New world
Chapter 7
(WARNING....... 17+)
Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Park Min Young aka Miny
Lee dong hae aka Mr Stuyoshi
[/size]
“apapun keputusan appa, jangan sekali-kali kau bertindak sesukamu meninggalkan aku seperti tadi... aku mohon.. aku mohon”
-------------
“mianhae,,! Hanya itu yang mampu sunho katakan setelah itu tangan kekar itu meraup wajahku dan membawanya dekat dengan wajahnya, kurasakan bibir padatnya menempel lekat di bibirku yang sedikit tebuka, disesapnya dan terasa bergetar, namun ku rasakan bibirku telah tenggelam sepenuhnya pada bibir padat itu, ku balas saat itu pula hingga tanpa ku sadari lidahku menjelajah liar dengah lidahnya saling mengait,... semakin dalam saat ku rasakan tangan kekar itu menyangga leher bagian belakangku, dan kami sejenak melupakan masalah yang baru saja terjadi, bagai terhipnotis oleh buaian malam yang gelap dan sentuhan sunho aku semakin agresif, kujambak rambut lebat itu saat bibirnya mulai menelusuri leher jenjangku, nafas memburu terdengar dari kami berdua,,,, namun aktifitas ini terpaksa terhenti saat terdengar seruan seseorang
“Goo Min Hye..............!!”
Saat itu pula segera ku rapikan gaunku yang agak berantakan, talinya yang satu telah terlepas, hingga memaksaku untuk menariknya ke atas, mukaku pasti seperti kepiting rebus saat ini, namun malam seolah menutupinya,,,
“a.... appa?”
“appa tak menyangka kau berubah seperti ini? Ini bukan minhye yang appa kenal.... apa laki-laki ini yang membuat kau seperti ini?” tanya appa, aku ingin mengatakan ia, namun bibirku memaksa diam,, entahlah apa yang terjadi padaku.. aku takut appa akan melukai sunho, ditambah ada Mr Stuyoshi yang mengekor dari belakang, menatap tak percaya, namun paling tidak aku bisa membuatnya ilfeel dengan tingkahku barusan, ya aku berharap setelah ini ia akan berfikir 2 kali untuk menerima tawaran appa..”
Tanpa diduga, appa menghampiriku dengan tatapan seolah ingin memakanku, ditarik lenganku hingga terlepas dari genggaman sunho dan memaksaku untuk meninggalkan tempat itu...
“yaaa.... appa” air mataku seketika menyeruak keluar saat ku lihat tak ada tatapan lembut sunho terlihat, yang ada hanya appa...
--------------------
@ Goo Mansion
Aku duduk dengan mata yang masih meneteskan air mata, bukan karena aku meneyesali kejadian barusan, namun aku takut appa menyuruh seseorang untuk mencelakai sunho, di bayanganku setelah kejadian barusan... beberapa orang berotot besar memukul perut sunho dan membuatnya tersungkur ke tanah,,, lalu meninggalkannya begitu saja, tak ada yang membela dan membawanya pulang... aaaaahhh..... andweeeeeee..... pikiran bodoh ini semoga tak akan terjadi
“tak pernah appa bayangkan kau akan senekat dan seberani ini, mana minhye yang appa kenal!!!??, mana minhye kebanggan appa?”
“appa kira kau bisa menjadi kebagaan appa minhye, padahal appa sudah membicarakan prihal perjodohanmu dengan Mr. Stuyoshi meskipun orang tuanya tak ikut campur akan perjodohan ini, namun appa ingin orang yang terbaik untuk putri appa, bukan hanya seorang bartender seperti yang kau inginkan, apalagi setelah melihat prilaku memalukanmu dengannya... appa sangat terpukul, andai saja appa punya penyakit jantung, mungkin saat ini kau tak lagi melihat appa disini...”
“Andweeyo...!” jeritku yang mampu dalam hati saja
Memang kenyataannya, Sekian lama duduk berdiskusi dengan appa, tak ada yang mampu ku katakan anggap saja ini sebagai bentuk kekecewaanku pada appa... bagaimana ia bisa memikirkan sesuatu yang terbaik untukku sedangkan aku tak merasakan apa-apa pada laki-laki yang dibanggakannya itu, seandainya ia lebih dulu datang dalam hidupku dan memperkenalkan ku akan dunia baru,,, setidaknya tak ada perasaan mendalam pada sunho..
“ngertiin appa.. sayang, appa akui semua ini terlalu mendadak buatmu, namun appa masih menunggu perubahan, appa menginginkan kau memikirkan lagi, laki-laki yang pantas menggantikan appa seharusnya lebih baik, laki-laki yang mencintaimu bukan untuk melampiaskan nafsunya padamu, bukan seorang...”
“cukup appa...! maafkan minhye, tapi appa salah jika harus menilai seseorang hanya karena hartanya, appa tidak mengerti yang minhye rasakan saat ini, bisa saja minhye menerima perjodohan yang appa inginkan, jika itu terjadi lebih dahulu dari perjumpaan minhye dengan sunho, tapi itu tak mungkin, itu terlambat... minhye terlanjur mengenal dunia yang diberikan sunho bukan Mr. Stuyoshi...”
“appa tak ingin kau dibutakan karena cinta sesaat ini sayang, tak ada orang tua yang mengharapkan anaknya celaka”
“jadi terima saja appa, yang kurasakan pada sunho bukan hanya sekedar nafsu sesaat, aku menginginkannya untuk jadi pendamping hidupku...!!”
“jadi keputusan sudah bulat minhye?”
“dhe” jawabku tegas....
“baiklah... ini adalah jalan hidupmu, kau yang menentukan, tapi kau harus mampu membuka hatimu, berikan kesempatan untuk mr. Stuyoshi mencoba mengenalmu dan kau mengenalnya, appa rasa kau mungkin akan lebih menilai dia lebih baik dari sunho”
“gumawo appa... tapi ia harus berusaha lebih keras lagi, karena minhye tak yakin ia bisa”
“arasseo....!”
Pembicaraan ini memang belum berujung karena aku tahu betul dengan appaku sendiri, ini bukan dirinya yang biasa, ia adalah laki-laki yang keras kepala... ia tak mungkin menyerah begitu saja, namun jangan lupa,,, aku ini anaknya yang mewarisi sifat keras kepalanya, maka dari itu,,, silahkan saja, kita lihat sampai sejauh mana ia akan bertahan
-------------------
Pagi telah menampakkan dirinya dibalik tirai panjang kamarku, saat ku sadari mataku telah terbuka untuk merasakan hangatnya pagi ini, namun ada sedikit rasa sakit dikepalaku, mungkin karena mulai tidur pukul 3 dini hari, diskusi dengan appa tak terasa menyita waktu tidurku. Aku tidak ke kantor hari ini... karena moodku masih buruk... ku raih ponsel yang ada di atas meja riasku... ku tekan nomor 1 untuk secara otomatis terhubung dengan nomor sunho, tidak seperti kemarin-kemarin yang susah sekali mendengar suara sunho...
“yeoboseo?” jawab sunho dari seberang sana, suaranya terdengar berat, ku rasa ia baru saja bangun tidur, sama sepertiku
“dhe... yeoboseo my angel...” rayuku padanya dan sukses membuat sunho membuka suara lebih jelas
“min... minhye?”
“dhe... kau baru bangun ya?”
“dhe... jika tidak karena deringan panggilanmu, aku mungkin belum bangun”
“jadi gara-gara aku kau terbangun, owh... mianhae...”
“ya... mataku langsung melek saat denger suaramu..”
“kau tidak kerja hari ini?” tanyaku lagi
“tidak, aku sudah kerja dengan jadwal seperti biasa”
“owh... syukurlah..”
“bagaimana keadaanmu?” tanya sunho, seolah menyadarkanku,, itu pertanyaan seharusnya yang ku lontarkan pada sunho bukan sunho yang menanyakan padaku
“kau.... yaaa.... kau sendiri tak apa-apa kan?”
“tidak minhye, aku baik baik saja... tak ada sedikitpun yang kurang dari diriku.. kau tak perlu cemas... lalu kau sendiri?”
“andweyo... gwenchanayo,, hanya saja... saat ini aku sedang dilanda musibah”
“mwo.... kau kenapa?” terdengar suara cemas dari sunho,,, yang mampu membuatku cenegesasn disini
“aku kangen kamu my angel...”
“yaa.... kau ini, ku kira kau diapa-apakan...”
“kenapa? Apa aku salah merindukanmu?, apa kau lupa telah melamarku semalam... ? atau kemarin malam otakmu terbentur benda keras?”
“haha... tentu saja tidak minhye, ku pikir kau yang tidak ingat malah... padahal itu seharusnya hanya penyematan cincin biasa... bukan semacam lamaran, walaupun niat awal memang ingin melamarmu...”
“jangan bicara seperti itu, kau harusnya memilki pendirian tetap, jika ingin melamar... lamar saja aku, tak kasihan liat aku ya?”
“kasihan buat apa?, lagian laki-laki yang hendak dijodohkan denganmu itu...”
“cukup... kau mengatakan itu sama saja dengan kau meragukanku... atau kau memang ingin melihatku bersanding dengan pria lain”
“babo...!” suaranya terdengar serius kembali
“jika saja kau sekarang di hadapanku, kau tak akan aku lepas, kupastikan kau tak akan selamat dari cengkramanku.... aku akan menciummu habis habisan...”
“haha... benarkah?”
“kenapa? Meragukanku?”
“tapi sayangnya aku masih bisa berkelit, karena sekarang kau tidak di hadapanku”
“awas kau minhye....”
“sudahlah... aku mau mandi dulu, ohya... kau mau menemaniku berbelanja hari ini?”
“mwo? Nona besar berbelanja, memang mau berbelanja apa?”
“rahasia...”
“baiklah, ternyata sekarang sudah mulai main rahasia-rahasiaan....”
“baiklah... sampai ketemu pukul 10... aku tunggu di rumah.. aku sekarang mau mandi”
“Ok, ayo kita mand bareng...”
“mwo?”
“maksudku mandi bareng di kamar mandi masing-masing”
“owh... yaaa...”
“bye minhye sayang...”
“bye my angel”
------------------
Sarapan pagi ini pukul 9 pagi, agak telat karena aku bangun kesiangan dan appa juga harus telat,, namun terkejutnya aku saat ku lihat seseorang laki-laki dengan jas rapinya, bertolak belakang denganku yang hanya menggunakan baju santai
“pagi minhye...!” sapanya padaku
“pagi juga Stuyoshi” panggilku enteng, karena ku tahu ia lebih muda dariku, tak enak jika memanggilnya dengan sebutan Mr terdengar sangat tua...
“pagi minhye sayang... kau tidak ke kantor hari ini?”
“tidak appa” jawabku sambil menarik kursi yang memang sudah ditarik oleh stuyoshi sebelum aku sampai di kursi makan
“kebetulan sekali, pagi ini Mr Stuyoshi ingin melihat kota seoul, kau temani dia melihat-lihat ya sayang...” apa? Ini terdengar disengaja
“mwo ? tapi hari ini aku ada janji dengan seseorang”
“kalau begitu batalkan saja... kali ini saja temani Mr Stuyoshi, appa mohon sayang”
Appa gila ya... bagaimana rencana kencanku dengan sunho, Eh KENCAN? Maksudku acara jalan-jalan dengan sunho
“tapi minhye sudah terlanjur janji dengan seseorang appa...”
“tidak bisa ditunda?”
“tidak”
“bagaimana kalau bertiga saja...” tawar appa
“aku menatap ngeri pada appa..”
“baiklah..” jawabku pasrah
Saat waktu menunjukan pukul 10 pagi, dan tanpa kurang atau lebih sunho sudah sampai di Goo mansion aku menceritakan prihal keikutsertaan Stuyoshi padanya, awalnya dia ragu, namun aku meyakinkannya,,, hingga akhirnya ia sepakat akan mengajak Stuyoshi, dan akirnya kami jalan-jalan ber 3...
Kami naik mobil stuyoshi. Ia duduk di bangku pengemudi sedangkan aku dan sunho duduk di jok belakang ber 2, ku pikir tidak ada ruginya, malah aku punya siasat untuk ini.. ini kesempatan untuk menunjukan kemesraanku dengan sunho pada stuyoshi...
Aku bercengkrama hangat dengan sunho di belakang sedangkan mata stuyoshi menatap dari balik kaca spion mobilnya,, ku genggam tangan sunho dan menyenderkan kepala di bahu sunho, sunho risih, terlihat saat ia menatapku ragu.. namun aku hanya tersenyum melihat keterkejutannya, biar saja stuyoshi melihat tingkah agresifku pada sunho... namun jangan sampai seperti wanita murahan...
“sunho..!”
“hm?”
Rasanya aku ingin tertawa saat ku lihat muka tegang sunho, kenapa? Ia malu kugoda? Dasar... biasanya kami selalu lebih dari ini saat tidak ada orang, sekarang apa... ia begitu tegang saat pahanya ku elus...
“minhye-a..”
“wae?”
Aku tak menghiraukan ketegangannya... tanganku malah asyik mengelus dadanya, dan meniup telinganya, ia bergidik ngeri..
Sumpah demi apapun, aku ingin tertawa lepas saat ini melihat ketakutan sunho,.. ia tak berani menyentuhku di depan stuyoshi padahal aku ingin menunjukan pada stuyoshi, dia telah kalah, sempat terjadi ngerem mendadak yang dilakukan stuyoshi saat ku rasa bibir lembut sunho makin mendekat kearahku... namun terhenti saat rem mendadak yang dilakukan stuyoshi.. ini gila, ya aku gila sudah memancing amarah stuyoshi namun ini yang kumau, agar ia sadar, kalau ia mengharapkan wanita yang salah...
Tibalah di tempat yang aku inginkan, sebuah butik... BUTIK BAJU PENGANTIN,,,
“kenapa berhenti disini minhye-a?” tanya stuyoshi
“kenapa? Ada yang salah...?”
“tidak”
“kalau tidak, sekarang turunlah, atau kau tak mau melanjutkan untuk jalan-jalan dengan kami?”
“tidak,,, mari kita lanjutkan, aku senang bisa jalan-jalan dengan kalian” ucap stuyoshi yang memang masih dalam bahasa asing itu #anggap saja stuyoshi bicara dalam bahasa inggris
Saat bertemu dengan perancang busana gaun pengantin itu aku segera mencoba
“anda akan menikah Minhye agashi?” tanya pemilik butik itu yang memang sudah jadi butik langgananku
“sebentar lagi,,, tenang saja”
“saya melihat ada dua laki-laki di luar sana, yang mana yang akan menjadi pendamping hidup anda? Apakah laki-laki yang memakai jas putih itu atau..”
“laki-laki dengan jaket hitam itu” jawabku tandas
“owwh... saya pikir laki-laki yang memakai jas warna putih... mereka ber2 sangat tampan agashi, apa tidak ke22nya saja..”
“ya... nyonya kim anda bercanda?”
“haha.. sangat konyol agashi”
“mana ada wanita punya suami 2”
“tentu saja ada, anda ini sangat cantik agashi, tentu laki-laki akan mudah kecantol melihat lekuk tubuh dan paras ayu anda”
“tidak nyonya kim, saya hanya tertarik bersuamikan satu, yaitu laki-laki bernama Lee sunho”
“anda memang keren agashi biasanya wanita kaya yang hidupnya glamour tidak puas dengan satu laki-laki, ia merasa selalu kurang dengan pelayanan suami mereka dan akhirnya mencari laki-laki yang lebih bisa memuaskan diri mereka”
“saya bukan mereka”
“geure.... anda wanita lain, wanita kaya namun tidak berprilaku glamour seperti kebanyakan
“bagaimana Ny. Kim?” tanyaku saat resleting gaunku sudah terpasang
“sempurna....!” pujinya
“benarkah? Apa laki-laki yang bernama sunho itu akan senang melihatku dengan gaun ini?”
“saya jamin matanya tak akan berpaling...”
“anda bisa saja..”
“baiklah... kalau begitu sekarang bantu saya melepasnya”
“kenapa dilepas? Kan belum dilihat”
“tidak,,,karena ada 2 laki-laki sekarang ini, rasanya dia harus melihatnya lain kali, aku takut laki-laki berjas putih itu makin kepincut denganku” jawabku kePDan
“haha... baiklah,,, saya akan menyimpan gaun ini sampai agashi datang untuk memintanya kembali..”
“baiklah....”
--------------
“sekarang kita ke tempat lain..” ajakku pada sunho dan stuyoshi
“mwo? Lalu kau kesini Cuma ngapain saja?” tanya sunho
“Cuma melihat barang yang cocok”
“apa tidak ada yang cocok?”
“ada...”
“lalu?”
“lalu apanya?”
“lalu kenapa tak memperlihatkannya?”
“tidak mau... nanti saja” jawabku enteng, hanya aku dan sunho yang terlalu banyak bicara, sedangkan, stuyoshi hanya dia mengemudi mobil mewahnya, ia tak mengerti bahasa yang kami gunakan. Dan untuk kedua kalinya kami singgah di toko baju dan aku memilih baju yang akan ku kenakan untuk acara tertentu... stuyoshi, aku kasihan padanya, ia hanya bisa mengekor kami dari belakang... namun tidak ada cara lain selain ini, aku tidak memintanya untuk ikut, siapa suruh dia mau?
Setelah berjalan menyelusuri toko baju itu akhirnya ku temukan gaun malam yang cocok untukku, ku ambil dan segera ku coba.... saat melihat gaun malam itu melekat di tubuhku, kurasa ini sangat cocok untuk malam pertamaku nanti.. sunho pasti suka, dan tak lupa membeli beberapa bikini dan underware bermotip bunga matahari. Aku tersenyum sendiri saat membayangkan motif daleman ini, matahari,,, matahariku adalah Sunho...
Sudah capek rasanya saatku sadari kakiku lelah berjalan
“kenapa sudah lelahkah?”
“sedikit..” tapi aku masih mau mencari sesuatu”
Saat kehening terjadi mendadak deringan ponsel milik stuyoshi berdering, aku lihat ia menjawab panggilan itu... dan setelah selesai, ia memandangku dengan raus wajah menyesal... ya itu yang tertangkap di penglihatanku
“minhe-a... aku minta maaf, tiba-tiba asistenku memanggilku, dia baru tiba dari hokaido dan sekarang ia berada di seoul,, ada keperluan mendadak yang harus segera ku tangani... aku harus pergi,”
“owh... thanks sudah mau jalan-jalan dengan kami”
“aku pergi dulu”
Setelah kepergian stuyoshi, aku dan sunho melanjutkan jalan-jalan, setelah benar-benar lelah kamipun bergegas meningggalkan tempat itu
Aku dan sunho tak langsung pulang ke rumah, kami berdua singgah di restorant untuk mengisi perut setelah seharian berjalan-jalan, ku pikir ia pasti sangat lapar, setelah mengisi perut kami duduk-duduk di bangku panjang yang memang masih ada di lokasi restoran... malam ini tak nampak bintang maupun bulan. Ternyata malam ini mendung dan kuarasa setetes demi tetes hujan membasahi wajahku.. owh... aku kelabakan saat menyadari hujan makin deras, aku dan sunho buru-buru masuk ke penginapan yang ada di restoran yang memang menyiapkan tempat untuk menginap, pakaianku dan sunho sama-sama basah..., apalagi aku yang hanya menggunakan pakaian satu saja, sedangkan sunho masih syukur memakai 2 baju... hingga kini ia terpaksa melepas jaketnya yang basah... rambutku yang tergerai itu juga ikut basah.. kami memesan kamar penginapan untuk berlindung, karena penginapan sedang rame hingga terpaksa kami kebagian Cuma 1 kamar saja, karena tidak ingin ada scandal, sunho dan aku mengaku sebagai suami istri
Ranjangnya juga hanya satu namun cukup besar untuk 2 orang, ruangan di kamar ini juga dilapisi oleh hawa yang dingin yang keluar dari AC ruangan yang ada, aku makin menggigil, hingga sunho menyadarkanku
“kau harus ganti baju dulu...”
“aku gak punya baju ganti”
“tadi kau beli gaun kan... kau pakai itu saja..”
“mwo...?” aku tersentak kaget, bagaimana mungkin itu gaun ku beli untuk malam pertamaku nanti”
“andwe...!” tolakku mentah-mentah
“ya... kalau terus-terusan pakai baju itu, kau bisa sakit, karena basah kedinginan...” yah.... mau tidak mau aku harus mengiyakan permintaan sunho, masuk ke kamar mandi buat ganti pakaian basahku,,, tak ada yang bersisa,,,, sampai2, dalemanku juga basah.... terpaksa ku taruh di ruang penghangat agar saat pulang nanti bisa kering, andalan satu-satunya Cuma gaun yang seharusnya dipakai untuk malam pertama nanti... tapi mau gimana lagi, sunho pasti marah-marah melihatku kedinginan.. lagian dia juga belum lihat gaun yang kubeli ini... bagaimana reaksinya ya...?
Saat keluar dari kamar ganti, ku lihat sunho tengah membuka jaket basahnya dah meletakannya di meja yang tak jauh dari ranjang, kebetulan disana ada tempat buat menggantungnya, ia masih mengenakan pakaian lengkap, hanya jaketnya saja yang terelepas, dan menurutku itu tak adil... bisa-bisanya menyuruhku mengganti baju, sedangkan ia tidak.. tapi ia memang tidak membawa pakaian ganti...
“yaaaa... kenapa kau tak mengganti pakaianmu?” tanyaku saat sudah tiba di dekatya” pura-pura ngambek
“aku akan mengeringkan diri di ruang penghangat,,,, bajuku memang tidak basah, hanya celana panjangku kaya’nya agak sedikit basah” ucap sunho dan beranjak... namun langkahnya terhenti saat matanya jatuh menatap tubuhku, aku jadi malu ditatap seperti itu, apalagi aku hanya menggunakan gaun, tanpa daleman di dalamnya.. wajahnya segera berpaling dan melangkah lebar meninggalkanku,
“dia kenapa? Apa ia tak suka melihat gaun yang kubeli ini, atau gaun ini tak cocok denganku, oh tidak... ia pasti melihatku seperti wanita penghibur di bar tempat ia bekerja...” batinku... yaaa aku takut saat ini dengan tatapan menolak sunho.. aku bukan bermaksud memamerkan tubuhku padanya, hanya saja hanya baju ini yang masih tersisa, untung bukan baju pengantin... disangkanya pasti aku ini gila.... oh tuhan... aku menutup wajahku, rasanya aku ingin menangis sekarang jika ku tahu akan terjadi seperrti ini, aku tak mau berhujan-hujanan... jangan menganggap aku sama dengan wanita itu sunho, aku harap aku masih minhye yang ia kenal sebelumnya, tanpa ku sadari tubuhku bergetar ditambah sesuatu melingkar dipinggangku... yang sukses membuaku terkejut saat itu
“kenapa kau begitu indah minhye?” terdengah suara sunho yang mendesah dan nafasnya yang menyapu leherku yang sempat dingin tadi... aku menatap kebelakang, mata sendu itu begitu dekat denganku
“sunho-a...!” ucapku lirih
“apa... apa semua pakaianmu basah?, hingga ku lihat bra dan CDmu kau taruh di ruang penghangat?” tanya sunho yang sukses membuatku malu, aku hanya mngangguk setelah itu
“hanya ini yang ku punya untuk sekarang ini” ku rasakan pelukan sunho semakin erat memeluk pinggang rampingku yang hanya terbungkus gaun tipis dan sedikit transparan itu, sedangkan hawa hangat keluar dari tubuhnya yang tidak terbalut kain, ia hanya menggunakan underwarenya yang masih tersisa, ini sulit kuutarakan... aku menikmati dekapan eratnya dan esapan bibir dinginnya menempel di leherku, tanpa kusadari mataku terpenjam terbuai, apalagi saat tangannya mulai naik dari perut ke atas... ke 2 gundukan milikku, awalnya hanya merabanya pelan namun kurasa ia semakin menekan dan meremasnya hingga aku seperti kehilangan akal.. ku raih wajahnya dan kutempelkan bibirku pada bibir padatnya, karena tak mampu menahan birahi ini sendiri.. lidahnya yang panas menerobos masuk mengaitkannya dengan lidahku, degup jantung makin tak berirama... ku yakin kini sunho merasakan degup jantungku yang semakin keras, apalagi tangan kekarnya menyusup masuk ke dalam gaun malamku, aku mendesah saat itu pula, karena tak tahan.. ku putar badanku hingga kini menghadap sunho,, ditatapnya wajahku
“minhye-a... aku menginginkanmu” tanpa menunggu jawaban dariku, bibir padat itu kembali menghujam bibirku dengan tak kalah cepat dari sebelumnya, terlalu keras ia menghisap bibirku hingga kurasa sakit, namun tak apa... saat bibirnya melumat habis bibirku,, mulailah tangan kekar itu dengan gampangnya menarik tali gaunku dengan satu tarikan hingga dengan mudahnya merosot jatuh ke lantai... dan tak dipungkiri lagi aku telah telanjang.... didepannya, sedangkan sunho masih setia dengan underwarenya yang menutup bagian terpenting dari tubuhnya... tangannya mulai menggerayangi bagian tubuhku secara detail, mulai dari kedua gundukanku diremas dan memelintir bagian puncaknya, hingga terdengar lengguhan keluar dari bibirku yang masih dilumatnya, tak membiarkanku bernafas.. setelah sekian lama memainkan buah dadaku, kini tangan itu turun mengelus perut dan pinggangku, kurasa melumer sudah.. diriku dalam dekapannya... hingga kini berujung pada daerah lembabku, mataku tiba-tiba terbuka karena kaget saat salah satu jarinya masuk pada daerah lembabku... tak tahan rasanya saat jari itu memainkan daerah lembabku, mengeluar masukannya dan ku rasa sekarang 2 jari masuk ke dalam daerah lembabku, ia menjepit sesuatu di dalamnya... aku memekik luar biasa, belum lagi bibirnya tengah mengulum pucuk dadaku, aku tak tahan lagi,,, gerakan jarinya yang keluar masuk dan sesekali menyentil sesuatu di dalam daerah lembabku, belum lagi bibir itu makin dalam dan bernafsu mengulum buah dadaku... aaaaaaaaaaahhhhhh........ aku rasa daerah lembabku semakin basah, aku orgasme begitu cepat, tubuhku lemas dan aku mengerang sambil mengigit pundaknya sehingga ia menghentikan gerakan itu menatapku sambil tersenyum. peluhku berjatuhan.. aku lemas dan terjatuh di dalam dekapannya
“min..... minhye-a.. permainan belum selesai sayang...” dan seketika tubuhku diangkat dan dijatuhkan di atas ranjang satu-satunya di dalam kamar penginapan itu... aku masih tergolek lemas, sunho bangkit dan dengan tatapan sendu ku lihat ia melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya, hingga barang miliknya telah menegang keras.. aku hanya tersenyum namun tubuhku masih lemas... setelah melepas underwarenya, sunho kembali mendekat padaku, diciumnya leher jenjangku, kemudian naik ke pipiku lalu disesapnya bibirku... aku belum bisa merespon.. ia terus terusan mendatangkan gairahku lagi, diciuminya daguku, kemudian turun lagi ke leher jenjangku,,, kemudian tangan kirinya meremas dada kananku sedangkan mulutnya menangkup di dada kiriku... ia menggigit dadaku hingga gairahku kembali lagi... aku memeluknya erat, hingga ia kehabisan nafas.. kembali ke bibirku dan kami saling mengulum hebat.. saling menyedot dan berbagi air liur,, permainan makin memanas... bibir itu semakin ganas menggerayangi tubuhku, meninggalkan banyak tanda merah di tubuhku, menyentuh dan menciumnya tanpa ada yang terlewatkan... kembali lagi aku melengguh kuat saat kedua pahaku disingkap dan kini bukan tangannya yang masuk ke daerah lembabku namun, ku rasakan bibirnya mencium daerah lembab bagian luar dari tubuhku, dan lidahnya menerobos masuk, tubuhku menggigil.. karena tak tahan ku bawa wajahnya agar sejajar dengan wajahku,, kami berciumam lebih agresif lagi,,, rasanya seperti sudah diawang-awang...
“jangan menyiksaku sunho-a...” desahku dibalik ciuman kami
“ne... min.. minhye... aku akan memasukannya dengan hati-hati”
Dan setelah itu sesuatu yang keras mendesak masuk menerobos daerah lembabku... walau sebelumnya kami pernah melakukannya, namun aku selalu merasa seperti baru pertama kali melakukannya, hingga terasa berdenyut2 daerah lembabku saat menerima juniornya masuk dan menggesek-gesekan di dinding daerah lembabku... masih saja terasa sakit, karena ku tahu ukuran juniornya terlalu besar dan punyaku tetap terasa sempit... hampir saja aku menahan nafas saat ia berusaha keras menenggelamkan juniornya ke dalam tubuhku, hingga akhirnya masuk setengahnya... aku menghela nafas guna menetralisasi suhu tubuhku yang semakin terasa panas walau AC terus saja menyala.... hingga saat ku sadari tubuh kekar itu naik turun dan menggoyangkan tubuhku... menghentakannya pelan, namun... lama-lama terasa semakin keras... dan cepat... seprai ranjang sudah sangat kusut karena ku tarik... bibir kami saling mencari seperti ciuman kelaparan... sedangkan tanganku meremas bokong sunho yang bergerak turun naik begitu cepat.... hingga akhirnya kurasa.... kami orgasme berbarengan... aku mengerang dan wajah sunho terlihat merah menahan sesuatu yang hendak keluar dari tubuhnya, seperti yang kurasakan sekarang,,,
“croooooooooootttttttttt...............!”
kurasa hangat di dalam daerah lembabku.. merasuki hingga ke dasar tubuhku... lemas, kami terlempar ke ranjang bersamaan, namun junior sunho masih tertanam dalam tubuhku, masih ku rasa denyutan junior itu beradu dengan denyutan daerah lembabku... dadaku naik turun mengatur nafas... hingga saat sudah hampir bisa menetralisir, sunho mengeluarkan juniornya yang masih berdiri tegak... sunho terlentang di sisiku, mengatur nafas... dan kami tertidur pulas setelah itu, ku peluk tubuh itu... dan segera menutupi tubuh ketika merasa suhu kamar sudah mulai normal
-------------------
Saat terbangun pukul 3 dini hari aku merasa sesuatu yang besar terapit diantara pahaku, dan benar saja... kepala sunho tengah berada di antara selangkanganku,,,, aku kembali bergairah malam itu dan kami melakukannya untuk ke dua kalinya, namun kali ini aku yang mengambil peran.. ku raih wajahnya dan mendorongnya, ku duduk di atas paha sunho... ku mainkan junior itu mengocoknya sebelum ia memasukiku lagi... setelah bermain dengan gaya sunho yang terlentang, kini permaian berlanjut lagi dengan gaya duduk... kami melakukannya sampai pagi menjelang....
“aku ingin memiliki anak darimu sunho...”
“kita sudah melakukannya beberapa ronde. Kurasa... benihku telah cukup banyak masuk dalam tubuhmu”
Ku dorong tubuh sunho, hingga kini aku berada di atasnya dan membenamkan wajahku di dadanya
“saranghae...... sunho”
“naddo..... cheongmal saranghae.......... goo Min Hye”
Biarlah apa kata malam, atau apa kata pagi... biarkan saja mereka iri padaku karena telah puas dicumbu olehmu, karena ku yakin saat ini... kau hanya milikku, milik Goo Min Hye... dan aku hanya milikmu...
Tebece ^’^
Jika ada kalimat atau kata yang gak enak buat dibaca, author mohon maaf ini hanya semata-mata buat kalian senang....