Introducing New Cast :
Kim Sang Ho as Hwang Il Bo
Chun Jung Myung as Bong Jae Suk
Chapter 3
Suasana di Restoran SoulStar Hotel semakin ramai dikunjungi pengunjung, bukan saja karena kelezatan makanan dan minuman yang tersaji di Restoran dari Hotel bintang 5 ini yang terkenal namun karena suasana yang nyaman dan tentu saja ekslusif untuk pengunjungnya . Alunan suara merdu penyanyi wanita yang diiringi piano menghanyutkan telinga pengunjung restoran mewah ini. Tidak terkecuali pada pasangan Soo Hee dan Joon yang langsung turun ke lantai dansa saat lagu favorite mereka dimainkan.
Ji Hyun dan Woo Young tidak mengikuti jejak kedua sahabatnya untuk turun ke lantai dansa karena Ji Hyun masih kesal dengan sikap Woo Young tadi terhadapnya.
“AKu iri sekali dengan mereka berdua, kapan ya giliranku untuk menikah dengan wanita yang istimewa”ucap Woo Young dengan melirik Ji Hyun melalui ekor matanya,namun sepertinya Ji Hyun tidak memperdulikan rintihan hati Wo Young dan hanyut dalam lagu cinta tersebut.“Apakah kau menyadari akan cintaku yang tulus kepadamu” suara pas-pasan Woo Young yang melantunkan lagu cinta karangannya terhadap Ji Hyun berharap agar gadis itu setidaknya menaruh perhatian pada dirinya.“OH,,,, cintaku yang indah namun…..tak berbalaskan ,ohhhh, sungguh merananya hatiku…..” Woo Young malah semakin menyanyikan dengan nada yang cukup menyedihkan dan tentu saja membuat telingan Ji Hyun terasa sakit ,namun rasa sakit itu bisa ditahan tapi tidak dengan tatapan aneh dari pengunjung lainnya yang membuatnya kesal setengah mati terhadap laki-laki disampingnya.“
Bisa kau hentikan lagumu yang menyedihkan ini Hong Woo Young-ssi”ucap Ji Hyun dengan nada sedikit ditekan menandakan kekesalan hatinya .
Tapi bukan Woo Young namanya jika dia tidak mampu mengatasi kemurkaan Ji Hyun terhadapnya dan dengan perlahan Woo Young mendekatkan wajahnya pada gadis cantik itu dan membuat Ji Hyun terkejut akan tindakan tiba-tiba Woo Young.
“Dance with me?” pinta Woo Young dengan senyumnya yang terasa begitu menawan dan membuat Ji Hyun malu menatap Woo Young.
Woo Young masih dengan posisinya dan dengan tarikan lembut, pria itu menggandeng lengan Ji Hyun dan mengajaknya ke lantai dansa bergabung dengan Joon dan Soo hee yang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman hangat.
“Wajah yang cantik, kulit seputih porselen, senyumannya ……..dia bagaikan bidadari yang turun dari surga. Bisakah kau melihatku, hanya diriku seorang karena……. Akulah yang pantas untuk mendampingimu….”ucap Kwon masih dengan kedua mata elangnya menatap tajam mengikuti setiap gerakan Soo Hee yang begitu menarik untuk dinikmati.
“Joon, kau benar-benar bajingan yang beruntung” ucap Kwon saat pandangannya jatuh pada saudara kembarnya yang tersenyum penuh bahagia.
“Kwon”sapa seorang laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengannya
Kwon tersadar dari lamunannya dan memandang laki-laki dihadapannya dengan dahi yang dikerutkan.
“Kau ,,,,,Lee kwon?” tanya laki-laki itu berusaha meyakinkan tebakannya
“Gloria Foundation. Suster Gloria”ucap laki-laki itu dan membuat Kwon mengingat sesuatu akan yayasan itu dan juga laki-laki dihadapannya
“Jae Suk?, Bong Jae Suk?” tukas Kwon saat mengingat teman masa kecilnya saat di Gloria Foundation
“BINGO” ucap jae Suk dengan jari yang membentuk seperti pistol
Dan kedua sahabat kecil itu tersenyum dan Kwon mempersilahkan Jae Suk duduk sambil menunggu tamu yang sedang ditunggunya.
Kwon menuangkan wine di gelas Jae Suk dan keduanya bersulang untuk merayakan pertemuan mereka kembali setelah 10 tahun berlalu.
“kau kemana saja selama ini Kwon?” ucap Jae Suk setelah meneguk habis wine nya
“kau tahu sejak kau kabur dari yayasan aku kesepian karena hanya kau teman yang dekat denganku”ucap jae Suk lagi mengenang masa lalunya
“aku ke amerika”jawab kwon dengan santai dan mengepulkan asap yang keluar dari lubang hidungnya
“kau merokok?” ucap Jae Suk lagi lagi yang heran melihat sahabatnya merokok
“Setahuku selama kita di yayasan bukankah kau yang melarangku untuk merokok, tapi kenapa sekarang malah kau yang menjadi perokok” ucap Jae Suk heran dengan perubahan sahabatnya yang drastis.
Kwon masih sibuk dengan aktifitas merokoknya sambil sesekali mencuri pandang pada gadis yang sudah membuatnya tidak bisa untuk tidak memandang wajah cantik itu.
“Kwon-ssi, Yaaaa Kwonnnnn!”teriak Jae Suk kesal karena sejak dari tadi dirinya tidak dianggap ada oleh kwon
Kwon hanya menoleh kearah Jae Suk dan hanya memandang wajah sahabatnya dengan tatapan dingin seolah berkata “JANGAN MENGGANGGUKU” dan membuat Jae Suk diam menuruti permintaan Kwon , dan saat kwon kembali pada kesenangannya, jae Suk mengikuti pandangan Kwon berlabuh.
“Gadis yang cantik”ucap Jae Suk pelan dan tanpa disadarinya kwon menatapnya dengan tajam
Entah kenapa rasa itu seolah mengganggunya , kenapa dia harus kesal akan pujian sahabatnya tentang Soo Hee, kenapa? ,,,,,toh dia belum mengenal wanita itu . dia hanya melihat wanita itu melalui sebuah foto dan sekarang ….kwon pun belum sempat untuk berkenalan dengannya karena tidak mungkin dia lakukan itu karena akan menggagalkan semua rencananya yang sudah tersusun rapi.
“Kwon, sampai kapan kau memandangi gadis itu?” ucap Jae Suk seolah-olah membawanya kealam sadar dan Kwon hanya tersenyum sinis pada sahabatnya
“Lee Kwon-ssi”ucap seorang laki-laki yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh Kwon.
“Maafkan atas keterlambatanku”ucap laki-laki itu sopan sambil menatap heran akan kehadiran Jae Suk diantara mereka
“Dia sahabatku ,,,Bong Jae Suk, dan Jae Suk ,perkenalkan dia adalah Jang Mo Ryeong ,informanku” ucap Kwon memperkenalkan Jae Suk pada informannya dan kedua orang yang baru berkenalan itu saling menunduk hormat memberi salam.
“Dia bisa dipercaya. Bisa kita mulai “ucap Kwon tidak sabar dengan informasi yang akan diberikan Mo Ryeong padanya
“ Semua informasi dan data-data yang kau perlukan sudah ada disini. Jadi kau tidak perlu khawatir identitasmu akan terbongkar”ucap Mo Ryeong memulai pembicaraan mereka dengan menyerahkan beberapa dokumen yang diminta oleh Kwon.
“Dan aku juga sudah mendapatkan jadwal Joon , kapan dia melakukan perjalanan bisnisnya, kapan dia bekerja dan pulang bekerja, meluangkan waktu bersama tunangannya dan semuanya sudah ada di dokumen tersebut. Satu hal lagi, semua yang berhubungan dengan Joon dan Soo Hee, baik keluarga, teman, rekan bisnis, sampai makanan favorite dan tempat favorite mereka semuanya ada di dokumen ini jadi kau tidak perlu cemas” ucap Mo Ryeong menjelaskan secara detail
“Mungkin berita ini yang paling membuatmu bahagia karena akhir pekan ini Joon berencana untuk pergi ke Amerika bersama dengan tunangannya untuk memesan cincin pernikahan mereka dan kebetulan Nona Goo akan mengadakan Fashion Show di Los Angeles untuk launching produk pakaian musim semi”ucap Mo Ryeong dan membuat kwon merasa sangat puas dengan berita yang didapatnya.
“Segera kau atur kepulanganku ke Amerika sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka”ucap Kwon dan Mo Ryeong mengangguk mengerti.
“kalau begitu aku permisi . Jika ada berita baru aku akan mengabarimu secepatnya”ucap Mo Ryeong dan beranjak pergi meninggalkan kwon beserta sahabatnya.
“dokumen-dokumen apa ini, apa soal pekerjaanmu Kwon?” ucap Jae Suk ingin tahu
“kau tinggal dimana?” ucap Kwon yang mengalihkan pertanyaan jae Suk
“Aku tinggal di Incheon bersama dengan keluarga Min”ucap Jae Suk menginformasikan jika dirinya sudah diadopsi oleh keluarga Min
“Besok temani aku jalan-jalan”ucap Kwon sambil mengeluarkan beberapa lembar won dan meninggalkan jae Suk yang masih duduk dikursinya menatap kepergian sahabatnya dengan penuh pertanyaan di otaknya
“Apa yang sebenarnya dilakukan Kwon di sini karena setahuku dia tidak mempunyai keluarga. Apa dia ada pekerjaan disini?” ucap Jae Suk bertanya-tanya*******
“achhhh”teriak Soo Hee saat menyadari dirinya menabrak tubuh seseorang
“sosonghamnida” ucap Soo Hee menyesal
Namun laki-laki yang tidak sengaja ditabraknya hanya terdiam dan menurunkan sedikit topinya sehingga menutupi sebagian wajahnya dan menundukkan sedikit kepalanya seolah mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
Soo Hee menatap laki-laki bertubuh jangkung itu dari atas sampai bawah, entah kenapa terbesit rasa penasaran akan diri laki-laki jangkung itu.
Laki-laki itu pun akhirnya pergi tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya .
Soo Hee memandang kepergian laki-laki itu dengan rasa penasaran di hatinya.
“kau tidak apa-apa?” tanya Ji Hyun pada Soo Hee
“Aku tidak apa-apa” jawab Soo Hee yang masih memandang punggung jangkung itu
“aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana ?” gumam Soo Hee dalam batinnya********
“kau sengaja ya ?” tukas Jae Suk saat memasuki Taxi dengan Kwon yang sudah duduk manis disampingnya.
“menurutmu?” sahut Kwon dengan senyum tipisnya
“Kita mau kemana Bos?” tukas supir Taxi itu bertanya pada Kwon melalui kaca spion depan.
“Incheon” ucap Kwon datar.
Dan tanpa bertanya lagi supir Taxi itu langsung menyalakan mesin mobilnya dan menuju ke tempat yang di maksud oleh Kwon.
Jae Suk hanya memandang sahabatnya penuh tanda tanya, begitu banyak pertanyaan yang singgah di otaknya yang ingin segera ditanyakan kepada Kwon. Namun sepertinya waktunya kurang tepat .
“Kwon,……."
Belum sempat Jae Suk menyelesaikan kalimatnya, Kwon sudah memberi tanda kepada sahabatnya itu untuk menunggu sebentar karena Kwon harus mengangkat ponselnya yang terus menjerit.“Yoboseyo” sahut kwon
“Yoboseyo, my dear son”ucap seorang pria paruh baya dengan aksen inggris yang sangat kental
“Dad”
“Where are you,son?” tanya Mr Paul pada Kwon
“Get some air” ucap Kwon datar
“I Need you here. Don’t waste your time there” ucap Mr Paul meminta Kwon untuk segera pulang ke Amerika
“I’ll be back soon, so don’t worry Dad” ucap Kwon meyakinkan ayah angkatnya
“Dad, I need to catch up something . I’ll call you back, bye” ucap Kwon singkat dan langsung mematikan sambungan ponselnya.
“Bahasa inggrismu bagus sekali, kau tampak seperti orang Amerika” ucap Jae Suk asal dan Kwon hanya tersenyum tipis menanggapi komentar sahabatnya
“Kau punya keluarga di Amerika?” tanya Jae Suk lagi
“yaaa Lee Kwon, kau ini memang tidak berubah. Sulit sekali mengorek keterangan darimu. Dan hanya Suster Gloria yang mampu melakukannya”ucap Jae Suk pura-pura kesal.
“Suster Gloria”desah Kwon
“Dia memang seorang ibu yang baik. Bahkan kasih sayangnya melebihi seorang ibu kandung. Aku juga merindukannya” ucap Jae Suk
Kedua sahabat itu termenung dengan pikirannya masing-masing tentang kenangan mereka bersama Suster Gloria, sedang kan taxi yang mereka tumpangi masih membelah jalanan kota Seoul diiringi lagu Best I Ever Had dari Vertical Horizon yang diputar oleh supir Taxi itu.***********
Camry merah yang dikemudikan oleh Joon memasuki Goo Residence, sebuah rumah mewah bergaya klasik dengan 4 patung dewa Yunani sebagai penghias taman dari “Istana” tersebut. Tidak bisa dilewatkan sebuah hiasan air mancur yang berhiaskan ukiran-ukiran malaikat kecil yang terletak di samping bangku taman tersebut mempercantik Goo Residence.
“Joon dan Soo Hee yang sudah keluar dari mobil mewah tersebut berjalan dengan tangan saling bertautan menuju pintu masuk Goo Residence.
“Komawo”ucap Soo Hee dengan senyum manisnya
“Soo Hee-aa, aku bahagia jika bisa membuatmu terus tersenyum seperti ini”ucap Joon yang semakin mempererat genggaman tangannya.
“Karena kau selalu membuatku bahagia ,makanya aku bisa selalu tersenyum seperti ini”ucap Soo Hee
“masuklah”ucap Joon saat tiba didepan pintu masuk Goo Residence
“Joon”ucap Soo Hee manja
Joon memeluk tubuh mungil dihadapannya dan mengecup dalam kening Soo Hee
“Ayo cepat masuk, diluar sangat dingin” ucap Joon saat melepaskan pelukannya .
Soo Hee mengangguk menuruti perintah Joon dan sebelum gadis cantik itu memasuki rumahnya, dia mengecup pipi Joon yang sudah menjadi kebiasaannya sejak awal mereka berpacaran.
Joon melambaikan tangannya saat mengantarkan Soo Hee memasuki rumahnya.
Senyum terus terkembang di wajah tampannya. Joon merasa hidupnya begitu sempurna dengan apa yang sudah dimiliki nya saat ini termasuk kehadiran Soo Hee dalam kehidupannya.
Tapi jika Joon teringat akan mimpi buruknya akhir-akhir ini, rasa cemas mulai menghantuinya kembali. Tapi Joon selalu berusaha untuk selau memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan yang ada ,karena dirinya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Joon mengendarai camry merahnya meninggalkan Goo Residence menuju apartemen nya yang tidak jauh dari komplek perumahan elite itu.@@@@
Sebuah kamar hotel dengan type President Suit dengan ukuran kamar yang sangat luas terasa begitu sunyi karena si pemilik kamar tersebut masih terlelap dalam alam mimpinya.
Sosok tubuh kekar berkulit coklat yang memperlihatkan punggung mulusnya masih terlihat tenang dengan irama nafasnya yang teratur.
Perlahan tubuh kekar itu menggeliat memperlihatkan dada bidangnya dengan otot-otot kekarnya, wajah tampan tersebut masih terlihat mempesona meski dalam tidurnya. Sepasang mata yang terpejam tersebut terbuka perlahan dan dengan agak malas Kwon mengangkat tubuh kekarnya dan menyibak halus selimut tebal yang menutupi sebagian tubuhhnya.
“Pukul 6” ucap kwon memandang arlojinya yang masih melingkar di pergelangan tangannya.
Kwon segera beranjak dari ranjang besarnya berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil sehelai handuk putih dan menyampirkannya di bahu kekarnya.
Senyum tipis terukir di bibir padatnya saat mengingat kembali mimpinya semalam.
“Aku harus bergerak cepat. Dan kupastikan saat semuanya berada dalam GENGGAMANKU maka hidupmu akan segera BERAKHIR ,,,Lee Joon “ucap Kwon dengan senyum yang menyeringai .
@@@Soo Hee terlihat sangat serius menorehkan setiap goresan halus di sketsanya, bahkan panggilan telepon dari Joon tidak diperdulikannya.
Senyum puas terukir di bibir mungilnya sehingga membentuk lesung pipi yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan
“Akhirnya selesai juga” ucap Soo Hee puas menatap hasil design nya
Wajah cantik itu masih menatap puas akan hasil karyanya sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya.
Kedua lengan kekar tersebut memeluk tubuh mungil itu dan membuat Soo Hee terkejut sampai menjatuhkan sketsanya.
“pantas saja teleponku tidak diangkat-angkat. Rupanya tunanganku yang cantik ini sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku benar-benar di abaikan” Joon meletakkan dagunya di bahu Soo Hee menunjukkan tanda protesnya.
Soo Hee segera membalikkan tubuhnya dan menatap dalam wajah tampan di hadapannya yang terlihat begitu sayu. Kedua tangan mungil itu meraup wajah tampan itu dan dengan agak berjinjit Soo Hee mengecup lembut bibir Joon.
“Miane”ucap Soo Hee menyesal
“Apa persiapan untuk peragaan busana kali ini begitu menyita waktumu?” tanya Joon dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Soo Hee.
“Aku hanya ingin menampilkan yang terbaik, sayang. Jadi maafkan aku jika mengabaikanmu beberapa hari ini” ucap Soo Hee
“Kau tahukan bagaimana cara pandang bangsa Amerika terhadap bangsa Asia, terkadang mereka meremehkan kemampuan kita. Dan aku ingin menunjukkan kemampuanku tidak bisa untuk diremehkan” . “ Jadi ,kau mau memaafkanku kan?” ucap Soo Hee memasang senyum malaikat nya.
“Kau pikir kata maaf bisa menyelesaikan semuanya?” ucap Joon kesal
Soo Hee tau jika Joon sedang melakukan aksi protesnya dan hanya satu cara untuk dapat melunakkan hati Joon yang sedang tidak karuan ini.
“Akhir pekan ini, aku akan menjadi milikmu seorang” ucap Soo Hee berbisik dan membuat Joon tersenyum puas
“Aku akan menagihnya dan kau benar-benar hanya menjadi milikku seorang”ucap Joon dan memeluk tubuh mungil dihadapannya.@@@
“Selamat pagi Bos Tampan” sapa pria setengah botak dengan senyum yang dipasang lebar-lebar
Kwon menatap rolex nya saat kedatangan supir taxi tersebut dan Kwon cukup salut dengan ketepatan waktu pria di hadapannya ini.
“Berhenti dari pekerjaanmu sebagai supir taxi dan mulai hari ini kau adalah supir pribadiku”ucap Kwon seenaknya sambil mengisap dalam rokoknya dan mengepulkan asapnya ke wajah pria yang sudah duduk manis di hadapannya.
“uhuhkkk uhukkkk, Maksud Bos Tampan?” ucap Il Bo terbatuk-batuk dengan wajah yang terlihat bingung
“Hari ini aku sudah mendapatkan mobilku jadi kau tidak perlu menggunakan taxi rongsokkan itu lagi untuk mengantarku kemana-mana. Aku tidak akan menawarkan pekerjaan bagus ini untuk kedua kalinya” ucap Kwon dan langsung beranjak dari posisi duduknya setelah mengeluarkan beberapa lembar won untuk sarapan paginya.
“Maksudnya,…aku,…aku jadi …supir pribadinya. Tapi bagaimana dengan ?,, Aishhh pabo-yaa Bos Tampan menawariku pekerjaan bagus, dan hanya orang bodoh yang tidak mau menerimanya”ucap Il Bo saat menyadari nasibnya akan berubah. Dan dengan tergesa-gesa dengan sedikit berlari Il Bo mengejar Kwon untuk mengiyakan tawaran pekerjaan tersebut.
“Bos Tampan!!, Bos Tampan!” seru Il Bo dengan nafas tersengal-sengal untuk menyeimbangkan langkah kaki Kwon melihat kondisi tubuh tambunnya.
Kwon menghentikan langkah kakinya saat dirasakan tangan seseorang menyentuh punggung lebarnya dan wajah arogan tanpa ekspresi terhias di wajah tampannya saat sekali lagi keinginannya terpenuhi .
“Tapi satu yang perlu kau ingat baik-baik. Aku tidak suka dengan PENGKHIANAT”ucap Kwon datar dan meninggalkan Il Bo termangu di depan loby SOulStar Hotel.
“drttttt drtttttt”
“Tepat jam 8 malam jemput aku!” pesan dari Kwon terpampang di layar ponsel Il Bo
“Apa tindakanku menerima pekerjaan ini benar ya” ucap Il Bo agak ragu.
“Ahhhh, demi kelangsungan hidup keluargaku , aku tetap akan menerimanya meskipun nyawaku berada dalam bahaya”gumamnya pelan , namun tanpa disadari pria berumur itu hidupnya memang sudah tidak dalam keadaan yang normal lagi karena Kwon bukanlah seorang Tuan Muda biasa tapi dia adalah Tuan Muda di lembah hitam.
Dan dengan jemarinya Il Bo membalas isi pesan Tuan Mudannya dengan menekan tulisan OK dan langsung menekan tombol send di layar ponselnya.@@@@
Sosok pria blasteran dengan tangan yang menjinjing koper besar berjalan keluar dari pintu bandara Incheon.
Martin Dulake, pria blasteran Korea-Italia yang berprofesi sebagai informan pribadi Paul Brosnan ,sekaligus “Sahabat” Kwon. Di usianya yang terbilang masih muda , Martin sudah mengabdikan hidupnya pada keluarga Brosnan karena setelah terlibat dengan keluarga Mafia ini hidup Martin sudah bisa dikatakan sangat mapan.
Entah pada siapa sebenarnya Martin berpihak yang tahu hanyalah dirinya sendiri dan segala resikonya sudah siap ditanggung oleh Martin .
Sepasang mata hazel itu terlihat begitu indah saat Martin melepaskan kaca mata hitamnya .
Jemarinya terlihat menekan sebuah tombol speed dial....
“Kwon, I’m in Seoul now. Can we meet?” ucap Martin
“Ok, Meet me at SoulStar Hotel” ucap Kwon disebrang sana
Martin meneruskan langkah kakinya menuju Mercy hitamnya dengan supir yang sudah menantinya.
“Soulstar Hotel” ucap Martin pada supirnya dan tanpa menjawab permintaan tuan mudanya, supir tua itu segera menyalakan mesin mobilnya menuju ke tempat tujuan.*****
“Soo Hee-aa”, panggil Ji Hyun dengan melambaikan tangannya saat melihat sahabatnya memasuki loby SoulStar Hotel
Soo Hee menolehkan kepalanya dan melihat Ji Hyun mulai berjalan mendekat ke arahnya.
“Eonni, sedang apa di sini?, “sendirian?” tanya Soo Hee tidak sabar
“Aku baru saja selesai meeting dengan client ku. Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?” tanya Ji Hyun sambil menggayutkan tangannya dilengan Soo Hee
“Aku mau mengantarkan hasil designku pada Mr Dulake. Mr Dulake adalah orang yang mensponsori peragaan busanaku di Los Angeles” tukas Soo Hee dengan senyum manisnya
“Wah sepertinya Mr Dulake tahu betul bagaimana cara merayu seorang wanita cantik”tukas Ji Hyun dengan nada
“Kalau Joon sampai mendengar leluconmu ini , dia pasti akan langsung datang kemari dan menyeretku pulang” dengus Soo Hee sebal pada Ji Hyun
“hahahaha, kau tahu kan kalau aku suka sekali menggoda Joon. Dan wajahnya itu loh selalu membuatku tidak bisa menahan tawa jika sedang cemburu melihat wanitanya di goda pria lain”ucap Ji Hyun dengan gelak tawa.
“drttttt drtttttt”
Soo Hee mengambil Dakota Blackberry nya segera dan menekan tombol pesan masuk.
“I’m on my way to SoulStar Hotel. Meet me at the restaurant “ pesan Martin
“Pesan dari Joon?” Ji Hyun menerka
“Mr Dulake” jawab Soo Hee
“Awas jangan sampai kau terpikat pria bule ya” goda Ji Hyun sambil mengedipkan matanya
Soo Hee hanya tersenyum tipis melihat tingkah Ji Hyun yang suka sekali menggodanya.
Soo Hee baru menyadari jika sebelum pertemuannya dengan Joon, Soo Hee dikenal sebagai gadis yang sulit untuk didekati pria manapun. Bukan karena Soo Hee gadis yang sombong, tapi Soo Hee bukanlah tipe gadis yang mudah membuka hatinya pada lawan jenis.
Walau banyak pemuda tampan yang mencoba mendekatinya untuk menjalin hubungan serius dengannya , semuanya ditolak halus oleh Soo Hee dengan alasan masih ingin serius dengan pendidikannya, atau terkadang Soo Hee beralasan masih ingin serius dengan karirnya dan jika si pemuda itu ngotot untuk mendekatinya, Soo Hee melakukan senjata pamungkasnya dengan mengatakan jika dirinya sudah dijodohkan dengan pria pilihan orang tuanya dan langsung saja para pria yang berniat mendekatinya perlahan menjauhinya dengan sukarela.
Namun pesona Joon sepertinya memang sulit untuk dilupakan oleh Soo Hee. Soo Hee mengakui ketertarikannya pada Joon karena senyumnya yang menawan dan tidak dipungkiri wajah tampan Joon juga seperti magnet yang menariknya untuk terus memandang wajah DEWA YUNANI itu tanpa berkedip.
Soo Hee masih ingat betul bagaimana dirinya menahan rasa malu saat dirinya tanpa sengaja melihat Joon yang hanya terbalut handuk yang melingkar di pinggang kekarnya dan saat Joon menyadari kehadiran Soo Hee, gadis cantik itu masih menatap takjub otot-otot kekar yang terpahat sempurna di dada bidang tersebut.
“Ms Goo” sapa seorang pria asing dan sukses menyadarkan Soo Hee dari lamunannya
“Mr. Dulake” ucap Soo Hee meyakinkan orang dihadapannya saat ini adalah Martin Dulake rekan bisnisnya
“Nice to meet you ,Beautifull”ucap Martin dengan nada menggoda sambil mengecup dalam punggung tangan Soo Hee
Soo Hee merasa tidak nyaman dengan perlakuan Mr Dulake terhadapnya namun Soo Hee mencoba untuk menepis rasa itu dengan tersenyum manis.
Namun tanpa disadari keduanya seseorang sedang memperhatikan mereka dengan perasaan yang sangat tidak senang.
Lounge Soulstar Hotel dijadikan sebagai tempat perbincangan bisinis Soo Hee dan Mr Dulake, setelah keduanya memesan minuman kepada pelayan tersebut, Soo Hee menunjukkan beberapa Design yang sudah dipersiapkan untuk presentasinya kepada Mr Dulake
“Aku sudah melihat design nya dan aku sangat menyukainya”ucap Martin dengan bahasa korea yang sangat fasih
“Anda bisa berbahasa korea?” ucap Soo Hee heran
“hey, My mom was korean and it’s just a shame if I can not speak Korean” ucap Martin setengah berkelakar karena melihat ketidak nyamanan gadis dihadapannya ini atas perlakuannya tadi.
“Ohh, Tapi bahasa korea anda sangat fasih dan tidak terdengar seperti orang asing” ucap Soo Hee
“Ada beberapa koreksi dari Design yang saya kirim kemarin” ucap Soo Hee sambil menunjukkan koreksi design nya pada Mr Dulake
Martin meraih design tersebut dan mengamatinya dengan cermat
“Perfect” tukasnya dan menyesap dalam capucino latte yang terasa sedap di mulutnya.
*******“Bagaimana kemajuanmu mendekati Ji Hyun?” tanya Joon sambil mengayunkan stick golfnya dan memukul kencang bola kecil tersebut sampai melambung sempurna di udara dan mencetak Hall yang sempurna
“JI hyun, wanita yang sulit aku taklukkan , tapi itu tidak akan membuatku mundur untuk mendekatinya”ucap Woo Young dengan senyum yang menawan
“Tapi aku tahu walau sikapnya seolah menolakku tapi aku tahu jika Ji Hyun tertarik padaku. Atau lebih tepatnya mulai jatuh cinta padaku” ucap Woo Young percaya diri.
“Jangan pernah permainkan perasaan wanita , apalagi jika wanita itu adalah sahabat dari tunanganku”ucap Joon memperingatkan.
“Kau tenang saja. Perasaanku pada Ji Hyun sangat tulus dan aku benar-benar sangat mencintainya” ucap Woo Young meyakinkan
******
“Kapan kau akan berangkat ke Amerika”tanya Martin
“Rencananya aku akan pergi bersama tunanganku , jadi setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya kami akan segera terbang ke Amerika. Karena selain untuk menemaniku mengadakan peragaan busana di Los Angeles, kami berencana untuk mencari cincin untuk pernikahan kami” tukas Soo Hee dengan senyum malu-malunya
“You looks so happy Ms Goo. And I think your fiancé is the lucky man who have you in his life” ucap Martin
“Tapi menurutku akulah yang sangat beruntung mendapatkan seorang pria yang baik seperti Joon ”ucap Soo Hee dengan pipi yang sudah merona
“DRTTTTTT DRTTTTTTT”
“Let’s meet” ucap Kwon dengan nada memerintah dan terkesan dingin
“Ms Goo sepertinya pertemuan ini harus berakhir dan sampai bertemu di Los Angeles. AKu masih ada meeting dengan clientku” ucap Martin berpamitan pada Soo Hee
Setelah keduanya saling berjabat tangan, Martin segera melangkahkan kedua kakinya menuju pertemuannya dengan Kwon. Dan dia tahu benar jika Kwon sedang tidak dalam mood yang baik, mendengar dari nada bicaranya tadi di telepon.
Senyum tipis terlukis indah di wajah blasteran itu dan dari pengalamannya sebagai seorang Playboy, Martin akan berhadapan dengan seorang pria yang sedang terbakar api cemburu.
Dan disinilah akhirnya Martin menemui Kwon, di Bar yang masih berada di SoulStar Hotel tempat dimana Kwon menginap selama keberadaannya di Seoul.
Gurat-gurat marah terlukis indah di wajah tampan itu, namun Martin berusaha untuk tidak memperdulikannya .
“Hello my Best Buddy” ucap Martin mencoba memeluk tubuh kekar di hadapannya namun sepertinya Kwon tidak menanggapinya malah langsung menahan tubuh Martin untuk tidak mendekatinya.
“Hey,,,what’s wrong with you?” tanya Martin basa basi padahal dirinya tahu benar apa yang terjadi pada Kwon saat ini
“Next time , you better put your nasty lips to other woman not Soo Hee” tukas Kwon geram
“Are you jealous?” tanya Martin yang sukses membuat kwon bingung harus menjawab apa
@@@@“AKu sudah sampai di Soulstar Hotel. Kita,………..”, “aishhhh, lowbatt” rutuk Joon kesal karena perbincangannya dengan Soo Hee terputus
SOo Hee mencoba menelpon kembali Joon , namun hanya nada sambung yang di dengarnya .
Soo Hee langsung mengambil tas nya dan bermaksud untuk menunggu kedatangan Joon di lobby hotel saja, namun langkah nya terhenti saat matanya menangkap sosok yang begitu dikenalnya.
“Ini tidak seperti dirimu Buddy”ucap Martin setelah berhasil mengejar Kwon yang lebih dulu keluar dari bar
“Whatever” ucap Kwon ketus
“JOON!” panggil Soo Hee saat melihat sosok jangkung yang dikira adalah tunangannya
“JOON !” sekali lagi Soo Hee memanggil tunangannya itu tapi sepertinya “Joon” tidak mendengar panggilannya
“Apa Dad menitipkan pesan untukku?” tanya Kwon datar
“No. Tapi sepertinya ayahmu benar-benar membutuhkanmu di sana. Apa kau lupa jika Ayahmu akan mengadakan transaksi dengan Mr Saol Mafia Kuba itu ” ucap Martin
Kedua pria ini masih terus berdebat dengan perbincangan mereka dan tanpa mereka sadari Soo Hee sudah berdiri di belakang keduanya.
“JOON !” panggil Soo Hee dengan lembut
Kwon hanya bisa berdiri kaku tanpa tahu harus berbuat apa-apa saat nama “JOON” terdengar dari seorang wanita yang ia yakini adalah GOO SOO HEE.
mohon saran dan kritiknya dan miane kalo masih sangat kurang memuaskan
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
« Last Edit: December 23, 2011, 03:19:22 am by Shanty_minsun »

Logged

#Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho