Author Topic: Bonjour Belle..Je t'aime chapter 7..  (Read 5707 times)

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Bonjour Belle..Je t'aime chapter 4 & 5 update..
« Reply #30 on: February 21, 2012, 09:18:31 pm »
Chapter 4



gedung olahraga Konoha
17.00 sore


Dihadapan hye sun sudah ada 8 orang peserta karate,karena karate adalah UKM baru jd peminatnya masih sedikit.

“Baik,karena semuanya sudah berkumpul kita langsung mulai saja..” ujar hye sun mengawali kelas karatenya.

“Apa sebelumnya ada pertanyaan?’ Lanjut hye sun karena melihat keragu2an di wajah mereka.

Tiba-tiba Seorang peserta mengangkat tangannya,
“Apa kau yang akan mengajar kami?” Tanyanya bingung,

“Iya,bagaimana bisa seorang amatir diberi kekuasaan untuk mengajar?!” Sambung temannya.

“Kami minta diajarkan oleh guru karate,bukan oleh gadis ingusan seperti kau!” hardik temannya yang terlihat kesal.

“Benar!! Jangan bercanda,memangnya apa yang bisa kau lakukan disini??!” suasana mulai riuh,mereka berceloteh menumpahkan kekesalan.

“percuma kami dating kesini” tambah teman satunya lagi.



Hye sun POV:


Oh,puhhleaseeee..ini yang namanya diskriminasi gender..huhh,sekarang aku paham kenapa ada uu tentang hak-hak perempuan,batin hye sun yang mulai muak dengan prilaku murid2 barunya.


END of POV



Tepat saat hye sun akan membalas hujatan2 itu,
tiba2 dr arah pintu masuklah mahasiswa dari koodinator UKM.

“Selamat siang..sapa pria berkacamata tebal dan culun.”
Ia berdiri di samping hye sun sembari menggenggam file data.

“Sebelumnya maaf mengganggu,saya hanya ingin memperkenalkan pelatih karate kalian yang baru.” Katanya sopan sambil terus tersenyum.
“kebetulan saya baru dapat info dr ketua koordinator bahwa kelas karate sudah dimulai hari ini.”

“Sorry man..Actually,it has started from last week” batin hye sun sambil memandang pria culun disebelahnya dari atas ke bawah.

“Hei,bagaimana ini kenapa gadis itu bisa menjadi pelatih kami??!” Sergah peserta karate tidak sabar.

“Iya,kami membayar mahal bukan untuk main2 spt ini!!” imbuh yang lainnya yang semakin memojokkan hye sun.

Sekarang Pria culun td tampak panik melihat teman2nya berceloteh membabi buta.

“Pria juga tidak lebih hebat kan dr wanita” jawab hye sun mengejek dengan senyum sinis setelah kesabarannya habis.
“kalian bisa keluar dari sini sekarang juga.kelas cukup sampai disini..” perintah hye sun tegas dan berbalik pergi.

“Cihh..sombong sekali dia!!” gumam para peserta karate sambil mencibir.




Sepeninggal murid2nya hye sun pun beranjak untuk pulang,sepanjang jalan ia berpikir dan terus berpikir,sebenarnya murid2 tidak sepenuhnya salah,hye sun sadar mereka hanya ingin yg terbaik.dan mereka hanya ragu karena aku seorang perempuan.

“Ayo min ho oper bolanya padaku..!!” teriak king teman satu grupnya di rugby,saat itu mereka masih latihan walaupun hari mulai gelap.
Tapi naas buat hye sun yang kebetulan melintas di depan lap.rugby,ternyata bola yang dilempar min ho malah mengenai kepala hye sun..

Bukkk..bunyi yang cukup keras dr luar lapangan.
“Auwwww!!!” Hye sun menjerit kesakitan,saat itu juga kepalanya serasa dihantam palu godam besar.
Hye sun masih memegangi kepalanya yang terasa sakit,pandangannya juga jd berkunang2..
setelah berhasil menguasai rasa sakitnya dengan susah payah,ia memungut bola rugby tadi dan berbalik menghadap lapangan.

“siapa yang melempar ini?!!!” Tanyanya lantang,dengan memelototkan matanya,
Min ho yang melihat wajah gadis yang sedang marah2 itu malah kesenengan,ternyata gadis itu gadis impiannya selama ini,bidadari cantiknya dan bunga tidurnya setiap malam.

Min ho berlari menghampiri gadis itu,
“Ah..mianhae..jeongmal mianhae..aku benar2 tidak sengaja..” jawabnya dengan senyum berkharisma khas don juannya.terlihat wajahnya sangat khawatir sekali dengan keadaan hye sun,dan saat tangannya terangkat berusaha menyentuh kepala hye sun,hye sun menghindar sambil memelototkan matanya.
Min ho yang merasa gugup diperlakukan seperti itu tetap berusaha untuk santai.

“Apa kau terluka? Mianhae..aku akan bertanggung jawab,bagaimana jika aku mengantarmu ke dokter untuk memeriksakan kepalamu yang terkena bola tadi??” Celotehnya panjang lebar,tetep masih cengengesan

Min ho menatap gadis cantik didepannya,ohh..sungguh karya Tuhan yang paling sempurna,matanya yang bulat dihiasi kedua bola matanya yang berbeda warna,pipi yang merah merona,bibir yang tipis dan merah,kulitnya seputih satin,sangat cantik..

“Thank God,ia pasti tercipta untukku!”
“Apa ia baik2 saja?? Aishh..aku malah menyakitinya..!!” Gumam min ho yang masih sibuk mengangumi kecantikan gadis di depannya,
Hye sun hanya diam,menatapnya dingin lalu berbalik pergi..

Min ho termangu dengan reaksi gadis itu,don juan konoha diacuhkan begitu saja..
setelah berjalan sejauh 6meter gadis itu berbalik lagi menghadap ke arahnya dan dgn bola rugby yang masih berada di tangan gadis itu,

“Apa yg akan dia lakukan sekarang?? Lemparanku tadi sepertinya sangat keras,apa dia benar baik2 saja??” Gumam min ho bingung sekaligus khawatir,
ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.....

tiba2 saja bola rugby itu meluncur dengan cepat ke arah min ho dan tak terelakkan lagi bola tadi mendarat mulus di wajah sang don juan.

Bukkkkk..!!
“Arghhhhhhh..!!!!” jeritnya menggelegar.min ho membungkuk menahan sakit luar biasa.
teman2 satu timnya hanya melongo melihat gadis dengan keberanian sebesar itu,
Tidak ada yg pernah melakukan hal seperti itu..tidak ada yang bernyali besar menantang min ho,apalagi sampai membuatnya marah,karena mereka tahu tidak pernah ada yang selamat.
Hye sun hanya tersenyum sadis,sembari melipat kedua tangannya didada.lalu dengan santai melenggang pergi meninggalkan min ho yang masih kesakitan di belakang.

Min ho yang masih kesakitan memegang hidungnya yang mengeluarkan cairan merah segar dari sana..
“Sial!! Arghh..sakit sekali..bagaimana bisa gadis seperti dia melempar dengan tenaga sekuat itu..??!” min ho masih meringis menahan sakit,sebelah tanganny merogoh saku celana dan mengambil saputangan lalu menyumbat ke hidungnya yang berdarah.

Saat menatap ke tempat gadis itu berdiri tadi,dilihatnya gadis tadi telah menghilang,lagi2 min ho kehilangan gadis itu padahal sedikit lagi ia bisa berkenalan dengannya.
“Aushhh..pabo..pabo..!!! Bagaimana bisa kau melepasnya begitu saja?!!!” Min ho malah mengacak-ngacak rambutnya frustasi,ia tidak lagi memperdulikan rasa sakit dan hidungnya yang berdarah.




*******




Sudah sejak 2 jam yang lalu min ho hanya duduk dan menyentuh hidungnya sambil tersenyum dan tertawa2 sendiri.bummie yang duduk didepannya memandangnya aneh,

“Min ho..ini sudah 2 jam dan aku sudah sendiri menghabiskan 2 gelas frapuccino dan sepiring lasagna,dan kau masih tetap melakukan hal yang sama bahkan semakin menakutkan,apa luka di hidung itu juga berpengaruh pada otakmu??” komentar bummie dengan raut wajah khawatir.
Min ho hanya tersenyum misterius sambil bersenandung senang.

“Hei,dengarkan..tidak pernah ada yang senang ketika hidungnya berdarah dan nyaris patah” tambahnya lagi bosan melihat min ho yang terus membungkam.

“Aushh..kau ini,kenapa harus menggangguku?!! Sudah pesan saja apa yang mau kau makan,biar aku yang membayar semuanya..” jawab min ho dengan senyuman yang sangat sumringah.

“Kau ini semakin menakutkan saja,apa yang sebenarnya aku lewatkan?? hah..apa ini tentang perempuan??” Bummie bertanya dengan ekspresi yang tertarik.

“aku tidak akan mengenalkannya padamu,ia milikku!!dan aku tidak segan2 menghajarmu jika kau berani dekat2 dengannya!!!” Ancam min ho yang tiba2 berubah serius.

“Aushh..kenapa harus meninggikan suaramu seperti itu? Kau pkir aku ini pagar makan tanaman hah?? Ckckckck..aku hanya penasaran,seperti apa gadis yang sukses membuatmu terlihat seperti orang bodoh..” protes bummie panjang lebar.

“Umm..she's not just beautiful but also deadly hot..and she's mine!!” jawab min ho dengan ketegasan di akhir kalimat.
“Dan kau tahu,aku hampir berhasil mendekatinya..” imbuh min ho membanggakan pertemuannya dengan hye sun kemarin yang ternyata berakhir mengenaskan.

Bummie hanya mengangguk setuju sambil tersenyum geli melihat tingkah min ho.



Bummie POV:

Siapa gadis itu??? Min ho tidak pernah tertarik hanya dengan 1 gadis,ini seperti bukan dirinya yang kukenal...
apa ia jatuh cinta??..umm,cinta??.....
tidak kusangka,aku jadi geli melihat tingkahnya yang protektif dengan gadis impiannya itu..


End of POV




-----------------



Jeon residence,


“Man juk..apa kabarmu kawan?” Tanya Pria berkacamata dari telepon di salah satu ruang megah kediaman Jeon.

“Hahahaha..sudah lama sekali,terakhir kali kau dan aku bertemu untuk minum bersama 1 tahun yang lalu di kedai favorit kita..aku masih sangat baik,bagaimana denganmu seung joo?” Tanya pria dr telepon seberang.

“Aku juga sangat baik,kau tahu kan keluarga itu berkah yang sangat berharga dalam hidup ini,jadi itulah yang membuatku sangat bahagia seperti sekarang” jawab tuan seung joo dengan senyum lebar terdengar suaranya juga sangat bahagia.

“Ya..ya..oh,bagaimana kalau besok kita makan malam untuk merayakan pertemuan kita kembali? Biar aku yang pesankan tempatnya” balas man juk dengan sangat senang

“Oh tentu saja,akan sangat menyenangkan berkumpul bersama lagi seperti dulu” jawab seung joo setuju dengan usul temannya itu.

“Aku akan mengajak istri dan anak2ku..kau juga harus mengajak keluargamu nanti,aku tidak bisa berlama-lama sampai bertemu lagi nanti seung joo” tutur tuan man juk terburu2.

“Iya baiklah,terima kasih untuk undangan makan malamya dan sampai bertemu nanti” balas tuan seung joo dan mereka pun menutup teleponnya masing2.



Malam harinya,
Ruang makan Jeon residence.


Ruang makan terasa hening hanya sesekali terdengar bunyi sendok dan garpu yang bergerak diatas piring.

“Ehemm..Appa dan eomma,ingin kalian ikut ke acara makan malam besok” tuan jeon memulai pembicaraan mengenai rencana besok

“Bagaimana na young?? Hye sun?? Kalian bisa ikut kan??” Tanya eomma sembari menyendokkan sup ke dalam mangkok

“Apa kami harus benar2 ikut? Kenapa tidak appa dan eomma saja yang pergi??” Jawab na young bingung

“Mmmmm……” hye sun hanya bergumam sambil mengangguk2 setuju,karena mulutnya sedang penuh dengan makanan.

“Tuan kim itu sahabat baik appa sejak sekolah dulu,kami sangat dekat dan kebetulan kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak 1 tahun lalu.ayolah anak2,appa mohon ikutlah..karena appa sudah janji akan memperkenalkan putri2 appa yang cantik2 ini” jelas appa seraya memohon kepada 2 mutiara hatinya.

“Uhh..appa..jangan memelas spt itu,,baiklah tp hanya sekedar makan malam saja kan? Aku rasa itu tidak buruk” jawab na young mengangguk mengiyakan ajakan appanya.

“Hye sun..????” tuan jeon masih menunggu jawaban dr putri mungilnya ini

“Ahh..appa..mianhae..hehehehe..aku tidak bisa,aku harus melatih anak2 karena sebentar lagi ujian kyu,aku tidak mungkin mangkir kan..” jawab hye sun seraya memberi alasan kuat agar dibolehkan tidak ikut acara yang menurutnya sangat membosankan itu.
“Lgpula anak2 sedang giat2nya berlatih..kalau aku mangkir pasti mereka berpikir aku sangat tidak bertanggung jawab” tambahnya lagi dengan raut muka serius.

Tuan Jeon yang melihat kesungguhan hati hye sun jadi memperbolehkannya utk tdk ikut,
“sayang sekali..baiklah berjuang ya sayang,appa bangga sekali melihat kau sangat bertanggung jawab” puji appa dengan senyum hangatnya.

“Iya,dan kau juga tidak boleh trlalu lelah sayang,eomma akan membuatkanmu sup ginseng setiap hari dan harus diminum” eomma ikut menambahkan dan mewanti2.

“hye,kau tidak berusaha kabur dan meninggalkanku sendirian kan??” Senggol na young sambil berbisik ke hye sun.

Hye sun hanya diam menggeleng,pdhal dalam hatinya ia tertawa setengah mati melihat reaksi panik kakaknya.




*********




Esok malamnya...


Restoran Oracle
19:00

“aushh..kenapa aku juga harus diseret kemari??!” komplain min ho dengan rencana orang tuanya yang mendadak.

“Sekali-kali menemani orangtuamu makan malam memangnya kenapa?! kau juga tidak sedang ada acara kan?!” Jawab nyonya kim mendelik mendengar anaknya menggerutu

“Sudah..sudah..kalian ini..”
“oh itu mereka sudah datang..” lanjutnya sambil bangkit menyambut sahabat lamanya.

“Hahaha..sudah lama sekali ya,ayo duduklah..” pinta tuan kim sambil tertawa lebar,sedangkan disisi lainnya Min ho malah terkejut melihat na young begitupun sebaliknya,

“Kau!!” tunjuk min ho ke arah na young,
“Ha??” Na young sendiri kaget melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.

“Oh,rupanya kalian sudah saling kenal..hahahaha..tidak kusangka dunia ini kecil sekali seung joo..” ujar tuan kim terlihat senang dengan tawa yang membahana.

“Dimana putrimu yang satu lagi tuan jeon?aku tidak melihatnya malam ini” tanya nyonya kim bingung.

“Oh,ya aku hampir lupa kemana gadis kecil yang cantik itu?? Untuk Pertama dan terakhir kali aku menggendongnya saat ia berumur 3 tahun kan” tambah tuan kim seraya ikut mencari keberadaan hye sun.

“Maaf,tp malam ini ia tidak bisa datang..ia sibuk mengajar jadi ia tidak bisa bergabung dengan kita” tuan jeon menjawab semua kebingungan tuan dan nyonya kim.

“Sayang sekali pasti ia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekarang” puji tuan kim
“Baiklah mari kita nikmati makan malamnya” lanjut tuan kim mengajak mereka semua untuk mulai menyantap hidangan2 yang tersaji di meja makan.

acara makan malam berlangsung dengan baik,sesekali diselingi tawa antar 2 keluarga besar itu,sedangkan na young dan min ho hanya diam dan sibuk dengan makanannya masing2.

Sampai nyonya kim memulai percakapan dengan na young,
“Na young..sudah lama bibi tidak melihatmu,kamu semakin cantik ya,sekarang kamu kuliah dimana?” Tanya nyonya kim sembari meletakkan sendok di atas piringnya.

“Aku kuliah di universitas konoha bi..bibi juga masih tetap cantik seperti dulu” jawab na young sambil balas memuji.

“Ah benarkah?? Min ho juga kuliah disana,apa kalian saling mengenal baik??” Tanya nyonya kim penasaran,kelihatannya ia semakin tertarik dengan arah pembicaraan ini.

“Min ho,kenapa tidak pernah cerita pada eomma,kalau kau dan na young satu kampus??” Kali ini nyonya kim berbalik bertanya pd anaknya.

“Eomma...lebih baik selesaikan makan malamnya,nanti keburu dingin” sela min ho yang berupaya mencegah pembicaraan itu semakin berlanjut.


Waktu berlalu begitu cepat,malam semakin larut,keluarga Jeon mohon pamit mereka sangat tersanjung dengan undangan makan malam hari ini,saat akan pergi nyonya kim masih sempat berpesan agar na young sering2 mengunjunginya,karena min ho hanya anak tunggal jadi nyonya kim sering kesepian.di satu sisi ia sangat mengidamkan memiliki anak perempuan.

“Jadi sering2lah main ke rumah bibi,nanti kita bisa melakukan banyak kegiatan seru bersama,atau kita bisa berbelanja bersama” tawa nyonya kim seraya menggenggam tangan na young.

“Baik bi..sekarang na young pamit dulu,terima kasih untuk jamuan makan malamnya..” jawab na young dengan sangat lembut.

Setelah pamit keluarga jeon bergegas masuk ke mobil dan meluncur pergi membelah keramaian jalan di malam hari.




*********




Koridor SMA Teitan,


Brakkkkk....
arsip2 yang dipegang so eun jatuh berhamburan.
padahal baru saja ia rapikan di ruang guru tadi.
sekarang semuanya harus dikerjakan lagi dr awal.

“Heh..gadis miskin!! Kalau jalan lihat2 dong!! Pakai matamu!!” Teriak gadis di depannya sambil mendorong bahu so eun dengan kasar.

“Ma..maaf..aku terburu2..” so eun hanya pasrah dicaci maki seperti itu,ia berjongkok memunguti kertas yang tercecer itu satu persatu.
Gawat..mereka kan senior princess angels,geng paling berkuasa disini..so eun merasa dunianya akan berakhir sampai hari ini saja.

Sedangkan murid2 lain hanya menjadi penonton setia,mereka tahu bahwa bermasalah dengan senior seperti princess angels hanya akan menjadi hari2 paling buruk dalam sejarah hidupmu.
Princess angels,geng senior yang beranggotakan 3 gadis glamour paling berpengaruh dan populer di sekolah,mereka terkenal paling semena2,banyak murid2 yang menjadi korban bullying mereka.dengan yu kyung sebagai ketua,mi yoon dan nana sebagai pengikut setianya.

“Huhh..lee so eun..aku dengar kau bukan dari kalangan elite..uupss..bagaimana mungkin kau bisa sekolah disini??” Tanya nana mengejek,dengan suara yang kencang.

“Iihhh..maksudmu dia orang miskin?!!..C'mon girls,aku tidak mau sampai virus miskinnya menular padaku..” jawab yu kyung dengan ekspresi jijik.tidak cukup sampai disitu mereka malah menginjak kertas2 so eun yang masih tercecer di lantai.

So eun hanya menangis terisak2 mendengar hinaan yang bertubi2,tangannya yang gemetar terus berupaya mengumpulkan kertas2 yang telah kotor terinjak.


“huhh...!!!” sela hye sun sambil bersandar di pilar belakang,dengan kedua tangan yang terlipat di dada,ia mencopot headset di kepala dan mengalungkan di lehernya,seulas senyum sinis terlukis diwajah cantiknya.

“Kalian ber-3 cuma sekumpulan gadis plastik tidak bermoral” lanjut hye sun dengan santai sambil memasukkan kedua tangan kesaku jas sekolahnya.

“Apa??!! Katakan sekali lagi!! Siapa kau berani2nya menantang kami??!!!!” Teriak yu kyung histeris dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

“Heh,anak baru jangan ikut campur!!! Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa??!!!” Tipal mi yoon sambil berkacak pinggang.

“Kita beri dia pelajaran,yang memberontak harus dihukum!!” Lanjut nana dengan semangat yang menggebu2.

hye sun yang bosan malah membuat balon dari permen karet yang dikunyahnya sejak tadi,
dan ia mulai mendikte ke-3 seniornya yang semena-mena.

“Listen..
first.i dont know and i dont ever want to know anything about u..who the hell do u think u are?! second.i dont care and i will never care what the heck u said about,So shut the f**k up!
Third.i will never let stupid plastics like u intimidate the others!!
Membuat mereka bertiga merasa dipermalukan hingga terdiam,tidak melawan ataupun mengeluarkan suara.yang ada mereka saling memandang satu sama lainnya dengan wajah yang ketakutan..

Hye sun yang lelah bermain2 berjalan menghampiri so eun.
“Bangunlah..” ucap hye sun datarrr.

So eun yang masih menagis sesugukan mengangkat wajahnya perlahan.
matanya memerah,bibirnya bergetar,air matanya pun tidak berhenti mengalir.
“Hye....hiks..hiks…..” ucapnya terbata2,so eun malah menangis semakin kencang.

“Ck..” keluh hye sun melihat so eun yang malah menangis semakin kencang.

“Heh,trio plastic cepat pungut kertas2nya sekarang..” tunjuk hye sun ke arah princess angels.

Princess angels tercengang dan memandang jijik ke arah lantai.
“Cepat!!” Sela hye sun galak,
Mereka terperanjat mendengar nada bicara hye sun yang meninggi.

“Aa..umm...ba..baik..baik..biar kami yang bereskan” Jawab mereka sambil meringis
Peristiwa menggegerkan terjadi hari ini,seluruh siswa berkumpul dan berdesak2an,mereka justru menyoraki dan mengumpat ke princess angels..sepertinya dendam2 kesumat mereka,mereka lampiaskan saat itu juga.

Ketiganya melangkah dengan gontai saat menyerahkan arsip2 yang berserakan td.

“Minta maaf !” Tutur hye sun tegas.

“hah..??” balas mereka sambil menganga kaget.

“Tik..tok..tik..times over..”
“Wae?? I never ask u to show ur dumb faces,it means that all of u are really biggest losers” ujar hye sun bosan melihat reaksi princess angels yang terlihat bodoh.

“ehh..umm....so eun..mianhae..cheongmal mianhae..”
Mereka bertiga meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.

So eun termangu,princess angels meminta maaf?? Sulit dipercaya...ini benar2 terjadi,padahal beberapa menit yang lalu mereka baru saja mengintimidasiku,tp sekarang situasi benar2 berbalik.entahlah tp so eun merasa hye sun memiliki ilmu magis yang bisa merubah semuanya dalam sekejap..

“Dont ever try threaten or bullying anyone else again! I swear will break u into a pieces if once again i found this happen” ujar hye sun tegas dengan tatapan membunuh.tatapan yang bisa membuat nyali lawan bicaranya ciut.

Mereka mengangguk cepat2 dengan wajah ngeri,
hye sun menarik lengan so eun dan membawanya pergi dr sana.




********




So eun sudah berhenti menangis,hanya saja masih terdengar cegukan2 kecil dr mulutnya.

Air mata hanya membuatmu terlihat lemah ini kalimat pertama yang diucapkan hye sun setelah tiba disini.

tiba2 hye sun berbalik dan menatap so eun.
“dunia ini kejam dan kau tidak bisa melawannya dengan air mata” lanjutnya masih dengan tatapan datar.

hmm...so eun mencoba menangkap maksud perkataan hye sun.
“Kenapa kau pindah dr sekolah lamamu?” Tanya so eun penasaran.
 
Hye sun memicingkan matanya,sambil memasukkan kedua tangan ke saku jas sekolahnya.dengan pandangan menerawang ia mengingat kejadian 6 bulan lalu.


Flashback:


“Apa yang kalian lakukan?!!” Jerit hye sun ketika melihat 5 pria sedang berusaha mengerjai gadis yang hampir pingsan di gudang sekolah belakang.

“Siapa kau?!!” Tanya salah satu dr mereka dengan tatapan yang menyeramkan.

“Karena kau sudah melihat semuanya maka kau harus mati” ancam salah satu pria bertubuh besar dengan balok di tangannya.

“Bunuh dia!!!” Teriak yang satunya lagi sambil melilit rantai di kepalan tangannya.

Mereka menyerang bertubi2 dengan senjata2 ditangannya.diawal2 hye sun mengungguli perkelahian,tiba2 saja ia terjebak saat kedua tangannya ditahan dari belakang dan dilihatnya salah satu penjahat sudah bersiap mengayunkan balok ke arahnya,hye sun dengan sigap langsung melayangkan tendangan ke wajah si preman.akhirnya setelah mengalami perkelahian sengit preman-preman td tumbang ddalam kondisi mengenaskan.mereka terluka parah,hye sun sendiri tergores di bagian lengan.
Keesokan harinya pihak sekolah yang mengetahui kejadian itu langsung memanggil hye sun dan mengeluarkannya secara sepihak,mereka menilai hye sun memberikan pengaruh sangat buruk selain itu mereka khawatir bila hye sun menjadi dalang keributan di sekolah nantinya,hye sun dicap sebagai provokator tindak kekerasan.



End of flashback



“Mereka hampir mati ditanganku…..” tutur hye sun dengan pandangan kosong.

So eun yang mendengar kata2 itu terkejut,ia tidak menyangka hye sun menyimpan banyak misteri yang luar biasa.

“Hye..gomawo..gomawo……” jawab so eun dengan mata berkaca2.

Hye sun memandang so eun sebentar lalu berkata
“Kau tidak takut?” Tanyanya masih menatap so eun mencari kesungguhan.

So eun tersenyum dan berkata,
“tidak....kau teman yang baik,kau tidak membiarkan orang lain menderita,sebenarnya aku sangat ingin berteman denganmu..bahkan aku sangat senang jika kita bisa bersahabat… ujar so eun polos.Hye sun tertawa mendengar pernyataan so eun yang sangat jujur.

“Hye..kau tertawa????” Tanyanya terkejut,ini pertama kalinya ia melihat hye sun bicara panjang lebar dan tertawa.

“memangnya kau pkir aku zombie???” papar hye sun berkilah.

So eun langsung memeluk hye sun dan berkata “mulai sekarang kita berteman ya..”

“Tidak..”

So eun kaget dan melepaskan pelukannya,ia hampir menangis mendengar penolakan hye sun.

“Aku tidak mau berteman denganmu….” lanjut hye sun dengan tatapan dingin.

“Tapi....aku mau jadi sahabatmu” sambungnya dengan senyum simpul.

“dasar cengeng..baru begitu saja sudah mau menangis lagi” timpalnya dengan nada mengejek

“Hye....berhenti mengerjaiku..” so eun merajuk,wajahnya kembali ceria mendengar perkataan hye sun.

“Ok,sekarang kita sahabat...aku senang sekali!!” Teriak so eun kegirangan.

“Tapi....aku tidak kaya,kau tidak malu berteman denganku????” Potong so eun sedih.

“Bodoh..aku tidak peduli kau itu siapa dan darimana asalmu,persahabatan itu tanpa syarat” imbuh hye sun sembari menjitak kepala so eun.

“Hehehehe…...gomawo hye..gomawo……” ucap so eun lega,