Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 28308 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SPOILER ...



"A ... apa itu ... ... ?"
 
Wine menatap ngeri segelas minuman berwarna hijau pekat yang berada di tangan dokter Kwon.

Aku yang berdiri agak jauh dari Wine ikut menatap minuman tersebut. Dahiku berkenyit—sangat dalam. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya tidak bisa menyalahkan Wine sih jika dia menunjukan reaksi sebesar itu. Minuman yang disodorkan dokter Kwon  tersebut--terlihat—BENAR-BENAR mengerikan.

"Ini percobaan pertama yang harus kita lakukan ... " Dokter Kwon mengoyang-goyangkan gelas di tangannya. "Minumlah!"

Wine melirik ku, alisnya berkerut sangat dalam seperti ku. Terlihat jelas dia enggan menerima minuman yang disodorkan dokter Kwon padanya. Aku melihat jari-jemarinya berulangkali meremas-remas dan mengaruk-garuk punggung tangannya yang memerah dan berbentol-bentol. Aku menghela nafas, sadar bahwa percobaan ini harus dilakukan olehnya.

Pagi ini Wine tidak sengaja menyentuh tanganku, dan akibatnya--tangannya menjadi bentol-bentol dan merah-merah. Membuatku tidak berani lagi berada di dekat-dekat dengannya. Sedapat mungkin_aku menjaga jarak dari Wine.





Kehadiran seseorang yang sudah hampir dua minggu menghilang dari Dream High di depan pintu ruang kelas_menghentikan gurauanku dengan Wine. Tanganku yang sudah bergerak untuk memukul Wine, karna sudah menjahiliku, terhenti begitu saja.

“Mu … sic … ?”

Wine mendengar desisanku. Suara tawanya yang mengema dari tadi berhenti dan rautnya berubah kaku. Dia menoleh mengikuti arah pandangku. Aku mengalihkan pandangan dari Music ke Wine. Kulihat kulit wajahnya yang kecoklatan berubah merah. Coffee dan Chocalate yang sedang mencatat sesuatu pada buku pelajaran mereka ikut menghentikan kegiatannya. Begitu juga F3 yang pada saat itu saling bergurau satu sama lain. Tiba-tiba saja suasana menjadi tegang.

Music membersihkan tenggorokannya, .. sebelum memutuskan untuk masuk ke ruang kelas. Dia mendekati kami, .. atau tepatnya—aku dan Wine. Namun perhatiannya tidak ditujukan padaku. Selama berjalan, tatapannya tidak lepas dari kedua mata Wine.

Music menghentikan langkahnya tepat di hadapan Wine.

“Bisa kita bicara sebentar?”

Wine terlihat mengatupkan gerahamnya.

“Hanya sepuluh menit, .. tidak lama .. ,” lanjut Music dengan nada rendah. “ .. ada yang harus kubicarakan denganmu … “





Namun karna Wine tidak merespon, Music melanjutkannya kembali. “Yang diinginkan KCE adalah ‘SELURUH’ tanah Dream High, dan bukannya menyisihkan sebagian … “ Sorot mata Music menajam. “KAU MENGERTI MAKSUDKU?!”

Wine membalas tatapan Music dalam diam. Dia mengerti! Yah—dia mengerti ke arah mana pembicaraan ini. Namun yang dia tidak mengerti, mengapa Music menceritakan semua ini padanya? Bukankah akan lebih gampang baginya untuk mendapatkan Dream High dengan mengikuti cara abojinya?

“Aku sudah berkorban sangat banyak!” Music mengalihkan pandangannya ke perbukitan yang menjulang di ujung desa. “Aku melepas proyek dan kesempatan emas itu dan lebih memilih Berry .. “





Wine menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi taman yang terbuat dari kayu. Pandangannya menerawang ke langit yang sudah berubah kelam. Awan biru yang mengantung sudah berlalu. Tergantikan oleh gumpalan-gumpalan awan gelap yang mulai datang, tertiup pelan oleh angin sore yang terasa pengap dan susah untuk bernafas.




Aku mengeleng keras-keras. “TIDAK MAU!! AKU TIDAK MAU BICARA DENGANMU!!”

“Masalah ini ada hubungannya dengan wine!!” Music sedikit menguncang badanku.

Nama Wine sukses membuatku, yang semula histeris, membujur kaku. “Wine .. ?”

“Yah—WINE!!” Music menekankan pada kata ‘Wine’. “Ada yang ingin kubicarakan, berkaitan dengan Wine .. “ Music menatapku tanpa berkedip. “Kau mau ikut denganku, kan? Hanya sebentar, .. setelah itu, aku akan mengantarmu pulang .. “

Tanpa mengetahui apa yang terjadi padaku, .. aku melangkahkan kaki ini, … mengikuti gerak langkah Music yang mengandeng tanganku, perlahan tapi pasti—keluar dari ruang kelas dengan dihantar pandangan keheranan dan tidak mengerti dari Double-C dan sisa member F3 lainnya.
« Last Edit: November 02, 2011, 07:20:50 pm by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun