Author Topic: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)  (Read 59911 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
~ LITTLE KISS...~

Cast..
~Lee min hoo goo jun pyo
~goo hye sun as geum jandi
~kim hyun joong as yoon ji ho
~kim bum as yi zhong
~kim joon as song wo bin

Gendre : romance

Author : akuu.. Neiy :)




CHAPTER 1




"Jandiya"
Aku menoleh ke arah suara yang memanggil namaku itu.
"Oh gaeul" aku tersenyum padanya.
"Jandiya..maaf hari ini aku tidak bisa pulang denganmu, aku harus menghadiri rapat osis sekarang" gaeul berucap sambil menengkupkan kedua tangannya. Tampangnya yang sangat merasa bersalah itu sangat lucu buatku
"Tidak apa gaeul, aku bisa pulang sendiri" ucapku sambil merangkul bahunya
Ga eul tersenyum kepadaku"Gumawo jandiya"

Aku berjalan menelusuri trotoar, semilir angin berhembus lembut menerpaku..aku sangat menyukai hembusan angin..karna angin selalu memberikan kesejukan. Namun langkahku terhenti ketika aku melihat sesuatu yang membuatku muak.
Seseorang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan gadis yang memeluknya erat.

"Yaa..LEPASKAN AKU!!Yaa..!!" Ucapnya marah
"Tidak mau" ucapnya dan mempererat pelukannya.

Aku yang melihatnya hanya mendengus sebal melihatnya. Dalam hati berkata," bisa bisanya mereka seperti itu di tempat umum seperti ini"

Dengan cuek aku melanjutkan langkahku tanpa memperdulikan mereka. Namun ketika aku tepat berada di samping pria itu, ia menarik tanganku dan meraih pipiku dengan kedua tangannya.

Jantungku berdegup sangat kencang, mataku terbelak lebar dan nafasku seketika terhenti. Aku tidak pernah menyangka ini bisa terjadi padaku. Seorang pria mencium tepat di bibirku dengan tiba-tiba.dalam beberapa detik aku hanya syok terdiam. Lalu detik berikutnya aku tersadar dan mencona melepaskan diri dari dekapannya. Namun semakin aku membrontak semakin ia melumat bibirku dengan kasar.

Setelah 3 menit berlalu pria itu mulai memperkendur dekapannya dan aku langsung menjauh darinya.

"YA APA YANG KAU LAKUKAN" teriakku marah. Mataku memancarkan kebencian yang teramat kepadanya.
"Wee??" Ucapnya cuek menatapku
Melihat ekspresinya yang cuek itu seketika aku menampar tepat di pipi kananya.
PLAAK!
Emosiku memuncak.

" Kau tau apa yang telah kau lakukan tadi? Kau tau itu ciuman pertamaku? Kau tau bagaimana rasanya berciuman dengan orang yang tidak kau kenal?HAH! Kau memang brengsek!" Ucapku marah.

Setelah puas memakinya, aku segera berlari pergi meninggalkan pria itu. Ia hanya terdiam melihat tangis dan amarahku.
Sesaat sebelum aku berlari aku melirik sekilas gadis yang tepat berada di samping pria itu. Mulutnya menganga dan wajahnya merah menahan marah."Mino.." Ucapnya tertahan


Sesampainya dirumah jandi...

"Lelaki brengsek! Aku bersumpah tidak akan pernah mau melihat wajahnya untuk yang kedua kali"ia berkata sambil terisak tangis.

" Jandiyaaa"
 
Jandi langsung menghapus air matanya," yee omma" ia segera keluar dari kamarnya dan menghampiri omma..

"Weo omma?" Tanyanya

"Jandiya.. Otokke.. Appa mu belum mengirimkan uang bulan ini karna pryeknya gagal. Sedangkan kita tidak mempunyai pemasukan"

Aku menatap omma nanar.. Yaa..semenjak appa pergi merantau 2 tahun yang lalu, kami disini hanya mendapatkan uang dari kiriman appa setiap bulan.

"Omma..gwenchana..aku akan bekerja paruh waktu" aku tersenyum menghibur omma

" BOO?? Ya..jandiya..kau masih sekolah dan omma tidak mau mengganggumu. Biar omma saja yang bekerja"

Aku memeluk omma dengan lembut" omma..aku akan baik-baik saja..ini semua demi kehidupan kita. Aku akan bekerja sepulang sekolah. Araso?"

Omma menganggukan kepalanya...

Esok paginya...

"Paman..aku minta korannya 1"
Gaeul menatapku bingung" jandiya..tidak biasanya kau membeli koran, untuk apa koran itu" gaeul menunjuk koran yang aku pegang dengan memajukan bibirnya
"Aah..ini..aku ingin mencari lowongan pekerjaan"
"Boo?memang kenapa?"

Aku menceritakan semua mengenai keadaan keluargaku sekarang.gaeul tersenyum sedih padaku dan menyemangatiku. aku membuka lembar demi lembar halaman koran yang ku pegang namun tak ada satupun pekerjaan yang cocok untukku.aku menghela nafas panjang..
"Haaaah..."
Gaeul yang masih setia disampingku langsung menoleh kepadaku" kenapa jandiya? Kau sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukmu?"

Aku menggelengkan kepalaku...

"Araso..hm.."Ha eul memutuskan pembicaraannya. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu.
Setelah 2 menit berlalu ia berteriak kencang dan mengagetkanku," AHA!! Jandiya! Aku teringat sesuatu"
" Gaeul kau mengagetkanku saja. Apa itu?" Aku berkata sambil mengelus dadaku kaget
"Mian.. Omma ku semalam berkata bahwa ada sebuah rumah besar yang membutuhkan tenaga kerja sebagai pelayan"
"Boo? Pelayan?" Aku membelakkan mataku kaget
"Yee..tapi jandiya..kerjamu bukanlah membereskan rumah..tapi melayani keperluan majikannya. Gajinya lumayan besar jandiya dan kau bisa mengatur jadwalmu" gaeul menambahkan

Aku berfikir sejenak. Bagaimana mungkin ia menjadi pelayan.tetaapi melihat jumlah gaji yang sangat lumayan baginya, akhirnya jandi mengangguk setuju kepada gaeul.


Malamnya di rumah jandi

"Omma...aku sudah mendapatkan pekerjaan" aku berkata kepada omma yang sedang memasak

"benarkah? Syukurlah jandiya.." Omma berlari memelukku. Aku tersenyum membalas pelukannya," pekerjaan apa yang kau dapat jandiya.."
Aku menceritan tentang pekerjaanku nanti kepada omma. Awalnya beliau sangat menentangnya. Tetapi karna ucapanku bahwa tidak ada jalan lagi,akhirnya omma menyetujuinya..

Akhirnya tiba juga hari pertamaku kerja.. Sepulang sekolah aku langsung menuju alamat yang gaeul berikan.

Mulutku menganga lebar.. Aku terpaku dengan rumah itu..sungguh besar dan megah. Semua prabotannya sangat antik. Dan sangat mahal harganya tentunya.

kepala pelayan menjelaskan tentang pekerjaanku. Aku hanya perlu bekerja dari jam 1 siang sampai jam 9 malam. Tugasku hanya melayani tuan muda yang aku sendiri belum tau orangnya.kepala pelayan itu berkata kepadaku bahwa tuan muda akan segera pulang dan aku harus menunggunya di depan pinti. dan setelah itu beliau pergi.

Namun keterkejutanku bertambah ketika aku melihat sesosok pria yang berpostur tubuh tinggi, tegap dan berisi sedang berjalan tertunduk membetulkan dasinya" "Kerennya.." Ucapku dalam hati. Kemoceng yang aku pegang pun terjatuh karna keterbengonganku.
BRaak..

Pria itu menoleh ke arah sumber suara

Aku melotot tidak percaya oleh apa yang aku lihat. Ternyata sesosok pria keren itu adalah lelaki yang sudah merebut ciuman pertamanya di trotoar 4 hari yang lalu.

"KAU..!!" Teriakku






Next chapt 2..
Hihi.. Sist minta comentnya yaa..:D