Mian kalo kependekan dan telat updatenya
![[sweat]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/sweat.gif)
CHAPTER 4
“Ciiiitttt...” Suara decitan mobil itu membuat Hye Sun bangkit dari duduknya dan menyelempangkan tas kameranya yang sedari tadi berada di sampingnya.
“Hem..” Perintah Donghae menyuruh Hye Sun masuk, sambil mengarahkan kepalanya ke pintu mobil di sebelahnya.
“
” Hye Sun tersenyum sekaligus mengangguk mengiyakan perintah Donghae.
“Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Donghae memulai pembicaraan sekaligus memecahkan keheningan diantara mereka.
“Sama saja seperti kemarin..., Tidak ada yang berbeda..” Jawab Hye Sun. Sesekali Donghae melirik wajah cantik Hye Sun, tapi sang pemilik wajah itu tetap saja memfokuskan pandangannya ke jalan raya di hadapannya.
“Bosan?” Tanya Donghae singkat.
“Entahlah.. Mungkin aku-hanya-belum menemukan sesuatu yang membuatku nyaman di kantor itu..” Jawab Hye Sun dengan tetap menatap jalan raya.
“Mmm..” Donghae mengangguk..
“Lewat mana lagi?” Tanya Donghae –mengalihkan pembicaraan.
“Lurus saja terus lalu belok kanan..” Jawab Hye Sun menunjukkan jalan menuju taman –tempat sang penjual kue beras menjajahkan jualannya.---o0o---
Lee Min Ho’s POVLihatlah anak ini. Sebegitu senangnya kah dia sampai-sampai dia tidak berhenti memamerkan senyum indahnya padaku? Senang memang, senyum bahagia peri kecilku telah kembali, tetapi senyum bahagianya hari ini mengandung banyak teka-teki. Bayangkan saja.. Anak seumurannya seharusnya berkutat dengan buku-buku dongeng, bermain dengan teman sebayanya dan bermain dengan segala sesuatu yang memang cocok untuknya. Bukan MENJODOHKAN AYAHNYA DENGAN SESEORANG!! Kami, Aku dan Ye Eun sedang terduduk asyik memperhatikan para pengunjung taman melakukan semua kegiatan mereka. Lihatlah senyum peri kecilku.., belum pudar juga! Dia terlihat asyik menikmati kue berasnya, sambil sesekali memutarkan kepalanya mencari sosok seseorang yang ingin.... hmm.. Dia jodohkan padaku? Ya terserahlah.. kkkkk. Kurasakan bibirku memanjang, membentuk sebuah senyuman tipis di wajahku. Sampai akhirnya teriakan Ye Eun mengagetkanku..
“Appa!!! Itu dia kakak kue beras!” Dengan cepat Ye Eun bangkit dari duduknya. Dia menarik lenganku sambil menunjuk Kakak kue beras yang ia maksud.DAN..............
OH TIDAK MUNGKIN!!! DIA?! DIAKAH KAKAK KUE BERAS YANG YE EUN MAKSUD?!!!Mataku terbelalak lebar. Aku tidak percaya ini!!!!“DIA?!! Wanita dengan didampingi seorang pria yang kau maksud Ye Eun-a?” Tanyaku pada Ye Eun memastikan.
“Ne Appa!!! Ayooo!!” Ye Eun mengangguk dan langsung menarik tanganku menyuruhku mengikutinya untuk menghampiri si kakak kue beras. Tetapi aku menahannya.
“Eum? Ya Appa waeyo?” Tanya Ye Eun, dia terlihat bingung dan sedikit kecewa..
“Kemarilah....,” Ku tarik tubuh mungilnya mendekat padaku. “Kau tidak lihat? Kakak kue beras itu sudah mempunyai kekasih. Lihatlah pria di sampingnya..” Jelasku pada Ye Eun sambil memegang bahunya.
“Iyakah?” Tanyanya kecewa.. “Dia baik.. Aku ingin dia menjadi ibuku..” Kata Ye Eun sedikit merengek.
“Bagaimana bisa kau mengatakan kakak kue beras itu baik? Kau pun baru sekali bertemu dengannya, dan itu pun pertemuan yang singkat..” Aku berlagak tenang di depan Ye Eun, padahal sebenarnya aku sudah sangat panik!! YE EUN!!! KENAPA BISA WANITA ITU YANG KAU MAKSUD?!!
Di sisi lain, ku rasakan 2 pasang kaki beserta sang pemiliknya mendekat ke tempatku dan Ye Eun.. Apakah itu DIA dan PRIA tidak dikenal yang menemaninya sejak tadi? Oh Tuhan... Kalau memang iya apa yang harus kulakukan?
“Ye Eun-a lebih baik sekarang kita kembali ke sekolahmu, dan bicarakan masalah ini di rumah saja. Ok?!” Ye Eun pun mengangguk mengiyakan perintah ku.
TAPI........... Belum sempat aku dan Ye Eun membalikan tubuh kami, terdengar suara seorang wanita.
“O?” Bisa dipastikan siapa sang pemilik suara itu. Dan yah!! Aku semakin panik!
“Tuan Lee?” Oh Tuhan dia mengenaliku!!
“Oo? Hye Sun-ssi? Sedang apa kau di sini?” Aku bertanya dengan wajah setenang mungkin.. Sambil ya.. Berpura-pura tidak melihatnya sejak tadi.
“Oh saya sedang menghabiskan waktu makan siang di sini..” Jelasnya. Dan lihatlah pria di sebelahnya dan Ye Eun, mereka terlihat bingung melihat percakapan kami.
“Appa.. kau mengenal kakak kue beras?” Tanya Ye Eun padaku.
“Appa? Gadis kecil ini?” Bisa ku lihat raut wajah bingung seorang Goo Hye Sun.
“Ne.. Kakak kue beras perkenalkan dia appa ku, dan apakah kau masih ingat padaku?” Sepertinya Ye Eun mulai menjalankan aksinya.
Dan aku cukup penasaran dengan pria yang sejak tadi menemani Hye Sun. Siapakah dia sebenarnya?
“Tentu saja aku masih ingat padamu.. Tapi, benarkah dia appa mu?” Lagi-lagi Hye Sun terlihat bingung sekaligus kaget. Dan pria di sampingnya daritadi hanya terdiam.
“Tentu saja benar..” Jawab Ye Eun memastikan kalau aku benar-benar ayahnya.. “Appa bolehkah aku bermain bersama kakak kue beras? Sebentar saja..” Ye Eun mengadahkan kepalanya menghadapku meminta izinku untuk bermain bersama kakak kue beras ini.
“Bermain? Apakah kau tidak kembali ke sekolah?” Tanya Hye Sun saat aku ingin menjawab Ye Eun..
“Masih ada waktu 15 menit.. Appa boleh yaa..” Ye Eun menrengek memintaku untuk mengiyakan permintaannya.
“Oke. Tapi hanya 10 menit!” 15 menit lagi waktu istirahat Ye Eun selesai dan begitu pun waktu makan siangku. 10 menit untuk bermain dan 5 menit untuk kembali ke tempat kami masing-masing. Entah itu cukup atau tidak. Anak ini benar-benar keras kepala.
“Hye Sun-ssi bisakah kau menemaninya bermain?” Tanyaku pada Hye Sun. Dia terlihat bingung dan menengokan kepalanya ke arah pria di sebelahnya, seakan meminta izinnya.
“Terserah kau saja..” Akhirnya pria itu mengeluarkan suaranya..
“Baiklah.. Donghae-ah kau duduk saja bersama Tuan Lee di sini.” Donghae? Itukah namanya? Oke.. nama saja tidak cukup. Aku masih ingin tau statusnya terhadap Hye Sun. Teman? Atau.... Oke aku tidak ingin menyebutnya!---o0o---
“Bukan.. Aku hanya sahabatnya sejak kecil. Kenapa?” Itu lah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Donghae saat aku bertanya “Apakah kau kekasihnya?” Dan yah aku lega mendengarnya.
“Aku dan Hye Sun datang ke Seoul untuk merubah nasib. Kami berdua suka fotograpi makanya kami datang ke sini untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kami. Dan kami berdua sudah berjanji untuk selalu bersama ke manapun kami pergi.” Lanjut Donghae. Sebegitu eratnya kah persahabatan mereka? Sampai-sampai janji itu terungkapkan diantara mereka berdua.
“Lalu bagaimana orang tua kalian?” Aku bertanya pada Donghae sambil menatap peri kecilku yang sedang asik bermain dengan Hye Sun, wanita yang sudah-cukup-membuat ku jatuh hati.
“Orang tuaku ada.. Tapi dia.. Tanpa ibu tanpa ayah. Hanya bibinya lah yang ia punya saat ini..”
“Tanpa ibu tanpa ayah? Maksudmu?” Tanyaku bodoh..
“Ya.. Orang tuanya sudah meninggal saat ia berusia 2 tahun..” :O begitulah wajahku saat mendengar apa yang dikatakan Donghae..
“Sudah 10 menit..” Tukas Donghae memecahkan lamunanku.
“Ooo ya.. Kita harus kembali..” Aku dan Donghae langsung berdiri “Ye Eun-a ayo.. Sudah cukup bermainnya.” Aku memanggil peri kecilku. Hahaha dimemajukan bibir imutnya menunjukkan kalau waktu yang aku berikan belum cukup.
Setelah berpamitan pada kakak kue beras aku dan Ye Eun beranjak pergi dari taman. Dan ya.. aku berterima kasih pada Donghae karena telah menceritakan banyak hal tentang Hye Sun padaku. Lee Min Ho’s POV end---o0o---
“Aku pulang..” Pukul 7 malam akhirnya Min Ho sampai di rumahnya..
“Oh hyung kau sudah pulang..” Yesung menyapa kakaknya dengan wajah agak lesu.
“Ne.. Bagaimana persiapan pamerannya? Sudah selesai?” Tanya Min Ho sambil mendudukan tubuhnya di sebelah Yesung.
“Sudah hyung. Dan besok pamerannya akan digelar.” Jawab Yesung sambil-tidak-hentinya menekan remote TV, entah apa yang ingin ia tonton.
“Oh oke.. Karna besok hari libur akan kupastikan untuk datang ke pameran lukisanmu..” Kata Min Ho dan ia mulai beranjak dari duduknya.
“Ooo.. Min Ho-ah kau sudah pulang.” Eomma Min Ho baru saja keluar dari kamar dan menyapanya..
“Ne eomma..” Jawab Min Ho sambil membungkukan tubuhnya..“Ohshh Yesung siapkan dirimu, mereka akan membuatmu muak sebentar lagi..” Yesung berkata dalam hati.“Eomma sudah masakan makanan kesukaanmu. Lebih baik kau makan sekarang atau makanannya akan dingin..” Eomma Min Ho menarik tangan Min Ho, menuntunnya ke ruang makan.“Lihat! Eomma selalu memperlakukannya seakan dia anak kandungnya. Sedangkan aku yang jelas-jelas anak kandungnya tidak pernah diperlakukan seperti itu. Yesung.. Kau harus sabar!”---o0o---
Kamar Hye Sun“Apa saja yang kau bicarakan dengan Tuan Lee tadi siang?” Hye Sun dan Donghae hanya terduduk santai di depan TV.
“Dia bertanya banyak pada ku.. Sepertinya dia menyukaimu.” Jawab Donghae sambil menatap halus wajah Hye Sun.
“Menyukaiku?” Tanya Hye Sun heran.
“Ya...” Donghae mengangguk singkat.
“Lalu kalau memang dia menyukaiku kenapa? Kau cemburu? Hahahaha” Hye Sun bertanya dengan diselingi tawa yang cukup keras.
“Sedikit..” Jawab Donghae pelan, sampai Hye Sun hampir tidak bisa mendengarnya.
“Apa?” Tanya Hye Sun meminta Donghae memperjelas perkataannya.
“Ani..” Donghae menggeleng sambil tersenyum melihat Hye Sun..
“Nyeh..” Hye Sun tampak jengkel “Tapi Tuan Lee tampan..” Sekarang giliran Hye Sun yang bicara agak samar tapi Donghae dapat mendengarnya dengan cukup jelas.
“Tampan? Jadi kau juga menyukainya?” Donghae bertanya dengan nada sedikit cemburu.
“Mungkin..” Jawab Hye Sun singkat sambil menyenderkan kepalanya di bahu Donghae..
Lagi-lagi Donghae menatap wajah Hye Sun halus. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia tidak ingin memaksakan perasaan Hye Sun untuk menyukainya, tapi dia juga tidak sanggup melihat Hye Sun jatuh hati pada orang lain.. Semuanya serba salah! “Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Cintailah pria yang ingin kau cintai. Aku hanya bisa menjagamu. Sekalipun kau mencintai pria selain diriku, dapat dipastikan aku hanya bisa melihat “senyum cintamu” dari kejauhan. Dan hanya satu yang aku inginkan darimu.. Izinkanlah aku menjagamu sampai Tuhan tidak mengizikan ku untuk melakukannya lagi. Aku –Lee Donghae pelindung seorang Goo Hye Sun”TBC