Chapter 5
Kediaman keluarga Jeon.
“Eonni,bagaimana acara makan malam kemarin?” Tanya hye sun dengan mulut yang penuh dengan pizza dan tangannya yang sibuk memainkan ps vita.
“Oh itu..hei,tebak aku bertemu dengan siapa kemarin??!” Tanya na young misterius dengan raut wajah yang dibuat seserius mungkin.
“Hmm..vin diesel yang sexy dan sixpack?? atau gerard butler yang manis dan bkin melting??” gurau hye sun bercanda dan masih terus menatap layar ps-nya.
“Aushh..ck,kau ini..eonni tidak bercanda,aku bersungguh2 dan kau pasti terkejut jika kau datang kmarin..” jawab na young cemberut mendengar gurauan hye sun.
“Hahahaha..just kidding eonni..why u look so serious? Memangnya siapa yang datang kemarin?” hye sun tertawa melihat reaksi kakaknya.
“Kim Min Ho…..” jawab na young dengan ekpresi horor mengeja kata demi kata.
Hye sun hanya mengerutkan keningnya,dan mengerucutkan hidung dan bibirnya..
“Ha??? Siapa itu??? Aku pkir kau bertemu dengan aktor hollywood.makanya kau jadi shock seperti ini” Jawab hye sun asal sambil mengangkat sebelah alisnya.
Gubrakkkkkkk...(suara na young yang terjungkal ke belakang).
“Hye..kau benar2 tidak tahu??? Kau tidak kenal dengan dia???” Tanya na young terkejut melihat reaksi adiknya.
“Aihh..eonni,sudahlah berhenti bermain tebak2an denganku” jawab hye sun bosan sambil terus memasukkan pizza2 ke mlutnya.
“Kau masih ingat dengan pria yang membentakku di rapat tempo hari??” Tanyanya memastikan.
“Oh.” komentar hye sun pendek,
Na young mengangkat kedua alisnya sambil terus menunggu komentar dr hye sun.
“Wae..??” Tanya hye sun melihat na young yang terus memperhatikannya.
“Hanya itu?? Kau tidak terkejut??” Tambah na young yang kecewa melihat reaksi hye sun.
“So..what should i do?? should i look very surprised?? Or lost control and being hyterical??
puhleassee eonni,nobody can affected me..” ujar hye sun datar.
“Ck..kau ini memang aneh,,eonni rasa didunia ini hanya kau yang tidak pernah tertarik dengan laki2 manapun…..dengar ya,min ho itu digilai seluruh wanita di dunia,pewaris tunggal kerajaan Kim,orang terkaya no.1 di Asia,Yah..walau bad temper dan kasar tp aku akui ia memang tampan...”
“umm..tidakkah kau merasa setuju denganku???” Celoteh na young panjang lebar.
“Tidak,dan aku tidak pernah mau tahu tentang dia atau siapapun itu” jawabnya enteng dengan wajah yang semakin gregetan memainkan ps ditangannya
“Alright,Mrs.Ice…..” ejek na young menggoda.
Hye sun hanya tersenyum dan semakin gencar menamatkan game ditangannya.
***********
Esok paginya,
“Sweetie,u should come to my exhibition opening this afternoon” Jelas auntie josephine di telpon tadi siang,
“Remember..i dont want to hear ur refusal for this one,promise me u will be there this afternoon! See u there honey,auntie love you..” lanjut auntie mewanti2 sebelum ia memutuskan telpon dr sebrang.
“huffttt………” hye sun meniup poninya kencang,
Umm..hye sun terlihat berguling2 diranjangnya memikirkan sesuatu,
bingo! Aku ajak so eun saja,siapa tahu dia tertarik dengan hal2 spt itu..
Siangnya di Josephine's Wall Gallery
“Wahhhhh..hye,bagaimana kau tahu aku suka dengan seni??” Jerit so eun senang saat melihat lukisan2 di gallery siang itu.
So eun tidak berhenti berdecak kagum dan berkomentar setibanya disana.bahkan ia berlarian kesana-kesini seperti anak kecil yang bermain di lotte world,dan memandangi satu persatu lukisan dengan sangat detail.
Hye sun yang bosan hanya berkeliling sambil mengambil gambar2 interior gallery.bibinya itu memang ahli dalam hal2 berbau seni.salah satunya melukis,peresmian gallery hari ini diisi dengan pelelangan lukisan2 bibinya yang dananya nanti akan diserahkan ke yayasan2 yang kekurangan.
Ditempat yang sama,
“Min ho..bagaimana menurutmu lukisan ini??” Tanya bummie sembari menunjuk satu lukisan dengan judul Gypsy.
“Hmm..aku sudah lama mengincarnya,terakhir kali aku melihatnya saat pameran di london dan menurut seorang kurator lukisan ini tidak dijual,tp sekarang pelukisnya sendiri melelang semua lukisan2 kesayangannya..wahh,aku benar2 beruntung..” oceh bummie yang masih mengagumi keindahan lukisan didepannya.
Min ho yang terpaksa datang kesini karena diseret bummie hanya memandang sekeliling dengan bosan,ia tidak tertarik dengan seni,ia benci berada di tempat yang tidak ia sukai.
“Cepatlah beli semua lukisan yang kau inginkan,aku benar2 muak berada disini..” jawab min ho dengan kasar.
“Ckckck..aku akan sangat lama disini..masih banyak lukisan yang menungguku min ho,lebih baik kau nikmati saja,lagipula lihatlah disekelilingmu banyak wanita berkelas yang ada di ruangan ini,kau bisa mendekati mereka untuk membunuh kebosananmu” anjur bummie yang masih sempat menggoda min ho.
“Aishhh..sungguh sial!!! kenapa aku harus ikut terjebak di tempat sekonyol ini..” jawabnya frustasi dengan emosi yang meluap2.
Bummie hanya menahan tawa melihat min ho yang semakin frustasi dengan kebosanannya.
Min ho memutuskan untuk meninggalkan bummie dan memilih mengelilingi gallery memburu waktu.
Min ho terus melangkahkan kaki mencari sesuatu yang menarik perhatiannya.sekilas ia melihat gadis cantik dengan penampilan sederhana namun sangat menarik perhatiannya.
gadis berambut panjang itu terlihat asyik dengan ipad ditangannya.
merasa ada aura buruk di sekitarnya,hye sun mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah mata yang mengawasinya dr kejauhan,melihat siapa yang sedang memperhatikannya mood hye sun yang baik langsung hancur berantakan seperti bunga yang ringsek diinjak seekor gajah.ia langsung membuang muka dan melangkah pergi menghilang di kerumunan pengunjung gallery.
Min ho POV:
Gadis itu sepertinya tidak asing,tp aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
sekarang kemana dia pergi..??
Aku hanya ingin memastikan apa gadis itu bidadari cantikku..
Aishh..pasti aku bermimpi..tidak mungkin itu dia,hahahaha..pasti ini karena aku yang selalu terbayang2 olehnya,ia benar2 menghantui seluruh hidupku.
End of POV
“Hye..kau kemana saja? Aku mencari2mu..” tanya so eun setelah lelah mencari2 hye sun ke seluruh pelosok gallery
“Aku pkir kau sudah lupa denganku,kau memelototi lukisan2 disini seperti melihat harta karun perompak” Jawabnya santai sembari melihat foto2 dalam ipadnya.
“Oh,ya kenapa kau bisa tahu ada gallery seperti ini disini? Pelukisnya kan orang asing yang sangat terkenal.dan kau tahu hye,lukisannya juga sangat mahal” ujar so eun sambil berbisik
“Of course..its my aunt's gallery” gerutu hye sun pelan sambil memonyongkan bibirnya.
“Hye..kau mengatakan sesuatu???” Ujar so eun bingung.
“Forget it,c'mon..lets find something to eat,im starving..” ujar hye sun sambil menggigit bibir bawahnya.
“Ayo!!! aku juga sudah lapar,aku traktir ya di kedai spaghetti favoritku..” ajak so eun semangat sambil menyeret hye sun pergi.
************
Malam harinya,
“Ok!! Im ready!!!” Jerit hye sun kencang saat semua perlengkapan perang yang dimaksud olehnya telah siap.
Besok kelas hye sun akan mengadakan kemping bersama.rencana dadakan yang diputuskan setelah voting kelas beberapa hari lalu.
Eommanya yang menyeruak masuk ke dalam hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putri bungsunya itu.belum lagi kamar hye sun yang berantakan seperti baru saja terkena badai besar.hal yang tidak pernah berubah setiap kali ia menggratak barang2nya untuk berkemas.
“Sunnie,semua barang2nya sudah siap? Jangan ada yg tertinggal,sini eomma rapikan barang2mu..”
“apa2in ini??? Kenapa yang kau bawa semua peralatan seperti ini???” Tanya eommanya sambil mengeluarkan gadget2 satu persatu dr tas dan menggoyang2kannya di hadapannya hye sun.
“Kau tidak bawa baju dan perlengkapan lainnya??”
“Eommaaaaa..tentu saja separuh jiwaku harus kubawa,bahkan saat mkan dan tdur pun mereka selalu menemaniku” Ujar hye sun sambil meringkuk di atas kasur.
“Tenang saja aku akan berkemas lagi nanti..”
“Haiyooo..lihat bahkan cemilan2 inipun tak muat dalam satu tas..” eomma terus saja mengoceh sambil merapikan camilan2 yang masih berantakan di atas kasur hye sun.
Hye sun memperhatikannya eommanya yang masih terus mengoceh,sembari menahan tawa ia berkata dengan serius.
“eommaaaaa…gomawo………” ucapnya manja,sambil memeluk dan meletakkan dagu di bahu eommanya
“Gomawo,sudah sangat menyayangi dan memperhatikanku..aku mencintaimu eommaaaaa..”
Cupsss..sebuah kecupan sayang mendarat dipipi eommanya.
Eomma yang tersenyum haru memeluk sunnie dan mengusap sayang kepalanya.
Malam pun semakin larut,sunnie dan eomma masih sibuk menyiapkan keperluan kemping besok sambil bertukar cerita,bergurau dan tertawa bersama.benar2 potret keluarga kecil yang hangat dan bahagia.
----------------
Esok paginya,
08:00
“Huwaaaa..!!! Aku terlambat!!!!!” Jerit hye sun menggelegar kencang.
bunyi2 gaduh pun menghiasi kamar hye sun pagi ini..
hye sun menyelesaikan mandi dalam 5 menit dan berkemas dengan sangat cepat,untung saja semalam eomma membantunya kalau tidak pagi ini pasti ia sudah ditinggal pergi rombongan kempingnya.hari ini ia memutuskan menggunakan kaos putih yang kebesaran dan jeans serta sepatu sneakers favoritnya.tak lupa kamera polaroid yang menggantung di lehernya
Hye sun berlarian menuruni tangga,sambil memakai ransel.rambutnya yang panjang diikat ekor kuda dengan poni depan yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.kepala pelayan di rumahnya bibi Shu tergopoh2 menghampirinya dengan menenteng bingkisan ditangannya.
“Bibi,appa dan eomma dimana???”
“Tuan dan nyonya sudah berangkat ke Milan pagi2 sekali”
“Lalu,eonni??”
“Nona na young juga sudah berangkat ke kampus.td temannya datang menjemput.”
“Oh begituuuuuuuu..” balas hye sun sambil memajukan bibirnya.
saat akan melangkah pergi tiba2..
“Uhukk..uhukk..”
Suara batuk bibi Shu menarik perhatian hye sun.
sepertinya bibi Shu akan pergi keluar,dilihatnya bibi shu yang merapatkan sweater wolnya sambil menenteng bingkisan di tangan kanannya.
“Apa bibi sakit???” hye sun menghampiri dan bertanya khawatir,
“Oh,tidak..uhukk..uhukk..saya pergi dulu nona..” jawabnya tersenyum,
“Bibi,mau kemana? Tidak sakit bagaimana,drtd batuk bibi tidak berhenti2..memangnya ada hal penting apa sampai harus keluar??? bibi kan sedang sakit.”
“Maaf nona,tp tadi nyonya menitipkan ini pada saya,nyonya ingin saya mengantarnya ke suatu tempat.”
“Sudahlah Bibi istirahat saja ya..biar aku yang mengantarkannya..”
“Jangan nona..nanti bibi dimarahi..tidak apa2 bibi baik2 saja,sungguh…..”
“sungguh bibi baik2 saja..jadi biar bibi saja yang mengantarkan,lgpula nyonya kan menyuruh bibi..”
“Bibi,tenang saja..eomma pasti mengerti,bibi itu harusnya beristirahat,jangan terlalu lelah..jadi biar aku saja ya yang mengantarkan ini.”
“Oh ya,diantarkan kemana bi???”
“Nona..itu bingkisan untuk keluarga kim….”
“Uapaaaaaa??!!!” Dengan efek halilintar yang mengilat2 jd backgroundnya
“Maaf nona,ada apa????” Tanyanya khawatir melihat perubahan pada wajah majikannya itu
(Kim -> -> kim min ho???!!!)
“Oh tidak apa2 bi,sekarang bibi beristirahat saja ya,jangan bekerja lagi karena di rumah ini sudah banyak yang mengurusnya,jd istirahat saja,,ok?!!”
Setelah menempuh perjalanan ½ jam lamanya dan masih terus bergulat dengan kelelahan dan kemalasannya.
Tibalah ia di sebuah rumah besar yang lebih mirip seperti istana dengan gaya klasik.sebenarnya hye sun sudah memohon ke security penjaga rumah untuk mau bekerja sama menitipkan bingkisan agar secutiry sendirilah yang menyampaikan bingkisannya nanti.hye sun sudah memberikan bingkisannya tapi security malah latah dan mengembalikannya kembali ke hye sun,begitu seterusnya hingga hye sun lelah sendiri.
ting..tong..ting..tong..
Seorang pria tua berkacamata dengan pakaian rapi membukakan pintu
“Annyeoung..” sapa hye sun kikuk sambil membungkukkan badannya.
“Selamat pagi nona..maaf anda mencari siapa??”
“Ee…..saya diminta mengantarkan bingkisan ini untuk keluarga Kim” jawab hye sun.mulutnya berkomat-kamit menghaturkan doa agar rombongan kemping tidak meninggalkannya.
“Oh,silahkan masuk nona….”
“Silahkan tunggu disini,sebentar akan saya panggilkan tuan dan nyonya….”
“tungguuuuuuuuuuuu..!!!!!!! tidak perlu repot2,aku akan meninggalkan bingkisannya disini dan langsung pergi..aku sedang terburu2..” jawabnya cepat seraya pamit dan dengan seribu langkah ia mempercepat langkah keluar dr istana itu.
Hye sun yang mengendap2,melirik kanan-kiri,celingak-celinguk,dan bagai pencuri berjalan mundur perlahan2..
saat dirasanya situasi mulai aman,tiba2 terdengar suara menghardiknya keras.
“Hei..apa yang kau lakukan??!! mengendap2 seperti itu,kau pencuri!!!!” Teriak pria dibelakangnya lantang.
“hell nooooo!! God,please lightning bold.NOW!!!!” Gerutu hye sun sambil menggigit bibir bawahnya.
“Huhh..I know this voice..and it will be more fun if im on satan lap now!!!!” Rutuknya dalam hati sambil memejamkan matanya.
“Hei,kenapa malah diam disitu??!!! Cepat balikkan badan dan serahkan tasmu atau kulaporkan pada polisi!! Kau pikir bisa kabur begitu saja hah?!!!!”
Hye sun benar2 sudah muak dan mengutuk dirinya kenapa harus berada disini,ditambah lagi pria bodoh itu tidak berhenti berteriak2 tidak karuan.
Hye sun membalikkan tubuhnya menghadap pria di belakangnya dan..
jeng...jeng.........
(gerakan slow motion)
“Oh,I wish this earth will crack open and swallow me whole..” Ujar hye sun dalam hati,sepertinya ia sudah tidak sanggup menahan amarahnya.
“Listen Stupid jerk!”
“First.Don't accuse me of something I didn't do! Answer me,what the hell did i do,huhh?!! Why would I try to steal something from you?!! You are making me feel like a criminal!!”
“And U dont need to yelled at me,Im not deaf!!” Balas hye sun galak sambil memelototkan matanya.
Min ho terperanjat melihat ternyata orang yang dituduhnya mencuri itu adalah hye sun..
keterkejutannya tidak berlangsung lama karena pesona hye sun yang membuatnya kembali melayang dimabuk asmara.
Saat min ho akan membuka mulutnya lagi,dengan cepat hye sun menyambar
“What else?!!! Do u need to restore ur pride by mocking and insulting me again?!!!” Tambahnya dengan berapi-api.
Min ho yang kelabakan dengan ocehan hye sun meringis tidak enak dan menggaruk2 kepalanya.
“Sorry..im really sorry..i swear i didn't mean to say something horrible about you..” jawabnya lembut.ia berjalan mendekat ke hye sun,berusaha menenangkan gadis yang sangat disukainya itu,
baginya hye sun terlihat semakin cantik dan menggemaskan jika sedang marah2 seperti sekarang.
“Step back! And dont ever try to get near of me!
you said it and you can't take it back,do you think that apologizes help??!!” Hye sun terlihat semakin kesal karena pria itu malah berniat mendekatinya.
“No..absolutely no...”
“wait..wait...please,what can i do to make u forgive me??” Min ho memohon dan akan melakukan apapun agar bisa melihat senyuman dari soul reapernya ini.
“Nothing!! FYI,i hate u more than anything in this damn world!! i swear this will be the last time i'll see u.Get away and stay away because i dont want too see or hear anything about u,
So,stay away from me,stay away as far as u can!”! Ucap hye sun dingin dengan penekanan di setiap kata2nya.
Secepat kilat ia berlari meninggalkan min ho yang masih termangu mendengar luapan emosi dari Hye sun sang soul reaper.
*************
“Kenapa gadis itu bisa ada disini?” Tanya min ho kepada kepala pelayan Bong
“Maaf tuan,tapi ia hanya mengatakan bahwa ia diminta mengantarkan bingkisan itu,lalu terburu2 pergi begitu saja.”
“Dammit!! Kenapa kau harus selalu membuatnya marah pabo!!!” Rutuk min ho sambil memukul kepalanya sendiri.
Hye sun yang berlari sekuat tenaga menuju sekolahnya,tiba dengan nafas terengah2 dan peluh membanjiri seluruh wajahnya.
“Hye..!!” Teriak so eun sambil melambaikan tangannya melihat melihat kedatangan hye sun di depan gerbang.awalnya so eun sangat khawatir jika hye sun mangkir dr janjinya untuk ikut serta dalam kemping hari ini,sebab sudah 1jam lamanya ia menunggu tp batang hidung hye sun pun tidak tampak.hye sun berusaha mengatur nafasnya seperti semula dan berjalan santai ke arah siswa-siswi yang antri memasuki bis.
“Kenapa belum masuk bis??” Tanya hye sun yang melihat so eun masih berdiri diam seperti menunggu sesuatu.
“Bagaimana mungkin aku masuk??kau saja baru datang.”
“aku tidak pernah memintamu untuk menungguku,dan ingat jgn pernah melakukan hal seperti ini lagi.cepat masuk nanti bisnya keburu penuh”
“Siap boss!!” Jawab so eun bersemangat
Bis mulai berangkat meninggalkan sekolah tepat pukul 09:00.perjalanan kali ini adalah wisata hye sun pertama kalinya sejak kepindahannya ke sekolah teitan.selain mendapat teman baru ia juga belajar banyak hal selama bersekolah beberapa minggu disini.
************
Malam harinya,
Nyonya kim mengomel saat mengetahui peristiwa tadi siang,
Ia memarahi min ho terus2an karena sudah berlaku tidak sopan pada orang yang berbaik hati mengantarkan bingkisan.
Parahnya lagi,ia bahkan tidak tahu siapa yang memberikannya bingkisan itu.ia jadi tidak tahu harus berterima kasih pada siapa.
Sampai telepon rumahnya berdering...
“Kediaman keluarga Kim disini..”
“Ah,nyonya Kim..ini saya nyonya Jeon,saya hanya ingin memastikan apa bingkisan yang saya titipkan sudah sampai?”
“Terima kasih nyonya Jeon,Saya jadi tidak enak hati merepotkan anda..ya sudah sampai sejak tadi pagi,tp kalau boleh tahu siapa yang mengantarkannya kesini? Maaf saya tidak menerimanya langsung karena sedang pergi keluar sebentar.” Terangnya sambil terus mendelik kearah min ho.
Min ho yang sedari tadi pura2 tidur langsung terbangun mendengar pertanyaan eommanya yang terakhir.
Ia bangkit dan menjatuhkan diri di sofa sebelah eommanya,sambil menatap serius dan terus menguping.
“Oh jd begitu..iya baiklah minggu ini kami akan mampir berkunjung kesana..terima kasih nyonya untuk undangannya.”
Pembicaraan pun berakhir,Telepon ditutup bersamaan.
“Dengar,kita akan berkunjung ke rumah Tuan Jeon minggu ini,dan kau harus ikut!” tukas nyonya kim sambil beranjak masuk ke kamar.
Min ho yang biasanya menolak dan mencari2 alasan sekarang malah senyum2 sendiri,sambil berjingkrak2 kegirangan
“yuhuuu!!!! Aku akan menangkapmu my soul reaper,aku pastikan kali ini kau tidak akan lari lagi..YESSS!!! YESSSSS!!! YESSSSSSS!!!!!”
sungguh ia tidak sabar lagi menunggu datangnya hari bahagia itu.