Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7157 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 4>'<update 22 Oktober 2011
« Reply #15 on: October 22, 2011, 06:15:42 am »

Chapter 4


Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho




Hari hari berlalu seperti semula, aku harus lebih fokus dengan tumpukan berkas2 ini lagi... semenjak tadi aku tidak bisa berkosentrasi dengan kerjaanku..

Rinduku pada sunho sudah meletup-letup.. rasanya ingin segera menemui sunho... telah satu minggu lewat aku tak mendengar kabar sunho, itu membuatku mampus saking kangennya..

“oh... minhye.. lebih fokuslah sedikit, ini demi dirimu juga kan,, dan juga demi sunho... kau sudah berjanji padanya.. bahwa kau tidak akan melalaikan tugasmu sebagai penerus Goo’s grup” itu yang tengah terpikir olehku, ya memang sebelum sunho pergi saat perjumpaan satu minggu yang lalu, bahwa aku telah janji pada sunho, semua urusan goo’s grup akan ku selesaikan secepatnya, setelah semua selesai baru boleh menemui sunho lagi.. dan itupun atas desakan sunho.. seandainya sunho tak memintaku untuk membuat janji yang sangat susah untukku penuhi, karena kini ku rasa hidupku berubah semenjak perjumpaan dengan sunho.. ia yang telah merubah segalanya, ku rasa berkas-berkas  yang selalu bertumpuk di atas meja kini bisa ku toleransi keberadaannya, aku mulai menikmati pekerjaanku, aku memiliki semangat yang super duper besar semenjak  kehadirannya.. tak bisa ku pungkiri hal itu.. aku telah terjerumus akan cinta dan nafsuku padanya...

“aarggg.... tunggu sebentar lagi sunho.. tinggal 2 hari lagi aku pasti bisa menyelesaikan urusan di goo’s grup, “

---------------

“tok tok....” suara pintu diketuk, dan membuat pandangaku teralih dari tumpukan berkas-berkas itu menatap pintu tersebut

“masuk” perintahku tegas

“agashi...!, ini dia berkas-berkas yang agashi minta”  sekertaris Jung atau orang yang selalu ku panggil paman jung itu menyerahkan setumpuk berkas padaku, ku teliti isi berkas-berkas tersebut, rupanya sebuah pembagian saham dengan rekan appa di jepang.. saat merasa cocok dengan yang appa suruh, aku segera mentanda tangani isi berkas tersebut, dan itu berarti aku menyetujuinya

“agashi... hari ini pukul 12 siang  ada jadwal meeting dengan Mr. John, agashi tidak lupa kan?”

“dhe... paman siapkan segalanya, apakah ada jadwal yang lain?”

“hanya itu saja.. saya pikir agashi sudah sangat berusaha belakangan ini”

“saya tidak ingin mengecewakan appa, selama appa di luar negri semoga urusan juga lancar”

“saya juga berharap demikian agashi”

“baiklah... paman bisa kembali bekerja”

“dhe... kamsahamnida..”


Baru saja paman jung keluar dari ruanganku, tiba-tiba telpon berdering

“yeoboseo?” sapaku pada orang yang ada diseberang sana

“minhye sayang...!!”

“owh.. yaaa appa...!” seruku saat mendengar suara paruh baya itu, aku juga merindukan appa... ia sungguh terlalu lama di new york

“apa kabarnya putri appa?”

“appa jahat sekali... membiarkanku lama-lama sendiri mengurusi Goo’s group..”

“maafkan appa sayang, tapi disini urusan appa belum beres, Mr. Smith tiba-tiba membatalkan kontrak kerja dengan appa...”

“kasian appaku ini.. apa sehat-sehat saja kan?”

“tentu... appa masih sehat-sehat saja... bagaimana masalah saham dengan rekan dari jepang itu, Mr. Stuyoshi?’

“Minhye sudah mentanda tanganinya appa”

“bagus.. lain waktu kau harus menemui Mr Stuyoshi”

“untuk apa? Dia kan hanya berurusan dengan appa” jawabku enteng

“tapi ia telah berurusan dengan Goo’s group, dan kau adalah penerus Goo’s Group satu-satunya”

“ah.. appa ini, aku tidak doyan daun tua appa”

“kau pikir Mr stuyoshi itu laki-laki tua ya?”

“anyi... tapi jika sudah berurusan dengan appa, masih usianya tak jauh beda dengan appa”

“kau salah sayang, Mr Stuyoshi adalah penerus tunggal Star Group, ia masih sangat muda.. kau malah lebih tua satu tahun darinya”

“mwo...? appa bercanda?, kenapa memanggilnya Mr? Itu terdengar seperti sebutan untuk laki-laki tua seperti appa”

“hahaha... kau meledek appa ya?, tapi walaupun begitu ia memang tidak banyak yang menyadari bahwa ia masih anak usia 23 tahun, karena ia tak ingin karena umur orang2 menyepelkannya dan ia lebih dewasa dari pada dirimu”

“aku tak mengerti apa maksud appa membicarakan laki-laki yang baru berusia 23 tahun itu”

“appa hanya ingin memperkenalkanmu dengannya.. namun jika kau punya pilihan lain, appa tak bisa mencegah..”

“aku sudah punya pilihan appa”

“benarkah? Kenapa tak kau kenalkan pada appa... apa dia seorang pengusaha sukses”

“jangan tanyakan itu appa.. kita bicarakan lain waktu saja, aku sedang mempersiapkan meeting dengan Mr. John”

“baiklah... rupanya anak appa sangat sibuk, sehingga telpon dari appa sangat mengganggunya”

“aniyooo... minhye sangat menyayangi appa... karena appalah satu-satunya keluarga yang minhye punya... jangan berkata begitu appa”

“arasseo... saat ultahmu tiba, appa janji, appa akan tiba di seoul 1 hari sebelumnya...”

“mwo?, Ultahku masih sangat lama appa...”

“itu menandakan appa harus menyiapkan kado yang spesial buat mu sayang...”

“baiklah... appa yang sehat ya... jaga kondisi baik-baik, minhye sayang appa”

“appa lebih sayang lagi.. sangat menyayangimu nak”

“saranghae appa... daaahh...”

“muachhh.. bye sayang”

--------

Malam telah tiba, tubuh ini rasanya penegen remuk, lelah sekali untungnya meeting dengan Mr john berjalan lancar.. ingin segera membenamkan tubuh ini di bathub dan berendam sepuasnya merileksasikan pikiran

Busa-busa sabun telah memenuhi bathub ini.. pikiranku menerawang lagi menuju sunho dan pembicaraan appa tadi siang

“kenapa aku tak pernah menayakan usia sunho ya...? apa dia berusia lebih tua dariku atau malah sebaliknya?” mengingat tipeku yang memang menginginkan laki-laki dewasa dan matang..

“argg... aku tak peduli, mau lebih dewasa atau lebih muda yang penting aku sangat mencintai sunho.. yaa... aku mecintainya, bahkan sekarang ini pikiranku tertuju padanya, aku ingin saat ini dia ada di depanku,, aku ingin saat ini ia meyentuhku..” aku kaget dengan kalimatku barusan “menyentuhku?, apa benar aku ingin sunho mengusap lembut tubuhku?, lalu jika ya,  apa yang akan terjadi selanjutnya, apa aku akan menyerah padanya?, oh tidak... saat ini rasanya jantungku sangat berdegup kencang saat menyebut namanya.. apakah saat ku panggil namanya 10 kali apa dia akan muncul seperti kemarin2... ah tidak mungkin itu terdengar konyol minhye..”

Aku segera membilas tubuhku dengan air yang mengucur di bawah shower..

“kau lama-lama membuatku gila sunho.. sunho... sunho... sunho.. sunho... sunho  .. sunho.. sunho... sunho.. dan sunho..”

ku keluar dari kamar mandi dengan handuk mini yang melilit tubuhku, kamar masih remang2, aku lupa menyalakan kamar tidur, karena tadi sangat terburu-buru buat mandi.. dan sekarang sangat segar rasanya,, senyumku mengembang saat melihat tingkah lakuku yang gila saat menyebut nama sunho... sedangkan tidak mungkin sunho datang malam-malam begini..

“itu tidak mungkin..!” gumamku seorang diri

“apanya yang tidak mungkin?” tiba-tiba terdengar suara seseorang laki-laki dari dalam kamar itu, karena panik aku segera mengambil sesuatu dan sangat pas.. ketika sebuah tongkat pemukul yang bersender di dekat pintu kamar mandi, tentu saja aku takut.. bagaimana tidak.. aku kini tidak menggunakan baju.. lalu seorang maling cabul datang dan memperkosaku bagaimana.. bisa-bisa appaku bakal bunuh diri..

“Hiaaattttttttt.... pang...” suasana remang2 membuatku tak mampu mengenali wajah sang maling cabul itu, namun sukses membuatnya meringis kesakitan

“awwwwwwww........... min... minhye-a.... aaaaisshhh...!!”

“maling itu seenaknya saja menyebut namaku, mwo? Dia menyebut namaku?, aissh... siapa sebenarnya dia?” batinku. Segera ku nyalakan lampu melihat tubuh laki-laki itu yang tak mungkin menyergapku karena ia tengah terkulai lemas, duduk di bawah bibir ranjang

“ceklek..” saat lampu mulai menyala, dan mataku berusaha menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar, namun saat itu pula mata ini sukses terbelalak lebar dan tak percaya dengan apa yang ku lihat sekarang

“sunho-a..!!”

“aissh... kau tega sekali memukulku? Liat kepalaku sudah sangat membenjol seperti ini.. arrggg”

‘mian.. mianhae sunho-a...”

“aaarggg...”

“chakaman... aku akan ambil kontak P3K”

Segera ku ambil kontak P3K dan memapah tubuh sunho baik ke bibir ranjang

“dari mana kau datang?” tanyaku sambil mengoleskan salep pada luka sunho

“aku kan bisa datang dari mana saja.. karena aku ini seperti jin”

“yaa..” tanpa sengaja aku menekan luka yang ku oleskan pada luka sunho

“aahhh... apho..”

“kau sih... aku tanya baik-baik dijawabnya ngaco”

“jendela kamarmu belum kau tutup, hingga mudah bagiku untuk menerobos masuk,”

“kau jadi seperti pencuri tahu”

“yaa.. aku ingin mencuri hatimu”

“jika aku mau sudah ku buat babak belur tubuhmu, seenaknya saja menerobos masuk kamar seorang wanita, apa ini salah satu kebiasaanmu?”

“ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini, lagian aku mendengar suaramu memanggil namaku, jadi rupanya aku datang tepat waktu”

“kau bercanda ya..? kau mendengar aku memanggilmu?”

“tentu saja... tadinya aku mau langsung ada di hadapanmu saat panggilan ke sepuluh, tapi sepertinya kau sedang mandi, jadi aku tunggu sampai kau selesai”

“yaaa.....” sekali lagi ku tekan luka itu saat sudah menempelkan plester obat di dahinya, namun saat ia hendak membrontak tangannya tanpa sengaja tersenggol oleh buah dadaku yang memang hanya terbungkus handuk mini itu, aku langsung gelagapan... kenapa baru ku sadari kalau aku hanya terbungkus oleh handuk mini ini, kenapa cahaya kamar juga terlalu terang hingga membuat pandangan sunho dengan jelas menatap tubuhku yang agak terbuka ini, aku rasanya aroma tubuhku akan menjadi masalah saat dekat dengan sunho.. terdengar saat nafas sunho sedikit mengendus di dekat leherku dan kembali menatap mataku.. sumpah demi apapun aku sagat tegang sekarang.. apalagi dalam jarak super dekat ini...

“kau terlihat sangat segar minhye” tuturnya saat hidung mancung itu menmpel di pipiku yang telah merona dan memanas.. dan mata kami bertatapan lekat, hembusan nafas yang keluar dari mulutnya membuat bibirku yang terasa beku ini menjadi hangat.. mata sendu itu seolah mengatakan “aku menginginkanmu” terbawa suasana.. membuat mata ini perlahan tertutup bersamaan dengan tak ada celah lagi pada bibirnya dan bibirku, baru sebatas menempel,, namun saat ku rasa tangannya mulai memainkan tengkuk leherku.. memaksa bibir ini terbuka perlahan hingga sekarang bibir itu menyesap dengan dalam bibirku... bibir atasku dikulum dan sedikit menghisapnya,  dan bergantian pada bibir bawahku.. yang sudah sangat kaku... di esap dan dihisap agak kuat dari bibir atas tadi, menandakan ia mulai geregetan pada area bibirku, ku biarkan ia memainkan dan menyapu setiap inci bibirku, dan saat bibir ini sudah terbuka.. lidahnya menerobos masuk dan memenuhi lidahku, membuatku semakin menegang.. dan menikmati setiap esapannya, dan saat itu pula bibirku membalas ciuman dan esapannya, lidah kami saling bersentuhan, bibir kami lebih memaksa untuk saling menyesap dengan kuat, tanganku terangkat dan menyentuh pipi sunho dan beranjak ke rambut tebalnya... ku remas dengan lembut, tanganku turun ke leher sunho, rasanya sensasi luar biasa saat tangan sunho mulai mengusap punggungku dengan lembut, bibirnya yang telah menjelajahi seluruh wajahku, mulai dari bibir, naik ke hidung, lalu ke pipi, kedua mataku dan mengecup lembut keningku, kemudian turun lagi ke bibir dan dagu.. setelah itu menyusup di leher jenjangku... membuatku menyerah saat itu juga

“aroma tubuhmu harum minhye...”

“hm...” hanya itu yang mampu keluar dari mulutku... saking terbuai dengan esapannya yang semakin nakal di tubuhku, bibir itu mulai menyapu pundakku dan bergerak ke punggungku, rambut yang menjuntai beberapa helaipun tersibak, dikecup lembut pundakku

Tangan kekar itu semakin berani,,, dari punggung turun ke pinggangku dan mengusap perutku yang masih terbungkus handuk mandi, tak bisa ku pungkiri lagi... aku makin menikmati sentuhannya, bagaimana mungkin aku jadi  perempuan seliar ini hanya karena laki-laki bernama Lee sunho ini

Sentuhan sunho menggetarkanku, membuat ingin meloncat karena kegelian, namun mataku tetap terpenjam menikmati sentuhannya dan tanpaku sadari bibirku mendesah, terdengar desahan itu karena sunho lebih menyibukkan diri mencium leherku, dan pandangannya jatuh pada bibirku yang terbuka karena desahan tadi, namun segera tersambar oleh bibir sunho lagi... kami berciuman semakin panas... aku membalas setiap esapannya lagi, sementara tangannya kini telah berada di dadaku... sontak mataku terbuka saat mendapati kedua tangannya tengah memegang kedua gundukan milikku, aku menatapnya penuh dengan gairah yang tertahankan

“min... minhye-a... ini terasa begitu lembut” tutur sunho yang berupa desahan sambil menekan kedua gundukan mulikku dari balik handuk mini itu

“kau... kau... kau meng... mengingin..kan..nya?” tanyaku terbata-bata

“sangat” jawabnya pasti membuatku semakin tenggelam dalam desahan nafas yang tengah menyapu seluruh wajahku... tangannya semakin terasa menekan, dadaku terasa panas... jantungku bagai ingin meledak keluar.... bibirku kembali disambar oleh bibir padat itu... saat itu pula ku rasa ikatan handukku terasa longgar dan jatuh sampai ke perutku, memerahlah rasanya pipi ini, apalagi dengan leluasanya ia memandangiku seperti akan memakanku hidup hidup,,, tubuh ini telah terlentang diatas kasur dan ditindih oleh tubuh kekar milik sunho, tangannya meremas kembali dua gundukan milkikku, aku terpekik menahan rangsangan tak terhingga ini, sesaat kemudian tangan itu digantikan dengan mulut sunho... ku rasa giginya telah memberikan gigitan kecil di gumpalan daging itu, sedangkan tangannya kembali turun dan mengusap perutku lembut, sangat lama bibirnya memainkan kedua gundukan milikku hingga aku sudah sangat berada di puncak kenikmatan, ia membuatku tersiksa setengah badan...tanganku pun tak mau kalah.... ku buka baju kaos yang dikenakannya,,, sehingga menyembulan otot-otot kekar itu, tanganku mengusap otot2 perutnya yang terpahat sempurna, ku cium dada sixpact itu, ia melengguh dan kembali menciumi bibirku yang mulai nakal mencium dadanya... dan tanpa meminta persentujuanku lagi.... handuk yang tadi sempat menutupi tubuh dibagian perut ke bawah tu kini tersingkap semua, dan sekarang aku polos total, sedangkan sunho masih setia dengan celana jeansnya

“min... minhye...?”

“hng?”

“apa kau merindukanku seminggu terakhir ini?”

“sangat.... aku malah tak bisa konsentrasi dengan pekerjaanku, aku tiap detik memikirkanmu... aku memikirkan segala tentangmu, aku merindukan sentuhan bi...” belum habis kalimatku, bibirku kembali diserang dan itu ku pikir merupakan jawaban yang ingin didenger sunho dariku... hingga suatu yang kasar menyentuh daerah vitalku, ternyata jari tangan sunho memasuki daerah vitalku... aku memekik tertahan sekaligus menikmatinya, terasa agak sedikit ngeri.... ia terus-terusan memainkannya... hingga ku rasa sesuatu hendak keluar dari daerah sensitifku itu... sesuatu yang agak lengket...Tuhan... demi apapun aku secepat itu mendapatkan puncak kenikmatan

“aaaaaahhhhhhhh.....” aku mengerang dan lemas... dan sunho mendekap erat tubuhku

“kau sangat mudah mencapainya minhye... ahhh...” bisiknya di telingaku

“aku... “ belum habis kata-kataku sebuah ketukan pintu membuatku terkejut dalam pelukan sunho

“agashi....!!”

“paman jung?”

Aku dan sunho saling menatap tak tahu harus berbuat apa... sedangkan aku sangat masih lemas tak mampu bangun karena sedang mengumpulkan tenaga buat ke permainan selanjutnya, namun suara berisik dari paman jung membuatku tersengal saat menjawabnya

“minhye agashi...!! kau tak apa2 kan?”

“n.... nee.... paman... a... ku baik baik saja...”

“anda yakin, saya takut terjadi sesuatu pada diri anda agashi, terdengar suara anda sangat kelelahan..”

“anyi... aku sedang beres2 sebentar”

‘saya boleh bantu?”

“andweee.... aku sedang memakai handuk saja paman, aku bisa menyelesaikan sendiri”

“agashimnida... pelayan sudah menyiapkan makan malam buat agashi”

“ne...”

Tak ada suara paman jung lagi, hanya terdengar suara langkah kaki yang semakin mnjauh... ku lirik sunho yang masih menindih tubuhku.., segera ku dorong tubuh itu,  bangun dan segera memakai handuk mini yang sempat terlempar ke bawah

“mau kemana?”

“mau makan malam...”

“mwo...? mau meninggalkan aku dalam kondisi seperti ini?”

“cukup malam ini sampai disini sunho-a” ucapku sambil mengecup lembut bibir itu sekilas dan tersenyum...

Mata sunho hanya bisa melotot tak percaya...

“arrrggg..... chakaman”

“mwo?”


Keadaan sunyi kembali, dan aku tak mampu membaca pikiran sunho saat ini..... siapa yang memulai semua ini dan siapa yang patut disalahkan???



MIAN... tebece >>> ^’^





kissing you baby... muaaaccchhh ^^