Author Topic: MY SUNSHINE ---> HIATUS  (Read 17496 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: MY SUNSHINE ( SPOILERRRRRRRRRR *22/11/11* ) ^_^
« Reply #300 on: November 24, 2011, 12:19:51 am »
Previous Chapter :

“Aku menyesal pernah menyia-nyiakan cintamu, aku menyesal pernah menghianatimu, dan aku menyesal pernah membuatmu terluka”. “Aku,...ingin membayar semuanya, aku ingin melihatmu bahagia, dan aku tahu kebahagiaanmu bukan bersamaku, tapi bersama Shin Ji Won.
“Hyo Jo, kau ....... belum sempat Joon Hyun menyelesaikan kata-katanya, Hyo Jo pun tak kuasa menahan rasa cintanya yang bertepuk sebelah tangan dan diapun memeluk Joon HYun dan menangis dipelukan Joon Hyun.
“Oppa!” desah Ji Won tidak percaya dengan pemandangan yang ada dihadapannya .



CHAPTER 12


Orang-orang yang berada dilokasi kejadian tersebut langsung menghampiri Ji Won dan beberapa petugas keamanan di sekitar area taman Rumah Sakit segera berlari untuk melakukan pertolongan, dengan sigap beberapa petugas rumah sakit tersebut segera membopong Ji Won untuk segera di bawa ke UGD.

Setelah beberapa menit,Hyo Jo pun melepaskan pelukannya pada Joon Hyun.

“Mianeyo Hyun-aa” tukas Hyo Jo lagi sambil menyeka air mata yang membasahi wajah cantiknya
“HYo Jo-aa, kenapa kau jadi cengeng seperti ini, ledek Joon Hyun dengan menepuk halus kedua bahu Hyo Jo.



“Komawo, karena kau mau menjelaskan semuanya kepadaku dan kau pikir setelah perjuanganku untuk mendapatkan Ji Won akan aku buang saja hanya karena ancaman bodoh dari anak ingusan seperti Ryu Jin, kau salah besar” tukas Joon Hyun

“Itu Baru Lee Joon Hyun yang ku kenal” tukas Hyo Jo tersenyum manis
“Kau juga harus bisa menata hidupmu dan aku yakin kau akan menemukan kebahagiaanmu sendiri”tukas Joon Hyun
 “Baiklah, aku akan mengejar cintaku, aku akan terus berjuang untuknya. Komawoyo”, ujar Joon Hyun dan langsung pamit dari Hyo Jo.

@@@@

Sementara itu Ji Won yang sudah dilarikan ke ruang UGD terlihat membuka matanya perlahan-lahan. Rasa pusing di kepalanya sudah mulai agak reda

“Kau baik-baik saja Nona?” tanya salah satu perawat wanita yang bertugas menjaga Ji Won

“Apa yang terjadi denganku?” tanya Ji Won sambil memijit pelan kepalanya yang terasa sakit di sekitar dahinya
“Sepertinya Nona terjatuh dan mengenai dahi anda sehingga terlihat memar ,untung saja bukan hal yang serius.

“Nona mau kemana?, anda belum sembuh benar” cegah salah seorang suster saat Ji Won hendak turun dari ranjangnya
“AKu sudah baik-baik saja, komawo”tukas Ji Won berpura-pura padahal kondisinya masih belum pulih
“Apa ada keluarga Nona yang perlu saya hubungi?” tukas suster itu lagi sambil membantu Ji Won untuk bersandar di ranjang tersebut.

Ji Won hanya menggelengkan kepalanya dan bersikeras untuk segera pergi dari rumah sakit ini.

“Suster, aku sudah baik-baik saja jadi aku mohon biarkan aku untuk segera pulang. Aku benci bau rumah sakit”keluh Ji Won memohon pada suster itu agar mengijinkannya pulang.

Melihat kegigihan gadis didepannya ini untuk segera pulang dari Rumah Sakit membuat suster muda tersebut menyerah dan membiarkannya pulang walau sebenarnya dirinya merasa ragu melihat wajah pucat Ji Won.

“Baiklah saya akan membiarkan Nona untuk pulang tapi biarkan saya mengantar Nona sampai ke depan Rumah Sakit ini”ucap Suster muda itu lagi menawarkan bantuannya
Ji Won hanya mengangguk tanda setuju ,setidaknya dia tidak harus berlama-lama di Rumah Sakit ini dan harus menahan rasa sakit di hatinya yang lebih sakit dibandingkan rasa sakit penyakit yang dideritanya.
========


Joon Hyun kembali keruangannya dirawat, rasa rindu pada Ji Won membuatnya ingin menghubungi gadis itu. Ponsel yang tergeletak dimeja disamping ranjangnya di ambilnya dan mulai menekan tombol speed dial yang langsung terhubung pada bidadarinya.
“kenapa tidak diangkat?” gumam Joon Hyun saat panggilannya tidak kunjung diangkat oleh Ji Won



“aushhhh”Joon Hyun membanting kasar ponselnya dan menghempaskan tubuhnya diranjang yang cukup  besar itu.

“Apa kau tidak merindukanku?” batin Joon Hyun lirih

“Apa kau tahu apa yang dilakukan oleh sepupu gila mu itu padaku?”

“tapi aku tidak memperdulikannya yang penting kau datang menemuiku, aku sangat merindukanmu chagiya” tukas Joon Hyun lirih sambil memandang wajah cantik Ji Won yang dijadikan wallpaper di ponselnya.
===========

“Darimana saja kau?” tukas Ryu Jin ketus saat Ji Won memasuki Han Residence

Ji Won hanya menatap tajam RYu Jin seolah-olah ingin menelan pemuda ini hidup-hidup.
Ryu Jin yang belum menyadari kemarahan Ji Won terhadap dirinya berjalan mendekati gadis itu yang masih saja berdiri di dekat pintu masuk.

“ Gwenchana?” tukas Ryu Jin saat menyadari wajah pucat Ji Won

“Yaaa Ji Won-aa, gwencahanayo” Ryu Jin memegang kedua bahu Ji Won dengan sedikit mengguncangkan tubuh rapuh
Ji Won hanya terdiam tidak memperdulikan kekhawatiran Ryu Jin terhadap dirinya

“Plakkkk”Ji Won melayangkan tamparan keras di wajah Ryu Jin sampai menimbulkan tanda merah di pipi Ryu Jin .

“Ji Won-aa, apa yang kau lakukan ,kenapa kau menamparku?” protes Ryu Jin memegang pipinya yang terasa berdenyut akibat tamparan Ji Won

“Apa terasa sakit?”tukas Ji Won yang membuat Ryu Jin kebingungan dengan sikap gadis di hadapannya ini
“AKu hanya menamparmu Ryu Jin bukan berusaha untuk membunuhmu?”tukas Ji Won lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya

“Apa maksudmu?” tukas Ryu Jin yang semakin tidak mengerti dengan perkataan Ji Won



“kau pikir aku tidak mengetahui perbuatan jahatmu?” ucap Ji Won lagi kali ini dengan sedikit berteriak menahan rasa amarah di hatinya yang tidak kuasa di tahannya lagi.



“Waeyo”, “Waeyo Ryu Jin-aa?” tukas Ji Won lirih dan akhirnya tubuh rapuh itu merosot di lantai dan Ji Won pun menangis dalam ketidakberdayaannya

“Kau tahu aku sangat mencintai Joon Hyun Oppa, tapi kenapa ,,,,,kenapa kau menyakitinya,ah,,,anhi kau tidak sekedar menyakitinya tapi kau hampir membunuhnya” Ji Won menatap tajam wajah Ryu Jin yang terlihat terkejut karena perbuatannya terhadap Joon Hyun diketahui oleh Ji Won

“Kau pikir aku menyesal dengan perbuatanku?” tukas RYu Jin dengan raut wajah yang penuh amarah



 “Setidaknya aku sudah cukup puas untuk melampiaskan kemarahanku , bahkan aku menyesal karena laki-laki itu tidak mati” wajah tampan itu semakin mengeras bahkan terlihat mengerikan bagi Ji Won

“aku semakin tidak mengenalmu” ucap Ji Won lirih

“Seharusnya kau mencintaiku bukan mencintai orang asing itu. Ini semua kesalahanmu dan kau yang harus memadamkan api di hatiku yang sudah terlanjur membakar jiwaku”ucap Ryu Jin yang duduk mensejajarkan posisinya dengan Ji Won yang masih terduduk dilantai.

Kedua tangan kekar itu perlahan meraih wajah mungil itu dalam genggamannya dan dengan menggunakan jarinya Ryu Jin menghapus air mata yang membasahi pipi pucat itu.



 “Tinggalkan laki-laki itu dan datanglah menyambut cintaku,maka aku pastikan Joon Hyun dan keluarganya akan baik-baik saja” ucap Ryu Jin setengah berbisik dan membuat Ji Won membisu dalam keterkejutannya.
================================

Joon Hyun akhirnya pulang kerumah setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari dan mulai melanjutkan aktifitasnya kembali di SHINWA RESORT.

“Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan Ji Won, dan aku sangat merindukannya setengah mati” gumam Joon Hyun saat menatap layar ponselnya.

Saat Joon Hyun akan meraih ponselnya tiba-tiba ponselnya bordering dan membuat Joon Hyun tersenyum saat menatap si nama yang tercetak di layar ponselnya.

“Ji,…..

“Oppa”sapa Ji Won mendahului sapaan Joon Hyun terhadapnya
“Aku ingin bertemu” tukas Ji Won
“Aku sangat merindukanmu chagiya”tukas Joon Hyun lagi dan membuat Ji Won semakin sedih
“JI Won,…Ji Won sayang” tukas Joon Hyun saat tidak ada balasan dari Ji Won
“Aku sedang berada di Resort. Kita makan siang bersama?” tukas Ji Won dan Joon Hyun pun langsung mengiyakan ajakan Ji Won untuk menemuinya.
“Ada yang aneh dengan nada suaranya”tukas Joon Hyun

*****

Ji Won terlihat begitu pucat walaupun sudah menambahkan polesan make-up di wajahnya bahkan bibirnya yang dipoles dengan lipgloss tidak mengurangi kepucatan di wajah cantiknya



Setelah menunggu hampir 20 menit akhirnya orang yang di tunggunya pun muncul.
Ji Won tidak kuasa menolak pesona Joon Hyun yang terlihat begitu tampan dalam balutan stelan jas berwarna coklat tua yang dipadu dengan kemaja berwarna merah marun  dan terhias dasi hitam yang menambah ketampanan lelaki yang sangat dicintainya

“Dia semakin cantik dan menawan. Dengan dress babydoll bermotif bunga-bunga membuatnya seperti gadis remaja, apalagi dengan kulit putihnya yang begitu bersinar. Ya Tuhan,aku semakin mencintainya”Joon memuji kecantikan Ji Won

“Sudah lama menunggu?” tukas Joon Hyun dengan senyum yang semakin membuatnya tampan

“Tidak juga”jawab Ji Won

“Miane”ucap Ji Won tiba-tiba

“Untuk apa?” sahut Joon Hyun bingung
“Soal pemukulan yang dilakukan Ryu Jin terhadapmu, jeongmal mianeyo”ucap Ji Won sambil meremas kedua tangannya
“Gwenchanayo”tukas Joon Hyun yang merasakan kekalutan Ji Won dan menggenggam erat tangan Ji Won dengan lembut

“AKu rindu padamu”tukas Joon Hyun lagi seolah ingin meluapkan perasaan hatinya akan gadis ini

“Sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi”sahut Ji Won tiba-tiba dan membuat Joon Hyun terkejut

“Kau bercanda kan?” tukas Joon Hyun
“Apa kau ke Rumah Sakit waktu aku di rawat?” tanya Joon Hyun tiba-tiba
“Apa kau melihatku sedang bersama Hyo Jo?’ tukas Joon Hyun lagi

“AKu,….

“Ini tidak ada hubungannya wanita itu”tukas Ji Won
“AKu hanya ingin fokus dengan penyembuhanku dan aku tidak ingin melibatkanmu lagi dalam kehidupanku”ucap Ji Won lirih menahan tangisnya dan dengan tiba-tiba Ji Won menarik kursi tempatnya duduk dan bermaksud meninggalkan Joon Hyun
“Apa Ryu Jin mengancammu?’ tukas Joon Hyun dan menghentikan langkah kaki Ji Won



“Pasti anak brengsek itu mengancammu kan untuk tidak menemuiku lagi dan akan mengusik keluargaku, apa benar?” tukas Joon Hyun dan membuat Ji Won terdiam di tempatnya

“Aku tidak akan membiarkan dia mengganggu keluargaku ,tapi aku juga tidak akan membiarkan dia memisahkan kau dariku”ucap Joon Hyun berharap Ji Won akan mempertahankan cinta mereka

“Tapi aku lelah”ucap Ji Won lirih



“AKu lelah dengan hubungan ini. AKu lelah selalu bertengkar dengan Ji Yoon Eonni yang menentang hubungan kita dan aku lelah dengan sikap Ryu Jin yang selalu mengusikmu dan membuatku selalu marah padanya. Aku lelah dengan semuanya”ucap Ji Won terisak halus dengan kedua bahu yang naik turun.

Joon Hyun berjalan menghampiri Ji Won dan memeluk pinggang ramping itu dari belakang. JI Won berusaha untuk menolak pelukan Joon Hyun,namun semakin Ji Won menolaknya semakin erat Joon Hyun memeluknya.

“Saranghee” bisik Joon Hyun

“Saranghee Ji Won-ssi” ucap Joon Hyun dengan bibir yang masih menempel di cuping telinga Ji Won dan membuat gadis itu seketika terdiam dan tidak meronta lagi dalam pelukan Joon Hyun.

“Mencintaimu adalah hal terindah dalam hidupku. Sudah banyak hal yang kita lalui bersama dan aku tidak akan menyerah untuk tetap mempertahankanmu disisiku. Hidupku tidak akan berarti tanpa kau disisiku,dan demi dirimu aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk kesembuhanmu”ucap Joon Hyun dan perlahan Joon Hyun mengecup bahu Ji Won yang terbuka ,menghirup dalam-dalam aroma tubuh Ji Won dengan penuh cinta dan tanpa disadarinya Joon Hyun meneteskan air matanya.

Ji Won membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Joon Hyun yang sudah basah dengan air matanya. Dan dengan kedua jemarinya menghapus air mata di wajah Joon Hyun.

“Oppa jelek kalo menangis”tukas  Ji Won dengan mengerucutkan bibirnya



“AKu tidak ingin Oppa mempertaruhkan nyawamu hanya demi gadis penyakitan seperti diriku”ucap Ji Won lirih
Joon Hyun tersenyum tipis dengan kedua tangannya yang masih melingkari pinggang ramping Ji Won,saat gadis itu masih sibuk berbicara dengan dirinya. Gadis ini tidak pernah berhenti membuatnya tersepona bahkan disaat gadis ini sedang bersedih,tersenyum ataupun sedang kesal. Semua yang ada dalam diri Ji Won selalu membuat Joon Hyun semakin mencintainya.  

“Saranghe” lagi-lagi Joon Hyun menyatakan cintanya untuk yang kesekian kalinya pada Ji Won



Perlahan Joon Hyun menarik lembut pinggang Ji Won dengan tangan kirinya dan tangan kanannya meraih tengkuk Ji Won sehingga wajah cantik itu semakin mendekat dan perlahan bibir Joon Hyun meraih bibir mungil Ji Won ,menyesapnya dan melumatnya dengan penuh cinta dengan kedua mata yang terpejam. JI Won yang terhanyut akan ciuman itu membuka mulutnya perlahan dan membalas lumatan Joon Hyun dengan meletakkan kedua tangannya di dada bidang itu.



“Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku ,chagiya”tukas Joon Hyun saat melepas ciumannya
“Aku sangat mencintaimu”ucap Joon Hyun lagi membuat Ji Won begitu terharu akan ketulusan cinta laki-laki yang sangat dicintainya

“aku juga sangat mencintaimu”ucap Ji Won dan memeluk erat tubuh kekar Joon Hyun dan gadis itupun menangis dalam pelukan hangat Joon Hyun



******


“Shin Ji Won….gadis yang sangat beruntung mendapatkan cinta seorang Lee Joon Hyun. Aku turut berbahagia untuk kalian berdua” ucap Hyo Jo yang melihat kemesraan Joon Hyun dan Ji Won

“Selamat tinggal Joon Hyun. Semoga kau selalu bahagia dengan cintamu yang baru” Hyo Jo pun meninggalkan tempat itu dengan air mata bahagia.

Hyo Jo merasa bahagia karena rasa benci Joon Hyun terhadap dirinya sudah hilang, walaupun hatinya sakit melihat lelaki yang sangat dicintainya mencintai wanita lain .

“Selamat Tinggal Lee Joon Hyun-ssi, semoga kau selalu bahagia”gumam Hyo Jo mengusap pelan air mata yang sudah membasahi pipinya dan sebuah senyuman manis tersungging di bibirnya



*****

BRUKKKKKK


“JI WON!!!!!”teriak Joon Hyun panik



“Chagiya, chagiya”Joon Hyun memanggil –manggil kekasihnya yang tergolek tidak sadarkan diri
“Yaaa Ji Won-aa ,jangan membuatku takut. Ayo bangunlah chagiya” ucap Joon Hyun menepuk halus pipi pucat itu berharap kekasihnya membuka kedua matanya



Ji Won bergumam pelan sambil berusaha membuka kedua matanya yang seperti terasa sulit baginya dan  bersamaan dengan itu darah segar mengalir keluar dari lubang hidungnya sehingga membuat Joon Hyun semakin panik dengan kondisi Ji Won.

Joon Hyun dengan rasa ketakutan yang luar biasa akan kondisi Ji Won segera meraih tubuh mungil itu dalam gendongannya.

“Bertahanlah sayang, aku mohon bertahanlah”ucap Joon Hyun memohon

“Joon Hyun-ssi, apa yang terjadi?” ucap Pak Bong yang melihat kepanikan Joon Hyun saat membawa kekasihnya ke dalam mobilnya.

“Pak Bong, tolong hubungi Direktur Shin mengenai kondisi Ji Won . Aku akan membawanya ke Soul Hospital”ucap Joon Hyun yang langsung menyalakan mesin kemudinya setelah memasangkan sabuk pengaman untuk Ji Won

“Ok, aku akan segera memberitahukan pada Ibu Direktur”tukas Pak Bong setengh berteriak saat mobil yang dikemudikan Joon Hyun melaju dengan kecepatan tinggi.
*******


“Bertahanlah sayang. AKu mohon jangan tinggalkan aku”ucap Joon Hyun penuh pengharapan memegang erat tangan yang terasa dingin
“Jika dengan nyawaku akan membuatmu hidup, maka aku akan melakukannya Ji Won”gumam Joon Hyun dalam batinnya.

*******


Di lain tempat , Ryu Jin sedang bersiap untuk memulai pidatonya atas penghargaan yang diterimanya dari Dewan Universitas atas kemenangan yang diraihnya dalam kasus korupsi yang melibatkan Lee Goon Hyun,Direktur Bank Of Seoul yang tidak lain adalah ayah dari Lee Joon Hyun rivalnya dalam memperebutkan cinta Ji Won.



Ryu Jin bersedia menjadi pengacara Lee Goon Hyun karena perjanjian yang dibuat dengan  Ji Won sebagai imbalan gadis itu akan memutuskan hubungannya dengan Joon Hyun.

Namun tanpa diketahui oleh dirinya  Ji Won tetap mempertahankan hubungannya dengan Joon Hyun dan gadis itu sedang terbaring tak berdaya,mungkin saja karena Ji Won melanggar janji yang dibuatnya bersama Ryu Jin.

Saat akan memulai pidato nya, ponsel Ryu Jin bordering cukup nyaring membuat Ryu Jin memohon maaf dengan menundukkan kepalanya dan segera diraihnya ponsel yang terus menjerit.

“Ji Yoon Noona”ucap Ryu Jin saat melihat nama yang terpampang di layar ponselnya

“Yoboseyo,Noona aku sedang...............”

“Ryu Jin, .hikshikss….. Ji Won…..Ji Won…”ucap Ji Yoon dalam isak tangisnya



“Ji Won?, apa yang terjadi dengannya?” ucap Ryu Jin panik

“cepatlah ke Soul Hospital, Ji Won,,,,, Ji Won sedang kritis” tukas Ji Yoon yang masih menangis
Ryu Jin tampak pucat dan lengannya menggenggam erat ponselnya seolah menahan rasa cemas di hatinya akan kondisi gadis yang dicintainya.

Setelah memberikan kata maaf untuk tidak melanjutkan pidatonya, Ryu Jin berlari meninggalkan podium sehingga membuat para dewan universitas bingung akan sikap Ryu Jin.

Melihat kepanikan yang terlihat di wajah Ryu Jin membuat Soon Hee sangat cemas begitupun dengan teman-temannya.
“Kenapa dia, pasti terjadi sesuatu dengan Ji Won”, ujar Yee Sung.

“Benar, Ryu Jin tidak akan sepanik itu , jika tidak berhubungan dengan Ji Won”, ujar Chul Suk cepat.
Ryu Jin terus berlari dan berlari dan berharap tidak terjadi apa-apa terhadap Ji Won.
******


Ryu Jin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maximum .
Aku akan mempertaruhkan nyawaku jika itu dapat membuatmu terus hidup. Ji Won, jangan tinggalkan aku, aku mohon, isak Ryu Jin yang masih berkonsentrasi dengan kemudinya.



 Aku mohon jangan tinggalkan aku Ji Won, aku lebih suka melihatmu dengan pria lain setidaknya aku masih bisa melihatmu, tapi jika kau pergi untuk selamanya aku lebih baik ikut mati bersamamu.





TO BE CONTINUED
[/b]



« Last Edit: November 24, 2011, 12:28:27 am by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho