CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #47815
« previous
next »
Print
Pages:
1
...
9
10
[
11
]
12
13
...
21
Go Down
Author
Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012) (Read 17432 times)
ai_yuki
Hero
Posts: 1235
Location: Indonesia
You make me falling in love; chapter 3 part 2 (25 February)
«
Reply #150
on:
February 25, 2012, 03:40:37 pm »
Chapter 3 part 2
Matahari bersinar kembali, menandakan datangnya pagi. Kehangatannya menjelma, menghangatkan dan membangunkan semua makhluk dari tidurnya yang berselimut malam. Hye na membuka matanya perlahan, merasakan sinar mentari yang merasuk, menyilaukan matanya yang terpejam. Merasakan hangatnya mentari pagi dan merasakan hangatnya dekapan seseorang yang membuatnya nyaman.
“mwo?!?!”seru Hye na tiba-tiba, menyadari sesosok tubuh disisinya yang terlihat terlelap, mendekap Hye na dalam pelukannya. Hye na menatap orang itu terkejut ketika menyadari orang yang disisinya bertelanjang dada, membuat Hye na dengan cepat dan tiba-tiba menyingkir darinya tepat saat orang itu membuka matanya dan menatap Hye na bingung “ada apa…?”tanya orang itu
“kau!! Bag…bagaimana…?”ujar Hye na, menatap Jung min kesal.
“apa…?”tanya Jung min tidak mengerti dan mulai menggaruk kepalanya.
“bagaimana… kau pasti yang memulainya…”seru Hye na yang menatap tubuhnya yang sebelumnya ia tutupi dengan selimut tebal. Hye na membuka selimut itu, menatap yang dicarinya “ahhh… masih ada…”ujar Hye na ketika menemukan tubuhnya masih dengan pakaian lengkap.
“ada apa… kenapa sepagi ini kau histeris dan bingung sendiri?”
“Goo Jung min-ssi..!! apa yang kau lakukan…?”tanya Hye na, bangkit dan menjauh dari Jung min
“aku tidak melakukan apapun… kau sendiri yang tidur disisi ku…kemudian tanganmu seperti ini…”ujar Jung min sambil mengangkat tangannya, memeragakan apa yang Hye na lakukan sebelumnya yaitu melingkarkan tangan ke dada Jung min dan tidur dengan dada Jung min sebagai bantal. Jung min diam, menatap Hye na sesaat, menggaruk kepalanya, terlihat menyembunyikan senyumnya dan kemudian bangkit dari tempatnya berjalan menuju kamar mandi.
Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap orang itu sesaat hingga akhirnya orang itu menghilang masuk kedalam kamar mandi dojo Hye na. “uufftt…”desah Hye na yang kemudian bangkit dan mulai merapikan alas tidur keduanya dan selimut yang keduanya pakai semalam.
“Hye na-ssi…”
“kyyyaaaaa…!!jangan mendekat!!!”seru Hye na tiba-tiba, terkejut, terduduk menjauh dari tempatnya sebelumnya “ad..ad..ada apa..?!” seru Hye na masih dengan keterkejutannya namun perlahan terlihat lebih tenang ketika menyadari suara itu berasal dari kamar mandi.
“boleh aku pinjam pakaian… pakaianku ini benar-benar kotor…”
“mwo… YYA!! Apa yang kau harapkan dari dojo… ini bukan sebuah rumah tinggal Tuan Goo..”jawab Hye na tegas
“tolonglah…pakaian apa saja… aku benar-benar tidak mungkin mengenakan pakaian ini…”
“auusshhh… arasso… aku carikan…”seru Hye na, menatap kesal kamar mandi yang tak jauh dihadapannya sebelum akhirnya melangkah pergi. Hye na masuk kedalam ruang ganti dimana terdapat banyak lemari-lemari loker tempat semua murid di dojo tersebut mengganti pakaiannya, hanya beberapa menit ia mencari, tiba-tiba seseorang menepuk bahunya pelan “seonsaengnim…”panggil orang itu, menatap Hye na bingung.
“ahhh… pak Choi…”seru Hye na, menepuk dadanya sesaat karena keterkejutannya.
“ada yang bisa saya bantu agashi…?”tanya pak Choi lagi, menatap Hye na bertanya-tanya. Hye na diam sesaat ditempatnya “ahhh… ne…”
*********
Waktu semakin bergerak cepat dan sudah waktunya Hye na melakukan tugasnya.
“seonsaengnim…”panggil seorang anak tiba-tiba sambil sesekali menatap Jung min yang duduk disisinya. “ne Gi dong-aa… ada apa…?”
“ne… ahjussi ini… apa murid baru disini…?”
“mwo…?!? Ahjussi!! Aku belum setua itu…!!”seru Jung min kesal menatap Gi dong yang duduk didepannya sambil menatapnya penuh selidik.
“ahniya… dia hanya berkunjung hari ini…”
“tapi dia memakai pakaian yang sama dengan kami…”sambung seorang anak yang Hye na tahu memiliki nama yang sama dengan laki-laki dihadapannya. “ne… dia memang mengenakan pakaian yang sama dengan kalian… itu karena dia ingin lebih merasakan memanah itu sendiri…”ujar Hye na, menatap Jung min tersenyum yang dibalas Jung min dengan tatapan yang kesal.
“baik..kita mulai sekarang… dan anda Goo Jung min-ssi… karena anda sudah mengenakan pakaian itu… lebih baik anda ikut berlatih memanah… Hwang Jung min… karena kau sudah pintar dibagian ini… bisakah kau ajari ahjussi yang satu ini teknik dasar yang sudah kau pelajari….”ujar Hye na, menatap Jung min kecil tersenyum, yang dibalas dengan tatapan penuh semangat dari Jung min dan tatapan terkejut dan kesal dari Jung min yang lebih besar.
“apa..?!?!”tanya Jung min keras, menatap sebal anak kecil disisinya yang masih menatapnya dengan tersenyum. Jung min kemudian terlihat mengalihkan pandangannya, menatap Hye na, yang dibalas Hye na dengan senyuman. Jung min menatap Hye na, menyipitkan matanya, kesal.
Tak lama keduanya hanya diam, tiba-tiba Hwang Jung min, menarik lengan baju Jung min sambil menatap Hye na yang terlihay tengah memberikan instruksi pada murid-muridnya "APA!?!?"seru Jung min kesal.
"ahjussi... apa hubunganmu dengan seosaengnim...? dia bukan kekasihmu bukan...?"tanya Hwang Jung min. Jung min terlihat diam, menatap anak kecil yang memiliki nama yang sama dengannya "...memang kenapa...?"
"jawab saja..."
"memang ada apa...?" Jung min menatap anak itu sesaat. Anak itu terlihat menundukkan kepalanya, malu-malu "HAH!! kau menyukainya...?!?!"tebak Jung min, membuat Jung min kecil, menerjang Jung min, hingga terjatuh, menutup mulutnya "auushhh!!! ahjussi!! apa yang kau lakukan!!"
“auushhh…”seru Jung min kesal, yang kemudian mendorong Jung min kecil, bangkit dan melangkah pergi.
"YYA!!! ahjussi... kau mau kemana...?"tanya Jung min kecil, yang kemudian mengikuti langkah JUng min
“AUUUSSSHHH... aku tidak setua itu untuk dipanggil ahjussi…”ujar Jung min yang kemudian menghentikan langkahnya, mengambil sebuah busur dan terlihat menilainya.
“yya!!! ahjussi!!! kau akan berlatih denganku ahjussi dan akan lebih mudah… karena nama kita sama…”ujar Jung min kecil yang kemudian mengambil busur panah yang dipegang Jung min
“kau yang meniruku…”ujar Jung min kesal, yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min kecil.
“entahlah… bisa saja orang tua mu yang menyontek aboji ku…”ujar Jung min kecil, meletakkan kedua tangannya bersedekap di dadanya, memalingkan wajahnya dari Jung min yang berhasil membuat Jung min lebih kesal dari sebelumnya.
Kedua Jung min terlihat saling menatap kesal, melemparkan aliran listrik bertegangan tinggi yang mampu membuat orang-orang disekitar mereka tidak ingin berdekatan dengan keduanya.
“apa yang kalian lakukan…”
“seonsaengnim… ahjussi ini tidak ingin menurutiku…”lapor Jung min kecil
“yya!! Aku belum setua itu!!! Jangan panggil aku ahjussi!!”seru Jung min, kesal
“ausshhh… kalian berdua hentikan…dan ambil ini tuan Goo… kuharap kau bisa menguasai teknik dasar yang diajarkan oleh Hwang Jung min ini…”ujar Hye na sambil kemudian menyerahkan sebuah busur panah pada Jung min, dan kemudian mengalihkan pandnagannya menatap Jung min kecil “lakukan seperti yang guru ajarkan…”ujar Hye na, menatap Jung min kecil yang kemudian dibalas penuh arti oleh Jung min kecil “siap seonsaengnim…”ujar Jung min kecl, tersenyum lebar.
“bagus… selamat berlatih…”ujar Hye na, menatap Jung min yang terlihat kesal sekaligus bingung menatapnya.
“ohhh… aku mencium sesuatu yang buruk untuk ini…”gumam Jung min ketika menatap senyum Jung min kecil dan Hye na yang menatapnya, terlihat sangat puas.
*******
“antwe!! Tidak!!”seru Hye na di suatu siang dengsn hawa yang panas dengan awan mendung perlahan mulai menutupi sang mentari.
“harus!! Kau harus menikah… bagaimana dengan anakmu itu kau tidak mungkin merawatnya sendiri… dia butuh ayahnya…”ujar Jung ahjussi, menatap Hye na tajam.
“antwe… aku tidak akan menikah ahjussi… dan anda tau itu…”
“jangan karena…”
“aku tidak ingin mendengarnya lagi ahjussi… aku akan merawat anak ini sendiri… dan ini sudah menjadi keputusanku… aku tidak ingin ada laki-laki berpikiran sempit lagi ada disisiku…”seru Hye na yang kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Jung ahjussi tanpa memperdulikan panggilannya atau apapun darinya
“YYA!!! Kau tidak akan melakukan itu!! Dan kau benar-benar harus menikah… ini keputusan yang harus kau ambil…” seru Jung ahjussi.
Hye na diam, menatap beberapa kuda yang terlihat tengah berlari di padang hijau peternakannya.
Hingga akhirnya ia melangkah cepat keluar dari ruangannya dan melangkah menuju istal, mengambil Hiro kemudian dengan cepat mulai menungganginya keluar dari istal.
“ahhh agashi anda dilarang… anda tidak boleh…”seru salah seorang pekerja istal ketika menatap Hye na yang tengah menunggangi kudanya keluar dengan cepat dari istal. Hye na tetap melajukan Hiro cepat, tanpa memperdulikan apapun lagi dibelakangnya.
“agashi!!”seru pekerja yang lain tiba-tiba.
“cepat!! Panggil tuan Jung…”seru pekerja yang lain, yang kemudian mengambil seekor kuda, menungganginya dan melaju mengejar Hye na.
“ada apa…?”tanya seseorang tiba-tiba, menatap kuda yang melaju cepat didepannya. “siapa yang…” tanya orang itu lagi yang kemudian terlihat diam, menyadari sesuatu “ahhh… kau benar-benar” seru orang itu yang kemudian menaiki kuda disisinya dan melaju cepat mengejar laju kuda Hye na.
“HYE NA!!!”seru laki-laki itu, ketika ia berhasil menyusul laju kuda Hye na.
“pergi!!”seru Hye na ketika mengetahui seseorang dibelakangnya berusaha untuk mengejarnya. “PERGI!! Aku tidak ingin melihat wajahmu!!”
“hentikan laju kudamu sekarang..!! BERHENTI!!!”
“antwe!!”Jawab Hye na yang terlihat semakin mempercepat laju Hiro menembus angin. Laki-laki itu tidak mampu mengejar laju kuda Hye na, dan memperlambat laju kudanya hingga kuda itu berhenti. Laki-laki itu menatap kuda Hye na.
Laki-laki itu menghela napas panjang, menatap kuda Hye na yang semakin melaju cepat, menghilang dari pandangan. Laki-laki itu memutar kudanya tepat saat tiba-tiba, Hiro -kuda yang ditunggangi Hye na- berbalik dengan tubuh Hye na yang terlihat tergeletak di atas tubuh kudanya. Kuda itu seakan mengerti, dan membawa tubuh Hye na yang tergeletak pingsan di punggungnya pulang.
“HYE NA!!”seru laki-laki itu, mengejar laju kuda Hye na, yang terlihat kembali kepeternakan
***********
Matahari pagi mulai bersinar cerah, membangunkan semua makhluk untuk melakukan semua aktivitasnya. Perlahan Hye na membuka sepasang kelopak matanya, menatap langit-langit ruangan dimana ia berada, dan ia menyadari ia berada dikamarnya. Hye na menyentuh kepalanya sebelum akhirnya menyentuh perutnya. Kemarin ia merasakan rasa sakit yang sangat di perutnya yang ia pikir ia akan kehilangan kehidupan yang ada diperutnya, tapi…
Hye na mengalihkan pandangannya menatap sisinya. Seseorang tengah duduk tertidur dengan kedua tangan menumpu kepalanya disisi ranjangnya.
Hye na menatap orang itu lama, hingga akhirnya orang itu terbangun.
“…ahh… kau sudah bangun…”ujar orang itu menatap Hye na tersenyum
“ada apa denganku…”tanya Hye na, yang terlihat mencoba mengangkat tubuhnya, namun laki-laki itu menghentikannya.
“antwe… tidur saja… semuanya baik… tidak ada yang buruk terjadi padamu atau anak diperutmu…”ujar laki-laki itu yang terlihat tersenyum ketika menatap perut Hye na. Hye na terdiam ditempatnya menatap orang itu.
“ahh… aku ambilkan sarapanmu… Jung ahjussi sudah menyiapkannya tadi…” ujar laki-laki itu yang kemudian bangkit dari tempatnya dan melangkah kearah pintu
“Goo Jung min-ssi…”panggil Hye na, menatap Jung min yang telah menghentikan langkahnya, menatap Hye na. Jung min terlihat diam, menunggu kalimat Hye na selanjutnya.
“apa… apa kau sangat menginginkan anak ini…”tanya Hye na, tanpa menatap Jung min dan sebagai gantinya ia hanya mengusap dan menatap lembut perutnya.
“…ne… sangat… aku sangat menginginkannya… dan untuk itu…”
“sarapan datang…”potong seseorang tiba-tiba, menghentikan kalimat Jung min, dan membuka pintu disisi Jung min dan masuk sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur dan susu hangat.
Hye na diam ditempatnya menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi “semuanya baik bukan..”tanya Jung ahjussi menatap Jung min dan Hye na bergantian.
“ahniya…”jawab Jung min kemudian, menatap Hye na tersenyum “semuanya baik ahjussi…”ujar Jung min kemudian, menatap Hye na tersenyum dan berhasil membuat Hye na memalingkan wajahnya, menyembunyikan semburat rona merah wajahnya.
“….ayo Hye na… kau harus makan…”ujar Jung min, mengambil nampan yang ada ditangan Jung ahjussi dan menaruhnya dipangkuannya setelah ia duduk di kursi disisi ranjang Hye na.
Hye na menatap Jung min sesaat dan mengalihkan pandangannya menatap sendok yang telah berisi makanan yang disodorkan Jung min padanya “…aku bisa makan sendiri…”ujar Hye na, menyingkirkan pelan tangan Jung min dari hadapannya.
“tapi…”
“aku bukan anak kecil… Jung min-ssi… dan aku tidak sakit parah…”seru Hye na kesal
“tapi…”
HYe na diam, menatap Jung min kesal dan perlahan beranjak bangkit meninggalkan Jung min ditempatnya “…mau kemana…”tanya Jung min kemudian
“mandi… aku harus pergi… aku masih harus mengerjakan beberapa hal pagi ini…”
“antwe…kau masih belum baik… tinggalkan semua itu” ujar Jung min yang dengan cepat bangkit dari tempatnya
“yya!! Siapa kau beraninya mengaturku…”seru Hye na marah, menatap Jung min kesal dan segera berlalu, meninggalkannya.
Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap HYe na yang terlihat benar-benar marah, menatap dirinya. Benar, ia bukan siapa-siapa atau tepatnya ia belum menjadi siapa-siapa bagi Hye na, tapi…. Jung min menghela napas panjang, menundukkan kepalanya, menyerah.
********
“baik.. seperti yang guru ajarkan sebelumnya, kali ini kita belajar untk memanah… ambil tas anak panah kalian… dan mulai untuk memanah bergantian sesuai barisan kearah target jerami di depan sana…”
“ibu akan memberikan kesempatan 10 tembakan kearah target… dan siapapun yang paling banyak berhasil mengenai tepat ditengah target… guru punya sesuatu sebagai hadiah…”ujar Hye na menerangkan, kemudian tersenyum menatap semua anak yang terlihat sangat tertarik setelah megetahui adanya hadiah yang akan diberikan guru mereka.
“ok..sekarang mulai bersiap…jangan lupa kenakan alat pengaman kalian…”ujar Hye na lagi, yang mulai diikuti oleh anak-anak yang terlihat mulai berlari masuk kebarisan yang telah ditentukan.
“ahhh…seosaengnim” panggil seorang anak, sambil menarik ujung baju bagaimana dengan hyung… hari ini ia tidak datang… bukankah dia juga seperti kami…”ujar salah satu murid Hye na.
“hyung…?!”ujar Hye na bingung menatap anak itu
“ne… oppa yang tampan itu…”ujar seorang anak perempuan, menatap Hye na tersenyum
“tampan…?”
“ne… dan punya nama yang sama denganku…”
“ahh… Jung min-aa…”ujar Hye na
“ne seosaengnim…”ujar anak-anak itu
Hye na diam sesaat ditempatnya, menatap ketiga anak itu “…ahjussi itu…”
“hyung seosaengnim…”koreksi anak-anak tersebut, menatap Hye na kesal
“ahh… ne hyung itu sangat sibuk…jadi mungkin tidak akan datang…”
“apa seosaengnim kekasih hyung itu…?”tanya Gi dong tiba-tiba, menatap Hye na, ikut bergabung dengan anak-anak yang lain.
“ahni… dia hanya…” Hye na terdiam sesaat “…teman…”jawab Hye na kemudian, menatap semua anak dihadapannya “…sudah…sekarang dimulai… jika tidak maka ibu tidak akan memberikan hadiahnya…”ujar Hye na
“ne seosaengnim..”
“ayo mulai…”ujar Hye na yang kemudian disusul oleh anak-anak tersebut kembali kebarisan masing-masin dan mulai bergiliran untuk memanah target dihadapannya.
Hye na mengamati anak-anak tersebut yang mulai melepaskan anak panah ke target dan melihat siapa yang akan mendapat hadiahnya.
“seosaengnim…”panggil seseorang tiba-tiba, berdiri disisi Hye na yang terlihat membawa kertas nilai.
“ah… kau So ah… ada apa…?” ujar Hye na yang segera mengalihkan pandangannya dari So ah pada anak-anak yang tengah melepaskan anak panahnya. So ah terlihat diam ditempatnya menatap Hye na kemudian tersenyum ketika menatap anak-anak yang berlatih dihadapannya.
“gwenchana…?”tanya So ah kemudian, tanpa mengalihkan pandangannya dari anak-anak itu.
Hye na tersenyum “…ne gwenchanayo…”ujar Hye na, menatap So ah tersenyum “jangan harap hanya karena kejadian itu aku tidak akan mengajar lagi… memanah jantung ku dan anak-anak ini pembuluhnya… aku tidak mungkin meninggalkan keduanya…”
“tapi dalam perutmu juga ada seorang anak yang tidak kalah memiliki masa depan yang panjang…” ujar So ah “apa tidak lebih baik kau istirahat dirumah…”
“ada apa denganmu…”tanya Hye na menatap So ah
“ahni… hanya mengkhawatirkanmu… istirahatlah…”
“gwenchana… aku paham dengan kondisi ku… jangan khawatir…”jawab Hye na
So ah tidak dapat membantah dan hanya diam ditempatnya, tersenyum menatap Hye na “ahh… kau sudah menyiapkan hadiahnya bukan…?”
“ne… tentu saja… sudah aku siapkan semuanya… dan anak-anak itu pasti sangat senang dengan hadih yang akan mereka terima…”
“gomawo…”
**********
Matahari bersinar terang, cahayanya tidak kalah dengan hawa yang terpancar dari sang surya. Awan tidak terlihat, memberi kesempatan sang mentari untuk memancarkan sinarnya. Jung min terlihat terdiam menatap pemandangan itu, tak lama senyum terlihat terkembang diwajahnya. sebuah ketukan dipintu membuyarkan pikirannya.
“tuan…”sapa orang itu
Jung min memutar tubuhnya dan ditatapnya pak Jang yang berdiri diam, serius dihadapannya.
“ne pak Jang… ada apa…?”
“tuan Kang sudah menunggu anda…”
“tuan Kang..?!? untuk apa dia menemuiku…?”tanya Jung min, menatap Pak Jang tidak mengerti
“…ahh… tentang kontrak dengan pabrik kejunya tuan… ia ingin memperpanjangnya…”
“…” Jung min terlihat diam ditempatnya “baiklah…aku…” perkataan Jung min terhenti oleh dering ponselnya, yang ternyata berhasil menyita perhatiannya.
“ahhh…ahjussi…”panggil Jung min, menatap pak Jang, dan memberikan sebuah tanda dengan matanya untuk pergi dari ruangannya sesaat, yang kemudian dijawab dengan bungkukan tubuh pak Jang dan mulai membalikkan tubuhnya keluar dari ruangan Jung min.
Jung min melanjutkan perkataannya kembali setelah pintu diruangannya mengklik tertutup.
“ahjussi…”gumam pak Jang tidak mengerti. Pak Jang benar-benar merasa tuan mudanya sudah sangat berubah akhir-akhir ini, dan ia tidak mengerti apa yang membuatnya berubah. Pak Jang terdiam ditempatnya hingga tiba-tiba pintu ruangan Jung min terbuka.
“pak Jang… aku ada kepentingan…”
“tapi tuan…”
“waeyo…?”
“pak Kang…? Dia sudah menunggu anda di ruang rapat…”
Jung min menghentikan langkahnya, berpikir “…minta saja kontraknya dan aku akan mempertimbangkannya…”
“ne…”
“bagus… aku pergi…”ujar Jung min yang kemudian melangkah meninggalkan pak Jang ditempatnya, menatap Jung min bingung.
*********
Hye na menatap kesal laki-laki yang berdiri dihadapannya, namun pelajarannya masih berlangsung dan ia tidak mungkin mengganggu pelajarannya. Hye na diam, tidak memeprdulikan Jung min dan terus memperhatikan murid-muridnya yang hampir selesai melakukan tes nya.
“baiklah.. istirahat… dan setelah ini akan guru umumkan hasilnya…”ujar Hye na yang kemudian pergi meninggalkan murid-muridnya dan Jung min masuk kedalam ruangannya.
Jung min diam, menatap itu kemudian melangkah masuk mengikuti HYe na.
“ada apa denganmu…”tanya Hye na tiba-tiba saat keduanya berada dalam ruangan Hye na.
“ahni… hanya ingin menjemputmu… aku ingin melakukan sesuatu…”
“apa…”
“ikut aku…”
“….”
“ayo…”ajak Jung min
“antwe!!!”
“waeyo…?”
“aku harus menyelesaikan pelajaranku dulu…”
“apa tidak bisa…”
“ahn…”
“Hye na maaf… Jung min… ah maksud ku… Jung min kecil… ahni…ahh… pali… keluarlah…”ujar So ah yang terlihat sangat khawatir.
Hye na segera bangkit dari tempatnya dan berlari ke tempat dimana So ah tunjukkan, terlihat sangat khawatir “ada apa…?”tanya Hye na pada sekumpulan anak yang terlihat tengah berkerumun menatap sesuatu.
“Jung min Seosaengnim…”
“mwo… ada apa…”tanya Hye na terkejut.
“dia…”
“ahhh…tidak… gwenchana Jung min-aa…? Ada apa denganmu…?”tanya Hye na menatap Jung min kecil yang terlihat meringis kesakitan, menatap ibu jari dan telunjuknya yang berlumuran darah.
“ahni Seosaengnim… gwenchana…”ujar Jung min kecil yang terlihat tersenyum ditengah rasa sakitnya.
“auuusshhh.. bagaimana bisa… sudah hentikan… selama beberapa hari ini kau harus merawat tanganmu… jangan sekalipun memegang busur, atau menariknya…”ujar Hye na terlihat benar-benar sangat khawatir. Goo Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na sedikit bersedih dan sedikit marah ditempatnya.
“tapi…”
“Jung min!!!”seru Hye na yang tanpa ia duga akan mendapat 2 sahutan. Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang berdiri tak jauh dibelakangnya, tengah menatap Hye na, membuat semua anak memalingkan wajahnya menatap Jung min tak terkecuali Jung min kecil “Hwang Jung min!! ini perintah…”ujar Hye na lagi, yang kini menatap khawatir tangan Jung min.
“gwenchana… ayo ikut ibu… ibu obati…”ujar Hye na yang kemudian membantu Hwang Jung min bangkit dari tempatnya dan membawanya masuk kedalam ruangannya “…yang lain… tolong berhenti, pelajaran kita selesai sampai disini… untuk yang menang akan ibu umumkan besok…”ujar Hye na, yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap anak-anak.
“ne Seosaengnim…”ujar semua anak
“apa tidak perlu membawanya kerumah sakit…?” ujar Jung min, menatap Jung min kecil sedikit kesal.
“ahni… gwenchana…” ujar Hye na yang kemudian membantu Jung min masuk kedalam ruangannya.
“bagaimana bisa seperti ini…”ujar Hye na, menatap jari Jung min sambil kemudian membersihkan jarinya dengan cairan alcohol.
“seosaengnim… gwenchana…”ujar Jung min kecil, sambil sesekali meringis saat Hye na membersihkan lukanya.
Jung min yang lain terlihat terdiam ditempatnya, menatap getir Hye na dan Jung min kecil dihadapannya, rasa cemburu menghampirinya.
“nah… sudah… dan jangan mencoba untuk menarik busur dulu… sembuhkan jarimu dulu…”
“tap..”
“ini perintah…”ujar Hye na tegas namun kemudian senyum menyusul terkembang diwajahnya, membuat Jung min terkesima ditempatnya sekaligus marah menatap itu. Jung min beranjak pergi meninggalkan keduanya, menahan kekesalannya.
*********
“kau baru pulang nak…”tanya seseorang tiba-tiba, mengehentikan langkah Hye na yang terhunyung melangkah masuk kedalam kamarnya. Hye na memutar tubuhnya, menatap kearah suara yang datang.
“ahh… ahjussi… ne…”
“apa kau sudah bertemu dengan Goo Jung min-ssi…”
Hye na menghela napas lelah sekaligus kesal “…ne ahjussi… sudah bertemu dia di dojo…”ujar Hye na kesal
“dan…bersamanya ke rumah sakit…?”
“…” Hye na diam ditempatnya “tidak ahjussi..
“auusshhh… kau ini… perhatikanlah anakmu…”
Hye na diam menundukkan kepalanya “…bagaimanapun juga…dia anakmu…darah dagingmu… ausshhh… kau benar-benar…”ujar Jung ahjussi, menatap Hye na kesal.
Keduanya terdiam ditempatnya, tak lama akhirnya Hye na melangkah masuk kekamarnya dan merebahkan tubuhnya diranjangnya, perlahan, disentuhnya pinggulnya, ia merasakan sakit didaerah itu sebelumnya, beberapa saat yang lalu bagian itu memang terbentur mejanya saat dengan tiba-tiba Hye na bangkit dari tempatnya ketika ia mendengar muridnya terluka, dan kini ia merasakan rasa sakit itu kembali.
“akkhhh..”rintih Hye na sambil menyentuh pelan pinggulnya, hingga dengan tiba-tiba seseorang masuk membuka pintu kamar Hye na dan menutupnya cepat, membuat Hye na segera bangkit dari tempatnya menatap orang itu.
“…”Hye na diam, menatap orang itu tajam, yang dibalas dengan tatapan yang tidak kalah tajamnya dengan Hye na. “ada apa….?”tanya Hye na akhirnya, melangkah perlahan, menatap hamparan padang hijau, peternakannya dari jendela kamarnya.
Dengan cepat dan tiba-tiba, orang itu melangkah mendekat dan menarik lengan Hye na, memutar tubuh Hye na hingga keduanya kini saling berhadapan.
“ad…ada apa Goo Jung min-ssi…”tanya Hye na menatap ketakutan laki-laki dihadapannya.
“kita menikah… kau akan menikah denganku…”ujar Jung min, menatap Hye na, mencengkeram kedua bahu Hye na. Jung min mendekatkan tubuhnya dan sebaliknya Hye na melangkah mundur, hingga…
“akhhh…”seru Hye na tiba-tiba menekan pinggulnya kembali.
Jung min, meraih Hye na untuk lebih mendekat padanya “apa yang terjadi…”tanya Jung min, meraih Hye na kedalam pelukannya “..ahni...gwenchana…”ujar Hye na sambil menyentuh pelan pinggulnya. Jung min merasakan hal yang salah pada Hye na dan dengan cepat Jung min menggendong Hye na dalam pelukannya dan perlahan ia letakkan Hye na diranjangnya.
“apa yang terjadi..? ada yang sakit…?”tanya Jung min menyentuh pinggul Hye na.
“akkkhh…”seru Hye na tiba-tiba, ketika Jung min menekan pinggul Hye na. Jung min menatap Hye na khawatir sekaligus marah. “wae?!?!? Ada apa… apa yang kau rasakan disini…”paksa Jung min, menatap Hye na. Hye na masih diam, tidak menjawab pertanyaan Jung min. tidak sabar, dan dengan cepat, Jung min membuka sedikit pakaian Hye na hingga ia dapat melihat pinggul Hye na.
“apa yang kau lakukan…”ujar Hye na berusaha menurunkan pakaiannya.
“auushhh… diamlah…”ujar Jung min yang masih memaksa untuk membuka sedikit kaos yang Hye na kenakan. Disentuhnya pinggul Hye na, dicarinya bagian yang terasa sakit, hingga akhirnya ia melihat memar kebiruan di daerah pinggul Hye na.
“auuushhh… apa yang terjadi… sebenarnya apa yang kau lakukan hingga seperti ini…”ujar Jung min kesal, menyentuh pelan, memar di pinggul Hye na
“tak ada… sudahlah… aku baik-baik saja…”ujar Hye na, merasa bersalah, sekaligus merasa senang karena sudah diperhatikan.
“auuushhh… diam… kau harus mengobatinya… apa yang terjadi padamu…? Kenapa kau selalu kau melukai anak kita… sebenarnya apa yang ingin kau lakukan pada anak kita…”sesal Jung min. Hye na diam ditempatnya ketika Jung min tengah mengusap lembut memar di pinggul Hye na dengan obat.
Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min dan entah kenapa tiba-tiba rasa kesal menghampirinya. Hye na menyingkirkan tangan Jung min cepat dan segera bangkit
“…PERGI!!!” seru Hye na tiba-tiba kesal
Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na bingung, terkejut.
“PERGI KATAKU!!! Aku tidak membutuhkan dirimu!!! PERGI!!!” seru Hye na lagi
“tapi…”
“pergi..!! kau… bagaimana bisa kau berkata seperti itu tentang anakku... menurutmu apa yang akan aku lakukan pada anak yang ada dirahimku ini..!! ”seru Hye na lagi, sambil kemudian mendorong Jung min keluar dari kamarnya “kau pikir aku perempuan seperti apa…!!!” ujar Hye na sambil memukul dada bidang Jung min kesal.
Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na terkejut.
“PERGI!!!”seru Hye na keras, sambil mendorong tubuh Jung min keluar dari kamarnya.
“yya… tapi… tung… yya..!! Hye na!!”
Hye na menutup keras pintu dihadapan Jung min
************
“apa sudah lebih baik…?”
“ne… gomawo…”jawab Hye na, sambil kemudian menurunkan sebagian kaos yang dipakainya setelah Min woo mengoleskan salep obat di pinggulnya yang memar.
Keduanya terdiam sesaat “bagaimana bisa…”tanya Min woo, menatap Hye na.
“hanya sebuah ketidak sengajaan..”jawab Hye na sambil kemudian perlahan bangkit dari tempatnya.
Sung Min woo terlihat tersenyum, menatap Hye na. “kau harus lebih memperhatikan dirimu… dan jugadalam perutmu ada seseorang yang hidup…”ujar Min woo, menatap Hye na kemudian ke perut Hye na. Hye na mengikuti arah tatapan Min woo dan mengusap lembut perutnya.
“ne… aku tahu…”jawab Hye na yang kemudian mengambil tasnya dan beranjak kearah pintu
“…aku harus pergi..”
“Hye na…”panggil Min woo, menghentikan langkah Hye na. “kau berubah Hye na… apa yang terjadi…?”
Hye na diam, menghela napas dalam “…ahni… tak ada apapun…” ujar Hye na yang kemudian terdiam ditempatnya, menundukkan kepalanya “… aku harus pergi…” ujar Hye na lagi yang kemudian menggerakkan tangannya untuk membuka pintu, namun secara tiba-tiba, pintu itu terbuka, seseorang membuka pintu itu sebelum Hye na membukanya. Jung min menatap keduanya marah, seakan telah mengetahui sesuatu yang salah dari keduanya.
“ada yang bisa ku bantu…”tanya Min woo, menatap Jung min tersenyum. Jung min diam, menatap marah Min woo kemudian mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang berdiri tak jauh disisinya. Jung min menatap Hye na marah, kemudian tiba-tiba Jung min menarik tangan Hye na dan membawanya pergi dari tempat itu. Meninggalkan Sung Min woo yang diam ditempatnya, menatap keduanya nanar.
“yya!! Lepaskan!! Apa yang kau lakukan…!!” seru Hye na sambil berusaha menarik tangannya dari cengkraman Jung min, namun Jung min sama sekali tidak menggubris ucapan Hye na dan terus menarik Hye na pergi. “Jung min-ssi!! Lepaskan!!”seru Hye na lagi, masih berusaha melepaskan cengkaraman tangan Jung min. Hingga Jung min mendorong Hye na pelan, masuk kedalam mobilnya.
Hye na menatap Jung min marah saat Jung min sudah duduk disisinya, dibalik kemudinya. “kau akan membawaku kemana…?”tanya Hye na, menatap Jung min kesal, namun Jung min hanya diam ditempatnya, tidak menjawab pertanyaan Hye na.
“YYA!!”seru Hye na
“auusshhh…!! Diamlah…”jawab Jung min yang tak lama kemudian menghentikan mobilnya disebuah rumah sakit.
“YYA!! Untuk apa kau membawaku kesini… sudah aku bilang…”
“ayo masuk…!!”
“antwe!! Aku benci tempat ini dan aku benci dirimu…”ujar Hye na kesal yang kemudian membalikkan tubuhnya beranjak pergi dari tempatnya, namun langkahnya segera terhenti saat tiba-tiba Jung min menggendong Hye na dalam pelukannya dan membawanya masuk.
“auuushhh… kau benar-benar menyusahkan…”seru Jung min kesal, sambil berusaha membawa Hye na yang terlihat meronta dalam pelukan Jung min. Jung min masih terus berusaha membawa Hye na masuk kedalam, dengan semua usaha Hye na untuk lepas dari pelukan Jung min, namun tidak mampu membuat Jung min melepaskan dirinya.
***********
End Of Part
Logged
Print
Pages:
1
...
9
10
[
11
]
12
13
...
21
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #47815