Chapter 3
Poem of this chapter:
Because you’re Beautiful
This poem’s addressed
To you
Because you’re beautiful
No matter what
You do
Because you’re beautiful
The sun rises
Every day
Because you’re beautiful
The mist shrouds a
Dreamy day
Because you’re beautiful
A blossom blooms and holds
Its scent
Because you’re beautiful
Songs sung in your heart
Are meant
Because you’re beautiful
Reflections shine
And glint
Because you’re beautiful
Poems are written
Heaven sent
Because you are beautiful
This is all that this
Poem’s said
Just in case you may have
Any doubt
This poem's heaven sent To tell you
You are beautiful
And that is what this poem
Is about.
[ D.T ]
Bandara incheon,
Terminal A,pukul 15:00
“Eonni,kenapa auntie belum muncul juga??”
“Apa benar pesawatnya sudah mendarat?? Ah,bogoppa..aku tidak sempat makan nasi td..” oceh hye sun manyun saat perutnya berbunyi meminta untuk diisi,dia meletakkan kepalanya di meja coffee shop,
“huhh..sudah lapar sekarang mengantuk lagi” rutuknya dalam hati.
“Dasar kau ini..eonni kan sudah menyuruhmu untuk makan nasi sebelum kesini,tp kau hanya makan pasta sepiring kecil,itu kan tidak membuat kenyang” na young berbicara melihat hye sun yang semakin manyun didepannya,
Sekarang hye sun malah menguap lebar2 hingga matanya berair..
“Hushh..jangan menguap sebesar itu,orang2 melihat ke arahmu” na young berbisik ke adiknya,
“Hehehehe..” hye sun terkekeh sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal.
“Perhatian..perhatian..penumpang pesawat korean airlines yang telah mendarat diharapkan keluar menggunakan pintu terminal 2..” suara informan menggema di seluruh pelosok bandara.
Hye sun dan na young yang mendengar pengumuman td pun bergegas keluar dan bersiap menyambut auntie mereka Josephine,bibinya hye sun yang merupakan adik dari almarhumah ibunya.
“auntie..!!!!” Teriak hye sun kencang sambil melambai2kan tangannya hingga membuat orang2 disebelahnya menutup telinga mereka rapat2,tak terkecuali na young kakaknya.
“auntieee..miss u!!!” ujar hye sun sambil menghambur ke pelukan bibinya.
“Miss u too my angel..” balas bibinya seraya mengusap sayang kepala keponakannya,
“auntie..eonni...hurry up,lets go home!! Im hungry,,” pinta hye sun bersemangat ke 2 orang didepannya,sembari mengusap2 perutnya.
“Baiklah..ayo kita pergi sekarang..” ajak na young sembari menggandeng tangan auntie disebelahnya..
***********
Shooting bay area
Milik keluarga Kim
“hei,Min ho..tumben kau mengajak bertemu duluan,biasanya kan kau harus selalu diseret dulu baru bergerak” komentar bummie sembari memegang senjata jenis night stalker di tangannya.
Sedangkan pria yang diajaknya bicara hanya diam sambil terus menembak bertubi2 ke sasaran didepannya,
“Aisshhhh!!! Sial!!!! semua tembakanku meleset!!” marah min ho seraya melempar kacamata safetynya,
“Hei..hei..tenanglah sedikit,aku kemari kan bukan untuk menjadi mendengar ocehanmu” jawab bummie dengan sangat jujur,
“Sudahlah bagaimana kalu kita ke bar saja,wanita2 cantik disana pasti sedang menunggu kita,
ayolah..tempat ini tidak akan membuat moodmu menjadi lebih baik” ajak bummie setengah memaksa.
“Ckckck..kenapa hanya wanita saja yang ada dalam otak kotormu itu,,cihh..kau saja yang pergi” jawab min ho enggan,
Min ho pov:
semenjak gadis itu hadir semua hal terasa membosankan untukku,aku tidak ingin yang lain.. hanya gadis itu..ya!!hanya dia..Gadis yang membuat perasaanku kacau,gadis yang mengoyak2 semua pesona don juanku,gadis asing yang tidak bisa aku hapus begitu saja dari pikiran,entahlah sihir apa yang dipakai gadis itu sehingga membuatku uring2an,bahkan setiap kali aku memejamkan mata bayangan senyumnya muncul tiba2..gila..aku rasa aku mulai gila,hanya dalam 5 menit gadis itu bisa memporak-porandakan seluruh hatiku,perasaan lain yang belum pernah kurasakan pada gadis manapun..aku sudah berkencan dengan banyak gadis2 cantik,sexy,dan terpandang,dr gadis biasa2 saja bahkan sampai yang luar biasa.
Tp apa yang membuat gadis itu berbeda???!!
its weird..why??? i cant possibly fall in love with stranger like u...beautiful girl..
End of pov
********
akhir2 ini min ho berubah,tingkahnya semakin aneh.bummie temannya saja heran melihatnya..diamatinya min ho yang semakin sering uring2an,tp dilain sisi ia mendapati min ho melamun sambil senyam-senyum sendiri.seumur hidup mengenal min ho tidak pernah ia melihat perubahan aneh seperti sekarang ini.masih diingat bummie kejadian kemarin siang di lorong kampus saat seorang gadis menghampiri mereka,gadis itu tertunduk malu2 menyerahkan sepucuk surat pink dan coklat untuk min ho,,
Min ho hanya memandang dingin sambil tersenyum iblis,gadis tadi hanya melongo menyaksikan suratnya disobek2 selain itu coklatnya dibuang ke lantai dan diinjak2 hingga hancur.gadis itu berlari pergi sambil menangis.ini tontonan besar,gadis tadi malu bukan kepalang,bayangkan berita dengan cepat menyebar ke seluruh konoha kurang dari sehari.mood min ho yang tidak menentu itu sering membuat bummie kewalahan.
“Eonni,bukannya aku tidak suka melihatmu sibuk,tp untuk apa bekerja dengan orang pemarah seperti dia” keluh hye sun sembari menatap na young yang sedang membolak-balik majalah fashion.
Sore itu mereka berdua sedang bersantai2 di gazebo belakang yang menghadap ke kolam renang.
“Seharusnya eonni membiarkanku memberinya pelajaran kemarin itu,dan yang terpenting dia harus minta maaf padamu” cibir hye sun,wajahnya gondok setengah mati mengingat kejadian saat kakaknya dibentak habis2an saat rapat kemarin.
Na young hanya tersenyum mendengar adiknya mengoceh,
“Aushh..eonni,kenapa diam saja???” Gerutu hye sun sambil menggoyang-goyangkan lengan kakaknya.
“Hahaha..Eonni tahu kemarin itu kau ingin sekali menghajar dia,tp eonni tidak ingin masalah kecil dibesar2kan,sudahlah..lagipula eonni juga tidak apa2 kan..” jelas na young dengan bijak.
“Ya...ya...ya...baiklah eonni,tp aku tidak menjamin kalau aku akan bersikap baik jika bertemu dengannya lagi,dan 1 hal jangan salahkan aku jika suatu saat nanti aku memukul wajah angkuhnya..” jawab hye sun cepat,lalu bangkit sambil melipat tangan di dadanya dan berjalan masuk ke dalam.
na young yang terkesan lembut dan selalu tersenyum sedangkan hye sun terkesan dingin dan jutek..sejak kecil hye sun tidak punya banyak teman,berbeda dengan na young yang aktif dalam pergaulan,hye sun kecil hanya menghabiskan hari2nya dengan beladiri,sampai sekarang pun ia tidak begitu terbuka terhadap orang lain selain keluarganya.orang2 menilainya sebagai pribadi yang introvert,sebenarnya tidak begitu hanya saja ia memang sulit untuk didekati.
-------------------
“Hmm..siapa nama gadis itu???Hee sun..Mi sun...aishhh!!!!! Pabo!!! Kenapa aku begitu bodoh??!! Namanya saja tidak tahu,bagaimana mau mencarinya!!!!” Min ho mengutuk kebodohannya sendiri saat sedang duduk di kursi ruang kerjanya,
Tidak berapa lama kemudian,masuklah seorang pria berpakaian rapi.
“Doronim..” panggil pria berumur 40-an di hadapannya sambil membungkuk memberikan hormat,
“Ah..kau datang juga,sekretaris ma ada sesuatu yang harus kau lakukan untukku” jawab min ho cepat tanpa berbasa-basi sambil bersender di kursi kerjanya dan menangkupkan kedua tangan di depan dadanya.
“Cari tahu semua informasi tentang mahasisiwi konoha dengan nama belakang Sun,semua!!! Dan aku tidak mau sampai ada yang terlewat!!! satu hal lagi,ingat berikan laporannya padaku besok pagi” perintah min ho tegas masih dengan wibawa almighty-nya,tanpa disadari bahwa perintahnya itu terdengar bodoh dan konyol.
“Apa masih kurang jelas dengan yang kukatakan tadi sekretaris ma??!” Tanya min ho,raut mukanya mulai berubah tidak sabar.ketika dilihatnya sekretaris ma yang masih berdiri mematung.
“Baik doronim,saya mengerti” jawab sekretaris ma mantap lalu ia membungkuk memberi hormat dan melangkah keluar dengan pikiran yang dipenuhi berbagai pertanyaan.
Qui êtes vous,belle??? Gumam min ho memejamkan mata seraya menghayati setiap kata2 yang keluar dr mulutnya.
*********
rooftop SMA Teitan
Pukul 10:00
Ketenangan dan semilir angin,2 hal ini yang membuat hye sun sering menghabiskan waktunya disini,sambil mendengarkan musik klasik dr iphonenya atau sekedar berselancar di dunia maya dengan ipadnya.
Tp pagi ini tampaknya ada yang berbeda,karena hye sun tidak sendirian lagi disana.
Tap...tap,,,tap...
So eun yang sejak tadi mengikuti hye sun perlahan keluar dari persembunyiannya,ia celingak-celinguk mencari posisi keberadaan hye sun,hingga akhirnya...
“Apa yg kau lakukan disini??!” Tanya hye sun di belakangnya teteup dgn style cool-nya.
“Huuuaaaaaa...!!!” jerit so eun kencang karena kaget.
Dilihatnya hye sun memandanginya dengan ekspresi khasnya yang dingin dan datar.
“Aaa..aa..anu..a..aku..”jawab so eun terbata2 yang masih kaget.
Hye sun berjalan melewatinya tanpa menunggu jawaban dari so eun.
So eun berbalik dan memandang punggung hye sun yang berjalan semakin jauh,akhirnya ia memutuskan mengikuti hye sun.
Dilihatnya hye sun sedang memejamkan mata dan menikmati hembusan angin.
Sebenarnya so eun ingin sekali berteman dengan hye sun,menurutnya hye sun tidak seperti siswi2 lainnya yang bergerombol dan menggosip atau siswi2 yang bersaing mengejar pria2 di sekolah,ia juga tidak berpura2 menjadi orang lain,hye sun juga tidak berusaha untuk terlibat dengan geng2 agar terlihat eksis.
“Ee....emm...” so eun berusaha membuka pembicaraan,tp ia bingung harus mulai drmana.
“Hye sun..ee..a..anu..i..itu..be..begini..” jawab so eun tertatih2 sembari menunduk memainkan jari2nya.
Tp hye sun malah melengos pergi saat so eun menengadahkan kepalanya,
“hye...hye sun..ahh,aku bahkan belum mulai bicara..” gumam so eun dengan wajah bingung,
“tunggu aku..tunggu aku hye..!” teriak so eun sambil berlari mengejar hye sun.
***********
Toko roti Espoir,
“Umm..yang ini..” tunjuk hye sun ke orange cheese cake dalam etalase kaca di toko roti siang itu,sebenarnya saat melewati toko ini tanpa sengaja ia melihat orange cheesecake favoritnya,karena penasaran dengan rasanya akhirnya ia membulatkan tekad untuk membelinya,lagipula menurut penjaga toko orange cheesecake tsb tinggal satu2nya,
disaat yang bersamaan seorang pria disebelahnya
“Iya yang itu..” tunjuk pria disebelahnya ke kue yang sama dengan hye sun.
Hye sun yang merasakan radar bahaya langsung menoleh cepat ke sebelahnya,memicingkan matanya menatap pria tadi,
“Itu pesananku..!” jawab hye sun berusaha mempertahankan kuenya.
Pria di sebelahnya memandang hye sun takjub,lalu berkata;
“maaf,Tp aku tidak melihat namamu di kue itu” jawab pemuda itu sembari tersenyum,
Hye sun melotot kesal,
“oh yeaa?!! Thats mine,i dont care!!” Balas hye sun galak.
Pria didepannya kaget melihat perubahan ekspresi gadis itu
“gadis aneh,kenapa begitu ngotot hanya karena sebuah kue??? Tp Dia Cantik,umm....” pria td malah diam dan memandang hye sun lekat2.
Hye sun mengerutkan alisnya heran,ia sendiri jadi risih dipandang seperti itu,selalu seperti ini setiap kali orang melihatnya pasti orang tsb akan terpaku dan menatapnya untuk beberapa lama,entahlah hye sun sendiri tidak mengerti apa yang salah dengan penampilannya.
“Maaf,jadi kue ini siapa yang memesannya??” Tanya petugas toko yang menghampiri sehingga membuyarkan lamunan keduanya.
“Saya..dan ini ambil kembaliannya saja” jawab hye sun cepat seraya menyerahkan sejumlah uang dan buru2 pergi meninggalkan toko.
Pria td hanya memperhatikan gerak-gerik gadis itu,Sambil berpikir;
“sepertinya aku pernah melihat gadis ini,ya tidak salah lagi..aku familiar dengan wajahnya,tp siapa??” pria td masih sibuk memandang hye sun yang berjalan keluar toko.pikirannya melayang berusaha mengingat-ingat siapa gerangan gadis itu..
“Umm..dmana aku prnah melihatnya..” gumamnya sambil menggaruk-garuk dagunya dan sesekali berjalan mondar-mandir.
“Ahh..dapat!!!!” Teriak ji hoon lantang sambil menjentikkan jarinya,
Beberapa pengunjung yang asik memilih roti pun memalingkan wajahnya ke arah teriakan tadi.penjaga toko saling berbisik satu sama lain.
“Baru saja ia berebut kue dengan seorang gadis, sekarang dia malah berbicara sendiri,apa dia begitu histeris karena tidak mendapat kuenya??” bisik salah satu penjaga yang sedang menata kue2 ke teman disebelahnya.
“Tuan maaf kue yang anda pesan td adalah kue trakhir,kebetulan nona tadi sudah memesannya duluan,tp jika anda berminat anda bisa kembali besok pukul 10.00 saat toko kami buka” jelas salah satu pelayan dengan ramah.
“Oh,baiklah..tidak masalah,aku akan kembali besok..” Jawab ji hoon santai,
“Akhirnya,aku bertemu denganmu lagi peri cantik,tp kenapa aku terlambat menyadari bahwa kaulah yang selama ini aku cari..aku pastikan pertemuan berikutnya akan menjadi pertemuan yang manis..” Batin ji hoon senang sambil tersenyum lebar.
---------------
Esok pagi,
GYM @mansion Kim
“doronim,ini laporan yang anda minta..saya sudah mengumpulkan semua informasinya” tutur sekretaris ma seraya menyerahkan map hitam ke min ho.
Min ho langsung mematikan mesin treadmill,berbalik menatap sekretaris ma di belakangnya dan mengambil mapnya dengan terburu2.
Min ho yang sudah diburu nafsu langsung memeriksa satu persatu file-filenya,
“bukan….”
“bukan…..”
“Ini juga bukan….”
½ jam berlalu..
1 jam masih juga belum ketemu..
Hingga 40 menit berikutnya..
“Argghhh!!! Tidak ada!!!!!” Teriak min ho histeris.
kertas2 dilemparkan begitu saja dan berhamburan dimana2..
“Sekretaris ma,apa kau benar2 sudah memeriksa semuanya?!!!” min ho mulai meninggikan suaranya.
“Maaf doronim,tp ini semua informasi yang saya dapat,dan sesuai dengan perintah tuan tidak ada yang terlewat..” jawab sekretaris ma hormat,ia sudah terbiasa menghadapi majikannya yang seperti ini.
“Keluarlah!!!!” perintah min ho tegas dengan tatapan membunuh,
“Sial!! Kalau data2nya sampai tidak ada,berarti ia bukan mahasiswi konoha” gumam min ho sambil mengacak2 rambutnya.
“Huhh..aku pasti menemukanmu cantik,dan kau akan jadi milikku,kau harus jadi milikku bagaimanapun caranya karena kau harus membayar apa yang kurasakan..aku tersiksa dengan bayang-bayangmu..karena hasrat ini menginginkanmu lebih dari apapun..” min ho tersenyum iblis membayangkan gadis itu yang akan luluh dalam pesonanya.