Poll

who is better to lee jung seo

kim hye na
1 (12.5%)
kim hye sun
7 (87.5%)

Total Members Voted: 8

Author Topic: Let me love you chapter 2 update - 31 maret 2012 -  (Read 3493 times)

Offline nadia_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 65
  • Natural Beauty Girl
    • View Profile
Re: Let me love you "LEE JUNG SEO POV" 26-1-2012
« Reply #15 on: February 01, 2012, 01:50:51 am »
CHAPTER 1



Jantung Hye na berdegup kencang. Nafasnya yang masih tersengal-sengal belum bisa ia kendalikan hingga kini.

Keganasan dan kagarangan sang ayah masih tetap sama , .. sanggup membuat dan menjadikannya makhluk lemah, bagaikan burung tak sayap.

Mata bulat gadis cantik itu berputar-putar , dengan sekuat tenaga ia berusaha mengalihkan perasaannya yang kacau , mencari titik tumpu yang tepat membuatnya agar bisa melupakan rasa takut dan tegang saat bersama ayahnya.

Paling tidak saat ini dia bisa lebih mengoreksi kepribadian pria yang membuatnya hadir kedunia ini. Ternyata lelaki tua itu sangat menyukai hal yang berbau kalsik. Semua itu dilihat dari arsitektur ruangan yang dominan dengan ukiran dan warna-warna emas yang mengkilat.

Dia sudah sedikit tahu , meskipun itu hanya sedikit. Ia memang benar-benar buta tentang sang ayah , Hye na tidak pernah tahu apa yang beliau suka , benci dan inginkan ..

Semasa kecil Hye na selalu dibesarkan oleh Hye Me -- wanita cantik yang telah mengandungnya selama 9 bulan lebih. Tidak seperti kakak perempuan dan adik lelakinya yang tumbuh dan bersenang-senang bersama tuan Kim jung ah , selaku ayah kandungnya.

Koper besar yang ia bawa masih setia berada digenggamannya. Sembari meremas-remas pegangan koper yang empuk Hye na masih setia dengan kesibukannya menatap ruangan itu. Sesekali ia masih sempat melirik sang ayah yang duduk penuh kewibawaan di meja kerja berwarna coklat mengkilat dengan mata hitam yang masih setia tertuju pada file-file yang berbolak-balik dari satu map ke map yang lain.

“Apa yang membuatmu memutuskan tinggal disini?..” Tuan Kim menyilagkan tangan kedepan dada , garis-garis wajah yang mengeras dengan bahu yang sudah disendrkan di kursi membuat ketakutan Hye na kembali bertambah.

“Bukankah dari kecil kau sudah terbiasa tinggal dengan wanita itu.” Tuan Kim mulai melepaskan pandangan tajamnya dari Hye na , ia kembali tersibukan dengan kertas-kertas putih yang tercoret tinta hitam pekat dengan beberapa garis di sudut-sudut kertas.

“Tuan jang akan mengantar mu kekamar..” Sahutan yang keras dan tegas seketika itu jua menhentikan lamunan Hye na yang sudah melayang kemana-mana. Tanpa sempat mengucapkan sepatah katapun ,. Gadis itu keluar setelah membungkukan badan hormat kearah sang ayah.

Lelaki parubaya yang sudah berdiri didepan pintu dengan setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu miliknya tersenyum menatap Hye na senang.

“Mari saya antar agashi..” perlahan tangan yang kulitnya sudah mulai mementuk kriput-kriput kecil terulur. Mempersilahkan gadis berkulit putih itu berjalan menuju sebuah ruangan yang sudah terpampang khusus untuk dirinya.

*********

Pintu yang tebuat dari kayu dengan panjang hampir 2 meter dan tinggi 4 meter perlahan tebuka dengan suara mendecit halus. Jarum pendek jam menujuk ke angka 2 dan jarum panjangnya ke angka 1 .. dan saat ini tengah malam.

Seorang gadis dengan rambut pendek sebahu melangkah masuk, jeansnya yang bermodel robek-robek terlihat basah oleh air , --bukan air biasa melainkan air yang bisa memabukan --alkohol--.

Kalau saja In sung tidak menumpahkan sebotol alkohol ke celana dan bajunya mungkin saat ini ia masih beraa didalam klap malam yang dipenuhi lampu berwarna warni dan musik dengan volume tinggi.

Tap tap tap .. suara langkah kaki yang khas terdengar jelas ditelinga Hye sun. Matanya yang sudah mulai mengantuk kini menyipit memperjelas penglihatannya pada arah suara yang dia dengar barusan.

Seorang gadis dengan piama tidur sutra menuruni anak tangga yang meliuk diruang utama Kim mesion. Gadis itu memiliki paras dan muka yang sama dengan mukanya, kulit dan bola matanya juga sama. Hanya rambut yang berbeda.

Menyaari hal itu Hye sun menyengir tertahan. Ternyata sudah datang--batinnya mengejek.

“Oh--eonni!!.” Hye na mempercepat langkahnya menuruni anak-anak tangga yang terlapis karpet merah dengan corak emas. “Kau baru pulang?..” pertanyaan yang keluar dengan suara sama yang ia miliki membuat dirinya muak.

Tanpa tedeng aling aling Hye sun melangkah meninggalkan saudara seayah dan seibuhnya dengan wajah kesal yang merona mereh. Pengaruh alkohol belum benar-benar sembuh dari dirinya.

“Eonni?!.” Panggil Hye na lagi , membuat langkah kaki Hye sun yang akan menaiki anak tangga kedelapan terhenti seketika. Dengan tangan kirinya ia menyibakkan rambut pendeknya kebelakang agar tidak menghalangi penglihatannya yang sudah mulai kabur.

“ada yang ingin kau bicarakan? ..” Hye sun menatap lekat gadis berparas serupa di lantai bawah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri sekarang. namun jarak batin mereka berdualah yang terlampau sangat jauh.

Meskipun di tempatkan dalam satu rahim dan dalam waktu yang bersamaan, tidak cukup bisa menembus dinding besar yang menghalingi kebersamaan mereka selama ini.

“Anhi..” Jawaban pelan yang terdengar lemah itu terdengar keluar dari mulut Hye na. Ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum kearah Hyesun yang menatapnya nanar.

Dengan sergera mungkin Hye sun membalikan badannya dan masuk kedalam kamarnya setelah selesai menaiki anak tangga yang tersusun  rapi.

*******

perlahan tapi pasti tubuh mungil berambut pendek itu terjatuh di sebuah kasur empuk yang luas dan nyaman. Ruangan yang sangat sederhana tapi terlihat elegant dengan warna putih yang dominan membuat suasana malam yang gelap terasa bersinar.

“Kenapa jadi seperti ini..” Gumamnya pelan tapi sangat terdengar jelas diruangan yang kosong itu

Air mata Hye sun keluar dari pelupuk matanya , membasahi setiap inci pipi mulusnya yang putih. Tanpa ada isakan atau suara kecil dari mulutnya , .. air mata itu masih terus mengalir.

Dengan mata tertutup dan tubuh yang terlentang diatas kasur dengan tangan yang memeluk antal guling Hye sun masih trus menangis dalam diam.. hanya terdengar suara detingan jarum jam yang samar-samar tergantikan oleh suara khas rintikan hujan di teras ruangan tersebut.,

Hujan , .. seolah ikut bersedih langit-langit pun ikut menangis menemani Hye sun yang kini sudah tertidur lelap dengan posisi dan perasaan yang sama saat ia merebahkan tubuhnya tadi.
ALWAYS SUPORT YOU GOO HYE SUN .