Poll

okay, gw buat polling lagi yg berhubungan dgn karakter mh. kesempatan terakhir, siapa yg anda inginkan tuk jd mh??? perlu diingat, jumlah vote tdk mempengaruhi keputusan terhdp penentuan karakter mh, gw cuman ingin liat suara hati para pembaca sekalian, t

Sheldon
6 (40%)
alden
9 (60%)

Total Members Voted: 13

Author Topic: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 9#  (Read 13519 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 4# 13 Nov' 11
« Reply #180 on: November 17, 2011, 11:10:12 am »
SPOILER ...



"Saya sudah berulangkali memperingati diri_bahwa kau menerimaku, tanpa mengucapkan apa-apa, hanya karena warisan dari kakek," Sheldon berkata dengan cepat. " .. dan saya tidak perduli. Sungguh_saya benar-benar tidak perduli … “ Sheldon menghela nafasnya_berat. “ …. Tapi hanya satu yang kuharapkan, … kau bisa lebih manis padaku ... Karna …. aku mencintaimu, Els!!"

Elsie tersentak di ambang pintu. Langkahnya terhenti seketika itu juga. Sepasang matanya yang bulat dan besar, terbelalak lebar. Kata Cinta itu--akhirnya terlontar dari mulut Sheldon. Kata yang--kalau boleh--tidak ingin didengar Elsie seumur hidupnya. Dia ingin segala sesuatu berjalan apa adanya__agar saat itu tiba;kalaupun dia harus meninggalkan Sheldon__hal itu tidak terlalu menyakitkan bagi pria ini. Karna walau bagaimanapun, Sheldon sudah terlalu baik padanya.




"Menurutmu_tempat wisata mana yang paling menyenangkan?" Sheldon melebarkan mata_mempelototi majalah di tangannya.

Alden melirik sepintas majalah di tangan Sheldon, lalu mengembalikan perhatian pada sahabatnya itu. "Kau libur?"

"Tidak ada waktu sih--" Sheldon mengangkat pundaknya. "Tapi, ... saya ingin memberi kejutan itu pada Els. Eh--bagaimana menurutmu dengan Roma?" Sheldon menyorongkan majalah di tangannya kepada Alden.

Alden melihat majalah yang memperlihatkan keindahan Roma tersebut. Dia tidak segera menjawab. Alisnya malah berkenyit sangat dalam saat_memikirkan 'apa' yang selama ini agak merisaukannya. "Kau sudah memberitahu mama mu?"





Elsie menundukan kepala. Tidak ada kata yang terucap dari bibirnya sejak memasuki café ini. Dia menghabiskan sarapannya, menuntaskan tehnya, .. dan selama itu_pula, hanya Nyonya Han yang mendominasi pembicaraan di antara mereka.

“Bibi rasa tidak ada gunanya kau berkeras.” Nyonya Han melipat tangannya di depan dada. “Apapun yang dilakukan Sheldon, itu tidak akan berhasil. Semua keputusan ada di tangan ku, dan tangan Paman Han. Sekali kami bilang tidak, .. maka kau tidak bisa tinggal dan bekerja lagi di sini … “

Elsie meremas tangan dan mengigit bibirnya. Hal ini_sudah dibayangkannya akan terjadi, .. namun … bukan yang seperti ini! Dia tidak menyangka hari ini datangnya akan seterlambat ini. Tiga bulan sudah, … yah_tiga bulan sudah lamanya dia bekerja kembali di Han’s Group. Dia melakukan segalanya dengan sangat baik. Hingga tidak ada ‘sedikitpun’ kesalahan berarti yang dilakukannya walau dia bukan ahli di bidang pembukuan.

Selama tiga bulan ini, semuanya berjalan tenang. Sampai-sampai, dia sudah melupakan kemungkinan akan disingkirkan dari Han’s Group. Tapi takdirnya tetap di situ. Nyonya Han datang pagi ini. Menuntut haknya yang telah dimanfaatkan oleh putranya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari wanita yang dicintainya.

Elsie menghela nafas perlahan. Haruskah dia menyerah?

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun