Chapter 5 part 3:
“berita macam apa ini.!!” Mr. Park membanting korannya kasar.
Hye mi mengedip-ngedipkan matanya.
“ya.. noona benar melakukan perbuatan seperti itu?” tanya min wo menyelidik.
“ya!!” hye mi membentak keras, sehingga membuat suasana di meja makan semakin mencekam.
“appa... tenanglah. Berikan hye mi kesempatan untuk menjelaskan semua ini.” Bela mrs.park.
“apa yang bisa dia bela? Foto ini sudah sangat jelas.” Mr.park menunjuk-nunjuk foto di dalam koran.
Hye mi menghela nafas berat. “aku pegi saja”.hye mi Bangkit dari kursinya dan pergi.
##
“noona mau pergi?” tanya min wo
“ne.” Jawab Hye mi sambil memasukkan pakaian kedalam koper.
“tidak mempertimbangkan lagi?” tanya min wo meyakinkan.
Hye mi melihat min wo sambil berfikir. “ahh... kamu benar.” Hye mi terduduk lemas, menghentikan kegiatannya.
“benar apa?” tanya min wo
“aku pergi keluar sebentar, nanti aku kembali.”hye mi keluar dari kamarnya, meninggalkan min wo yang masih bermain
dengan fikirannya .
##
“oh.. onnie.. apa kabar?” tanya hye mi dari hubungan telfon.
“oh.. hye mi’a.. onnie baik-baik saja. miane onnie tidak kembali kesana. Penjagaan rumah sangat ketat sekali.” jawab hye
sun lemah.” Kamu baik-baik saja kan disana?” tanya hye sun cemas.
“ne.. onnie.. tenang saja. Aku akan menjaga diri dengan baik disini. Lagi pula ada min wo, dia bisa membantuku pergi dari
sini.hehe” jawab hye mi mencairkan suasana.
“ne.. arasso. aku akan selalu memantaumu dari kejauhan.”hye sun
“ memang onnie di mana?” tanya hye mi bingung mencari kesana kemari.
“tidak perlu clingak-clinguk seperti itu.” Hye sun bicara santai.
“ya!! goo hye sun! Cepat turun! Nanti kalau kamu jatuh gimana?” teriak min ho.
“onnie..” hye mi melihat kearah pohon tinggi yang berada 3 blok di depan rumah hye mi.
“hye mi, annyeong.” Hye sun melambai kearah hye mi.
“onnie.. bersenang-senanglah dengan oppa min ho, bye.” Hye mi tersenyum sendiri.
“kenapa kau tersenyum?” tanya hyun seung yang tiba-tiba datang.
“ommo..” hye mi terlonjak kaget, dan mengelus-elus dadanya.
“kau lihat berita pagi ini? Ada yang ingin kau jelaskan?” tanya hyun seung sambil mendekat ke hye mi.
“ya... igo.” Hye mi berfikir.
“igo mwo>?” tanya hyun seung dengan senyuman yang seperti ingin menerkam.
“anyi’a oppa.. itu mungkin salah orang.” Hye mi mengelus-elus dada hyun seung untuk menenangkan.
“apa yang bisa membuktikan kalau itu salah orang?” tanya hyun seung tenang.
“hah?” hye mi jadi bingung.
“mana mungkin ada orang yang begitu mirip, kemudian datang ke tempat yang sama, lalu menyamar jadi kekasih lee min
ho? Ah.. anyi, apa dia memaksamu?” tanya hyun seung meminta penjelasan.
Hye mi gugup, tak tahu apa yang harus di katakan.
“ya.. terserah oppa kalau tidak percaya.” Hye mi melipat kedua tangannya, kesal.
“ya.. kenapa jadi kamu yang marah?” hyun seung jadi bingung.
“kenapa aku harus percaya?” tanya hyun seung sengit.
“ck.” Hye mi menatap tajam hyun seung.
“menyebalkan.huh.” hye mi pergi dengan langkah kesal.
“ya..” hyun seung tertawa dengan sikap hye mi.
##
“ya! semua gara-gara kamu!” hye sun turun dari pohon.
“gara-gara gimana??” tanya mino bingung.
“ kenapa kau menciumku!” bentak hye sun.
“karena aku mencintaimu.” Jawab mino pasti.
“ya!! sekarang kamu jadi bahan perbincangan . lee min ho bermesraan dengan calon istri hyun seung! Apa coba jadinya
hye mi? Bagaimana kalau dia di siksa? Siapa yang bertanggung jawab?” hye sun kesal tingkat max.
“mian.” Mino menyesal.
“jadi , bagaimana jalan keluarnya?” tanya hye sun memikirkan cara.
“ya sudah. Kamu perkenalkan diri saja sebagai goo hye sun. Pacar seorang lee min ho si jenius.” jawab mino dengan
penuh kebanggaan.
“ya!! kalau rahasia kami terbongkar. Bagaimana nasib omma? Malang sekali omma sendirian di jepang.” Wajah hye sun
sendu.
“nde?” mino bingung. “kan masih ada appa?” jawab mino ragu.
Hye sun menatap tajam mino.
##
“appa dan omma ke korea? Pesawat yang ditumpangi mereka jatuh?” hye sun syok mendengar berita dari hye mi.
“onnie.. kamu datang kan ke pemakaman appa dan omma?” Hye mi memastikan.
“hiks..hiks.” hye sun tak menjawab, hanya bisa menangis.
“onnie.. jangan bersedih. Aku ikut bersedih jika onnie menangis.” Hye mi menahan tangisnya.
“oh.. onnie pasti datang.” Suara hye sun agak bergetar.
Hubungan telfon putus.
##
“hye mi’a.. aku akan pergi, karena omma sudah tidak ada, percuma aku disini. Menuruti kemauan appa park. Kamu mau
pergi bersamaku?” tanya hye sun.
“onnie.. miane, igo.” Hye mi menunjukkan cincin yang melingkar di jari manis sebelah kanannya.
“mwoga?” tanya hye sun bingung.
“igo GPS yang dipasang oleh hyun seung waktu aku tidur. Aku sudah mencoba melepasnya, tapi tidak bisa di copot.” Hye
mi mulai bersedih.
“ya..” hye sun mencoba menariknya.
“onnie..” hye mi sedih.
“aish... dia memang orang yang keterlaluan. Mana dia? Biar aku beri pelajaran.” Hye sun sok berani.
“sudah ku tebak, kalian kembar.” Hyun seung tiba-tiba muncul.
“ya!!” bentak hye sun
“miane noona. Keuntae hye mi, akan menikah denganku, jadi tidak bisa pergi kemana-mana.” Hyun seung merangkul hye
mi.
“onnie..”panggil hye mi lemah.
“kalian selesaikanlah masalah kalian, aku jadi bodoh jika lama-lama di korea.bye noona.” Min wo yang mengintil di
belakang hyun seung hanya berpamitan.
“kalau begitu, kita selesaikan saja masalah ini, hye mi menikah dengan hyun seung, dan kau menikah dengan ku.” Mino
merangkul hye sun.
“akh.. aku lelah...” hye sun berjalan meninggalkan mereka.
##
“appa senang, ternyata anak appa kembar.” Mr.park tersenyum bersama mrs.park.
“hyun seung, jadi kamu tetap memilih hye mi?”tanya mr.park.
“ne. .paman.”jawab hyun seung mantap.
“bagaimana denganmu hye mi? Kamu mau dengan hyun seung?” tanya mr.park.
“aku mau, asal dengan satu syarat, appa bisa membebaskan onnie, biarkan onnie memilih jalannya.” Hye mi sedih.
“hye mi’a..” hye sun terharu.
“baiklah, tak masalah. Hye sun, kamu boleh kemana saja. Appa akan selalu mendukungmu. Jika kamu ingin kembali kesini,
pintu ini selalu terbuka lebar untukmu.” Kata mr.park berwibawa.
“appa.. gomawo..” hye sun memeluk mr.park. “omma.. gomawo.” Hye sun memeluk mrs.park.
##
“appa... aku bosan dengan pekerjaan ini.” Mino menggeluti banyak kertas di mejanya.
“itu karena kamu yang menunda pekerjaan demi dunia artis.” Mr.lee mengawasi mino bekerja.
“bolehkah aku bertemu kawan-kawanku? Aku sangat bosan appa.” Mino memelas.
“selesaikan dulu pekerjaanmu! Baru boleh pergi.” Jawab mr.lee tegas.
“huft..” mino mehela nafas panjang.