Author Topic: Bonjour Belle..Je t'aime chapter 7..  (Read 5707 times)

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Bonjour Belle..Je t'aime Chapter 2 & 3 Update..
« Reply #15 on: February 20, 2012, 11:52:15 pm »
Chapter 2



Additional Cast:



-> Kim hye soo-Nyonya Kim




->Matsushima Nanako-Nyonya Jeon




Song of this chapter


                           Pretty Woman
                          (Roy Orbinson)


Pretty woman, walkin' down the street
Pretty woman the kind I like to meet
Pretty woman I don't believe you, you're not the truth
No one could look as good as you---mercy

Pretty woman won't you pardon me
Pretty woman I couldn't help but see
Pretty woman that you look lovely as can be
Are you lonely just like me---
Pretty woman stop awhile
Pretty woman talk awhile
Pretty woman give your smile to me
Pretty woman yeah, yeah, yeah
Pretty woman look my way
Pretty woman say you'll stay with me-ee

Coz I need you, I'll treat you right
Come with me baby, be mine toni-i-ght
Pretty woman don't walk on by
Pretty woman don't make me cry
Pretty woman don't walk away, hey----OK
If that's the way it must be---OK
I guess I'll go on home, it's late
There'll be tomorrow night, but wait What do I see?
Is she walkin' back to me?
Yeah, she's walkin' back to me
Oh, oh, pretty woman,,





Cklikk.....cklikkk.....cklikkkk........
Terdengar bunyi dari kamera yang diarahkan si tpemilik yang sedang memotret obyek2 di sekitarnya,
Siang itu ji hoon memutuskan untuk mencari obyek foto yang sedikit berbeda,
dia menusuri jalan yang ramai,dimana orang2 terlihat sibuk berlalu lalang,anak2 kecil yang berlarian kesana-kesini,di sisi jalan terlihat banyak pedagang kaki lima berebut menawarkan barang dagangannya,toko2 kecil berjejer dengan beraneka jenis barang.Rumah-rumah yang luasnya hanya sepetak pun terlihat berhimpitan satu sama lain.
ji hoon terus saja memotret obyek2 'langka' yang tidak mungkin ditemuinya di pusat2 kota.

Ji hoon memandang sekelilingnya dengan sangat antusias,ia senang dengan keramaian seperti ini,sembari melemparkan senyum ke orang2 yang berpapasan dengannya di jalan,kamera yang berada di genggaman tidak henti2nya diarahkan ke rumah2 mungil dengan cat yang berwarna-warni.
Setelah dirasa cukup dengan foto2 yang telah diambil ia melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan tempat itu,
sebenarnya tanpa disadari ia melewatkan sebuah moment indah di depan matanya,dan hanya kamera dalam genggamannya itulah yang menjadi saksi bisu.



************


Sorenya,Pukul 16:00
UNIVERSITAS KONOHA


Sore itu suasana di kampus masih ramai,mahasiswa2 masih terlihat hilir mudik memenuhi setiap penjuru sudut kampus.
Akhirnya sampailah hye sun disini sekarang,
dipandangnya gedung kampus yang megah dengan matanya yang dipicingkan,

“huhh..cepat sekali sampai disini,pdhal tadi aku sudah berjalan sangat santai..” cibir hye sun sambil melangkahkan kaki menaiki anak tangga setapak demi setapak.

“Hye sun..hwaiting!!!!” Ujarnya stengah berteriak menyemangati dirinya sendiri,sampai2 beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya menoleh mendengar suara teriakan tadi.
Karena bingung letak gedung olahraganya ada dimana,hye sun memutuskan untuk bertanya pada mahasiswi2 yang duduk berkelompok di lobby bawah,

“Maaf..mengganggu sebentar,dimana letak gedung olahraganya ya?” Tanya hye sun sesopan mungkin,
mahasiswi2 itu menoleh ke arahnya,mereka memandangi hye sun dr atas ke bawah sambil mengerutkan keningnya,mereka heran dengan pertanyaan hye sun,mereka pkir hye sun mahasiswi baru,tp setelah mereka melihat badge sekolah sma di seragam hye sun mereka mulai mengerti,
dipikiran mereka;hye sun terlalu 'baby face' dan mungil untuk ukuran seorang mahasiswi.
Hye sun yang bingung malah mengikuti arah pandang mereka dan menatap dirinya sendiri,

“Memangnya ada yang salah dengan diriku?? Atau ada sisa makanan di wajahku??” Hye sun bergumam bingung sambil memiringkan kepalanya.

“Hmm,,kalau keluar dari sini,kau jalan lurus saja nanti belok ke kanan,gedung olahraga letaknya di sebelah lapangan rugby” jawab salah satu dr mereka dengan ramah.

“Oh ya,gomapseumnida”..jawab hye sun sembari menundukkan kepalanya,

Setelah berjalan sesuai dengan arah yang ditunjuk td,akhirnya ia menemukan gedung olahraga yang dimaksud,saat akan masuk ke dalam tiba2 saja langkahnya terhenti mendengar teriakan2 histeris,

“Kyaaaaaa!!!!!!!” Suara teriakan menggema dari lapangan rugby sebelah,hye sun berlari karena mendengar teriakan kencang bertubi2,dipikirannya  ada yang sedang dalam bahaya,
Ternyata sesampainya di lapangan apa yang dilihat hampir membuatnya jungkir balik,

“Kyaaa!!! Min ho!!!!”
“Ayo Min ho..ayo min ho!!!!!!!”
“Oppa hwaiting!!!!!!”
“Min ho...WE LOVE YOU!!!!!”
“Oppa saranghae..!!!!!”
Teriakan gadis2 memecah telinga,hye sun hanya memandang datar ke gadis2 aneh di bangku penonton,dan di sekitar lapangan.

“huhhh..kenapa sih mereka harus berteriak2 spt kesurupan begitu?!!! Dasar gadis2 aneh..”
Hye sun manyun dan ngedumel dalam hati,
Hye sun langsung membuang wajahnya acuh dan membalikkan badan melangkah pergi dari sana,

permainan rehat sementara waktu.min ho berjalan menuju pinggir lapangan sembari melepas helm yang ada di kepalanya,lalu mengambil sebotol air dingin dan langsung meneguknya habis,dilihatnya seorang gadis mungil dari kejauhan,rambutnya melambai lembut tertiup angin,berjalan semakin menjauh dari lapangan.
Tunggu..bicara soal rambut,rambut seperti itu pernah ia lihat sebelumnya,rambut panjang dengan warnanya yang unik dan mencolok.tp dmana?? Ia berusaha mengingat2 hingga sebuah tepukan di pundak menyadarkannya,
Min ho ayo!! Ajak temannya untuk kembali ke lapangan.




*************



Studio foto Blitz,

“Selamat datang..” sapa pria di dalam studio ke arah pintu masuk,
“oh rupanya kau,tumben hari ini kau datang sore sekali?” Tanya pria gendut berkacamata yang sedang membersihkan kamera.setelah melihat yang ternyata datang adalah temannya sekaligus pemilik studio foto itu.  

“Hahaha..maaf ya membuatmu harus menjaga studio sendiri seharian ini,aku mampir ke tempat lain dulu” papar ji hoon tersenyum ke temannya,sambil melangkah masuk ke darkroom miliknya.

“Hmm..kau bisa pulang sekarang,tidak apa2 biar aku yang berberes disini” ji hoon melongokkan kepalanya dari dalam masih sambil tersenyum.

Sepeninggal temannya,ji hoon langsung mencuci foto2 yang didapatnya tadi,satu persatu foto2 yang telah direndam dalam cairan developer diangkat dan digantung berjejer,ji hoon tersenyum memperhatikan hasil foto2nya tadi,
Sampai akhirnya ia terpaku untuk beberapa lama saat menatap 2 foto terakhir,entah apa yang membuatnya tertarik menatap foto itu terus menerus,ada sesuatu di foto itu yang membuatnya tersihir,
Yap..tentu saja,,yang membuat foto itu sangat menarik karena adanya seorang gadis cantik tertangkap dalam foto itu,
gadis yang memegang banyak balon sambil tersenyum,sedangkan di foto berikutnya gadis itu dikelilingi banyak anak2 kecil,mereka semua terlihat sangat bahagia.
gadis yang seperti peri,ia membawa kebahagiaan untuk banyak orang ujar ji hoon terpana,

“Auhh..Bodohnya,kenapa aku tidak menyadari kalau telah memotretnya?!!” Rutuk ji hoon menyesal.
ia merasa sangat berdebar-debar menatap wajah cantik dalam foto di tangannya,perlahan senyum terukir di wajahnya,seraya mengelus lembut foto itu,
perasaan apa ini?? Ia tidak pernah berdebar2 dengan wanita manapun,dan anehnya ini hanya karena sebuah foto,tp kenapa membuat jantungnya berdegup cepat..Ia bertekad untuk kembali ke tempat tadi agar dapat bertemu dengan gadis dalam foto itu,

“ya..!! aku harus bertemu dengannya,entah mengapa tapi aku rasa aku mulai jatuh cinta dengan gadis ini” batin ji hoon mantap sambil terus menatap lekat foto2 di tangannya.



***********



murid2 masih belum menampakkan batang hidungnya padahal waktu sudah menunjukkan pukul 17:00,hye sun menunggu sembari melakukan peregangan sekaligus bersiap2 dengan materi yang akan diberikannya nanti.15 menit sudah berlalu dan belum ada satupun yang datang,tp hye sun masih tetap sabar menunggu ia berpikir mungkin mereka terlambat karena masih ada kelas atau keperluan penting lainnya.
30 menit...hye sun mondar-mandir,
45 menit...masih belum ada tanda2 seorang pun yang hadir,bahkan ia sendiri sudah berulang kali mengulangi teknik junbi undo (senam) hingga Hojo Undo(latihan pelengkap).
Waktu terus bergulir..hingga 1 jam berlalu pun dia masih sendiri dalam gedung olahraga,sampai akhirnya pintu terjeblak terbuka lebar,terlihat beberapa mahasiswa berjalan sempoyongan masuk sambil berkelakar heboh,mereka yang sedang bercanda melemparkan pandangan kesekeliling dan melihat ada seorang gadis berdiri sendiri memandang ke arah mereka.mereka berjalan menghampiri bermaksud menggoda hye sun,mereka berlima mengelilingi hye sun sambil terkekeh,bau alkohol tercium dari mulut mereka

“Hei gadis manis..apa yang kau lakukan sendirian disini?? Mau kami temani??” Ujar salah satu dr mereka mendekat berusaha membelai wajah hye sun.
Hye sun beranjak pergi tidak memperdulikan gerombolan pemabuk itu,mereka tidak membiarkan mangsanya kabur dengan mudah,hye sun semakin kesal sudah tidak jadi mengajar malah sekarang diganggu pemuda2 yang mabuk,
Tp untungnya petugas kebersihan datang hye sun memanfaatkan kesempatan itu untuk lari,sebenarnya bisa saja ia membereskan pemuda2 kurang ajar tadi dengan mudah,tp ia paham betul bahwa beladiri dipelajari bukan untuk pamer,tp untuk menolong sesama.
sebelumnya dia sudah berusaha menghubungi ponsel senseinya tp malah tersambung dengan mailbox,lalu dia menghubungi honbu dojo tempat senseinya bekerja tp orang disana mengatakan bahwa sensei sedang menghadiri konferensi goju-ryu di jepang dan baru akan kembali minggu depan.
Hye sun terlihat sangat letih dan merasa usahanya sia2,hanya kecewa dan kesal yang menggambarkan perasaannya sekarang.



---------------



“Sunnieeee...” panggil na young saat turun dari mobilnya,dilihatnya sang kakak yang baru juga tiba di rumah.
“Eonni,baru pulang??” Tanya hye sun di depan pintu pagar,ia juga baru sampai setelah sejam di perjalanan.

“Iya..kau ini,eonni tadi mencarimu,tp kata petugas kebersihan disana kau sudah keluar daritadi..lalu kenapa tidak menjawab telepon eonni??” Tanya na young memburu dan terlihat khawatir.

“Mianhae..eonni tidak sempat melihatmu td,eonni dipanggil ketua panitia acara mahasiswa.mereka ingin eonni membantu mempersiapkan acara tahunan..” jelas na young terdengar menyesal.

“oh ya bagaimana mengajarnya?? Ramai tidak kelasnya??” Tanya na young penasaran sambil mensejajarkan langkah dengan hye sun.

“Gwenchana eonni..lagipula hari ini aku juga tidak jadi mengajar,murid2ku bahkan tidak ada yg datang satupun” jawab hye sun kecewa dengan senyum yang dipaksakan.

“Mwo?? Bagaimana bisa??” Na young terperanjat mendengar pengakuan hye sun

“Entahlah,hmm..kita lihat saja minggu depan jika masih seperti ini aku akan berunding lg dengan sensei” jawab hye sun mantap sambil memoyongkan bibirnya.



***********


Sabtu siang.
Pusat perbelanjaan area Westin Road


“Tolongggg!!! Tolongggg!!!!! Copettttt!!!!” Teriak seorang ahjumma yang baru saja keluar dari Butik Beverly.copet2 yang bergerombol itu berlari sambil mengoper tas ke teman-temannya.
Hye sun yang berada tidak jauh dr lokasi kejadian terlihat sedang menyedot bubble sambil sesekali mengunyahnya,ia menengok ke arah suara teriakan tadi,dilihatnya salah satu dr pencopet sedang berlari ke arahnya.

“minggir!!! Awas!! Menyingkir dr situ!!!” ancamnya ke orang2 sekitar.
Hye sun yang pura2 bodoh malah tetap berdiri di sana dan menyengkat kaki pencopet itu,sampai akhirnya brukkkkkkk..bunyi sesuatu yang jatuh sangat keras,hye sun malah berlagak bodoh mencari arah suara jatuh berasal,pencopet yang jatuh td berdiri kesakitan sambil memegang hidungnya yang berdarah memelototi hye sun dengan geram

“heii!!! Gadis ingusan!!! Kau cari mati hah?!!!” Pencopet td berteriak sambil menunjuk2 tepat di depan wajah hye sun,hye sun yang terus mengunyah bubble,menatapnya datar sambil menepis tangan si pencopet dr hadapannya.
Pencopet tadi terlihat sangat marah karena dianggap remeh oleh gadis ingusan di depannya,tiba2 saja ia melayangkan tinju ke wajah hye sun,tp dengan sigap ditahan dan tangan si pencopet td langsung dipelintir hanya dengan satu tangannya.

“Aakkhhhh...!!! teriak pencopet tadi kesakitan,teman2 si pencopet terlihat berkerumun,mereka memasang kuda2 bersiap untuk menyerang,
“kalian berani maju selangkah saja,kuremukkan semua tulang2nya!!” ujar hye sun santai sambil memperhatikan pencopet2 di depannya satu persatu.
Wajah pencopet td terlihat semakin menderita,saat hye sun mengunci kedua lengannya ke belakang semakin kencang.sedangkan teman2 si pencopet terlihat panik sehingga mereka mengurungkan niat untuk menyerangnya.Hye sun merebut tas dr tangan si pencopet,lalu mendorong pencopet itu hingga jatuh terjerembab ke tanah.

“sekali lagi aku melihat kalian membuat kekacauan,aku tidak segan2 menghajar kalian,camkan itu baik2!! Sekarang pergi atau aku berubah pikiran!!” perintah hye sun galak sambil melipat tangannya di dada.
Gerombolan pencopet td memandang ngeri satu sama lain dan langsung lari terbirit2,penonton yang sedari tadi menyaksikan dari jauh langsung mendekat sambil bertepuk tangan riuh
Prokkkkk..prokkkk..prokk...
Hye sun yang merasa tidak enak menjadi bahan tontonan langsung menghampiri si ahjumma dan menyerahkan tasnya,

“Nyonya,ini tas anda..sebaiknya diperiksa dulu apa ada yg hilang” ujar hye sun sambil tersenyum.

ahjumma td menerima dan membuka tasnya memeriksa kelengkapan isinya,
“Ah sukurlah semuanya masih lengkap,gomawo atas pertolongannya” jawab ahjumma tadi sumringah

“Kalau begitu baiklah,saya permisi dulu” pamit hye sun mundur memberi hormat dan berlari pergi .

“Tunggu..nona...nona..siapa namamu??” Tanya ahjumma penasaran,ia berniat mengejar gadis yang menjadi penyelamatnya tp gadis itu sudah menghilang ditelan keramaian.




**************



kediaman keluarga Kim,


“Iya,sungguh..dengar ya..eomma saja terkejut melihatnya,gadis itu benar2 penyelamat yang Tuhan kirimkan,dia menghadapi gerombolan penjahat itu seorang diri.bahkan penjahat2 itu dibuatnya lari ketakutan!” tutur eomma berapi2 sambil mengulangi gerakan yang dilakukan gadis penyelamatnya tadi di depan anaknya.
Nyonya Kim sudah mengatakan hal yang sama berulang2 sejak 2 jam yang lalu,jika dihitung2 mungkin ini sudah yang ke 20x-nya..

“Aishh..eomma hentikan..kenapa terus2an membicarakan hal itu,lagipula kenapa eomma tidak menunggu supir jang di dalam butik saja??” Min ho terlihat bosan mendengar eommanya yang tidak henti2nya membanggakan 'sang penyelamat'.

“Ckckckck..dasar anak nakal..dengarkan eomma,jika bukan karena gadis itu,barang2 berharga milik eommamu sudah hilang semua” gerutu nyonya kim kesal melihat tingkah anaknya.

“tas eomma yang lain kan masih banyak,lgpula aku bisa mencarikan tas yang serupa jikalau tas itu sampai hilang,apa perlu aku pesankan 100 buah tas langsung dari milan??” tutur min ho santai memandang eommanya.

Eomma yang sedang sibuk dengan pikirannya Sayang sekali belum sempat menanyakan namanya,sepertinya ia sedang terburu2 td..gumam eomma pelan,tersenyum mengingat gadis penyelamatnya.



-------------



Ditempat yang lain,
Toko Bunga Crystal


“eoseo oseyo..” sapa so eun ramah menyambut kedatangan tamu di toko ibunya
Dilihatnya seorang pria tampan berjalan masuk sembari memperhatikan deretan bunga2 mawar dihadapannya.

“Hmm..tuan,bunga seperti apa yang anda cari?” Tanya so eun memberanikan diri,
Diamatinya pria ini sungguh menawan..senyumnya begitu memikat..matanya begitu tajam dan menggoda...

“oh,Kenapa aku jadi gugup begini??” so eun sambil berusaha menghilangkan debar di hatinya,

“Nona..aku ingin 100 tangkai mawar pink yang itu dan kirimkan ke alamat ini” jawab pria td sambil menyerahkan secarik alamat.
so eun mengangguk sambil menerima alamat yang diberikan td..
Semenjak kejadian itu so eun bertekad untuk rajin membantu ditoko ibunya,ia berharap bisa bertemu lagi dengan pria menawan yang membuat jantungnya berdegup kencang..



**************



Senin,10:30
Kelas bahasa inggris,


“Hufffttt...” untuk kesekian kalinya so eun menghembuskan nafas panjang,ia terlihat murung beberapa hari ini,wajahnya terlihat lesu,pandangannya pun kosong.
Hye sun yang notabene cuek itupun merasa ada yang berbeda dengan teman sebangkunya belakangan ini.

“Kalau kau terus bernapas seperti itu orang2 akan berpikir bahwa aku menindasmu” komen hye sun blak2an,matanya tetap memandang lurus ke papan tulis di depan.

“Eh???” So eun menoleh ke arah hye sun terkejut,ini pertama kalinya hye sun berbicara lagi padanya sejak kejadian di bus tempo hari.
Hye sun tidak bergeming ataupun menoleh padanya,tangannya malah sibuk mencatat sekarang.
“Ee..hye....hye sun.....” panggil so eun pelan terbata2,

“Heemmmm..” jawab hye sun datar,

“hmm..boleh aku bertanya sesuatu padamu??” Tanya so eun ragu2 dan hampir tidak terdengar,
Hye sun meletakkan bolpen,mengangkat wajahnya dan menoleh ke so eun sambil melipat tangannya di dada,

“Ee..Apa..apa kau tahu jatuh cinta rasanya spt apa??” Tanya so eun polos,walaupun terbesit takut saat bertanya pada hye sun.

Hye sun malah mendekatkan wajahnya ke wajah so eun,matanya menatap tajam hingga ke pupil mata so eun dan berkata “Tidak!” jawabnya singkat,lalu melanjutkan catatannya tadi.

“Daripada kau memikirkan hal2 aneh,lebih baik kau lakukan sesuatu yang lebih berguna” nasihat hye sun dingin.

“Baiklah kuis minggu depan dari bahan yang dicatat di depan tadi..dan kelas bapak akhiri sampai disini,jangan lupa belajar anak-anak..!” pesan pak guru sebelum meninggalkan kelas.

“Apa??!! Kuis???!! Hahh?? Aduh bagaimana ini?? aku tidak mencatat sama sekali,bahasa inggris kan sangat sulit..” panik so eun saat sadar dari lamunannya.

Hye sun hanya memperhatikan tingkah so eun yang kelabakan mendengar pesan dr gurunya.
So eun benar2 kebingungan,bahasa inggris adalah mata pelajaran paling sulit baginya,bahkan dari SD pun nilai mata pelajarannya yang satu ini selalu pas2an.Saat so eun kebingungan tiba2 bunyi buku mendarat di mejanya seperti dilempar seseorang,

bukkk..dilihatnya ternyata buku catatan dengan nama hye sun.
“Aku rasa kau lebih memerlukan itu“ jawab hye sun singkat,ia berbalik dan melangkah keluar kelas.

“Ehh? ahh,gomawo hye..gomawo..akan kukembalikan secepatnya” teriak so eun senang sambil memeluk buku catatan hye sun.



-------------




“Mwo?? Maksud eonni proposalnya tertinggal?! Aushh..bagaimana bisa eonni melupakan barang sepenting itu?? Baiklah di tumpukan kitab undang2 hukum kan??! Ne..ne..arasseo,akan kuantarkan,nanti kutelepon jika sudah sampai disana..eonni tenanglah jangan panik spt itu..ketinggalan proposal tidak akan membuat dunia kiamat” hibur hye sun seraya menenangkan kakaknya.

hari itu hye sun pulang cepat dari sekolahnya karena gurunya sedang cuti hamil,jadi kelas terakhir ditiadakan..

“Eomma..sunnie pergi dulu ya..” teriak hye sun dr depan taman,dilihatnya ibunya sedang duduk merangkai bunga.

“hati2 sayang,dan jangan makan diluar nanti eomma akan memasak makanan kesukaanmu” jawab eommanya setengah berteriak,
“Sunnie..kau keluar dengan pakaian......??” Tanya eommanya,tapi belum selesai bicara hye sun sudah menghilang,

Hye sun terlihat sangat seksi dan menggoda dengan kemeja putih longgar yang tipis dan tank top hitam dipadukan mini skirt warna senada serta pump shoes hitam dengan hak stiletto dan rambut ponytail.karena terburu2 mendengar telepon kakaknya tadi ia tidak sempat memikirkan untuk berganti pakaian ditambah lagi sepatu yang asal ia comot dari rak sepatunya.ia pikir tidak masalah karena tidak akan ada yang melihatnya,


Tp ternyata takdir berkata lain..

“Hahh?? Jadi eonni sedang rapat sekarang??”
“mwo???!! Eonni ingin aku mengantarkan ini ke dalam??” Teriak hye sun kaget di telepon.

“Mianhae..jeongmal mianhae sunnie-a..tp eonni benar2 tidak bisa keluar..pleaseeeeeee..” pinta na young memohon suaranya terdengar sangat memelas

“Yaa..ne..ne..akan kuantarkan,tp belikan orange cheese cake dan traktir aku makan seafood sepuasnya selama 1 bulan,deal???!!” Tawar hye sun sambil tersenyum jahil,

“Ok!!..deal,akan eonni belikan bahkan sampai kau mual dan tidak akan memakannya lagi,
oh ya..jangan lupa antarkan ke ruang rapat organisasi ya” ujar na young yang sepakat dengan permintaan hye sun,

Hye sun berjalan tenang memasuki kampus,sebisa mungkin ia tidak ingin keberadaannya mencolok apalagi ketahuan bahwa ia bukan anak kampus ini,

“Haii..” sapa segerombolan mahasiswa genit yang berdiri mengantri dekat lift,
Hye sun pura2 tidak mendengar,dan berdiri menjauh,
Saat pintu lift terbuka,ia buru2 menyusup ke dalam.

Huffttttt..nafas hye sun lega,
“Cihh..awas saja,kalau bukan karena rok ini kalian sudah kuhajar td!!” Gerutu hye sun dongkol sambil mencibirkan mulutnya.

“Aisshhh..pabo..pabo..kenapa terburu2 sampai tidak berganti pakaian..sekarang rasakanlah ini semua karena kebodohanmu hye sun!!” Rutuk hye sun kesal dengan dirinya sendiri.
Ia baru sadar dengan apa yang dipakainya justru  membuatnya sangat mecolok,



“Na young-ssi,,mana proposal acara yang kuminta?” Tanya min ho selaku ketua panitia acara tahunan mahasiswa.
Semua peserta rapat menoleh dan memperhatikan na young.

“Aa..emm..begini..proposalnya sedang dalam perjalanan kesini” jawab na young salah tingkah sambil meremas kedua tangannya gugup.

“Apa maksudmu??!!!” Jawab min ho yang mulai tidak sabar.
Peserta rapat yang lain menundukkan wajahnya seolah tidak tahu sebagian lg pura2 sibuk,gawat kalau min ho sampai marah besar,semua mengenalnya sebagai bad temper.

~drttttttt..drttttttttt….~
( ponsel na young bergetar,menandakan panggilan masuk )

“Hmm..maksud saya,proposalnya akan tiba sebentar lagi..” jawab na young pelan,ia tahu ia dalam masalah besar karena kecerobohannya meninggalkan benda sepenting itu.

“Brakkkk!!!!” Bunyi meja digebrak min ho keras

“Kalau kau tidak sanggup seharusnya kau katakan itu sejak awal na young-ssi dan sekarang karena kau semuanya jadi berantakan!!!” hardik min ho menggelegar.


tiba2 bunyi pintu diketok dari luar.
Tokk..tokkk..
Min ho yang masih sangat marah,hanya memandang ke arah pintu kesal,dilihatnya siapa yang berani mengganggunya saat ini.

Saat pintu dibuka,
Eng......ing.....eng........

sesosok gadis mungil masuk ke dalam dan semua mata memandang ke arah pintu,
min ho terpaku saat melihat sesosok gadis cantik berdiri di depan pintu,
waktu seolah2 berhenti berputar,bumi tempatnya berpijak juga seakan2 mulai goyah,amarah yang memuncak tadi sekarang hilang begitu saja.
Na young yang melihat ternyata adiknya yang datang,langsung tersenyum bahagia

“Hye sun...Oh God,,thank for saving me now..” na young bergumam pelan,sambil bergegas menghampiri adiknya.

Min ho tidak bisa melepaskan pandangannya dari gadis di pintu itu,,baginya gadis itu tidak hanya cantik..Tapi sangat sempurna..

“Wajah yang sangat cantik,seperti malaikat..aku sudah mengencani banyak wanita,tp tidak ada yang seperti dia...kulit putihnya,ah ingin sekali aku menyentuh dan merasakannya...dan lihat,betapa menggodanya dia..akhh,dia sangat...sangat menggairahkan...dia sangat seksi dengan rok pendeknya..” min ho mulai berkhayal mesum seraya menelan ludah.namun pandangannya tidak lepas dari kaki ke paha hye sun.

“Kenapa gadis asing seperti dia bisa membuatku merasakan getaran berjuta watt spt ini..
perasaan apa ini??! Tidak..tidak mungkin..ini mustahil..!!!!”

Lihatlah..dia tersenyum sekarang,
“Oh God..her eyes sparkled when she smiled..!!! And those smooth pretty legs are real killer..
i swear i'm willing to die as long as i can touch it..although just a little touch!!”

“Hentikan min ho,sadarlah!!” Rutuk min ho berusaha kembali ke alam sdarnya.
****!! Aku...aku tidak bisa berhenti untuk menatapnya!!!”
Min ho ingin sekali meraih gadis itu kedalam dekapannya..memeluknya erat..dan menjadikan gadis itu miliknya,
Bahkan setelah kepergian hye sun pun,min ho tetap di tempat yang sama matanya tetap memandang ke arah hye sun berdiri td.


Hingga sebuah tepukan keras di pundak menyadarkannya,
“Hei,mau sampai kapan kau melamun spt itu min ho?? Aku tahu gadis itu sangat cantik,tapi sadarlah.. orangnya sudah pergi,apa yang kau tatap disana??” Tanya RJ setengah berbisik ke arahnya.

“Aa..aa..Aishh!! Diam dan Tutup mulutmu!!!” Min ho berkilah berusaha menutupi rasa malunya,wajahnya memerah..orang2 disana hanya tersenyum kecil melihat tingkah keduanya,na young sendiri hanya geleng2 kepala melihat suasana ruangan yang semakin riuh.

« Last Edit: February 21, 2012, 03:02:10 am by mary »