Chapter 7 part 1 :
“oh.. noona.. kau datang.” Mino tersenyum menyambut kedatangan han chae young.
Chae young langsung saja merangkul lengan mino.
“kenapa kamu tidak datang bersamaku?” tanya chae young manja.
Hye sun hanya melirik tingkah mereka berdua.
“hye sun’a..” panggil so eun menyadarkan hye sun yang terbengong.
“jadi, kamu sekarang sibuk apa?” tanya so eun.
“oh.. aku tidak melakukan apa-apa.” Hye sun menjawab santai.
“bagaimana kalau kamu meneruskan kuliahmu di jerman?”tanya so eun.
“coba, dari pada kamu diam-diam saja di rumah, kan lebih bermanfaat kalau kuliah, apalagi, banyak keuntungan di jerman
sana.lumayankan, hitung-hitung memanfaatkan otakmu yang cerdas itu.” Tambah so eun.
“biar ku fikir lagi nanti.” Jawab hye sun.
“atau kamu malah mau menikah ya sama lee min ho?” tanya so eun berbisik.
Hye sun melihat kearah mino yang berbicara akrab dengan han chae young.
“lihat, dia sudah memiliki dunianya sendiri.” Kata hye sun agak jengkel.
“ya.. terakhir kau bilang pindah ke jepang, sepertinya dia tak pernah beredar sama sekali. Aku kaget sekali kalian bisa
bertemu kembali.” So eun menyikut hye sun bercanda.
“ya... karna aku merasa bersalah banyak pada mino.” hye sun menundukkan kepalanya.
“oh..” so eun menganggukkan kepalanya. “eh.. aku lihat gosip, kamu memiliki saudara kembar ya?”tanya so eun senang.
“ne..” hye sun mengangguk.
“ah... kalian itu, kembar yang memiliki daya tarik hebat.” So eun berbicara layaknya ibu-ibu rumpi.
“hah??” hye sun membuka mulutnya. bingung dengan maksud perkataan so eun.
“hmm....” so eun menempelkan jari telunjuk dan ibu jarinya di dagu, dan mulai berfikir.
“saudara kembarmu, bisa menakhlukkan hati seorang hyun seung, yang terkenal paling dingin, menyebalkan, namun memiliki banyak keuntungan.” Hye sun hanya memperhatikan cara berbicara so eun.
“sedangkan kamu, bisa mendapatkan lee min ho yang tampan, pintar, kaya, terkenal, dan paling setia sama kamu.” hye
sun terperangah mendengar pernyataan so eun.
“mwo?? Siapa yang kamu bilang paling setia? Kamu tak melihat dia sedang berbicara dengan siapa?” tanya hye sun pelan
dan agak sedikit menekan.
“ya.. itu hanya omongan antar teman.” Hibur so eun.
“itu teman?” hye sun menunjuk han chae young yang merangkul lengan mino.
So eun hanya tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan hye sun.
“oh iya.. selamat ya dengan nasibmu yang sekarang. Mungkin kalian benar-benar bisa bersatu.” So eun menyalami tangan
hye sun. Hye sun hanya melihat aneh.
##
“jadi kalian tidak mau melepaskan saya?” tanya hye sung yang mencoba melepaskan ikatannya menggunakan silet yang
dia taruh di lengan panjangnya yang memiliki kantung rahasia.
2 penjaga itu menggelengkan kepalanya kompak.
“kalau begitu, aku mau minum.”pinta hye sung .
salah satu penjaga keluar dari gudang itu.yang satu lagi bersandar dikursi, menundukkan kepalanya, dan memejamkan
mata.
“DJ.PLAy.*” hye sun memotong tali yang masih menempel di kakinya dengan cepat.
“crak...” bunyi pintu yang dibuka oleh penjaga yang tadi keluar.
Hye sung duduk kembali, dengan ikatan yang hanya menempel.
“ini.”sang penjaga memberikan segelas air ke mulut hye sung.
“tidak perlu repot-repot.”hye sung mengambil gelas yang diberikan penjaga itu.
“kau..” sang penjaga kaget bukan kepalang.
Hye sung memukul bagian belakang sang penjaga, dan dia terkapar tak sadarkan diri.
Hye sung menaruh gelas di bangku yang tadi dia duduki, dan segera keluar dari gudang tersebut tanpa disadari oleh penjaga yang satunya lagi.
Hye sung berlari kejalan menuju rumah sakit, dan mengambil mobil yang dia parkirkan di tempat parkir rumah sakit.
Hye sung mencari hand phonenya di kantung jok bangku. Dia segera menekan nomer hand phone hye sun.
“oh.. hye sun agassi.” Nada bicara hye sung khawatir.
“oh.. hye sung’a... kamu dimana? Kenapa kamu tidak menjemputku.” Nada bicara hye sun agak sedikit kesal.
“agassi tenang saja. Saya akan mencari keberadaan agassi .” hye sung membuka GPS-nya, hye sung menyalakan mesin
mobil dan mobil itu pergi dengan kecepatan tinggi. segera menuju tempat hye sun berada.
##
Hye sung masih clingak-clinguk mencari keberadaan hye sun kesana-kemari. Orang di pesta itu sangat banyak, membuat
hye sung kesulitan mencari sosok hye sun.
Namun, diantara begitu banyak orang, hye sun memancarkan aura yang berbeda. Ditambah lagi penampilannya yang
paling berbeda, bagaimana tidak, hanya dia seorang yang tidak memakai gaun. Tapi, hye sun masih terlihat cantik dengan
pakaian santainya.
Hye sung langsung berlari kearah hye sun. Mino melihat hye sung menuju hye sun, mino yang memang dari tadi melihat
hye sun, refleks langsung melepas rangkulan chae young untuk menghampiri hye sun, sebelum didahului hye sung.
“aisshh.. sudah ku duga, penjaga itu hebat.” Kata mino yang jalan cepat.
Jarak mino yang memang tak terlalu jauh dari tempat hye sun, membuat mino lebih dulu sampai ketimbang hye sung yang
harus melewati kerumunan orang banyak.
“so eun, kami pergi dulu. lain kali jumpa lagi.” Mino langsung merangkul hye sun untuk pergi dari tempatnya sekarang. Hye
sun hanya bisa melambai-lambaikan tangannya untuk mengucapkan sampai jumpa.
##
“ayo masuk, sayang.” Mino membukakan pintu mobilnya, agar hye sun masuk.
Mino berlari ke pintu sebelahnya. Dan segera menjalankan mobilnya, sebelum hye sung menyusul.
“aku mau pulang.” Hye sun bicara cuek.
“ya.. sudah lama aku tak berjumpa denganmu, bagaimana ke sebuah cafe?” ajak mino.
“pulang.” Jawab hye sun menatap mino malas.
Mino tak menjawab.
##
“ayo sayang, turun.” Mino memajukan tangannya menyambut hye sun.
“huft..” hye sun menghela nafas.
“atau kamu mau aku gendong?” kata mino meledek.
Hye sun melirik kesal. Menepuk telapak tangan mino, tanpa berjabatan.
Mino yang memang tau sikap hye sun, tak mau tambah merusak mood-nya.
Mino jalan duluan memasuki cafe tersebut. Mereka mencari tempat duduk. Cafe ini agak sedikit ramai. Mino memesankan
minuman.
“sayang, masih ingat tempat ini?” tanya mino
Hye sun acuh. Tak meladeni perkataan mino.
Mino pergi dari kursi yang selalu mereka tempati setiap ke cafe ini.
Mino maju menuju panggung. Berbicara dengan orang yang sedang mengisi nyanyian.
Dan sekarang mino duduk di depan piano besar. Tampilannya yang elegan, membuat semua mata terpana.
“aa.. test..” mino mencoba microfonnya.
“saya akan menyanyikan sebuah lagu, untuk kekasih saya yang berada di bangku pojok dekat jendela sana.iya, anda
yang sedang bengong. Honey!” panggil mino yang agak berteriak, mengagetkan hye sun, membuat hye sun menoleh,
betapa gugupnya hye sun, semua pengunjung menatap hye sun, seperti tertuduh.
“em... lagu ini, khusus untuk mu.dan pengunjung disini, adalah saksi atas cintaku untukmu.” Mino mulai memainkan tuts
piano itu dengan mahir dan penuh penghayatan. Lagu lovesickness yang ditenarkan oleh 4men, mengalun indah dari
bibirnya, menghipnotis semua pendengar.
Hye sun terharu, melihat penampilan mino yang begitu sangat berkilau.
##
“bagaimana penampilanku?” tanya mino bangga.
“huft..” hye sun hanya menghela nafas. Meminum minuman yang sudah dipesan sampai habis tak tersisa.
“aku mau pulang.” Kata hye sun.
“ya.. aku belum meminum minumanku.” Kata mino cemberut.
“minumlah. Jangan lama-lama, atau ku tinggal.” Kata hye sun mengancam.
##
@dalam mobil mino:
“sudah 5 menit membuang waktu disini.” Kata hye sun memecahkan suasana sepi dalam mobil.
“hye sun, katakan, apa salahku.” Kata mino, meminta jawaban.
Hye sun diam terpaku. “kamu tidak salah, aku yang salah.” Suara hye sun benar-benar menunjukkan kata menyesal.
“lalu, kenapa kamu selalu menghindar dariku? Aku tak pernah membencimu.” Tanya mino lagi.
“itu,.. karna aku...”hye sun tak bisa menjawabnya, memang alasannya hanya menyiksa hati mereka berdua, tapi, hye sun
masih sangat merasa bersalah. Hye sun membuka pintu mobil. Keluar dari mobil, menuju luar dengan hujan deras yang
membasahi tubuhnya.
Mino ikut keluar. Menatap punggung hye sun, yang berjalan lambat,.
Mino mengejar hye sun di lebatnya hujan. Mino berhadapan dengan hye sun. Hingga hye sun dan mino saling bertatapan.
Mino memegang bahu hye sun.
“apapun kesalahanmu, aku akan selalu memaafkanmu.cintaku, sudah terpaku untukmu, aku benar-benar sulit bertahan
tanpamu.” Mino langsung memeluk hye sun dengan erat. Seakan berbagi kehangatan di tengah-tengah hujan deras yang
mengguyur tubuh mereka.
“mianata mino..’a.. mianata..” hye sun membalas pelukan mino.
chapter yang mengharukan.
![[goodgrief]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/goodgrief.gif)
(bagi gwe)
ditunggu ya komment'a, seterusnya gk ada kesedihan. XD
happy TIME>....
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)