SPOILERDengan perlahan Goo Daniel melangkahkan kakinya menuju pintu, tubuh gagah itu kembali berdiri tegap saat ketakutan itu singgah didirinya, ketakutan atas apa yang terjadi semalam, saat mimpi buruk seketika hadir didalam tidurnya.
“hye” Daniel kembali menyapa nama itu sebelum meninggalkan ruangan, suara itu terdengar gemetar_ nada yang penuh dengan kegelisahan yang kian berkecamuk, hingga memacu detak jantungnya yang terasa memburu.
“oppa bangga padamu! Oppa…..sayang padamu!” Daniel berujar tanpa membalikkan tubuhnya, menghela nafas sembari menggenggam erat gagang pintu.
Dan ketika hendak melangkah lagi, tanpa ragu hye sun membalas ucapan itu_menghentikan langkah Daniel.
“aku sayang oppa, apapun yang telah terjadi, aku…tetap menyayangi oppa” balas hye sun kali ini dengan nada parau hingga membuat Daniel yakin gadis itu akan menangis.
Tubuh Daniel berbalik dan tersenyum, “gomawo, telah menjadi adikku yang baik, menjadi kebanggaanku, menjaga kehormatanku” balas Daniel lagi sebelum menutup pintu ruangan tanpa sempat menangkap raut kegelisahan yang kini terukir jelas diwajah hye sun ketika, “dosa kecil” kembali sedikit menghantuinya.
Cassanova mulai mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak, saat harus kembali pada masa lalu yang telah merubah hidupnya. Rintik hujan disertai angin kian terasa menusuk kulit, ketika hembusan itu kembali mencuri masuk disela- sela jendela ruangan yang tertutup rapat.
“entah mengapa tuhan mengirimkanmu padaku, memainkan pikiranku saat aku menangkap wajah polos yang tersembunyi diantara kedua lesung ketika kau tersenyum” wajah sendu minho sesaat berubah merona seolah menyimpan senyuman itu didalam otaknya hingga membuat hye sun sedikit gugup.
“pada awalnya kau jalan menuju balas dendamku, gadis bodoh mainanku,dan mungkin…. Perhiasan diatas tempat tidurku” suara minho terdengar parau “namun pada kenyataanya kau datang sebagai penghukumku, hye sun_sshi!. Menghukum dosaku, menjadikan aku lemah dihadapanmu, mengalahkan keangkuhan dan kesombonganku akan cinta sejati yang bagiku tidak pernah ada, karena cinta sejati hanya untuk orang- orang bodoh!”
Hye sun menatap sendu….
“dan aku…telah menjadi manusia bodoh, yang mencintaimu” minho menghela nafasnya, menahan air mata dengan membalikkan tubuhnya untuk kesekian kali_menggenggam sisi piano, menjadikan setiap sisi sebagai penopang tubuhnya yang rapuh.
Susana hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya suara parau kembali berujar……
“hye…. Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Bisakah kau membuang luka yang pernah aku berikan padamu?”
“karena anda telah memilih sebuah pilihan bagi kehidupan anda, melepaskan semuanya_menuruti kata hati membuat bibi berfikir, princess telah menjadi dewasa akan pilihan hidupnya”
“maksud bibi?” dahi hye sun mengkerut.
“sudah, ayo! Segera bersihkan diri anda nona, saya yakin Tuan Goo menunggu” bibi chan mencoba mengalihkan pembicaraan.
“ne, aku yakin akan mendengar gerutu kecil, oppa karena lama menungguku” balas hye sun masih dengan menunjukkan tingkah manjanya.
“kalau begitu…bibi akan menyiapkan air hangat untuk anda nona, karena bibi yakin anda membutuhkan air hangat untuk mandi”
“tidak, tidak perlu bibi. Aku…sudah memerintahkan salah satu pelayan untuk menyediakannya” balas hye sun sambil melepaskan gaun pestanya.
“baiklah, kalau begitu bibi akan melihat keadaan Tuan Goo, yang mungkin harus kembali menahan rasa laparnya untuk beberapa menit” bibi chan berujar hingga membuat hye sun yang tengah mengenakan handuk kimononya terkekeh, diiringi keterkejutan kecil saat pelayan itu menangkap sesuatu yang “mencolok” dihadapannya_ketika hye sun membalut tubuh mulusnya dengan kimono.
untuk sementara, spoiler dulu yak
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
ini spoiler dadakan, sewaktu- waktu bisa berubah...secara, nih cerita masih BAGAI BENANG KUSUT
![[goodgrief]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/goodgrief.gif)
enzoyyyyy
« Last Edit: February 14, 2012, 09:37:41 am by hye sun »

Logged