Author Topic: “When Hate Turn Into Love” (CHAPTER 9 UP DATE 18 April 2012 ) ^^  (Read 11320 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Chapter 8


Dua hari sudah berlalu setelah kejadian di Samdong Group, Woo Jin memutuskan untuk tidak menemui tunangannya. Ada perasaan kesal dan cemas yang terus menggelayut di hati Woo Jin dan membuat pemuda tampan ini harus bersikap agak dingin terhadap Sun Hye.

Woo Jin menyadari jika sikap Sun Hye semakin hari semakin berubah terutama jika itu menyangkut soal Lee Joon Min dan itu membuatnya sangat frustasi. Woo Jin ingin mempercayai tunangannya itu hanya untuk “bermain-main” sebentar dengan Joon Min namun Woo Jin tetaplah pria normal yang punya rasa cemburu jika wanita yang sangat dicintainya yang berstatus tunangannya itu terlihat bersikap manis walau hanya senyuman ataupun perhatian terhadap rivalnya, tapi demi Sun Hye maka Woo Jin harus menahan egonya.

Apakah dirinya sanggup? , itulah pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran Woo Jin , mungkinkah ini hanya balas dendam murni ataukah perasaan yang pernah dirasakan Sun Hye dulu terhadap Joon Min mulai bersemi kembali.

“Sun Hye-aa, apa kau mau membunuhku secara perlahan?” tukas Woo Jin pelan dan memejamkan kedua matanya yang terasa begitu lelah.

"TOK TOK TOK"   terdengar pintu ruang kerja Woo Jin di ketuk dari luar membuatnya segera bangkit dari posisi tidurnya.
 
Woo Jin mengacak kasar rambutnya seakan frustasi karena sepertinya dirinya tidak diberi kesempatan untuk beristirahat walau hanya untuk beberapa menit.

Dengan agak malas Woo Jin membuka pintu ruang kerjanya dan ……

“Annyeong Woo Jin-aa”sapa Eun Cha menunjukkan senyum manisnya



“Barbie!” sahut Woo Jin yang terkejut dengan kedatangan Eun Cha yang tiba-tiba
“Boleh aku masuk? “ Eun Cha memasuki ruang kerja Woo Jin walau pemuda itu belum memberikan ijin pada gadis cantik itu
Eun Cha menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk yang sempat dijadikan pembaringan tubuh lelah Woo Jin.

“KAu tidak sibuk kan?” tanya Eun Cha lagi
Woo Jin hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan sahabatnya ini dan menghampiri gadis itu kemudian duduk disampingnya dengan merebahkan kepalanya pada sandaran sofa tersebut.

“Tumben kau mendatangiku, ada apa?” tanya Woo Jin dengan mata terpejam dan menyilangkan kedua tangan yang diletakkan di dadanya

Eun Cha mendengus sebal dengan pertanyaan Woo Jin seolah-olah kehadirannya sangat mengganggu Woo Jin.

“Kau ini kejam sekali padaku. Apa tidak boleh jika aku  merindukan sahabatku dan aku ingin mengunjunginya,hah” protes Eun Cha sambil menyenggol lengan Woo Jin

“Yaaa, Kang Woo Jin!!!” seru Eun Cha setengah berteriak

“Aisshhh, Eun Cha, aku ini belum tidur sejak tadi pagi dan aku benar-benar merasa sangat lelah. Apa tidak bisa lain kali kita bertemu,hah” tukas Woo Jin yang benar-benar ingin sejenak mengistirahatkan tubuh lelahnya atau lebih tepatnya menenangkan kegalauan hatinya.

“Woo Jin, kau belum menjelaskan padaku soal kejadian di pesta beberapa hari yang lalu” tukas Eun Cha penasaran
“Kau memang tidak pernah berubah selalu penasaran dengan hal-hal yang seharusnya tidak perlu kau cemaskan”tukas Woo Jin menepuk halus lengan Eun Cha

“Bagaimana aku tidak cemas melihat kekasihku dan tunanganmu pergi bersama dan setahuku Sun Hye dan Joon Min baru kenal beberapa hari tapi kenapa sikap mereka seperti orang yang sudah saling mengenal”tukas Eun Cha sebal



“Awalnya mereka juga tidak saling mengenal tapi karena suatu insiden akhirnya mereka saling mengenal karena Joon Min adalah senior Sun Hye” ucap Woo Jin dan membuat Eun Cha semakin bingung dibuatnya


“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan Barbie. Kau pikir aku akan melepaskan Sun Hye?” ucap Woo Jin memejamkan kembali kedua matanya
“Kau bertengkar dengan Sun Hye?” tukas Eun Cha tiba-tiba dan membuat Woo Jin membuka kedua matanya



“Apa tebakanku benar?” Eun Cha kembali membuat Woo Jin terdiam cukup lama
“Bisa temani aku minum?” tukas Woo Jin dengan senyum tipisnya

***********

“Woo Jin!” Eun Cha berusaha menghentikan Woo Jin untuk meneguk minuman yang sudah masuk hitungan sloki ke-10
 “Woo Jin, nanti kau bisa mabuk” EUn Cha berusaha menghentikan tangan Woo Jin yang akan meraih botol minuman tersebut.

“Tenang saja Barbie, aku tidak akan mabuk hanya dengan 10 sloki whisky. Relax” tukas Woo Jin yang bicaranya sudah mulai tidak karuan
“hehehhe, ini baru Whisky saja tapi kenapa aku belum mabuk juga, apa aku perlu tambah minuman yang lain yang bisa langsung membuatku mabuk”ucap Woo Jin dengan tawanya yang terdengar begitu menyedihkan

Eun Cha mengambil ponsel Woo Jin yang tergeletak di meja. Eun Cha begitu serius mencari nomor kontak seseorang yang bisa membuat pria di depannya ini menghentikan aksi mabuk-mabukkannya.

“Yoboseyo” sapa Eun Cha pada seseorang di sebrang

“Nuguseyo?”, sahut gadis sebrang sana saat mendengar suara wanita yang menggunakan nomor ponsel Woo Jin

Sun Hye begitu terkejut saat mendengar kalimat yang dilontarkan wanita tersebut perihal tunangannya

“Araso, aku akan segera kesana” sahut Sun Hye sebelum akhirnya mengakhiri percakapan di telepon

Sun Hye begitu tergesa-gesa menuruni anak tangga, perasaan cemas menggayut di hatinya . Selama kebersamaannya dengan Woo Jin , tunangannya itu tidak pernah menyentuh minuman keras apalagi sampai mabuk seperti ini. Jikapun Woo Jin mengkonsumsi minuman beralkohol itupun hanya dalam perayaan besar dan hanya segelas Champagne atau Wine.

“Sunny-aa!” kau mau kemana,Nak?” tukas Mama Goo yang melihat putri bungsunya terlihat tergesa-gesa menuruni anak tangga.

“AKu harus menemui Woo Jin” balas Sun Hye dengan nada agak berteriak dan berlalu dari pandangan Mama Goo
“Anak itu sebenarnya mau kemana?, memangnya ada apa dengan Woo Jin ?” gumam Mama Goo yang terlihat begitu cemas.

********
Joon Min tersenyum puas melihat revisi design yang dibuatnya hampir 3 hari untuk dipresentasikan pada rapat Direksi siang ini.

 “Aku yakin dengan design yang kubuat , manager sombong itu akan membungkam mulutnya karena terkagum dengan pekerjaanku. Dan tentu saja akan membuat Sun Hye-ku bangga padaku” tukas Joon Min dengan senyum penuh percaya diri.


Joon Min mengambil I phonenya dengan model Touch Screen, jemarinya menekan speed dial yang langsung terhubung dengan seseorang yang begitu dirindukannya.

Senyum terukir di bibir padatnya dan membuat wajahnya semakin terlihat tampan.

Tutttttt….tuttttttttt…tuttttttt…..” hanya nada sambung yang terdengar
tutttttttt……tutttttttttt…tutttttttttt” masih seperti itu

“Goo Sun Hye, kau mau membuatku semakin gila,hah”gerutu Joon Min kesal karena orang yang dirindukannya tidak kunjung mengangkat teleponnya juga.

“Jika kau tidak mengangkat teleponku maka jangan salahkan aku jika aku mendatangi rumahmu”gumam Joon Min dan langsung menekan layar untuk menghubungi gadis tersebut.

“yoboseyo” sahut Sun Hye yang akhirnya menjawab jeritan ponselnya
“Akhirnya kau mengangkat teleponku juga”jawab Joon Min dengan nada kesal
“Joon Min-ssi?” tanya Sun Hye saat mendengar suara yang tidak begitu asing ditelinganya
“Aku ingin bertemu denganmu”tukas Joon Min dengan nada perintah
“Tidak bisa . Dan jika tidak ada hal penting lainnya aku akan menutup telepon ini”tukas Sun Hye dengan nada ketus

“Yaa, Goo Sun Hye!” sergah Joon Min melarang gadis itu memutuskan sambungan teleponnya

“Joon Min-ssi, saat ini aku sedang terburu-buru jadi bisa kau menghubungiku dilain waktu?” tukas Sun Hye yang sudah tiba di depan F-Club.

“Kau dimana, kenapa suaranya bising sekali?” tanya Joon Min sambil mengambil kunci mobilnya dengan tergesa-gesa.
“Yoboseyo, yoboseyo, Sun Hye-aa” panggil Joon Min frustasi saat mendengar sambungan teleponnya di putus sepihak oleh Sun Hye
“Aishhhh” gerutu Joon Min kesal
“Goo Sun Hye, kau benar-benar membuatku gilaaaaaaa” gumam Joon Min yang sudah memasuki lift menuju parkiran mobilnya di basement Samdong Group.

=====***=====

“Kim Eun Cha!!!” kau jangan membuatku marah, cepat berikan botol minuman itu” ucap Woo Jin yang sudah benar-benar mabuk
“Woo Jin” gumam Sun Hye lirih
“Sun Hye-ssi” tukas Eun Cha melihat kehadiran Sun Hye


“Woahhhh , tunanganku yang cantik sudah datang. Kau lihat Barbie, Sunny ku sangat perhatian bukan padaku?” tukas Woo Jin menghampiri Sun Hye dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat.





“Sebaiknya kau segera membawa pulang tunanganmu ini ,dia sudah sangat mabuk”. “Tapi ini salahku juga mungkin jika aku tidak mengganggu waktu tidurnya, Woo Jin tidak akan mengajakku untuk menemaninya minum”tukas Eun Cha dengan nada menyesal

Sun Hye merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi pada Woo Jin ,tapi Sun Hye tidak bisa mundur dari pertempuran ini. Sun Hye menyadari balas dendamnya terhadap Joon Min pasti akan berdampak buruk akan hubungannya dengan Woo Jin dan Sun Hye juga menyadari jika pada akhirnya Woo Jin lah yang nantinya yang paling terluka.

“Eun Cha-ssi,. Komawo” tukas Sun Hye tersenyum tipis

“Tidak masalah ,lagipula ini sudah kewajibanku untuk menolong sahabatku”. “Ayo sebaiknya kita cepat membawanya keluar dari tempat ini sebelum Woo Jin berpikiran untuk melanjutkan minum-minumnya lagi”sahut Eun Cha yang seolah-olah menyadarkan Sun Hye dari rasa bersalahnya



Sun Hye segera melingkarkan lengan Woo Jin di pundaknya sedangkan lengan Sun Hye melingkari pinggang kekar itu begitupun dengan EUn Cha, keduanya memapah Woo Jin yang sudah mabuk berat menuju mobil .

“kau tidak ikut pulang?, aku akan mengantarmu?” tukas Sun Hye setelah membaringkan Woo jin di jok penumpang.
“Gwenchana, aku membawa mobil sendiri, jadi kau tidak perlu mengantarku. Sebaiknya kau cepat membawa Woo Jin pulang dan merawatnya”ucap Eun Cha

Sun Hye pun segera memasuki mobilnya dan langsung menyalakan mesin mobilnya setelah memasang sabuk pengamannya. Dan sebelum mobil itu berlalu, Sun Hye melambaikan tangannya pada Eun Cha sebagai salam perpisahan.
“hati-hati!!!” tukas EUn Cha setengah berteriak

“Woo Jin-aa, apa kau baik-baik saja?” gumam Eun Cha menatap kepergian mobil yang dikemudikan oleh Sun Hye.
================

“Apa Agashi butuh yang lain?”tukas pelayan Umh pada Sun Hye yang terlihat begitu cemas dengan kondisi Woo Jin

“Bibi istirahat saja, jika aku perlu sesuatu aku bisa mengambilnya sendiri”ucap Sun Hye dengan senyum yang dipaksakan
“Agashi jangan terlalu lelah”Pelayan Umh menepuk halus pundak Sun Hye dan meninggalkan nona mudanya bersama dengan tunangannya.

“Apa aku membuatmu sedih?” gumam Sun Hye dengan jemari mungilnya membelai wajah tampan yang terlelap itu.



“Miane” tukas Sun Hye pelan

Setelah memastikan kondisi Woo Jin sudah lebih baik , Sun Hye pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat

Namun tanpa diketahui Sun Hye, perlahan Woo Jin membuka kedua matanya saat Sun Hye sudah keluar dari kamarnya




“Gwenchana Sun Hye-aa, sejauh apapun kau melangkah asalkan kau tetap kembali kesisiku. Sedalam apapun kau menyakiti hatiku asalkan kau tidak melepaskan genggaman tanganku maka ……aku akan baik-baik saja” ucap Woo Jin lirih menahan rasa sakit di hatinya dan perlahan air matapun mengalir di wajahnya.
==============

Mentari menampakkan wajahnya dan memancarkan cahaya indahnya yang menyinari bumi. Cahaya yang menyilaukan mata itu memasuki celah-celah jendela berharap agar si pemilik kamar tersebut terbangun dari mimpinya.
Sun Hye mengerjapkan kedua matanya yang terasa menusuk oleh pancaran sinar mentari dan perlahan kedua bola mata indah itupun terbuka.

“Bibi Umh”gumam Sun Hye saat melihat pelayan Umh sedang membuka tirai yang menutupi kamar Sun Hye membuat cahaya mentari memasuki setiap sudut kamar tersebut.

“Agashi mau mandi sekarang?” pelayan Umh menawarkan untuk mempersiapkan kebutuhan mandi Sun Hye
“Woo Jin sudah bangun?” tanya Sun Hye mengambil kimono tidurnya yang tergeletak di sofa yang tidak jauh dari ranjangnya.

“Dorenim sudah pergi pagi-pagi sekali”tukas pelayan sambil merapikan ranjang Sun Hye yang terlihat berantakan.
“Woo Jin sudah pergi?, kenapa dia tidak berpamitan dulu padaku?” gumam Sun Hye kesal
“Apa Mama dan Oppa tahu ?” tanya Sun Hye lagi

“Ne, Dorenim sudah berpamitan dengan Nyonya Besar dan juga Hyun Dorenim”ucap pelayan Umh
SunHye merasa kesal dengan sikap Woo Jin yang pergi tanpa pamit dan tanpa menunggu lama Sun Hye mengambil I Phonenya dan langsung menekan nomor Woo Jin

“kenapa ponselnya tidak aktif, apa dia mencoba menghindariku,hah” gerutu Sun Hye

“Sosongheyo Agashi, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan Agashi”tukas Mi Ryo pelayan muda yang baru 2 hari bekerja di Goo Mansion

“Nuguseyo?” tukas Pelayan Umh mewakili Sun Hye bertanya pada pelayan muda tersebut
“Lee Joon Min-ssi”tukas Mi Ryo yang masih menundukkan kepalanya

“Mau apa dia kemari?, ,,,,Aushhhh” Sun Hye mengacak kesal rambutnya dan berjalan ke kamar mandi dan membanting kasar pintu kamar mandi tersebut.

Mi Ryo terkejut dengan tingkah nona mudanya dan memandang sayu Pelayan Umh.
“Sebaiknya kau lanjutkan saja pekerjaanmu ,biar aku saja yang menemui Lee Joon Min-ssi”tukas Pelayan Umh sambil merangkul pundak Mi Ryo dengan lembut
======****======

“Angin apa yang membawamu ke Goo Mansion, Lee Joon Min-ssi” tukas Sun Hyun basa basi, sedangkan Mama Goo memandang dengan pandangan tidak suka terhadap pemuda dihadapannya ini.

Joon Min hanya tersenyum tipis dan menundukkan sedikit kepalanya untuk memberi salam pada Sun Hyun dan Mama Goo dan berjalan menghampiri keduanya.

“Maaf jika kedatanganku mengganggu sarapan pagi di keluarga ini, tapi kedatanganku kemari ingin bertemu dengan Nona muda Goo”tukas Joon Min tanpa basa basi namun tetap dengan sikap arogannya

“Jika saja aku tidak mengingat bahwa dia adalah putra dari Lee Dae Jun mungkin aku akan menghajar wajah pemuda brengsek ini”gumam Sun Hyun dalam batinnya

“Ada kepentingan apa kau menemui Sunny”tukas Mama Goo dengan nadanya yang ketus



“AKu hanya ingin bertemu dengannya”tukas Joon Min santai tanpa memperdulikan pandangan membunuh dari Nyonya rumah ini
“Annyong”sapa Sun Hye tiba-tiba memecah ketegangan diantara ketiga orang ini .
“Annyeong Sun Hye-aa”sapa Joon Min dengan senyum yang menawan berharap sang gadis terpesona dengan kharismanya


Tanpa basa basi, Joon Min menarik lembut tangan Sun Hye dan menundukkan kepalanya untuk berpamitan dan meminta ijin pada Mama Goo dan Sun Hyun untuk mengajak Sun Hye pergi walaupun kedua orang itu belum memberi jawaban atas permintaannya toh Joon Min langsung membawa pergi Sun Hye
======**===========



“Lepaskan!” protes Sun Hye tidak terima dengan perlakuan Joon Min padanya
“Apa kau tidak pernah diajari sopan santun oleh keluargamu,hah?” tukas Sun Hye sengit saat Joon Min dengan kasarnya memaksa Sun Hye masuk ke mobilnya

Joon Min masih tidak memperdulikan kemarahan Sun Hye terhadapnya dan masih dengan sikap santainya Joon Min memasangkan sabuk pengaman Sun Hye dan setelah semuanya dirasa beres, Joon Min pun menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan Goo Mansion dengan velosternya


Yaaaaa, LEE JOON MIN!!!!” apa kau tuli, kau mau bawa aku kemana? Protes Sun Hye kali ini teriakannya cukup memekakkan telinga Joon Min dan membuat pemuda itu menghentikan mobilnya tiba-tiba.

Joon Min menatap tajam Sun Hye dengan wajah yang sudah mengeras seakan ingin menelan gadis cantik ini dan itu membuat Sun Hye agak merinding dan mulai bersikap tenang .

“Aku kan hanya bertanya padamu jangan memelototiku seperti itu”tukas Sun Hye pelan tanpa memandang Joon Min yang begitu menyeramkan baginya.
“Putuskan hubunganmu dengan Woo Jin?” tukas Joon Min tiba-tiba dan membuat Sun Hye mau tidak mau memandang Joon Min

“Mworagu” tukas Sun Hye yang berusaha menahan amarahnya pada pemuda brengsek ini
Tanpa menunggu jawaban Joon Min , Sun Hye membuka sabuk pengaman dan langsung membuka pintu mobil ,namun Joon Min dengan sigap meghentikan aksi Sun Hye dan menggenggam erat lengan Sun Hye .
 “Jangan coba-coba mempermainkanku Goo Sun Hye”ucap Joon Min dengan nada dingin



“Tutup pintu itu kembali dan bersikaplah sebagai anak manis dihadapanku”tukas Joon Min yang seolah bagai perintah yang tidak bisa dibantah.
Sun Hye tanpa berani menatap wajah BERINGAS itu langsung menutup pintu mobil dan memasang kembali sabuk pengaman dan terlihat duduk dengan manis tanpa melakukan protes lagi dan Joon Min langsung menyalakan mesin mobilnya kembali untuk meneruskan perjalanan yang sempat tertunda.
Dan tanpa Sun Hye sadari Joon Min tersenyum puas .
====**====



“Ini dimana?” Sun Hye bertanya pada Joon Min saat memarkirkan mobilnya disebuah villa asing yang sepertinya cukup jauh dari Seoul.
“Turunlah!” ucap Joon Min datar
Sun Hye tetap berdiam didalam mobil dan tidak memperdulikan perintah Joon Min
Joon Min membuka pintu mobil dengan kasar dan menarik tangan Sun Hye dan menariknya keluar dari mobil sehingga membuat lengan gadis itu agak sedikit memar akbiat perbuatannya
“Yaaaa, apa yang kau lakukan” protes Sun Hye kesal pada Joon Min
Tapi Joon Min seolah tidak memperdulikan rengekan Sun Hye dan langsung memasuki villa tersebut dengan sejumlah rencana di otaknya

**********

Bagaimana dengan pekerjaan Joon Min?” tanya Presdir Lee pada Sun Hyun yang berada di ruangannya
“Sebenarnya Joon Min cukup bisa diperhitungkan dan aku suka dengan Design yang dia tunjukkan padaku namun masih ada beberapa yang perlu dikoreksi ,tapi sejauh ini semuanya baik-baik saja Pak Presdir” ucap Sun Hyun

“AKu harap kau memaklumi semua kekurangan Joon Min karena ini pertama kalinya dia terjun ke dunia bisnis apalagi dengan pekerjaan yang tidak mudah dan disini dia bekerja sebagai pergawai bukan sebagai atasan. Joon Min pasti banyak membuatmu susah tapi aku harap kau mau membantunya”ucap Presdir Lee penuh harap.

“Kejadian di masa lalu aku harap tidak menjadi alasan bagimu untuk menghukum Joon Min”ucap Presdir Lee
“Anda tidak usah khawatir, saya tipe orang yang tidak mencampur adukkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan “ucap Sun Hyun datar.

“Ini semua kesalahanku”gumam Presdir Lee pelan namun cukup terdengar oleh Sun Hyun
“Sun Hyun-ssi, aku ingin mengundang kau dan juga keluargamu makan malam di rumahku. Aku harap kau tidak menolaknya”tukas Presdir Lee penuh harap

Sun Hyun hanya tersenyum menanggapi ajakan makan malam Presdir Lee, walau dihatinya masih mengganjal rasa kekhawatiran akan sikap gila Joon Min di pagi hari yang tiba-tiba membawa pergi Sun Hye tanpa ijin darinya.
“Kemana laki-laki brengsek itu membawa adikku?” gumam Sun Hyun dalam batinnya




*******


“Siapa laki-laki tadi yang membawa Sunny ?” tanya Yoona cemas pada Mama Goo


Bukannya menjawab pertanyaan Yoona, tapi Mama Goo malah sibuk melihat barang  belanjaannya yang belum sempat di bongkarnya semalam.

“Yoona-ssi, apa kau betah tinggal disini?” tanya Mama Goo lembut pada sahabat putrinya ini

“Ne, aku sangat betah tinggal disini Tante. Aku harap aku tidak merepotkan Tante dan juga Sunny”ucap Yoona
“Apa Sun Hyun akan menyukai ini ?” tanya Mama Goo  menunjukkan stelan jas berwarna biru tua pada Yoona
“Menurutku Oppa akan menyukai pilihan Tante”jawab Yoona malu-malu

“Tante kan bertanya pendapatmu tentang stelan jas ini sayang bukan berarti harus sesuai dengan pilihan Tante. Tapi jika kau punya pilihan lain yang lebih cocok untuk Sun Hyun , Tante tidak keberatan”ucap Mama Goo dan membuat Yoona semakin salah tingkah

“Tante tahu jika kau menyukai Sun Hyun”ucap Mama Goo menggoda gadis manis yang semakin tertunduk malu



Mama Goo hanya tersenyum melihat tingkah Yoona yang malu-malu karena godaannya.
“Yoona-ssi, kau pasti sangat cantik dengan gaun ini”ucap Mama Goo yang sudah membawa sebuah mini dress berwarna cream dan menyampirkannya di tubuh Yoona

“Tante” ucap Yoona terkejut dengan perlakuan Mama Goo terhadapnya
“Tante ingin kau mengenakannya di hari ulang tahun Sun Hye”ucap Mama Goo dengan senyum hangatnya dan membuat Yoona terharu.

“Kenapa kau menangis sayang”ucap Mama Goo mengusap air mata dengan jemarinya
“Rupanya gadis yang disukai Sun Hyun ku sangat cengeng sekali”ucap Mama Goo dan membuat Yoona tersenyum tipis dan memeluk wanita cantik dihadapannya.

“Komawo. Untuk semua kasih sayang Tante dan juga Tante Fanny pada diriku dan keluargaku. Komawo karena kalian menerimaku menjadibagian dari keluarga Goo”ucap Yoona dalam isak tangisnya
“Komawo karena kau menjadi sahabat Sunnyku dan juga wanita yang disukai oleh putraku”ucap Mama Goo mengusap halus punggung Yoona yang masih menangis dalam pelukannya.
*********


“HAPPY BIRTHDAY GOO SUN HYE”

 
Tulisan ucapan selamat ulang tahun terpampang indah di ruang tengah Villa Hwan, Sun Hye tidak sanggup berkata apa-apa ,kedua matanya berkaca-kaca dengan kejutan yang diberikan Joon Min kepadanya, bibirnya terasa kelu tidak sanggup untuk berucap apapun. Sedangkan Joon Min hanya tersenyum bahagia karena kejutan yang sudah dipersiapkan olehnya membuat gadis itu terpesona

“Happy Birthday Goo Sun Hye”ucap Joon Min dengan kedua tangan kekarnya yang melingkari pinggang Sun Hye.

“Kau menyukainya” ucap Joon Min setengah berbisik

Sun Hye masih terdiam ditempatnya dan membiarkan lengan kekar itu tetap memeluk pinggangnya

“Miane , tadi aku sempat berteriak padamu dan agak menyakiti lenganmu”ucap Joon Min menyesal dengan tangannya yang menggenggam lengan Sun Hye yang agak memar lalu mengecupnya dengan lembut.

“AKu hanya ingin memberimu kejutan dengan berpura-pura marah padamu,hmmmm…. Joon Min menghirup dalam-dalam aroma mawar di tengkuk Sun Hye berpikir jika gadis itu benar-benar sudah terbuai oleh kejutannya.

“Joon Min-ssi” ucap Sun Hye pelan dan perlahan Sun Hye membalikkan tubuhnya dan memandang Joon Min yang menatapnya dengan pandangan sayu

“AKu tahu ulang tahunmu baru besok, tapi aku hanya ingin menjadi orang yang pertama mengucapkannya padamu”ucap Joon Min dengan kedua tangannya meraih tubuh mungil dihadapannya dan mendekapnya dengan sangat erat.

AKu ingin yang menjadi yang pertama bagimu”ucap Joon Min dalam pelukannya

“Joon Min-ssi”panggil Sun Hye pelan dan membuat Joon Min melonggarkan pelukannya dan memandang Sun Hye dengan tatapan sendu

“Aku pernah berjanji padamu jika aku akan berubah dan aku akan membuktikannya padamu “ perlahan Joon Min menundukkan sedikit kepalanya dan meraih bibir mungil Sun Hye, mengecupnya perlahan dan memagut kembali bibir mungil tersebut memberikan sensasi berbeda pada gadis tersebut.

Tangan kiri Joon Min menarik pinggang Sun Hye agar lebih merapat pada tubuhnya membiarkan gadis itu menedengarkan degub jantungnya, dan tangan kanannya menekan bagian belakang kepala Sun Hye agar bisa memberikan ciuman yang lebih intens. Bibir Joon Min semakin memagut penuh gairah pada bibir Sun Hye, membasahi setiap sudut bibir Sun Hye dengan lidahnya yang kasar dan kembali melumatnya sampai bibir mungil itu tertelan oleh ciuman Joon Min yang semakin liar. Tidak ada perlawanan ataupun penolakan dari Sun Hye akan ciuman Joon Min ,membuat Joon Min semakin larut dalam ciumannya.

Sun Hye mendesah akan ciuman yang diberikan Joon Min membuat Joon Min semakin berani untuk mencumbui Sun Hye. Ciuman Joon Min berpindah ke leher putih dan jenjang milik Sun Hye dan menggigit gemas leher itu sehingga membuat Sun Hye tersentak .

Sun Hye yang mulai terbuai dengan ciuman Joon Min terkejut saat laki-laki itu melepaskan ciumannya.

Kedua mata Joon Min terasa sayu penuh hasrat dengan nafas yang tersengal-sengal dan Sun Hye merasa kedua pipinya merona merah karena malu dengan tatapan Joon Min. Tapi tanpa aba-aba Joon Min kembali menyerang bibirnya dengan ciuman yang lebih liar dan nafsu yang sudah menguasai pikirannya tapi kali ini Sun Hye tidak pasif akan ciuman Joon Min , perlahan namun pasti Sun Hye pun membalas ciuman Joon Min , membalas setiap ciuman yang terasa sedap dibibir Sun Hye.




Hanya decakan dan desahan halus yang mewarnai ruang tengah tersebut. Kedua tangan Sun Hye melingkar di leher Joon Min, bahkan Sun Hye membiarkan Joon Min menjilati dan menghisap leher jenjangnya.

Seolah tersadar dari cumbuan Joon Min saat laki-laki itu menjatuhkan tubuh Sun Hye di sofa dengan posisi tubuh kekar Joon Min diatas tubuh mungilnya, Sun Hye menekan dada bidang Joon Min ,menahannya cukup keras seolah melarang lelaki itu berbuat lebih jauh terhadap dirinya dan membuat Joon Min menghentikan cumbuannya dan memandang kecewa gadis yang berada di bawah tubuhnya.

“Cukup sampai disini”ucap Sun Hye pelan dengan nafas yang masih tersengal-sengal

Joon Min memandang wajah cantik Sun Hye, membelai halus wajah pucat Sun Hye yang tanpa cacat. Mengusap bibir mungil itu dengan ibu jarinya dan mengecupnya lembut.

Saranghee” ucap Joon Min

“Aku harus pulang”ucap Sun Hye pelan

Joon Min mengangkat tubuh besarnya yang menindih tubuh mungil Sun Hye , dan membantu gadis itu untuk bangkit dari posisi tidurnya.

Sun Hye merapikan rambutnya yang terlihat acak-acakkan begitu juga dengan kemejanya yang sudah terbuka dua kancing atasnya. Joon Min masih sibuk memandang wajah cantik disampingnya dan tiba-tiba, Joon Min kembali memeluk erat Sun Hye seolah tidak ingin berpisah dari gadis itu walau hanya semenit.

“Lepaskan!” protes Sun Hye

“Sidho”balas Joon Min yang semakin mempererat pelukannya

“Kau sungguh tidak sopan Joon Min-ssi”ucap Sun Hye kesal pada Joon Min
“Wae”ucap Joon Min bingung melepas pelukannya terhadap sun hye
“Kau ini sudah menculikku” ucap Sun Hye kesal dengan mengerucutkan bibirnya



CUP




Bukannya menyesal ,Joon Min malah mengecup bibir Sun Hye dan semakin membuat kesal gadis ini tapi malah membuat Joon Min semakin gemas terhadapnya.

“Tapi tawananku sepertinya menyukai ciuman penculiknya”goda Joon Min saat menyadari bibir Sun Hye yang terlihat bengkak akibat perbuatannya

“Perkataanku serius “ucap Joon Min dengan raut yang berubah serius

“Perkataan yang mana?” tanya Sun Hye dengan raut kesalnya



“Putuskan hubunganmu dengan Woo Jin?”   bisik Joon Min di telinga Sun Hye membuat  gadis itu menatap kesal Joon Min
“Apa yang membuatmu berpikir aku akan memutuskan hubunganku dengan Woo Jin?” tukas Sun Hye dengan nada menantang

“karena kau tidak mencintai laki-laki itu”ucap Joon Min dengan penuh keyakinan


Sun Hye hanya tersenyum sinis dengan kepercayaan diri Joon Min yang besar.

“Lee Joon Min-ssi, kau  terlalu percaya diri” tukas Sun Hye  



“Jangan berpikir karena aku membalas ciumanmu akan menjadikan hubungan diantara kita istimewa. Asal kau tahu dan perlu kau garis bawahi, AKU …….TIDAK AKAN  MEMUTUSKAN HUBUNGANKU DENGAN KANG WOO JIN……… KARENA DIA ADALAH HIDUPKU ,,,,,,,SEDANGKAN KAU ADALAH MIMPI BURUKKU” ucap Sun Hye dingin dan meninggalkan Joon Min yang duduk termangu terkejut dengan perkataan Sun Hye yang bagai sebilah pisau menusuk tepat di jantungnya

“Ciuman itu tidak berarti apa-apa bagiku. Apalagi pengakuan cintamu yang terdengar begitu menyedihkan” tukas Sun Hye dingin





End Of Chapter


« Last Edit: November 22, 2011, 02:43:03 am by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho