Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7033 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 9>'<update 24 Januari 2012
« Reply #45 on: January 24, 2012, 03:35:19 am »
Chapter 9[/size]

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Mr goo appa Min Hye
Mrs Lee eomma Sun Ho


@author pov:
Suasana di Ruang makan nampak sunyi hanya beberapa suara terdengar dari orang2 tua masing

“kami akan menikah!!” tandas Mr Goo sambil menggenggam jemari eomma sunho

“mwo? Kalian tidak sedang bercandakan? Apa saja yang kalian bicarakan diluar sana? Tanya Minhye kaget

“tapi bagaimana dengan pernikahanku dengan sunho appa?” minhye takut dengan kejadian ini, diliriknya wajah sunho namun laki-laki itu tak menunjukan penolakannya, ia malah tersenyum simpul menatap minhye

“yaaa... apa-apaan kalian ini? Kalian menyembunyikan sesuatu padaku?”

“biarkan appa menceritakan ini padamu sayang”

“mwo cerita?”

“hmm dengarkan baik baik”


Flas back>>>
Angin malam yang begitu menusuk pori pori tubuh dengan pakain sederhana, namun wanita paruh baya itu tetap melanjutkan ceritannya duduk di samping laki-laki yang sempat mengisi hatinya beberapa tahun silam

“sepertinya takdir mempermainkanku,  Tuan Goo Min Sung” ujar wanita paruh baya itu pada laki-laki yang tepat berada di sampingnya

“bisakah kau bersikap seperti dulu,,, panggil aku dengan panggilan Min Sung” aku Mr Goo yang memang bernama lengkap Goo Min Sung

“........” wanita itu terdiam, rasanya ada sesuatu yang membuat hatinya bergejolak, sangat menggelikan saat merasa getaran ini kembali menghinggapinya saat bersitatap dengan cinta pertamanya

“yaa... Cha yeon-a... LEE CHA YEON!” seru Mr goo karena wanita itu tak kunjung menjawab pertanyaanya

“terakhir ku dengar berita tentangmu sebelum kau menjadi laki-laki sukses seperti sekarang ini, pada saat kelulusan SMA...  aku berharap kau datang saat kelulusan, tapi salah satu teman kita mengatakan kau pergi dan hanya meninggalkan  sepucuk surat”

“lupakan,,,! aku ingin kau melupakan kesalahanku yang pernah kubuat”

“bagaimana mungkin aku melupakan......! kau tidak pernah tahu setelah kejadian itu, aku tak menjadi jati diriku,,, aku bahkan sempat berfikir untuk jadi biarawati,, dan mengasingkan diri di daerah terpencil,,,, janji janji dulu masih tertanam di kepalaku saat kau bilang akan selalu mencintaiku, aku merasakan saat saat itu adalah yang terindah dalam hidupku, namun seiring waktu semua terkikis bagai batu karang... cintamu hanya berakhir semu.... kau memilih menikah dengan wanita yang sederajat denganmu”

“aku memang laki-laki lemah, karena untuk mempertahankan kekayaan orang tua aku terpaksa memilih menikah dengan wanita yang menurutku tidak tahu apa-apa tentang rencana orang tuanya, kami hanya korban, dan aku hanya laki-laki biasa... aku lemah melihat kebaikannya. Sampai suatu ketika Tuhan mengambilnya kembali dan memberiku seorang putri yang manis,,, Goo Min Hye, putri yang sangat ku sayangi karena saat itu aku merasa hanya dia yang aku miliki....”

“aku bisa melihat kebaikan wanita itu dalam diri minhye,  Minhye gadis yang menarik dan baik,,, maafkan jika nantinya kejadian yang kita alami terulang pada diri anak kita”

“iya,,, seharusnya kita sudah mampu berfikir lebih baik lagi, lalu kau menikah dengan siapa?, siapa laki-laki yang yang menggagalkan rencanamu untuk jadi biarawati?”

“tidak ada....... aku sampai sekarang memilih untuk tidak menikah dengan siapapun, karena rasanya hatiku sudah terlanjur beku, Sunho bukan anak kandungku... tapi anak dari kakakku yang telah meninggal, saat itu aku mengurungkan niat untuk menjadi biarawati dan memilih mengasuh Sunho yang sebatang kara, aku memulai hidup dari nol dengan anak itu... dan saat ia sudah pantas untuk tahu jati dirinya, aku menceritakan segalannya,,, awalnya ia tak percaya namun seiring waktu ia mampu menerima kenyataan..”

“jadi begitu?, jadi kau sampai sekarang belum menikah?”

“hm... wanita tua sepertiku mana ada yang mau”

“aku seorang duda, kau seorang perawan”

“perawan tua” potong Mrs Lee

“maukah kau memulai hidup sebagai kekasihku lagi Cha yeon-ssi?”

“mwo? Kau ini bicara apa?”

“ku katakan aku ini duda,,, dan mengenai perasaanku... masih tak berubah untukmu”

“Min Sung-a.........”

“dengan jalan ini aku semakin mengiyakan hubungan Sunho dan Minhye”

Mrs lee pun langsung berhambur memeluk tubuh kokoh milik Mr goo

“aku ingin kau jadi kekasihku lagi, dan kita menikah” tak ada kata basa basi,,,
End flashback>>>
@end author pov


“appa...........!” seruku saat mendengar cerita appa, ternyata cinta appa lebih rumit dibandingkan cerita cintaku, aku berhambur dan memeluk tubuh tua itu, bagaimana tidak rasa terharu mencekik mataku hingga air mata ini tumpah, laki-laki yang ku kenal tegas ini rupannya tak jauh beda denganku, lemah dengan cinta... meskipun kini kutahu cintanya pada eomma hanya sebagian dari kemuslihatan halmoni dan haraboji.. namun aku tak akan menyalahkan siapapun,,, aku hidup dengan setetes cinta... aku melanjutkan hidup dengan berjuta tetesan cinta... appa hanya laki-laki biasa, namun cintaku pada sunho menemukan cinta appa kembali.. ini terdengar sangat mengharukan disaat usia setua ini ia kembali berbunga dan berniat memperistri eomma sunho yang memang bukan eomma kandung sunho,,, sempat rasanya aku tak habis pikir, namun apa peduliku... yang terpenting kebahagian berlipat-lipat memenuhi atmosfir di ruangan ini, aku akan menikah dan akan memiliki eomma yang setiap saat bisa ku peluk....... aku merindukan sosok eomma.......

---------------------


Hari pernikahan yang begitu mendadak, sekiranya itu yang terjadi pada pasangan pengantin tua itu, kami berempat melangsungkan pernikahan secara bersama..., dengan seksama telinga ini mendengar suara pendeta membaca ikrar cinta... aku ingin menangis rasanya karena terharu namun air mataku ku tahan agar tak mengganggu pemandangan, dan tepat saat pendeta mempersilahkan pengantin laki-laki mencium pengantin wanitanya aku merasa tangan sunho membelai halus pipiku, dan kutatap mata elang itu dengan pandangan berkaca-kaca aku hampir menangis saat melihat mata itu menatap lekat kemataku... perlahan wajah itu mendekat dan mengucapkan sebuah kata-kata “kenapa kau hendak menangis?” tanya sunho

“mataku berair karena melihat matamu menatap lekat kepadaku”

“aku beruntung sekali beib...” jawab Sunho dan dilanjutkan mengecup lembut bibir mungilku, menyesapnya sedalam mungkin,,, terdengar sayup sayup suara tepukan tangan diruangan besar itu...namun aku merasa tak berdaya akan ciuman manis.
=============


Aku merasa tubuhku sangat kaku, saat berjam-jam berdiri, dan sekarang saatnya membersihkan tubuh dari keringat... aku harap aku bisa tertidur nyenyak malam ini,,,, beberapa menit kemudian aku yang hanya terbalut handuk model kimono itu melangkah menuju ranjang... ku lihat sunho terbaring tak bergerak sedikitpun... rupanya ia juga benar-benar capek setelah seharian penuh... aku langsung berbaring disebelahnya.. aku tahu dia tak mungkin akan melakukannya malam ini mengingat ia telah tertidur pulas layaknya anak kecil...., kutarik selimut yang ada di bawah kaki untuk menutupi tubuh ini, karena kantuk telah menyerang begitu hebat akupun tak berniat memakai baju tidur atau gaun malam. Beberapa menit kemudian aku bagai berada di alam mimpi, semua rasanya nyaman.....


@author pov
Hidung bangir dan mancung itu seperti mengendus sesuatu, sesuatu yang segar dan memabukan, ia terbangun dari tidur singkatnya, tepat disamping sesosok wanita bak putri salju,,,, matanya yang tertutup nampak memamerkan bagaimana besarnya bola mata itu, hidung mungilnya.. pipi putih dan mulus bak buah pualam,,, rambut yang terlihat masih basah, beberapa helai poni menutupi bagian matanya... sunho mendekat kearah putri salju itu, menyibak poni yang memang belum disisir sebelumnya, ditatap penuh keyakinan... beberapa jemarinya mulai bergerak menelusuri pipi mulus yang benar-benar mulus... nampak kedua boal mata itu bergerak seolah menikmati sentuhan hangat yang menjalar dipipinya, ternyata perbuatan sunho membuahkan hasil, sontak mata itu terbuka perlahan dan menatap wajah rupayan milik suaminya

“aroma yang berasal dari Tubuhmu membangunkanku beib” bisik sunho sambil mengusap lembut bibir ranum, minhye hanya menatap dengan pandangan redup tanpa mampu berkata

“kau ingin tidur tanpa merasakan kemanisan First night kita?” tanya sunho, yang membuat bibir minhye tersenyum simpul, masih tanpa kata

“oh please beib..... aku salah karena tertidur sejenak... lalu kau berniat tidak ingin merayuku di malam bahagia kita”


“aku rasa aku tak ingin mengganggu tidurmu yang bagai anak kecil itu”

“tapi sekarang aku telah terbangun”

“tidak..... kau belum mandi..... aku tak mau melakukannya jika kau belum mandi, lihat jas dan dasimupun masih belum kau lepas,,,”

“baiklah,,, aku akan segera mandi, kau tunggu aku, jangan sampe tertidur lagi..” ujar sunho sambil beranjak dari ranjang dan mengecup sekilas bibir minhye.

10 menit berikutnya.....


Tubuh jakung yang hanya terbalut handuk yang melingkari pinggang dan bagian bawahnya, menampakan tubuh atletisnya. Ia mendekat menuju tubuh mungil yang rupanya... lagi2 terpenjam

“aish... sudah ku bilang jangan tidur” gerutu sunho sambil mengacak rambut basahnya, ia berkacak pinggang berfikir sejenak... lalu

Sunho merangkak pelan diatas tubuh minhye dan tersenyum kecil menatap mata yang terlelap tidur, aroma tubuh sunho rupannya mengembalikan kesadaran minhye, namun ia berlagak masih terlelap,,,  sunhopun mendekat semakin dekat ke tubuh minhye dan bibirnya yang padat menempel di leher jenjang itu, mengecupnya berulang ulang, cukup lama... hingga minhye yang tidur dalam kepura-puraannya itu merasa kehabisan nafas,,, ia mendesah pelan menerima sentuhan yang semakin panas dilehernya, rupanya minhye membuka mata gara-gara sunho menghisap leher jenjangnya begitu kuat hingga meninggalkan jejak yang kontras dengan warna kulitnya yang putih

“sunho-a....?”

“wae? Mau pura2 tidur lagi?” tanya sunho

“hehe, kau tahu aku pura2 tidur?”

“tentu,,, kau bahkan tak bernafas untuk sesaat ketika ku mencium tengkukmu”

“kau ini mengganggu tidurku saja”

“tapi aku melihat kau menikmatinya beib, kau mendesah”

“yaaa..........” bibir minhye manyun membuat sunho segera meraupnya masuk kedalam lumatan panasnya....,,awalnya minhye tak membalas namun seiring dengan tindakan sunho membuatnya tak tahan untuk tak membalas,,, bibir mereka semakin bertaut dan semakin hilang kendali saat sunho menangkupkan kedua tangannya di atas gundukan kembar milik minhye, membuat minhye mendesah,,, karena memang minhye tidak menggunakan apa-apa untuk membalut tubuhnya hanya handuk itu.. sehingga rangsangan itu langsung menembus relung hatinya... tangan sunho semakin menekan area itu, tanpa melepaskan lumatan mereka,,, sedangkan tangan minhye meraba dada polos sunho... permainan yang melambat dan tidak buru-buru seolah masih banyak waktu untuk melakukannya kembali.

Sunho menatap wanita di hadapannya ia menatapnya seolah menikmati setiap saat desahan keluar dari bibir mungil itu, perlahan ditariknya tali yang mengikat perut minhye dan segera membuka handuk yang langsung memamerkan setiap lekuk tubuh minhye, dada yang begitu segar... perut yang rata, pusar yang menggiurkan dan sesuatu dibawahnya itu begitu menggetarkan, meski ini bukan kali pertamanya ia melihat minhye telanjang, namun selalu merasakan deg2an setiap menatap kepolosan tubuh yang sudah sangat menggugah untuk disentuh....ciuman di setiap jengkal tubuh minhye mewakilkan betapan besar kecintaan sunho pada dirinya, memanjakan tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.. menikmati apa saja yang terpampang di depan matanya... merangsang mereka berdua untuk terus melakukan percintaan membara, saat untuk terakhir kalinya kain yang ada dipinggang sunho terlepas,,, menjadi hambatan terakhir untuk berkelana mengarungi samudra percintaan yang liar....
@end author pov

------------------------


Kedua bola mataku terbuka, karena ku pikir terlalu lama sudah terlelap, dan saat mata ini terbuka sepenuhnya aku menyadari bahwa wajahku tengah bersarang di depan dada bidang milik sunho, aku tersenyum menyaksikan kepolosan kami, kukecup lembut dada bidang itu,,, dan sukses membuat sunho terbangun, dan kamipun melanjutkan permainan semalam.....

Pagi yang dingin menjelma menjadi panas saat permaianan ini begitu mendesak seluruh bagian tubuh bekerja saling membantu untuk mencapai klimaks,,,, bergumul dengan ketelanjang dan berakhir dengan desahan dan erangan yang keras..........

Rasanya begitu memabukkan saat setiap semburan hangat menjalar masuk dalam tubuhku...

“saranghae nyonya Lee” ucap sunho tepat di telingaku dan kemudian merunduk ke leher jenjangku, mengecupnya dalam

“nae do saranghae Tuan Lee” ku balas dengan desahan yang tertahan, dadaku terasa turun naik dan merasa dada kami menempel satu sama lain.

“nae cheongmal saranghae yeobo.....” ucapku lagi sambil mencium kening sunho dan dibalas dengan senyuman termanisnya

-------------------


Makan pagi yang merangkap makan siang, karena kami terbangun saat pukul 12 siang setelah permainan berkali2 di atas ranjang, aku belajar membuatkan sesuatu buat suamiku, namun karena belum terbiasa... telur dadar yang paling mudah pun bisa tidak enak begitu,,, sunho meleletkan lidahnya saat ia mencoba memakan telur dadar buatanku

“wae? Gwenchana? Apa rasanya aneh?” tanyaku khawatir

“anyi.... tidak aneh, coba kau makan sedikit” pintanya, dan aku mencoba mencicipinya...

“uweeeekkkkkkkk” ingin kumuntahkan rasanya, bagaimana bisa dia berkata tidak aneh, makanan laknat ini

“yaaaaaaaaa.... kenapa kau malah memakannya lagi?” tanyaku saatku lihat ia kembali memasukan telur dadar itu kedalam mulutnya

“mau gimana lagi, perut sudah sangat lapar karena pertempuran yang memakan energi berlipat2”

“kau bisa menyuruhku membeli sesutu yang lebih praktis untuk dimakan kan. Aku memang bukan istri yang berguna.... aku tidak bisa memasakan makanan buatmu, aku. Hikssssss hikssss”

“yaaaaa........” sunho berdiri dan langsung menghampiriku,

“aku ingin makan makanan buatanmu.. aku ini suamimu,,, aku hanya ingin memakan makanan yang dibuatkan olehmu selama kau membuatkannya untukku” ucap sunho sambil memeluk tubuh mungilku dari belakang

“tapi makanan itu sangat aneh,,,”

“tidak aneh, hanya terasa sangat asin saja,,,,,,,,,, aku rasa nantinya mantan nona Goo ini akan berusaha membuatkan makanan yang enak untuk dimakan”


“hidup manja menjadikanku seperti ini, aku harus lebih banyak belajar mengolah makanan menjadi enak untuk suamiku” 

“ye.... aku akan selalu menikmati setiap makanan yg kau buat yeobo...”

“bagaimana hari ini kalau hari ini kita mengunjungi appa dan eomma?” tawarku

“apa kau yakin hari ini, apa tidak sebaiknya membiarkan mereka menikmati bulan madu mereka,,, kupikir mereka sama dengan kita, aku masih enggan beranjak dari rumah mungil kita”

“yaaaa......... tapi aku merasa jenuh, bagaimana kalau kita main ke pantai?”

“tidak beib....... aku mau menghabiskan waktu di rumah denganmu”

“anyi,,,,,,,,,,, aku tak mau, kau pikir aku tidak lelah apa harus melayani kebutuhan seksualmu” tandasku, namun itu hanya untuk menutupi rasa maluku sejak semalam bertempur hebat dengannya...

“kau tak boleh membangkang, kita sudah mengisi energi dan sekarang kita main-main lagi....”

“aakhh” pekikku pelan saat tubuh ini berada dalam gendongannya, dan memberiku ciuman bertubi2 di bibirku,,, aku malu....... aku merasa kembali deg degan, aku membalasnya, dan kami melanjutkan permainan yang tak bosan2nya kami lakukan....

-----------------



2 minggu berikutnya...
Pagi yang cerah dalam dekapan hangat tubuh sunho,, ya itu sudah menjadi kebiasaan kami setelah bergulat semalam... dia masih terdengar mendengkur... namun saat terdengar bunyi ponselku berdering pagi2, aku menggeliat dalam dekapan itu dan mencoba meraih ponsel... tertera nama seseorang yang sudah 2 minggu ini tak pernah kujumpai karna seminggu yang lalu ia pergi berbulan madu dengan istri barunya

“appa?”

“selamat pagi nyonya Lee!!” sapa appa dengan nada menggoda padaku

“ya.... selamat pagi juga Tuan Goo”

“aissh..... kau baru bangun sayang?” tanya laki-laki yang ternyata adalah Mr goo

“hnn.”

“jam segini kalian belum bangun? Apa saja yang kalian lakukan semalam ha?” goda appa lagi, membuatku semakin malu dan segera melepaskan pelukan sunho seluruhnya dan bangkit mencob duduk dg keadaan yg masih polos, kutarik selimut tebal untuk menutupi dadaku selama menerima telpon dari appa

“yaa... appa! Aku tak mengerti apa yang dipikirkan laki-laki sehingga ia tega menyiksa istrinya melakukan kegiatan itu setiap hari bahkan setiap ada kesempatan” protesku pada appa, karena dia juga seorang laki-laki

“laki-laki itu mahluk yang tidak pernah puas minhye”

“mwo?” saat sedang asyik bicara ditelpon tiba2 ranjang terasa bergerak, oh rupanya suamiku yang nakal itu telah terbangun,,,, aiiiihh,,,, apa yang ia lakukan,,,, saat masih bicra dengan appa ia malah mengecup punggungku dari bawah hingga ke leherku dan berbisik

“telpon dari siapa?” Tanya sunho dengan suara seraknya

“Yaaa..... Jangan ganggu aku, aku sedang bicara dengan appa” tandasku

“Mwo!? Appa?” Sunho agak terkejut dan segera duduk di sampingku

“Tolong berikan telpon ini pada sunho sayang”

“untuk apa? Appa tak kangen minhye?”

“hahaha, ada yang appa ingin bicarakan dengannya”

“baiklah”

Kuberikan ponsel itu pada sunho “appa ingin bicara yeobo”

“mwo? Denganku?”

“bukan... ! yaiyalah..... aissh” keluhku sambil mengacak rambut lebatnya

“ne... annyeong appa?” sapa sunho

“heheh... nhe” hanya mampu mendengar suara sunho

“tenang appa.... sunho tak mungkin menyia-nyiakan waktu yang ada,,,” sunho masih terdengar canggung berbicara dengan mertua sekaligus ayah tirinya itu

Disela-sela percakapan sunho dengan appa, selintas sunho menoleh ke arahku dan hanya tersenyum lalu melanjutkan obrolan mereka, saat tiba-tiba obrolan itu berubah menjadi sesuatu yang mengejutkan

“cheongmal?????????” sunho kaget

“ada apa?” tanyaku penasaran

Sunho segera membesarkan suara di ponsel itu agar kami berdua dapat mendengar apa yang dikatakan appa diseberang sana

“pagi ini eomma memberitahukan appa kalau... kalau kalian berdua akan memiliki seorang dongsaeng!!”

“mwo????????” aku tak kalah kaget dari sunho, benarkah apa yang ku dengar ini atau appa hanya bercanda...

“mana mungkin?” ujarku

“yaaa....... mungkin saja, buktinya ini terjadi,,,”

“minhye tak percaya, minhye harus bicara langsung dengan eomma”

“eomma masih di kamar mandi...”

“baiklah..... minhye akan ke sana 1 jam lagi...” tandasku

------------------------

Sesampai di Goo mansion, aku menyapa eomma dan appa,,, dilihat dari wajah eomma yang sedikit pucat dan senyumnya terlihat  jelas, membuatku bertanya langsung

“jadi itu benar???”

“apa kau sudah tahu dari appa sayang?”

“ne,, appa tadi pagi menelpon minhye, appa itu benar? Katakan eomma”

“ne,,” jawab eomma malu-malu

“aku tak menyangka....... kalian pasti sangat bahagia, dan saling mencintai, di usia seperti ini kalian. Oh minhye sangat senang mendengar ini,,,,,” aku merangkul eomma senang, dan 2 laki-laki itu hanya tersenyum menyaksikan tingkahku

“kalian, kapan akan menyusul?” tanya appa tiba-tiba, kupikir itu obrolan antara sesama laki-laki

“hahaha..... kami sudah berusaha appa.... tapi kami memang ditakdirkan memilki dongsaeng dulu ketimbang anak”

“kau kurang mengeluarkan jurus mautmu sunho” canda appa

“yaaaaaa.... kalian laki-laki hanya bisa protes,” aku seakan malu

“minhye-a... sebelum kau menikah dengan sunho, kau pernah bilang kalau kalian sudah melakukannya dan mengancam appa akan menikahi sunho kalau tidak kita akan malu karena kau akan mengandung anaknya”

“aiiishh... appa.!” Aku makin malu mengingat perbuatanku tempo lalu

“mari kita rayakan kabar bahagia ini” tawar appa pada kami

“setuju.........”


Aku merasa seakan dunia begitu indah.... punya suami yang menyayangiku dengan tulus, punya appa, punya eomma.... dan kini hadir calon adik buatku.... dan betapa lengkapnya jika memilki anak sendiri.......



TBC >>>





kissing you baby... muaaaccchhh ^^