiri di tengah cahaya lampu yang temaram hingga mataku agak susah
mengenalinya, namun ku yakin tubuh jakung itu adalah sunho, dan benar saja... ia menoleh padaku

   “minhye?, kau kah itu?”

   “ne..” aku berjalan mendekati sunho

   “wae... waeyo...?” tanya sunho sedikit terdengar gugup, atau ia tak mengharapkan kehadiranku?

   “aku tak bisa tidur, sepertinya penyakit insomniaku kambuh” dustaku, padahal ini gara-gara aku memikirkan sunho, ya aku memikirkan laki-laki yang kini tengah ada di hadapanku

   “lalu? Kau sendiri kenapa belum tidur?” tanyaku balik

   “tadi aku haus, jadi mengambil air segelas buat membasahi kerongkonganku.. tapi jadinya tak bisa tidur juga”

   “aneh ya.. padahal ini kan sudah pukul 1 dini hari, tapi kau masih berkeliaran di depan teras”

  “aku mencari udara segar, di dalam terlalu panas” jawab sunho, maksudnya kamarnya panas? Benarkah? Perasaan ini bukan musih panas... di dalam juga tidak terlalu panas

  “minhye...!” panggil sunho padaku

  “dhe..?”

   “aku ingin menanyakan sesuatu”

   “mworagu?” sunho berjalan mendekat padaku

   “............” sampai di depanku ia malah terdiam, namun mata tajam itu  seolah ingin mengatakan sesuatu

   “sunho-a!”

   “apakah aku salah?”

   “maksudnya?” aku tak mengerti apa yang ia bicarakan

  “apakah aku salah terlalu berharap padamu.. karena sebuah ciuman mampu membuatku lemah minhye..”

   “ci..ciuman?” tanyaku gugup, aku tak mampu menerka kalimat sunho, aku takut aku salah mengartikannya, padahal
aku sangat berharap alasan sunho tidak bisa tidur adalah ciuman kami tadi sore

   “maksudmu apa? Aku tak bisa menerka sunho”

   “apakah kau tidak keberatan jika aku menciummu lagi minhye?”

   “mwo?”

aku tak mampu berkata... itu permintaan sunho? Ini sangat mengejutkan.... namun mata itu tiba-tiba saja begitu dekat, bibirku terasa basah... karena kini bibir sunho menyesap bibirku, tanpa sadar aku membalasnya.. ciumannya begitu lembut pada awalnya namun sesaat berikutnya terkesan menuntut, bibirnya menyapu setiap sudut bibirku, dan lidah kasar itu memberikan sensasi yang tak biasanya, bibirku basah saat lidah itu menjilatnya.. otomatis membuatku menegang dengan permainannya dan seketika mulutku terbuka segera lidah kasar itu menrobos masuk  ke mulutku.. lidah itu dengan lihai menyentuh langit-langit mulutku... Tuhan... tubuhku terasa gemetar dan menegang, ditambah tangan sunho yang menyentuh lembut pahaku yang hanya tertutup daster pendek dan tipis, nafasku tersengal dan menyebutkan nama sunho disela-sela ciuman kami “sunho.... sunho.. aaahh.. hmmmmff” bibir tersumpal saatku menyebut nama sunho, kemudian bibir sunho melepas ciuman kami dan bibir itu turun ke leher jenjangku kemudian naik ke ketelingaku, sedikit menggigitnya


   “minhye...”

   “hmm?” hanya itu kalimat yang mampu keluar dari mulutku saking terangsangnya dengan sentuhan tangan sunho di
pahaku dan gigitan kecil ditelingaku

   “aku tak bisa tidur karena... aahhhhh. Karena kerongkonganku kering, kering karena mengharapkan bibirmu, aku... aku ingin menciummu..”

   “kau... kau telah mendapatkannya sunho... kau aaahhhh.. kau kini mendapatkannya”

   “hm”


Sunho kembali mengarahkan bibirnya pada bibirku, ia kembali menyesapnya dan melumatnya dengan bernafsu... aku balas dengan tak kalah bergairah, ku peluk semakin erat tubuh jakung itu, dan tanpa kami sadari, kudengar langkah kaki.. namun terdengar menjauh dari tempat kami berciuman. Aku tak pedulikan itu yang ada hanya rasa sensasi yang diberikan sunho saat ini, tangannya yang tadi mengelus pahaku kini terangkat dan menyentuh perut rampingku.. aku semakin menegang, terasa api menjalar di seluruh tubuhku, sunho yang mengetahui gairahku yang semakin memuncak semakin memainkan tangannya dan kini bukan hanya paha dan perutku saja.. namun buah dadaku yang sedari tadi mengeras kini dielusnya, kedua tangannya mengelus dan sedikit menekannya, aku memekik tertahan, sunho sedikit mendesakku mundur dan akhirnya terjatuh di atas sofa yang ada di teras rumahnya, kami terjatuh dan masih berhimpitan, sedangkan mulut kami masih saling membasahi, tangan nakal itu semakin menjadi saat tubuh ini makin menegang.. ia membuka kancing daster yang memang hanya dua buah itu, dan tersingkap bra hitamku yang meyembulkan daging buah dadaku... oh tidak.. aku terbuai dengan remasan tangannya di daerah sensitifku... bibir tebalnya pun turun ke daerah leherku.. aku menggelinjang kuat, kakiku bergulat dengan kaki sunho... diciumnya belahan dadaku, kemudian bergeser sedikit pada gumpalan daging itu sedikit menggigitnya sehingga ku pastikan tanda merah akan tercetak disana, aku sendiri merinding saat mendengar suara desahan yang keluar dari bibirku sendiri, ternyata tangan sunho tak henti hentinya mencari area sensitifku, namun saat itu pula kesdaranku kembali, saat sunho mencoba meraba bagian diantara selakangku, merabanya dibalik celana dalam yang kukenakan, mataku segera terbuka saat tangannya mencoba membuka celana dalamku


   “su...sun.. sunho... mianhae.. aku belum siap” tolakku halus, dan ia pun segera menatap mataku yang sudah sangat
gugup, ku lihat di matanya ia mencoba menahan birahi yang sudah memuncak.. dan aku sangat mnyesali itu, aku tak kuat menatap mata itu, namun aku sendiri belum siap untuk melepas keperawananku, bukan karena aku tidak suka dengan cara ia mencumbuiku, tapi aku masih sangat takut..

   “mian... mianhaeyo minhye, seharusnya aku tak berbuat sejauh ini.. aku seperti orang bodoh yang berharap lebih” tuturnya lemas, aku segera mengancing ke 2 kancing dasterku, dan duduk di samping sunho

   “aku... aku seharusnya tak membalas ciumanmu sunho-a” ucapku

   “sangat minta maaf atas pelakuanku minhye, aku seharusnya sadar kalau aku ini bukan siapa2mu”

   “tapi aku mengharap bahwa saat ini aku adalah kekasihmu sunho”

   “mwo?”

   “aku... aku telah terbius dengan ciumanmu, aku terpikat dengan hati dan pandanganmu, namun saat ini aku tak mampu berkata dan aku menyesali kelemahku ini, aku sangat mengharapkan cumbuanmu, namun aku masih takut saat akan melakukan hubungan yg lebih intim denganmu, aku justru sangat mencintaimu.. makanya aku sangat deg2an saat kau menyentuhku... aku...” kalimatku terhenti saat tiba-tiba bibir sunho menempel di bibirku, dengan lembut disesapnya dan kedua tangannya menempel diantara leher dan pipiku, menopang kepalaku untuk menerima ciumannya... aku balas ciuman itu dengan lembut, namun permainan ini hanya beberapa detik saja.. nafas sunho memburu dan menerpa kulit wajahku

   “dengan menciummu saja aku dapat mengetahui kalau kau juga mencintaiku.. maaf jika aku terlalu memaksamu, saranghae minhye”

   “naedo saranghae sunho..” dan ku peluk erat tubuh itu



----------------------


Kicauan burung  terdengar, cahaya mentari menrobos masuk diruang kamar yang seadanya itu, aku menggeliat dan mencoba membuka mata ini

   “sayang...” panggilan itu begitu merdu terdengar

   “ah.. eomma..”

   “sudah bangun?” tanya wanita paruh baya itu

   “ne..”

   “bagaimana tidurmu? Nyenyakkah?, tentu saja nyenyak, kau sampai mendengkur kok”

   “mendengkur? Cheongmal? Aisshh....... aku jadi malu sama eomma, pasti aku mengganggu tidur eomma” sesalku

   ”tidak juga, itu justru membuat eomma nyaman, eomma yang biasa tidur sendiri terkadang takut.. tapi semalam tidur
denganmu membuat eomma nyaman dan merasa tidak takut”

   “ahhh eomma bisa saja”

   “eomma sudah menyiapkan air hangat untuk kau mandi, setelah itu kita sarapan...”

   “dhe..”



Minhye kemudian mengambil handuk dan segera menanggalkan daster yang memang merupakan pinjaman dari eomma sunho, ini daster pasti daster kepunyaan eomma saat muda, kemudan minhye merendam tubuhnya , saat akan menggosokkan badannya, terpampang jelas warna merah muda akibat gigitan sunho di dadanya. Ia merabanya lembut dan sedikit tersenyum memandang bercak merah itu

   “sunho, kau hampir merenggut keperawananku”  Cetakan gigi yang indah..


Setelah selesai memanjakan diri dengan air hangat, kemudian minhye memakai kaos santai yang dipinjamkan sunho untuknya, karena tak mungkin ia akan meminjam daster eomma sunho lagi, dan segera bergabung dengan sunho dan eommanya di ruang makan


   “akhirnya yang ditunggu datang juga” eomma sunho sudah tak sabar menanti kedatanganku dan menarik lenganku untuk duduk di sampingnya, sedangkan sunho duduk berseberangan, sehingga mataku mudah untuk melihatnya, ia hanya tersenyum dan ku balas dengan senyum pula


   “kau makanlah yang banyak minhye, eomma sudah memasak makanan yang enak utukmu, eomma tidak tahu makanan kesukaanmu, lain kali eomma pasti buatkan makanan kesukaanmu”

   “gamsahamnida eomma”

Eomma sunho sesekali menyuapkan sesuatu ke mulutku, namun mataku terus menatap sunho begitupun sebaliknya

   “minhye...!” panggil eomma, namun terdengar samar

   “minhye...!” panggilnya untuk kedua kalinya

   “dhe? Wae eomma?”

   “dari tadi.. eomma liat kau menatap sunho terus,,,”

   “ah... itu hanya perasaan eomma saja” jawabku dengan malu malu

   ”owwh... mungkin saja... cepat habiskan makananmu, bagaimana? Enak tidak?”

   “dhe... ini adalah makanan terenak yang ku makan eomma”

   “kau pandai merayu...”

   “aku sungguh sunggguh eomma, ini terasa dibuat dengan kelembutan berkali kali lipat”

   “hahaha ada ada saja.. oh ya... tadi malam... eomma sepertinya tak mendapati kau tidur di samping eoma minhye... kau kemana saja?”

   “uhuk...” aku terkejut dengan pertanyaan eomma , “ottoke?” aku berpikir dalam hati

   “ya... eomma jangan merusak acara makan minhye”sunho angkat bicara sambil memberikan gelas minumnya untuk
minhye

   “mian minhye... eomma gak bermaksud seperti itu, tapi eomma kaget saja.. eomma pikir kau keluar ke toilet, tapi karena lama sekali, jadi eomma ....” eomma tak melajutkan perkataannya

   “eomma melihat kami?”

   “yaaa.... jangan berpikir macam2.. eomma tidak mengintip kalian... eomma tahu, pasti kau sedang bersama sunho tadi malam, karena kamar sunho menyala saat itu, jadi eomma balik ke kamar lagi”

   “huuuhh syukurlah...” sunho lega eommanya tidak melihat tingkah putranya ini mencumbuku tadi malam, namun aku yakin eomma sunho memang melihat kami berciuman, aku mendengar langkah kakinya, jadi ini aku merasa malu sendiri

   “kau kenapa.. minhye?” tanya sunho tiba-tiba

   “kenapa apanya?” tanyaku tak mengerti

   “apa yang kau pikirkan sehingga pipimu memerah begitu

   “ah... anyi... kimchi buatan eomma terlalu pedas di lidahku, jadi kepanasan begini, aduh mian eomma masakanmu jadi tumbal untuk menutupi rasa malu, tidak mungkin mengatakan kalau aku malu karena tahu eomma mengintip kami

   “minhye... eomma minta maaf...”

   “anyi... eomma tak salah... aku yg salah, karena tidak kuat pedas”

   “ohya... hari minggu begini kalian mau kemana?”

   “aku tak ingin kemana2 eomma... aku ingin menghabiskan waktu bareng eomma saja... karena esok mungkin agak
sibuk dengan tugas kantorku”

   “ok..”

   “lalu aku?” tanya sunho

   “kau juga bantu bantu...”


Pagi ini rencana kami akan berkebun, memetik buah dan sayuran segar.. pagi ini cukup menghangatkan tubuh, aku juga tak takut jika kulitku berubah menjadi hitam, karena aku sangat ingin membantu memetik buah2an dan sayuran di kebun eomma


aku mengenakan topi untuk melndunginya dari silauan mentari, beraneka ragam buah dan sayur ada di kebun ini.. dengan suka cita ku memetiknya, sesekali terdengan bibir mungilku bersenandung, dan tanpa ku tahu, sunho segera memeluk tubuh mungilku dari belakang...

   “aww....... sunho-a... lepaskan aku....”

   “aku tak mau.... “

   “malu tahu.... dilihat eomma...”

   “biarin... kau mau memetik buah jeruk yang tinggi itu kan?” ucap sunho saat mematiskan tanganku mencoba menjangkau buah jeruk yang ada di ketinggian yang cukup membuat kakiku berjinjit, dan sunhopun mengangkatku dengan memenggang bokongku kuat

   “sunho... lebih atas lagi...”

   “ah... ne..” kucoba meraihnya dan dapat..... karena senang aku pun sedikit menggoyangkan badan hingga membuat
keseimbangan tubuh sunho ambruk... yaahh jadilah posisis sekarang ini.. tubuhku sukses menindih tubuh sunho, wajah sunho mencium pipi kiriku yang memang wajahku menghadap ke kiri saat terjatuh, keranjang yg berisi buahpun jatuh menimpa tubuhku, aku kesakitan... segera kubangkit dan hendak memarahi sunho, namun sunho segera menarik kembali tubuhku dan kamipun bertatapan lama, hingga akhirnya sunho memberikan ciuman singkat di bibir merahku, mataku melotot

   “kau ini, sudah membuatku kejatuhan jeruk2 itu, eh malam menciumku...” aku pura2 marah padanya

   “aku yang lebih sakit, sudah jatuh tertimpa badanmu pula...” benar juga... tapi

   “kau sendiri yang mengangkatku” ucapku tak mau kalah

   “kau ini bagaimana sih,,,?”

   “hei... apa yang kalian lakukan?” tiba2 suara eomma membuatku terkejut dan segera bangun dari posisi yang tak
menguntungkan bagiku

   “mian eomma,, aku terjatuh tadi, dan buah2nya juga jatuh..”

   “tapi kau tak apa2 kan minhye?”

   “dhe..”

   “aku yg kenapa2 eomma..” sunho merengek

   “ah... kau ini laki-laki, jadi tak usah dicemaskan..

   “tega bener....”



------------------



Senja sudah mulai muncul, namun rupanya aku harus segera meninggalkan kediaman Lee itu, berat rasanya namun, tugas kantor telah menanti, namun aku ingin datang lagi saat ada kesempatan...

   “gumawo eomma, .. karena telah mengijinkan ku menginap di tempat yang sangat hangat ini, aku ingin datang lagi lain waktu”

   “tentu saja,, pintu rumah eomma selalu terbuka untuk mu sayang”

Aku segera memeluk tubuh eomma dan kemudian sunho mengantarku pulang, sampai dirumah tanganku belum juga dilepas sunho

   “kau mau masuk?” tawarku

   “tidak... lain kali saja.. “

   “kalau begitu aku masuk dulu”

   “ne..”

   “sunho..!”

   “ne?”

   “aku masuk dulu...”

   “masuklah...”

   “tapi tanganku masih kau pegang, bagaimana aku bisa masuk”

Sunho tiba-tiba menarik tanganku yg memang sedari tadi dipegang, dan tubuhku kini menempel dg tubuh sunho

   “sarangahe minhye” bisiknya ditelingaku

   “saranghae sunho..” kemudian bibir kami menempel sebentar..


   “jika nanti kau ingin tidur jangan terlalu memikirkan ciuman kita, nanti tenggorokanmu kering minhye, dan itu akan memaksamu terbangun dan mencari segelas air... karena aku mau kau tidur dengan pulas tanpa memikirkan ciuman kita, kau tak usah memikirkannya, jika kau mau aku menciummu lagi, kau tinggal menyebut namaku 10 kali aku akan datang dan menciummu lebih dari yg kau bayangkan”

   “kenapa 10 kali biasanya 3 kali?” protesku

   “karena aku hanya punya motor, yang melesatnya lambat... jadi harap maklum saja,, nanti nyampenya lama”

   “baiklah... aku pegang janjimu..”

Segera aku masuk ke dalam... dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur empuk, hari ini sungguh hari yang benar2 manis,, kau bodoh sunho, mana mungkin aku bisa melupakan ciuman kita.. apalagi di teras rumahmu itu,, aku mengharapkannya lagi.. “sebut namaku 10 kali aku akan datang dan menciummu” kalimat itu terngiang di otakku, dan iseng2 aku menyebut nama sunho 10 kali

   “sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho...” buk... suara langkah kaki yang keras, dan saat membuka mata, ku dapati mata tajam sunho... owh... dia benar2 datang dan menciumku, melumatnya dengan lembut dan mengemutnya saat terakhir

   “kau.. kau kenapa bisa datang?”

   “aku belum jauh dari rumahmu, masih di depan pintu rumahmu malah, tapi ku dengan suara memanggil namaku...”


   “kau ini... membuatku malu saja... cepat pulang, dan aku tak akan memanggilmu lagi... aku hanya mengetes sejauh mana kau bisa pegang kata2mu..”

   “dan aku memperoleh ciumanmu berdasarkan panggilanmu minhye... jangan lupa mimpikan aku...” sunho langsung turun melalu balkon kamarku yg berada di lantai 2..


   “kau memang ajaib my angel without wings”






Tebece ^’^

« Last Edit: October 17, 2011, 07:37:31 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^