Author Topic: The One & Only # HIATUS ;p  (Read 11956 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


Chapter 1
[/b]


Los Angeles, Amerika Serikat

Dentuman  House Music  membahana memenuhi ruangan besar nan megah dengan sekumpulan muda mudi yang sedang menikmati kehidupan malam.
Beberapa meja VIP yang dipenuhi pria-pria setengah baya yang seharusnya menikmati waktu senggangnya  di rumah bersama keluarga namun lebih memilih menghabiskan kantong tebalnya dengan ditemani beberapa wanita cantik  yang haus akan materi walau mereka harus membayarnya dengan tubuh molek mereka.

Tidak sedikit orang yang bersenang-senang di Club mewah tersebut tetapi di salah satu ruangan VVIP yang terletak di ujung ruangan  megah tersebut sedang terjadi transaksi besar-besaran yang dipenuhi dengan beberapa orang dengan stelan perlente dan uang yang disimpan rapi dalam koper-koper besar untuk di tukar dengan  beberapa kilo obat-obat terlarang.

Beberapa pria dengan stelan rapi serba hitam dilengkapi senjata mematikan di balik jasnya berjaga-jaga di luar untuk keamanan transaksi yang sedang berlangsung di dalam.

“Nice goodies” tukas pria gendut dengan rambut setengah botak sambil mencicipi sedikit barang yang sedang ditawarkan oleh rekan bisnisnya.

Setelah merasa yakin dengan keaslian barang  tersebut pria botak  tersebut segera memberi isyarat pada bodyguardnya untuk menyerahkan koper-koper yang berisi uang tersebut kepada mereka.

Sesosok pemuda jangkung dengan mengenakan coat hitam berjalan kearah orang-orang suruhan pria gendut tersebut untuk memeriksa keaslian uang tersebut dan dengan jumlah yang diinginkan tentunya sebagai harga dari barang-barang yang akan di beli oleh pria gendut tersebut.

“How’s Kwon?” tukas Pria bule yang masih terlihat gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi meminta kepastian pada pemuda itu tentang keaslian barang-barang yang di berikan oleh rekan bisnisnya.

“Kwon” , nama pemuda jangkung dengan wajah dingin tanpa ekspresi tersebut. Dia menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan semuanya berjalan baik-baik saja.

“Nice to corporate with you Mr. Fatso” tukas Paul pada pria gendut tersebut dan mereka saling berjabat tangan untuk kelancaran transaksi mereka.

“You have a smart boy here and if you don’t mind can I have him for my next project?” tukas pria gendut itu lagi meminta ijin pada Mr Paul

“I’m sorry, I’m not borrowing my son for your nasty business” ucap Mr Paul dengan nada agak berkelakar.

“Hey, My Nasty project can make him a whealthy man and  no one can ignoring him again”tukas Mr. Fatso yang bersikukuh agar Kwon mau mengikuti bisnis penjualan wanita.

“Kwon, speak up” tanya Mr Fatso

Kwon hanya diam dan melangkahkan kakinya untuk mengambil dua koper yang berisikan uang ratusan juta dolar dari orang-orang pria gendut tersebut

“Dad, can I go somewhere after I put this money?” ucap Kwon dengan bahasa inggrisnya yang fasih pada ayah angkatnya

“Just be carefull son?” tukas Mr Paul

Namun  hanya beberapa langkah Kwon melangkahkan kakinya terdengar suara tembakan dari luar dan Kwon dengan reflect mengambil pistol kecil dari balik  coat nya dan langsung menembak seorang pria yang mendobrak masuk  dengan senjata yang sudah diacungkan kearah Kwon.

Mr Paul pun langsung mengambil pistol  dari saku jasnya dan menembak  beberapa orang yang diketahuinya adalah orang-orang Torenz yang merupakan rivalnya di dunia hitam ini.
Mr. fatso hanya bergidik ngeri bersembunyi di bawah meja dengan memeluk lututnya erat-erat dan berkomat kamit agar dirinya tidak terkena peluru nyasar.

“Are you okay” tukas Kwon datar pada pria gendut tersebut

“What happen out there, why they’re shoot us like a crazy people. Who are you exactly ,huh?” tukas Mr Fatso  dengan tubuh yang gemetaran menahan rasa takutnya.

Kwon hanya menyengir akan tingkah laku pria gendut ini dan melengos pergi  menyusul ayah angkatnya yang sudah lebih dulu meninggalkan ruang VVIP tersebut.

******
Dua mobil Volvo hitam sudah terlihat di valley parking dan beberapa orang dengan stelan hitam tersebut segera memasuki pintu kemudi setelah sang petugas valley menyerahkan kunci mobil tersebut.

Mr Paul yang didampingi asisten pribadinya memasuki mobil yang terparkir paling depan diikuti oleh asistennya dan satu bodyguard untuk mendampingi mereka, sedangkan Kwon yang menjinjing dua koper berisikan uang hasil transaksi tersebut tampak tergesa-gesa, dan langsung menyerahkan koper-koper tersebut pada dua orang bodyguard yang akan mendampingi Kwon.

“Aku tidak akan pulang bersama kalian jadi bawa saja koper-koper ini bersama kalian dan serahkan pada Dad, aku masih ada urusan lain”tukas Kwon

“Perlu kami temani Bos?” tukas salah satu bodyguard Kwon yang berwajah bule itu

“No, I can go by my self. I’ve just call Martin to send my car soon”tukas Kwon dengan nada perintah

Dan kedua bodyguard tersebut langsung memasuki mobil Volvo hitam tersebut dan berlalu dari pandangan Kwon.

“Yes, so you have the information bout my twins?” tukas Kwon dengan bahasa Inggrisnya yang fasih.

“I want all bout his life, not less not more. U got that?” tukas Kwon dengan nada memerintah

“Kembar?” Jadi benar apa yang dikatakan Dad selama ini jika aku mempunyai saudara kembar,hhhhh”Kwon hanya tersenyum sinis dan raut wajahnya yang tenang tadi berubah kesal dengan gigi yang bergemelatuk , tangan yang dikepal kuat-kuat seolah-olah menahan amarah yang bergejolak didalam hatinya.
*****

Seoul, Korea Selatan

Burung-burung berkicauan menyambut indahnya cuaca di pagi hari , sebagian burung-burung tersebut nampak bertengger di pojokkan jendela kaca dengan mematuk-matukkan paruh runcingnya seakan memerintah penghuni di dalam rumah tersebut untuk segera bangun dan menikmati pagi yang indah ini.

Cahaya mentari pagi menerobos masuk menembus jendela kaca  tersebut sehingga membuat si pemilik ruangan tersebut agak mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat dirasakannya cahaya mentari itu menusuk-nusuk wajahnya.
Dua bola mata cantik itu akhirnya terbuka.  Dengan agak menggeliatkan tubuh mugilnya yang terbungkus selimut tebal ,gadis cantik itu bangkit dari tidurnya dan merentangkan kedua tangannya .

“Rupanya Tuan Putri sudah bangun “suara teduh seorang pria yang selalu bisa menggetarkan hati gadis cantik ini

“Joon” tukas Soo Hee heran melihat tunangannya sudah berada di kamarnya

Soo Hee yang menyadari jika dirinya masih berpenampilan belum sempurna segera menutup tubuh sampai ke wajahnya dengan selimut tebal tersebut agar Joon tidak berlama-lama melihat penampilannya saat bangun tidur.

Joon hanya terkekeh melihat tingkah SOo Hee yang menurutnya sangat menggemaskan ini, dengan hati-hati Joon menaiki ranjang Soo Hee dan memeluk gadis itu dengan penuh cinta.

Soo Hee berontak dalam pelukan Joon,namun Joon semakin mempererat pelukannya pada gadis cantik ini .

“kau jahat, kenapa main masuk kamarku tanpa permisi?” tukas Soo Hee berpura-pura kesal dibalik selimut tebal itu.
“Wae, apa kau malu aku melihat penampilanmu disaat bangun tidur?” tukas Joon dengan nada menggoda
“Orang bilang jika ingin melihat seorang gadis terlihat cantik lihatlah saat dia tertidur ,namun bagiku seorang gadis dapat dilihat kecantikan aslinya saat dia baru bangun tidur, maka semua yang ada pada dirinya terlihat lebih alami tanpa polesan make up, atau apapun yang menempel di wajahnya. Dan menurutku pagi ini kau terlihat sangat cantik dan begitu MENGGODA” tukas Joon dengan senyum dikulum

“Mwo” tukas Soo Hee heran

“Menggoda apanya?” tukas Soo Hee menatap dirinya dan “ Achhhhhhhhhhhhh” Soo Hee berteriak histeris

Joon yang mendengar teriakan Soo Hee tentu saja sangat panik dan berusaha membuka selimut tebal itu namun sepertinya Soo Hee tidak mengizinkan Joon untuk membukanya.

“yaa Soo Hee-aa, cepat buka selimutnya, kau kenapa?” tanya Joon semakin cemas
“andwaeee” protes Soo Hee lagi sambil mengencangkan selimut itu agar menutupi dirinya.

Tentu saja jika dibandingkan dengan tubuh mungil Soo Hee ,tenaga Joon jauh lebih besar dibandingkan dirinya dan alhasil Joon berhasil membuka selimut tersebut dan tampak Soo Hee yang sedang terduduk dengan kedua kaki yang menutupi dadanya dan kedua tangan Soo Hee memeluk erat kedua kakinya tersebut.

“Soo Hee-aa , gwenchana?” tanya Joon cemas sambil menepuk halus bahu Soo Hee.

“Menurutku gaun tidurmu sangat bagus bahkan sangat sempurna di tubuhmu” tukas Joon santai tanpa disadarinya Soo Hee sedang menahan rasa malunya yang teramat besar.

Tapi sepertinya Soo Hee tetap pada posisinya dan membuat Joon tersenyum simpul dan berpikir jika tunangannya ini benar-benar gadis pemalu , dan akhirnya Joon memilih menyerah dan dengan perlahan Joon turun dari ranjang besar itu menuju pintu keluar kamar Soo Hee .

“AKu akan menunggu di bawah saja” tukas Joon sebelum meninggalkan kamar Soo Hee

Setelah merasa yakin Joon sudah keluar dari kamarnya, Soo Hee mengangkat wajahnya dan memegang pipinya yang sudah semerah tomat. Perlahan Soo Hee turun dari ranjangnya dan dengan sedikit kesal Soo Hee mematutkan dirinya di depan cermin seolah mengatakan jika dirinya bertingkah terlalu berlebihan terhadap Joon.

“Apa aku terlalu berlebihan?”, “ Gadis mana yang mau dilihat kekasihnya dalam “keadaan “ seperti ini, sungguh memalukan” tukas Soo Hee lagi
“Tapi apa benar yang dikatakan Joon jika gaun tidur ini cocok denganku, apa benar jika aku terlihat begitu ,,,MENG..GO…DA,,,,hehehhe” tukas Soo Hee terkekeh mengingat ucapan Joon tentang dirinya sambil terus bergaya di depan cermin besarnya.
******

Joon menuruni anak tangga dengan senyum yang membentuk dua lesung pipi di wajah tampannya. Tingkah manja So Hee tadi membuatnya semakin mencintai gadis itu. Ternyata di balik sifatnya yang tangguh Soo Hee tetaplah seorang gadis pemalu dan manja.

“Apa yang membuatmu begitu bahagia Joon-ssi yang tampan?” tukas wanita cantik  dengan tangan yang melipat di depan dadanya

“Ah , kau tidak perlu menjawabnya “ tukas Ji Hyun berlagak melarang Joon untuk menjawab pertanyaannya
Dengan langkahnya yang menawan Ji Hyun berjalan menghampiri Joon yang sudah duduk manis di sofa tengah .

“Goo Soo Hee” tukas Ji Hyun mantap dan mendapat acungan dua jempol dari Joon

“Kalian benar-benar membuatku sangat iri” protes Ji Hyun yang sudah duduk di hadapan Joon
“Makanya jangan kau tolak terus perhatian seorang pria yang begitu tulus terhadapmu?” ejek Joon sambil menghirup secangkir cappucino .

“Maksudmu Hong Woo Young?” tukas Ji Hyun  dengan nada kesal

“Yaaa, dia itu sahabatku dan kau tidak akan menyesal jika kau menjadi kekasihnya” ucap Joon membela sahabat karibnya 

“Eonni!!!!!!!!” teriak Soo Hee setengah berlari menuruni anak tangga saat melihat Ji Hyun
Ji Hyun hanya tersenyum melihat reaksi Soo Hee saat melihat dirinya
Kedua wanita cantik itu berpelukan melepas rindu terutama So Hee yang terlihat begitu merindukan Ji Hyun sahabatnya yang sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya.

“uhhukkk uhukk, Soo Hee-aa aku tidak bisa bernafas” tukas  Ji Hyun berpura-pura protes

“Mianeyo, aku terlalu senang bertemu dengan Eonni” tukas Soo Hee yang langsung melepaskan perlukannya terhadap Ji Hyun

“Apa kau begitu merindukanku?” goda Ji Hyun

“aku tidak percaya karena sepertinya sejak Joon hadir dalam kehidupanmu ,kau sudah tidak menyayangiku lagi” tukas Ji Hyun pura-pura kecewa

“ahniyo, aku tidak seperti itu. Benarkan Joon?” tukas SOo Hee berharap mendapat pembelaan dari tunangannya
Joon hanya bisa tersenyum melihat tampang Soo Hee yang menurutnya sangat “CUTE”  dan juga tidak tahan dengan kejahilan Ji Hyun pada Soo Hee.

“Kau lihat Joon-ssi, aku berhasil menggoda Soo Hee untuk yang kesekian kalinya dan kali ini kau benar-benar harus mentraktirku di tempat yang sangat mahal, araso” tukas Ji Hyun

“Mwo?” .” Jadi kalian bersekongkol menjahiliku?” protes Soo Hee kesal dan mencubit gemas pinggang Joon sampai lelaki itu agak terlonjak dan berteriak karena cubitan Soo Hee benar-benar membuatnya kesakitan
“Aishhh, Soo Hee-aa kau kejam sekali pada tunanganmu” protes Joon sambil mengusap-usap pinggangnya yang terasa perih
Sedangkan Ji Hyun hanya tertawa melihat pasangan yang sedang dimabuk asmara ini.
****
(kembali ke LA)

“Is that all?” tukas Kwon penasaran menatap semua dokumen-dokumen yang ada dalam genggamannya
“Yes, I’ve only got this but this all can make you more known about your twin” tukas Martin seorang agen bayaran Kwon
“And about this woman?” Kwon penasaran dengan foto Soo Hee yang terlampir dalam dokumen yang diserahkan pria asing tersebut

“She was the most important person in your brother’s life” tukas Martin dengan senyum tipisnya
Kwon menatap dalam-dalam foto tersebut sesekali jemari Kwon mengusap lembut foto tersebut seolah-olah sedang membelai wajah cantik  wanita dalam foto tersebut.

“Beruntung sekali nasib kembaranku ini, dia hidup dalam keluarga yang utuh, kebidupan yang mewah, jabatan yang bisa membuatnya seperti orang yang berkuasa dan wanita yang selalu ada disisinya” ucap Kwon dalam batinnya.

Rasa iri, marah, kesal mulai membakar hatinya . Kwon mengambil dokumen-dokumen itu dengan kasar dan menyimpannya dalam tas hitamnya. Namun foto Soo Hee diselipkan di balik mantelnya.

“This is your payment. One more thing don’t let my Dad found out about our encounter and just pretend that I don’t know anything bout this,okay” tukas Kwon sebelum beranjak dari Coffe Shop tempat pertemuannya dengan Martin

“Don’t worry .  And if you need more information about the woman in that foto just call me?” tukas Martin   setengah berteriak yang seolah-olah menjawab keingintahuan Kwon perihal Soo Hee.

Kwon hanya tersenyum sinis dan berlalu dari hadapan pria asing tersebut sambil menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam-dalam dan mengepulkan asapnya.

“Jika kau pikir kau bisa hidup dalam kenyamanan dan kebahagiaan maka kau salah besar adikku. Saat tiba waktunya maka aku akan mengambil semua kehidupanmu yang sempurna termasuk wanita yang kau cintai” ucap Kwon dalam batinnya

JOON” “ Can’t wait to meet you….my twin”









    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho